Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 95


__ADS_3

Edward Dirgantara Sanjaya


Sedangkan di Kantor Perusahaan Wijaya Group, nampak CEO dari Perusahaan tersebut aedang marah besar, karena kesepakatan dengan Clientnya gagal, bahkan Aditya tak mengetahui apa penyebabnya,sampai perusahan dari Jepang itu membatalkannya.


" Arrgghhh..., siapa yang telah berani bermain dibelakangku... " geram Aditya.


" Maya...., tolong panggilkan Hans kemari, Saya akan berbicara padanya... " titah Aditya pada sekertarisnya.


" Baik Tuan.... " ucap Maya, tak berselang lama Hans pun datang.


" Ada apa tuan Aditya memanggilku... " tanya Hans pada Aditya.


" Hans bagaimana perkembangan perusahaan cabang di Kalimantan, apakah baik-baik saja???tanya Aditya.


" Selama ini perkembangan perusahaan cabang di Kalimantan baik Tuan, bahkan Perusahaan cabang yang dipimpin oleh Aldo di luar kota juga berkembang dengan baik..., tapi hanya saja.... "ucap Hans terhenti.


" Hanya saja apa, Hans...?? tanya Aditya menyelidik.


" Mmmm....,nampaknya Nona muda telah membuat masalah dengan client yang barusan membatalkan hubungan kerjasama dengan anda Tuan... " terang Hans,membuat Aditya bingung dengan ulah adiknya, yang entah mengapa tiba-tiba Vitalia berbuat seperti itu.


" Apa...???,,Hans... tolong selidiki semuanya...,tapi ingat jangan sampai Vitalia mengetahuinya, Saya yakin ini semuanya pasti ada apa-apanya antara Vitalia dengan Client yang baru saja membatalkan kerjasama dengan kita.


Yaa Vitalia selain berprofesi sebagai dokter ia juga wanita yang sangat jenius,dan misterius, bahkan ia juga seorang ketua dari Geng mafia yang beranggotakan semuanya Pria,dan dia juga mempunyai banyak musuh.


Aditya pun lalu menghubungi sang Adik, dan sambungan telpon pun tersambung.


" Halo...


" Vitalia... Kakak mau bicara empat mata sama kamu..." ucap Aditya dingin.


" Ck ada apa sih kak.... serius amat..., ya sudah cepetan ngomong..." ucap Vitalia di seberang sana.


" Vitalia apa benar kamu yang menggagalkan kerjasama Kakak dengan client Kakak yang dari Jepang...??" tanya Aditya menyelidik.


" Kalau memang Vitalia yang menggagalkan, memangnya kenapa sih Kak..., lagian nih ya masih ada yang lain selain dia..., kan gampang....,Perusahaan Farmasi bukan hanya miliknya saja bukan... " ucap Vitalia santai.


" Tak semudah itu Vitalia.... Dia itu teman Kakak,dan ia juga seorang mafia..., jangan bermain dengan dia Vita... " ucap Aditya memperingatkan sang Adik.


" Hmmm...memangnya kenapa kalau dia seorang mafia...,itu juga bukan urusanku Kak.., ngapain juga ditakutin...., justru Gue itu menyelamatkan Kakak dari orang itu..., biarkan Vitalia yang berurusan sama dia, Kakak dan Papah jangan ikut campur urusan kami... " ucap Vitalia.


" Apaa...maksudmu Vita...??" tanya Aditya bingung tak mengerti perkataan sang Adik.


" Sudahlah Kakak tak perlu tau...,dan inget ya... Kakak jangan pernah bekerjasama dengannya, Vitalia tak mau tahu itu... " ucap Vitalia penekanan.

__ADS_1


" Jangan menyembunyikan rahasia Vita..,kakak juga perlu tahu..." ucap Aditya lantang.


" Tapi maaf Kak...kali ini Vitalia tidak akan memberi tahu alasannya kenapa...,kakak fokus saja dengan bisnis perusahaan yang lainnya...,Chandra biar jadi urusanku..." tegas Vitalia,ya orang yang dimaksud itu bernama Chandra, ia adalah seorang CEO di sebuah Perusahaan Farmasi di Jepang,yang sedang bermasalah dengan Vitalia sejak ia menempuh pendidikan di luar Negeri.


" Ck... yasudah terserah saja..., terus bagaimana dengan pekerjaanmu...?? " tanya Aditya pada sang Adik.


" Kakak gimana sih....,kan ada Sunrise Hospital milik Grandpa...Vitalia bisa sambil bekerja disana Kak... " ucap Vitalia.


" Hmm baiklah..., kapan kamu mau berangkat kesana...?? tanya Aditya.


" Hari ini juga Vitalia berangkat dari RS Wijaya...,langsung ke bandara....,dan Vita rencana mau ngajak Mbak Mirna buat dampingi Vitalia untuk mengurus perusahaan juga disana..." ucap Vitalia.


" Lalu bagaimana dengan identitas kalian..?? tabya Aditya.


" Ck...sudahlah Kak...,jangan khawatir tentang hal itu..." ucap Vitalia tidak ingin berdebat lagi dengan sang Kakak.


" Hmmm...ya sudah hati-hati... biar nanti Kakak yang bilang pada Papah dan Mamah...,kalau Kamu ada urusan di Jepang...." ucap Aditya.


" Thanks Kak...Ok..., yasudah deh kalau begitu Vitalia mau istirahat dulu Kak...,sudah di tunggu nih sama Kakak Ipar... " ucap Vitalia di seberang sana yang saat ini di depannya sudah ada Erlin menunggunya sedari tadi sambil bersedekap dada, Dan melotot tajam ke arahnya.


Tut.


Sambungan telpon pun dimatikan sebelah pihak oleh Vitalia.


" Vitalia... Lo mau pergi kemana...?? tanya Erlin dingin, sambil bersedekap dada.


" Haaa...mm eh maksudmu apa sih Kak...? ucap Vitalia malah berbalik tanya dengan Vitalia.


" Sudah... jangan mengelak... Gue sudah mendengarkan pembicaraan Lo dengan Mas Aditya..." ucap Erlin


" Oh... itu tadi... emm Guee mau ke Jepang hari ini bersama Mbak Mirna...,kebetulan ada urusan mendadak disana,dengan geng...eh maksudku temanku... " ucap Vitalia salah tingkah karena Erlin menatapnya tajam.


" Hmmm...oh begitu...,lantas kenapa Lo tidak memberi tahu kami...??,kau anggap kami ini apa...??,terus apa Lo bilang tadi..?? Geng..?? tanya Erlin menyelidik.


" iyaaa deh iyaa maaf...,Gue cuman salah ucap saja tadi...." ucap Vitalia kesal.


" Iyaa Elo salah ucap, tapi keceplosan bukan....??,Gue yakin saja pasti Lo sedang menyembunyikan sesuatu dariku..." ucap Erlin,saat ini ia benar-benar curiga dengan tingkah aneh Adik Iparnya.


" Tapi Kak... " ucap Vitalia terhenti.


" Aduhhh bagaimana ini...??, masa' sih Gue harus cerita juga sama Kakak Ipar..., nggak mungkin juga kan..., kalau gue bongkar identitasku sekarang juga,sama saja dengan membuka peluang musuh.... " batin Vitalia.


" Ck sudahlah...lupakan pertanyaanku tadi..., percuma saja ngomong sama Lo..., nggak bakalan ngaku juga... " ucap Erlin ketus, lalu pergi dari ruangan Vitalia.

__ADS_1


Brakk...


Erlin keluar dan menutup pintu ruangan Vitalia dengan kasar, sedangkan Vitalia hanya diam tak tahu harus berkata apa.


" Maafin Gue Kakak Ipar..., Gue belum bisa cerita sama Elo... tapi tenang saja Kak,suatu saat Lo juga akan mengetahuinya...." gumam Vitalia sambil melamun ditempat.


Sementara disisi lain Vanya sedang berada di ruangannya bersama dengan El sedang bersenda gurau, tiba-tiba saja ada suara ketukan pintu dari luar ruangannya.


Tok...tok...tok...


" Masuk... " teriak Vanya dari dalam ruangan.


Ceklekkk....


" Permisi... Saya kesini untuk mencari dr.Erlin..??? tanya orang itu dingin.


" Yang anda tanya itu siapa Tuan...?? tanya Vanya,sedangkan orang itu lalu mendudukkan dirinya di kursi,


" Ck...siapa lagi kalau bukan anda dokter cantik..." ucap orang itu dengan tatapan tak dapat diartikan.


" Hmmm...tapi maaf tuan...,anda salah masuk...., ruangan dr.Erlin ada disebelah taman sana, bukan disini... " ucap Vanya dingin.


" Tolong anda panggilkan... "titah orang itu dingin.


" Haaa..., apa..??,mmm maksudku... " ucap Vanya terhenti.


" Ck... sudahlah... tidak ada gunanya bertanya denganmu dokter cantik...,kalau begitu saya akan menemuinya sekarang juga.... " ucap orang itu lalu berdiri dari tempat duduknya,ketika orang itu akan keluar dari ruangan, Vanya pun menghentikan langkahnya dan berkata: " Anda dengan siapa Tuan...?? tanya Vanya sambil menatap tajam orang itu.


" Hmm ternyata anda ingin tahu juga tentang diriku..., baik lah ini kartu namaku..., kalau ada sesuatu bisa menghubungiku... " ucap orang itu sambil menyerahkan kartu namanya dengan tersenyum tipis,seketika Vanya membelalakkan matanya lebar melihat nama yang tertera di dalam kartu nama tersebut, sedangkan orang itu sudah pergi dari ruangannya.


" Haahh... Edward Dirgantara Sanjaya...?? " ucap Vanya sambil menutup mulutnya tak percaya.


" Gilaakk yang benar saja... sedingin itu kah Adik dari Erlin...., astagaa mimpi apa Guee... " gumam Vanya masih dapat didengar oleh El. ya orang yang tadi mencari Erlin adalah Adik dari dr.Erlin Putri Sanjaya.


" Bunda kenapa sih bun... ?? " tanya El bingung dengan sikap Bunda dokternya


" Eh... enggak apa-apa kok sayang...., ya sudah sekarang kita keluar yukk... kasian teman-teman Bunda sudah nungguin di kantin...." ucap Vanya sambil tersenyum ke arah El.sedangkan Vanya masih bingung dengan sikap orang yang bernama Edward tadi terhadapnya, bisa-bisanya ia memberikan kartu nama padanya.


***Oh iya Author minta maaf akhir-akhir ini author telat upnya karna lagi nggak enak body...dan untuk cerita tentang Vitalia akan saya pisah dengan Novel sendiri yaaa....


Buat Para Readers Jangan Lupa Vote, Like,dan Komennya Yaa.... Terimakasih... 🙏🙏


sehat selalu buat semuanya... 🥰🥰***

__ADS_1


__ADS_2