Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 125


__ADS_3

Obsesi Aldo


" Edward memang benar-benar berbeda dengan Aldo anakku..., Dia memang pantas menjadi pendamping hidup dari Nak Vanya..." ucap Ibu Irma yang tiba-tiba datang menimpali obrolan mereka, seketika mereka pun hanya saling pandang dan menatap iba Ibu Irma.


Nyonya Valen pun lalu menghampiri Ibu Irma dan duduk di sebelah Ibu Irma, lalu berkata:" Jeng... jangan berkata seperti itu..., berdoa saja yang terbaik untuk Aldo, mungkin dengan kejadian ini, Aldo tersadar atas perbuatannya yang sangat diluar dugaan Kami.. "


" Benar Jeng..., sudah tidak usah dipikirkan lagi, itu anak juga perlu diberikan pelajaran, biar jera..." timpal Dewi.


" Iyaaa, kalian benar..., Dia pantas mendapatkan hukumannya..." balas Ibu Irma.


" Waduhhh emak-emak pada ngomongin apa nih...??"


" Dasar Kamu itu Er..., loh baby Daffa mana...??


" Baby Daffa sama Mas Aditya Mih di taman belakang.. " jawab Erlin lalu mendudukkan pantatnya di ruang keluarga tersebut, dan ketika itu pula ponselnya miliknya pun berbunyi.


Dreettt.. dreettt.. dreettt...


Erlin m segera melihat siapa yang menghubunginya, ternyata yang menghubunginya adalah sang Adik, Ia pun lalu menggeser tombol tersebut untuk menerima telpon.


" Halo Kak... Aku mau ngomong penting sama Kamu..." ucap Edward yang berada di seberang telpon.


" Kebiasaan nggak mengucap salam..., ada apa??, cepat ngomong..." balas Erlin dengan nada ketusnya, bahkan membuat Mama Ita, Mamih Dewi, Mommy Valen, dan juga Ibu Irma menatap heran Erlin, dan Erlin yang merasa ditatap pun salah tingkah.


" Kak sepertinya Ijab qabul Kami akan berlangsung malam ini.." ucap Edward to the point.


" Gilaakk yang benar saja.., kita belum siap Edward...!!" seru Erlin.


" Edward mending ponselmu kasih ke calon Istrimu deh, kakak mau ngomong sama Vanya, berisik tau nggak..." balas Edward sambil memutar bola matanya malas mendengar perkataan Kakaknya di seberang telpon, lalu memberikan ponselnya pada Vanya.


" Halo Er... apa??" tanya Vanya di seberang sana.


" Ada apa... ada apa..., yang tanya itu seharusnya Gue kali Van..., Lo jangan ngaco deh Van..., mana bisa maju gitu saja..." ucap Erlin, seketika para orangtua yang sedang mengobrol pun mendengar pembicaraan Erlin, mereka pun segera mendekat ke arah suara.


" Nggak usah ngegas kali Er..., tapi kan ini semu demi...." ucap Vanya terpotong.


" Demi apa lagi sih...., jangan bilang kalau ini semua demi menghindari Aldo...!!" seru Erlin.


" Yaa Tuhan Erlin... mana mungkin lah..., Lo tahu sendiri bukan jika Gue saja sudah tidak menaruh hati lagi padanya, hanya saja perasaanku tidak enak saja kenapa harus ditunda-tunda lagi.., Gue nggak Mau kehilangan yang kedua kalinya Er... " terang Vanya merasa khawatir.

__ADS_1


" Astaga Vanya..., kan cuma besok Van..., kalian kalau ngambil keputusan juga mikir dong..., OMG Vanya.... aduhh bikin kepala pusing saja tau nggak sih..." ucap Erlin sambil memijat pelipisnya.


" Tapi Aku pengennya malam ini Kakak Iparku... " goda Vanya menyebut Erlin Kakak ipar.


" Bodoo... " ucap Erlin, lalu mematikan ponselnya sebelah pihak.


Tut.


" Astagaaa..., bikin pusing saja sih... " gumamnya pelan, lalu berbalik badan dilihatnya para orangtua tua yang sedang menatapnya dengan tatapan menyelidik, dan Mommy Valen pun bertanya:" Siapa Nak...??


" Ehmmm tadi Vanya sama Edward Mom..., mereka ngasih tahu jika ijab qobul mereka diajukan jadi malam ini..." terang Erlin pada Mommy Valen yang merupakan ibunda dari Vanya.


" Apaaaa...??, semendadak itu kah...??" tanya Mommy Valen dengan terkejut.


" Iyaa Mom..., mereka sendiri yang bilang jika ijab qabulnya dijukan hari ini juga...


" Appaaa....??, Ya Tuhan lalu Mengapa dimajukan...??


" Vanya khawatir Mom..., kalau sampai kehilangan yang kedua kalinya.. " ucap seseorang yang baru saja datang bersama Edward diikuti tante Aira di belakang, sontak membuat seluruh orang terkejut, dan menoleh ke arah sumber suara


" Lohh... kalian...??" ucap Erlin dan Mommy Valen kompak, sedangkan yang lain hanya menatap kedatangan Vanya dan Edward di ikuti Aira tante dari Aditya.


" Bukannya tadi??" ucap Erlin terhenti karena dipotong oleh ucapan Edward.


" Loh... Aira...??" tanya Mamah Ita terkejut mengajak Aira ke kediaman Ferrari.


" Jadi kalian..., beneran.. ini...??" tanya Mommy Valen pada Edward dan Vanya.


" Ya Kami memutuskan untuk ijab qabul malam ini juga, kebetulan Edward juga sudah undang pak penghulu kesini sehabis ba'da isya', dan Edward sudah sebar undangan buat resepsi pernikahan besok..." terang Edward pada sang Mommy.


" Apa...??, maju lagi..??" tanya Daddy Ferrari yang baru saja datang bersama tuan Wijaya, tuan Sanjaya, dan juga Aditya yang sedang menggendong Baby Daffa


" Ya nggak lah..., ngapain bohong... Dad.., lagian Vanya itu takut Dad..., kalau kehilangan yang kedua kalinya..." sambung Vanya menjelaskan lagi.


" Hmm.., ya sudah kalau begitu terserah kalian saja... Kami nurut saja.." balas Daddy Ferrari.


" Tapi Dad kita kita belum siap.., masa' iya kita begini saja..." ucap Mommy Valen


" Sudah kalian tenang saja... kan Saya kesini sekarang kan buat merias kalian..., mending kalian bersiaplah.., daripada ribut... " ucap Aira memecah perdebatan. dan akhirnya mereka pun membubarkan diri bersiap untuk berdandan, begitu pula dengan sepasang calon pengantin.

__ADS_1


****


Sedangkan disisi lain Aldo sedang di kediaman keluarga Ferdinan, membicarakan hubungannya dengan Laras dan juga Vanya dengan sang Ayah.


" Bagaimana Nak..., apa Kamu akan tetap menikahi kedua wanita itu sekaligus..??" tanya tuan Ferdinan membuka obrolan.


" Tidak Yah..." jawavlb Aldo dingin.


" Kenapa..??, bukankah itu kemauanmu sendiri...??" tanya tuan Ferdinan pada sang Anak.


" Sayangnya dokter Vanya tidak mau menikah denganku Yah..." ucap Aldo putus asa.


" Aldo... cuma begitu saja kalah dengan wanita..., kejar Dia untuk menikah denganmu..." tegas Ferdinan.


" Tapi Yah..., Dia akan menikah dengan Kekasih barunya..." ucap Aldo lagi-lagi melemah.


" Bukankah baru akan...??, belum terjadi Aldo... sebelum janur kuning melengkung, rebut Wanita itu dari Pria yang akan menikahinya...!!" seru tuan Ferdinan pada sang Anak.


" Tapi Yah... bagaimana dengan Laras..?, apa keluarganya setuju kalah Aku menikah dengan dua wanita sekaligus... " ucap Aldo.


" Kita akan cari cara Aldo..., agar mereka menyetujui semuanya..., ini demi kebaikan keluarga kita Do..." ucap Mamah tiri Aldo yang tiba-tiba datang memotong pembicaraan.


" Mah...??" ucap Aldo dan tuan Ferdinan menengok ke arah sumber suara.


" Kali ini Mamah mendukungmu..., siapa yang Kau cintai jadikanlah ratumu, dan siapa yang Kau cintai jadikanlah ratumu yang sebenarnya, dan yang tidak Kau cintai jadikanlah boneka saja... " ucap Mamah Tiri Aldo tersenyum jahat.


" Terimakasih... Mah.., sudah mendukungku.., kalau begitu demi kalian akan Aku rebut dokter Vanya dari Pria itu..." ucap Aldo sambil tersenyum sinis.


" Bagus Do..., Kamu harus bisa mendapatkannya..., jangan kalah dengan Pria itu..." ucap tuan Ferdinan menyemangati Aldo.


*****


Waaahhh gimana nih...?? apakah Aldo akan bisa mengejar waktunya untuk menggagalkan pernikahan Vanya dan Edward..??


Jangan lupa Vote, Like, Komen, dan Favorite yaa.... Terimakasih🥰🥰🙏🙏


Sambil menunggu Author update yuk simak cerita dari teman Author.


^^^

__ADS_1



^^^


__ADS_2