
El merindukan bunda dokter
Setelah Aditya,dan Erlin sholat subuh,mereka lalu keluar dari kamarnya dan berjalan berdampingan menuruni anak tangga dengan mesra,lalu menuju ruang makan,seketika ia tersentak kaget melihat Papih Mamih Erlin,dan Papah
Mamah Aditya,yang sudah menunggu mereka di meja makan,dan melihat Mbok Inah yang sedang menyiapkan makanan.
“ Loh...Pih...Mih...kalian kapan datangnya...?? kok kami tidak tau...??” tanya Erlin bingung,begitu pula Aditya,kini melihat ke arah kedua orangtuanya.
“ Terus Mamah sama Papah ngapain disini...???tanya Aditya juga bingung dengan kehadiran kedua orangtuanya yang hadir di mansion Istrinya. Kini aditya dan Erlin masih saling memeluk pinggang antara satu sama lain..
“ Huh...gini nih...kalau sudah berduaan....kita dilupakan,serasa dunia milik berdua... ya nggak sih...?? ucap Papah Wijaya pada semuanya.
“ Nggak nyambung...”ucap Aditya dingin,sambil memutar bola matanya jengah.
“ Kayak nggak tau saja,pasti mereka baru selesai buatin cucu buat kita...” timpal Mamih Dewi.
“ Mamih tau saja....”ucap Aditya santai,seketika Erlin mencubit pinggang Suaminya,dan melotot tajam ke arahnya,sambil berkata...
“ Mas...!!” ucap Erlin.
“ Aduhh...Yang...sakit.....” eluh Aditya pada sang Istri..,sementara Erlin sudah melepaskan pelukannya dan menuju meja makan,tempat para orangtua berkumpul.
“ Sudah nggak usah malu-malu gitu....” ucap Mamah Ita
“ Isshhh...Mamah apa-apaan sih...!!”ucap Erlin kesal bercampur malu ,sambil duduk didepan meja makan. sementara Aditya hanya tersenyum kearah sang Istri.
“ Ngapain sih Mas...senyum-senyum nggak jelas...,ayo duduk sini ngapain masih berdiri disitu” ucap Erlin sekenanya,jujur saat ini ia benar-benar merasa malu,di depan orangtuanya,dan mertuanya.
“ Masak senyum sama Istri sendiri saja tidak boleh sih Yang...” ucap Aditya pada sang Istri sambil mendudukkan pantatnya di kursi sebelah Erlin.
“ Ya nggak gitu juga kali Mas..., malu tau diliatin banyak orang...” ucap Erlin salah tingkah. sedangkan mereka yang melihat pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja,melihat sepasang pengantin baru yang sedang ribut.
“ Ehem-ehem....sudah...sudah...kalau kalian ribut...kapan makannya...,ya sudah ayo cepat makan...”ucap tuan Sanjaya pada anak,dan menantunya..,dan mereka pun langsung menyantap hidangan yang sudah disiapakan di atas meja makan...,tapi ketika seluruh keluarga sedang makan pagi,ponsel Aditya pun berbunyi.
Dreettt...dreett...dreettt...
“ Halo....,Assalamualaikum..” ucap Vitalia diseberang sana.
__ADS_1
“ Vitalia ada apa..??" tanya Aditya.
“ Ck astagaa kakak itu kebiasaan deh...jawab salam dulu kenapa sih...??” ucap Vitalia kesal pada Kakaknya.
“ Kelamaan...,ya sudah cepetan katakan ada apa menghubungiku...?? ucap Aditya ketus
“ Yeee...Kakak kenapa sih..sensi amat sih Lo...,lagi pms ya....?? lagian nih ya Gue hubungin Kakak itu,mau bicara sama Kakak Ipar,bukan sama Kak Adit...” balas Vitalia penuh penekanan.
“ Ck...,iyaa...iya...,lagian Lo itu kalau telpon itu harus tau tempat kek..orang baru waktunya makan pagi udah gangguin saja...” ucap Aditya,kali ini benar-benar moodnya hilang seketika,karena kehadiran para orangtuanya sangat mengganggunya, disaat sedang berduaan bersama sang Istri..
“ Astagaaaa kakak...,bagaimana Vitalia tau coba...kalau kalian sedang makan pagi..?? Iya deh iya...Vitalia minta maaf deh kalau gitu...” ucap Vitalia sambil memutar bola matanya malas.
“ Ishhh Kakak kelamaan deh...,mana Kakak Ipar...?? “ tanya Vitalia diseberang sana,pada sang kakak.
“ Mas...Siapa sih...??” tanya Erlin penasaran,sebenarnya Suaminya mengobrol melalui telpon dengan siapa,kok sepertinya cara bicara Suaminya sangat ketus,pikirnya.
“ Sayang,nih..Vitalia mau bicara sama kamu...” ucap Aditya,lalu memberikan ponselnya pada sang Istri.
“ Halo...,Assalamualaikum...Vit...” ucap Erlin.
“ Wa’alaikumsalam....,,Duh...Lo itu kemana saja sih kakak Ipar... gue cariin juga..??”tanya Vitalia pada Erlin yang kini sudah menjadi kakak Iparnya.
“ Ya jelas gue khawatir lah...Er..ups...maksudnya kakak Ipar.... ” ucap Vitalia.
“ Ck...yaudah cepat katakan padaku...ada apa...?? tanya Erlin cemas..,sementara yang lain ikut menyimak pembicaraan Erlin.
“ Iyaa iyaa bawel banget sih...,cepat ke RS kondisi Vanya semakin kritis,sedangkan Aldo tadi bertengkar dengan dr.Irsyad ....” ucap Vitalia cemas.
“ Astaghfirullah...yaa sudah gue kesana sekarang juga...” ucap Erlin sambil mematikan ponselnya,lalu mengambil tasnya yang berada di kursi ruang makan..,sementara yang lain melihat ke arah Erlin dengan tatapan bingung.
“ Sayang mau kemana...??” tanya Aditya pada sang Istri.
“ Mas, kita harus ke RS sekarang juga,Mas... Vanya kondisinya semakin kritis..”ucap Erlin sontak membuat Aditya,dan yang lain ikut terkejut.
“ Yasudah..ayo Yang...kita berangkat...”balas Aditya pada sang Istri.
“ Tunggu...maksud kalian apa,Nak...kenapa kalian menyebut nama dr.Vanya kritis...” tanya tuan Sanjaya pada anak dan menantunya.
__ADS_1
“ Pih..Mih...,Pah....Mah....maafkan kami...sebetulnya telah terjadi insiden di RS Wijaya.,yang menyebabkan Vanya,dan Dina terluka cukup serius...bahkan Aldo pun juga tertembak,waktu berada di kantor Wijaya Group..,dan itu semua karena ulah dr.Irsyad...” ucap Erlin membuat seluruh keluarga tercengang mendengar penjelasan Erlin.
“ Apaaa...?? kenapa kalian tidak menceritakan kepada kami,Nak...?? terutama kamu Dit...Papah tak menyangka jika kamu menyembunyikan semua dari Papah..” ucap tuan Wijaya dingin..,belum sampai Aditya menjawab sang Istri pun menjawab pertanyaan dari Papah mertuanya.
“ Pah... ini bukan salah Mas Aditya kok Pah..,kita yang salah...,kami memang sengaja menyembunyikan semua dari pihak keluarga Wijaya maupun Sanjaya...,kami juga mendadak pulang ke Indonesia juga karena ini alasannya...” ucap Erlin,berusaha menjelaskan.
“ Kalau gitu kami juga akan ikut kalian sekarang juga....” ucap tuan Wijaya,lalu semua berdiri,dan ikut dengan Aditya dan Erlin ke RS.
Sementara di RS Wijaya,terlihat kedua orangtua dari dr.Vanya yang mondar-mandir di depan ruang tindakan sedangkan Aldo juga duduk termenung di depan ruangan itu, yaa kini Vanya kembali ke ruang tindakan karena kondisinya yang semakin kritis,bahkan sampai Aldo tersulut emosi menghajar dr.Irsyad, ketika mendengar kondisi terakhir dr.Vanya. tak berselang lama El pun datang bersama sang Nenek,yaitu Ibu Irma,ibu kandung dari Aldo.
“ Ayah....hiks..hiks...hiks...!!!” teriak El berlari menghampiri Ayahnya,sambil menangis sesegukan.
“ El...” ucap Aldo,terkejut melihat anaknya yang datang dengan kondisi menangis.
“ El... hati-hati Sayang...nanti jatuh...” ucap Ibu Irma pada Cucunya,yang mengikuti El dari belakang,tapi dihiraukan oleh El.
“ El kamu kenapa...kok Nangis..??” tanya Aldo heran dengan sikap anaknya.
“ Ayah Aldo....El rindu Bunda dokter...hiks...hiks...,kapan bunda dokter sembuh Yah...,hiks..hiks..hiks..,bahkan
El sama Nenek juga sudah menunggunya dikamar Ayah...hiks...hikss..,tapi ayah juga tak kunjung datang juga..hikss..hikss..,jadi El kemari menemui Ayah...hiks...hiks..” ucap El sambil menangis sesegukan. Ya walaupun El masih berusia 3,5 tahun tapi ia anak yang sangat cerdas,sedangkan orangtua Vanya pun hanya menyimak anak
kecil yang sedang berbicara dengan ayahnya.
“ Hmmm... sudah,El jangan menangis lagi ya....,kamu tenang saja Bunda dokter pasti akan cepat sembuh kok,,sekarang El nggak boleh nangis,kalau El nangis nanti Bunda dokter malah nggak mau ketemu sama El,gimana hayoo....” ucap Aldo berusaha memberi pengertian pada anaknya.
“ Bener Yaa Yah...,kalau begitu El janji nggak akan nangis lagi...biar Bunda dokter mau bertemu dengan El...” ucap El pada Ayahnya.
“ Baguss...itu baru anak Ayah...” tegas Aldo lalu mengecup kening putranya,lalu memeluknya.
“ Betapa sayangnya kamu dengan dokter Vanya,Nak... bahkan Ayah tak menyangka jika kalian saling mengenal satu sama lain...” batin Aldo masih memeluk anaknya,Ibu Irma dan orangtua Vanya yang melihat pun ikut terhanyut dalam suasana..,tak lama kemudian Erlin dan Aditya datang bersama keluarganya.
“ Do....dimana Vitalia...? tanya Erlin pada Aldo yang sedang memeluk anaknya,sementara yang lain bingung,siapa yang dipeluk oleh Aldo...sementara Aldo langsung melepas pelukan anaknya.
“ Dia di dalam..., sedang berusaha mengeluarkan racunnya bersama Irsyad dan dokter lainnya...” ucap Aldo sambil mengusap air matanya,Erlin dan Aditya pun mengernyit bingung kenapa Aldo seperti habis menangis.
“ Huh...syukurlah kalau begitu...” ucap Erlin bernapas lega karena Vitalia ikut mendampingi Vanya.
__ADS_1
“ Tapi Do...Lo nggak kenapa-kenapa kan..??” tanya Aditya pada Aldo asisten pribadinya..,tapi Aldo hanya menggelengkan kepalanya saja. Sementara Erlin lalu melihat ke arah anak kecil yang kini sedang duduk terdiam dengan sang Nenek,sebenarnya ia sangat penasaran,siapa anak kecil itu,kenapa akrab sekali dengan para sahabatnya,bahkan Aldo di panggil dengan sebutan Ayah...sedangkan Vanya dipanggil dengan sebutan bunda dokter,begitu pula dengan Aditya dengan yang lainnya.
Jangan Lupa Like dan Komen Ya.....