
Sementara di Mansion Wijaya mereka juga sedang mengadakan makan malamnya.
" Vitalia...Kakak,sama Kakak Iparmu mana..??
" Mana Vitalia tauk sih Mah... " jawab Vitalia ketus.
" Tuh Pah... anakmu ketus banget sama Mamah...cuma tanya saja pakai di manyun-munyunin saja tuh bibir..." adu Mamah Ita pada Suaminya.
" Yeeee Mamah gimana sih... memang Vita nggak tau..., lagian Kakak sama Kakak Ipar itu baru bikin proyek besar kali mah,yang bisa menggemparkan seluruh dunia..." terang Vitalia.
" Vitalia...yang bener saja kamu... " ucap sang Papah pada Vitalia.
" Ini serius Pah... Vita nggak bercanda..., orang tadi Vitalia sudah ngetuk-ngetuk pintu kamar nggak ada jawaban...yang benar saja sore-sore tidur..., paling juga bikin Proyek itu..." terang Vitalia bersemangat menjelaskannya pada sang Papah, dan Mamah.
" Ada-ada saja kamu ini Vit.... " ucap tuan Wijaya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya..., sedangkan Vitalia hanya nyengir kuda seperti orang tidak bersalah.
" Rasain tuh Kakak Ipar...., dengan gue bilang begini.., kalian nanti pasti bakal ditanya-tanya sama Papah and Mamah wkwkwk... batin Vitalia terkikik geli, membayangkan Kakak Iparnya yang bakal malu nantinya.
" Vitalia kamu kenapa sih...senyam senyum sendiri...." ucap sang Mamah, membuyarkan lamunan Vitalia.
" Kepo deh Mamah...." jawab Vitalia sambil tersenyum manis.
" Sudah nggak usah ribut lagi,panggil Kakak,sama Kakak Iparmu turun,Nak..." titah tuan Wijaya pada anaknya.
" Sudah Papah tenang saja sebentar lagi pasti mereka turun kok...katanya sih suruh makan malam duluan saja...,nanti nyusul gitu..." terang Vitalia.
Flashback On
Tok... tok.. tok...
" Assalammu'alaikum... woyyy bangun...." teriak Vitalia di luar kamar Aditya.
" Isshh ck.. gue ngapain teriak-teriak nggak jelas gini sih mana dia denger...., mending Gue ketok pintunya keras-keras saja deh." gumam Vitalia.
Brakkk braaakk brraakk....
" Kakak, Kakak Ipar cepat turun sudah waktunya makan malam... " teriak Vitalia.
Brraakk Braaakk brraakk...
sedangkan di dalam kamar,Aditya dan Erlin pun merasa terganggu dengan ketukan pintu Vitalia yang kasar.
" Yaa Ampun tuh anak ngapain sih...gangguin orang tidur sore saja... " ucap Aditya.sementara Erlin mengerjap-ngerjapkan matanya, dan berkata:" Siapa sih Mas yang gebrak-gebrak pintu....?? tanya Erlin pada sang Suami.
" Paling juga Adik Iparmu.. " jawab Aditya santai.
" Astaghfirullah...Vitalia.. Vitalia..., bener-bener tuh anak... " ucap Vitalia lagi merapikan pakaiannya, tapi di tegur oleh sang Suami.
" Mau kemana sih Yang... biarin saja dia..., sudah kebiasaan gangguin orang tidur... " ucap Aditya.
__ADS_1
" Tapi Mas...,sudah waktunya makan malam... " jawab Erlin sambil berjalan ke arah pintu.
Brakkk braakkk braakkk
" Kalian ngapain sih woy... " teriak Vitalia lagi dari luar.
Cekleeekkk....
" Ngapain Lo...?? tanya Erlin ketus.
" Astagaaa galak amat sih...,lagian nih ya,yang harusnya tanya itu Gue kali Er...,bukan Lo... " ucap Vitalia, lalu berusaha menggeser Erlin untuk masuk ke dalam,tapi kalah kuat dengan Erlin yang menahannya.
" Apa sih Vit... Kakakmu itu masih tidur...jangan diganggu... " ucap Erlin.
" Ya ampun Kakak masih tidur yang benar saja, gini nih kalau dua-duanya sudah bucin akut ya gini...,hmm...pasti ini kalian habis bikin proyek ya... " goda Vitalia sambil berusaha mengintip di balik pintu kamar milik Kakaknya., seketika Erlin wajahnya berubah bersemu merah seperti kepiting rebus, lalu memelototkan matanya tajam ke arah Vitalia, dan berkata:" Hush kamu itu...bilang saja pengen..." ucap Erlin sekenanya.
" Yeee... yang benar saja..., punya Suami saja belom... " ucap Vitalia.
" Makanya buruan nikah..., jadi perawan tua mau...?? tanya Erlin
" Perasaan dari tadi bilangnya gitu terus...,Liat saja nanti..." tantang Vitalia.
" Ck sudah-sudah buruan pergi sana...,bilang saja kalau nanti kita nyusul..." ucap Erlin,pada Adik Iparnya, beluk sempat Vitalia menjawab,seketika Erlin menutup pintu kamarnya.
Braakkk
" Astagaaa gitu amat punya Kakak Ipar..., ck sudahlah mending turun saja, percuma juga ngomong sama mereka... " gerutu Vitalia sambil berjalan menuruni tangga.
Tak berselang lama Aditya dan Erlin pun datang menuruni tangga bersamaan dengan berjalan sambil berangkulan mesra.Vitalia yang melihat mereka berdua berjalan menuju meja makan pun lantas berkata:" Waaahh... gimana bikin proyeknya lancar....??" tanya seloroh Vitalia. sontak Erlin pun menjadi salah tingkah, berbeda dengan Aditya yang santai saja ketika ditanya sang Adik.
" Ck... dasar Kepo..." jawab Aditya, lalu mendudukkan pantatnya di kursi bersama Erlin untuk bergabung.
Sedangkan tuan Wijaya dan Istrinya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah dari anak-anaknya.
" Sudah sudah buruan makan.. sudah hampir kemalaman ini... " ucap Mamah Ita pada anak-anaknya..., dan mereka pun lalu menikamati hidangan makanan yang ada di meja, tak ada suara apapun, kecuali suara piring dan sendok.
Sementara di kediaman Ferarri, mereka sudah selesai melaksanakan makan malamnya,setelah itu mereka berkumpul di ruang keluarga untuk mengobrol..., tapi ketika El duduk di samping Vanya ia merasa sangat lelah,dan mengantuk.
Hoaammm...
" El sayang...,kamu ngantuk ya...?? tanya Vanya pada El yang sedari tari menguap, El pun hanya menganggukkan kepalanya.
" Hmmmm ya sudah kalau begitu tidur di kamar Bunda dokter, yuk... " ajak Vanya pada El untuk tidur di kamarnya.
" Tapi Bunda...., apa boleh kami tidur di rumah Bunda dokter...?? tanya El pada Vanya.
" Boleh banget sayang..., Bunda dokter malah senang bisa ditemani kalian berdua... " ucap Vanya sambil mencubit hidung El.
" Tapi Bunda.. kami belum ijin sama Ayah Aldo dan Nenek... " ucap Neysa menimpali obrolan mereka.
__ADS_1
" Kamu tenang saja... selama kalian bersama Bunda dokter, percaya deh Ayah dan Nenek kalian nggak bakalan mencari... " ucap Vanya memberi pengertian pada kedua anak tersebut.
" Betul....,kalian tidak perlu khawatir, Opa juga sudah ijin sama Nenek untuk menginap disini... " ucap tuan Adam pada kedua anak itu.
" Ya sudah Vanya... sana ke kamar..,kasian tuh anak-anak, apalagi El dari tadi sudah menguap... " ucap Valen memberi perintah pada anaknya.
" Baik Mah... " jawab Vanya, lalu ia pun segera menggedong El dan menggandeng Neysa menuju ke kamarnya yang berada di lantai atas..., tak lama mereka pun sampai di kamar milik Vanya.
" Waahh... kamar Bunda dokter bagus banget... rapi lagi.... " ucap Neysa kagum.
" Kak Ney suka sayang...?? tanya Vanya pada Neysa Kakak dari El, sambil membaringkan El di atas ranjang,karna ternyata El sudah terlelap dalam tidurnya.
" Suka Bunda...rapi banget loh...nggak seperti kamar kami berdua,sangat berantakan..,sudah bersihsaja kotor lagi...."terang Neysa.
" Bisa saja kamu Ney..., ya sudah kamu ganti baju terus tidur... " ucap Vanya sambil menyelimuti El.
" Tapi Bunda... Neysa tidak membawa baju ganti... " ucap Neysa sambil cemberut, dan bersedekap dada, entah kenapa Neysa sangat manja ketika bersama Vanya, ia bahkan merasakan kasih sayang Vanya padanya seperti sosok Ibu baginya..., seorang Ibu yang ia rindukan selama ini.
" Bunda dokter ada baju tidur kok buat kamu... " ucap Vanya ramah,sambil berjalan menuju almari,dan memberikan baju tidur pada Neysa.
" Ya sudah sana ganti baju, cuci muka, cuci kaki, lalu tidur... " titah Vanya pada Neysa.
" Baik Bunda...., Terimakasih... " jawab Neysa sambil tersenyum senang,sementara Vanya pun lalu mendudukkan dirinya di atas ranjang, dan memposisikan dirinya untuk bersandar,sambil mengelus-elus kepala El, tak berselang lama Neysa pun sudah selesai Mengganti pakaiannya.
" Kak Ney..,.. sudah selesai..., sini sayang tidur di samping El... "titah Vanya pada Neysa.
" Iya Bunda..." jawab Neysa sambil berjalan ke arah ranjang...
" Ney belum ngantuk Bunda... " terang Neysa pada Vanya.
" Hmm ya sudah...kalau begitu temani Bunda ngobrol saja, Bunda juga belum ngantuk... " ucap Vanya.
" Hmm...Oh ya...,Ney boleh bertanya nggak Bunda...?? tanya Neysa pada Vanya.
" Boleh sayang... kamu tanya apa... " ucap Vanya sambil tersenyum manis.
" Boleh nggak jika Ney menganggap Bunda seperti Ibu kandung Ney sendiri... " terang Neysa pada Vanya, dan entah mengapa Vanya pun begitu senang mendengarnya.
" Boleh banget sayang..., kalian bahkan sudah Bunda anggap seperti anak Bunda sendiri... mulai sekarang kamu jadi anak angkat Bunda ya seperti El...." ucap Vanya sambil mengelus kepala El dan Neysa bergantian.
" Terimakasih Bunda.. sudah menganggap kami sebagai anak Bunda... " ucap Neysa tiba-tiba turun dari ranjangnya menghampiri Vanya, lalu berhambur memeluk Vanya, dan Vanya pun menyambut pelukan Neysa dengan hangat,ia juga merasa gemas dengan tingkah Neysa yang tak kalah menggemaskan dengan El, walaupun usianya terbilang sudah memasuki masa remaja, Ia benar-benar tak menyangka jika El dan Neysa akan menjadi anak angkatnya, bahkan hatinya begitu senang dengan kedatangan mereka berdua,apalagi saat ini ada teman tidurnya, menambah suasana seperti mempunyai anak sungguhan.
" Ya sudah.... tidur yuk... sudah malam... " ucap Vanya sambil melepas pelukannya.
" Ok Bunda.... " ucap Neysa lalu memposisikan dirinya untuk tidir di samping kanan El, sementara Vanya di samping kiri El.
" Good Night Kak Neysa... " ucap Vanya sambil tersenyum pada Neysa.
" Good Night to Bunda.... " jawab Neysa tersenyum,tak lama mereka pun terlelap dalam tidurnya.
__ADS_1
...Jangan Lupa Vote, like dan Komennya Yaa.... 🙏🙏...