
Kini Vanya dan Edward pun bergegas pergi dari tempat keributan tersebut meninggalkan Aldo yang hanya diam mematung di tempat, sambil menatap tajam kepergian Vanya dan Aldo, apalagi ditambah wajah Aldo seakan merah padam seakan mau menumpahkan kemarahannya karena melihat Vanya yang bergelayut manja di lengan milik Edward. Ia pun tak tinggal diam, tiba-tiba saja Aldo mengejar Vanya dan Edward dari arah belakang, dan...
Buukkk....
Tendangan kaki Aldo melayang dari arah belakang Edward, sampai-sampai tubuh Edward terhuyung ke depan, dan otomatis gelayutan tangan Vanya yang manja pun terlepas begitu saja, karena tendangan keras Aldo, seketika Vanya yang melihatnya pun membulatkan matanya terkejut dengan apa yang sudah dilakukan Aldo.
" Arrrhhh... " Edward memegang dadanya sambil mengerang kesakitan. sementara Aditya dan Erlin yang melihat dari kejauhan pun ikut terkejut dengan perlakuan Aldo.
" tuan Aldo....!!! apa-apaan Kamu...??!! " geram Vanya.
" dokter Vanya Kau itu wanitaku..., bukan wanitanya..." lantang Aldo.
" Cukup tuan Aldo....!!!, jangan menyebutku sebagai wanitamu lagi..., karena sampai kapan pun Saya adalah wanita dari Edward bukan wanitamu..., ingat itu....!!! " tegas Vanya, tanpa sadar berkata seperti itu, karena Ia sendiri sedang diliputi rasa amarahnya yang sudah meledak. Sedangkan Aditya dan Erlin juga sama dengan Aldo, mereka masih terdiam bingung dengan apa yang mereka lihat, dan mereka dengar.
" Sayang Kamu nggak kenapa-kenapa kan..??" tanya Vanya pada Edward, berakting di depan Aldo, sambil mengangkat alisnya ke atas sembari meminta balasan dari Edward.
" Hmmmm.. " Edward hanya berdehem tanda tidak kenapa-kenapa.
Sementara Aldo terdiam membeku dengan pernyataan yang dilontarkan Vanya barusan, dan entah mengapa dirinya merasa sakit hati melihat perlakuan Vanya terhadap Edward yang sangat perhatian.
" dokter Vanya menikahlah denganku jangan menikahinya.. Aku berjanji akan membahagiakan kedua istriku nantinya... "
Buukkk...
pukulan bogem mentah dilayangkan oleh Edward disisi pipi kanan Aldo yang sudah banyak luka lebam.
" Tutup mulutmu...tuan Aldo.... " ucap Edward.
" Arrgghhh... Kurang ajar Kau... " ucap Aldo sambil mengerang kesakitan, lalu Ia pun berniat akan membalas pukulannya ke arah Edward tapi tertahan oleh ucapan Vanya.
" Stopped.....!!!" teriak Vanya menghentikan aksi dari Aldo.
" Tuan Aldo belum puaskah anda sudah menyakiti perasaanku..., Haaa... !!, Ingat tuan Aldo..., Saya tekankan sekali lagi sampai kapan pun juga Aku tak akan sudi menikah denganmu....!! " tegas Vanya lalu menarik Edward.
" Oh ya satu lagi... setelah mengetahui perlakuan Anda terhadap Saya, jangan berharap Kau bisa bertemu dengan Ibu Irma dan anak-anak lagi, ingat itu..., tuan Aldo..!! " ancam Vanya memberi peringatan pada Aldo, seketika Aldo pun tersentak mendengar pernyataan Vanya, begitu pula dengan Aditya dan Erlin.
" Jangan mencoba mengancam Mas Aldo.., dokter si*lan...!! " ucap Laras memotong pembicaraan.
__ADS_1
" Cihhh... siapa juga yang mengancamnya.., justru Saya berkata serius.., dasar wanita jal*ng.... !!" umpat Vanya seketika tangan Aldo tanpa sadar menaikkan tangannya ke atas segera menampar Vanya, tapi terhenti.
" Kenapa berhenti ayo tampar...!! " tantang Vanya.
" Cukupp.... tuan Aldo... !!, karena Saya masih menghormati Anda.., lebih baik pergilah dari sini sekarang juga, urusi saja wanitamu itu..., tapi jika Anda masih ingin disini lebih baik Kami yang pergi.. " ucap Edward dingin, sayangnya ucapannya tak di gubris oleh Aldo, dan akhirnya sedetik, dua detik.. Edward pun memutuskan pergi bersama Vanya
" Ayo Sayang... kita pergi dari sini..., kita cari makan di tempat lain, karena sudah tertunda terlalu lama... " ajak Edward pada Vanya mesra, dan Vanya pun meresponnya dengan sangat lembut.
" Ya sudah yuk Sayang..., udah laper nih... " balas Vanya sambil berakting manja. sementara Aldo yang melihat adegan tersebut terlihat mengepalkan tangannya, sedangkan Vanya dan Edward pun segera menuju ke arah mobil milik Edward karena kebetulan mobil milik Edward di parkirkan di depan kantin.
****
" Saya rasa.., keputusan yang di buat dokter Vanya itu benar... " sindir Aditya pada Aldo, Sahabatnya.
" Aditya sudah berapa kali kubilang jangan ikut campur urusan Kami..!! " tegas Aldo geram dengan ucapan Sahabatnya.
" Aldo..., asal Lo tahu Mas Aditya itu bukan ikut campur urusan Lo..., tapi berusaha membantu Lo... " Erlin menyela pembicaraan.
" Membantu..??, cihhh yang benar saja dokter Erlin... " ucap Aldo tak terima.
" Sampai kapan pun jika Lo masih bersama wanita ular ini.., Lo tidak akan pernah sadar Do... " ucap Aditya memotong pembicaraan, sedangkan Aldo hanya diam tak menanggapi Sahabatnya.
" Ingat Do..., Lo akan menyesal seumur hidupmu.. !!" ucap Aditya lantang, lalu pergi bersama sang Istri meninggalkan Aldo dan Kekasihnya.
****
Sementara disisi lain Vanya dan Edward sudah sampai ke suatu tempat, dan Vanya pun mengedarkan pandangannya dilihatnya adalah sebuah apartemen yang sangat mewah.
" Loh..., Edward kok kesini sih... ?? " ucap Vanya penuh tanya, dan Edward pun menjawabnya:" Sudah jangan bawel.., jadi makan nggak nih.." ucapnya.
" Isshh ck..., Iyaa iyaaa... " jawab Vanya ketus, sambil memanyunkan bibirnya.
" Ya sudah Sayang... nggak usah dimanyun-manyunin dong bibirnya... " ucap Edward sambil melangkah menuju ke dalam apartment, diikuti Vanya di belakangnya.
" Hah... Edward.., apaan sih pakek sayang.. sayang segala..." ucap Vanya kesal, seketika Edward pun menghentikan langkahnya, lalu berkata:" Bukannya tadi Kamu bilang Sayang sama Saya... " ucapnya sambil menatap ke arah Vanya, seketika pipi Vanya pun memerah seperti tomat.
Blusshh..
__ADS_1
" Edward..., itu kan tadi cuma akting saja Ed..., nggak lebih... " terang Vanya.
" Terus kenapa tuh pipimu memerah... " goda Edward pada Vanya.
" Haa...., apa...?? " ucap Vanya sambil menutupi kedua pipinya salah tingkah, sementara Edward sudah meninggalkan Vanya di tempat.
" Ehh... Edward tungguin... " ucap Vanya sambil menyusul Edward. tak lama pun mereka sudah sampai di sebuah kamar apartemen milik Edward, Edward pun segera memencet tombol otomatis.
Cekleeekkk
seketika Vanya pun mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan, Ia betul-betul tak percaya dengan apa yang Ia lihat, apartemen yang sangat mewah, tak kalah dengan apartemen milik Erlin sang Kakak.
Ya kebetulan Edward ini hanya selisih satu tahun dengan Erlin, walaupun begitu Edward tetap memanggilnya dengan sebutan Kakak karena Ia sangat menghargai orang yang lebih tua darinya.
" Waahh keren sekali..., Edward Kamu nggak salah kan bawa Aku kemari..?? tanya Vanya pada Edward sambil berjalan mengedarkan pandangannya.
" Hmmm... ini apartemenku... " jawab Edward seadanya, sambil memandang ke arah Vanya.
" Dia kenapa sangat cantik... " batin Edward. sedangkan Vanya yang baru tersadar jika dirinya sedang di tatap oleh Edward pun salah tingkah,
" Ed.. jangan menatapku seperti itu... " ucap Vanya, tapi tak dihiraukan oleh Edward. Justru Edward melangkah mendekat ke arah Vanya dangan tatapan tak dapat diartikan.
" Edward... " ucap Vanya pelan, sambil berusaha mengatur nafasnya yang mulai tak beraturan, dan menjauhkan dirinya melangkah kebelakang, akan tetapi langkahnya terhenti karena di belakangnya ada sebuah sofa, dan
Bruukkk....
Vanya pun terjatuh terduduk di sofa tersebut, sedangkan Edward sekarang berada tepat berada di depan Vanya, dan berkata:" Katakan padaku dokter Vanya.., apa maksudmu tadi bersandiwara menjadi kekasihku dan akan menikah denganku..??" tanya Edward sambil menatap ke arah Vanya dengan tatapan tajam.
" Mm apa...??, tapi Ed... maafkan Aku.., ini semua demi kebaikan... " ucap Vanya terpotong
" Kebaikanmu begitu..???" tanya Edward dengan nada tinggi, sambil menatap tajam Vanya yang saat ini tepat berada di depannya, sedangkan Vanya yang merasa ditatap pun berusaha mengalihkan tatapan matanya.
" Hentikan Ed...,pleasee.., Aku minta maaf..." ucap Vanya, sayangnya ucapannya tidak diindahkan oleh Edward, justru Edward semakin menatap tajam Vanya dan berkata:" Tatap mataku dokter Vanya..., katakan padaku apa maumu sebenarnya...???" lantang Edward bertanya meminta penjelasan.
*****
Mohon maaf teman-teman Author telat update karena baru sibuk mengurus 100 harinya anak Author yang telah berpulang.
__ADS_1
Jangan lupa Vote, Like, Komen, dan Favorite Yaa.... Terimakasih... 🙏🙏🥰🥰
Salam sehat untuk teman-teman semua...