Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 145


__ADS_3

Perebutan Dokumen


" Sudah Mas... dengarkan saja, jangan membelanya.." timpal Erlin tak terima sang Suami tetap saja membela Risa.


" Aditya dengarkan dulu..., ini serius..., Kau harus berhati-hati dengan nya, Kau tau Dit, Risa melakukannya karena apa..??" ucap Clara bertanya di seberang telepon.


" Apa...??" tanya Aditya dan Erlin secara bersamaan.


" Risa ingin menjadi kan dokumen tersebut sebagai ancaman buat Aditya, agar Aditya tunduk dengan perintahnya dengan menikah dengannya..." gamblang Clara, sontak membuat Erlin membelalakkan matanya lebar-lebar, lain hal dengan Aditya yang tidak percaya dengan perkataan Clara.


" Clara... itu tidak mungkin..." ucap Aditya tak percaya.


" Terserah apa katamu, Dit... dari dulu memang Kau selalu saja membelanya, tapi untuk kali ini tidak akan Aku biarkan Sahabatku terluka karenanya..." balas Clara dengan penuh penekanan.


" Lalu bagaimana dengan kalian...??" tanya Erlin penuh rasa cemas.


" Erlin kuharap Kau tidak perlu mencemaskan Kami, Vanya sedang mengejar Risa yang sedang kabur membawa sebuah dokumen RS..." terang Clara.


" Apaaa...??, kalau begitu Aku segera kesana Ra..." ucap Erlin khawatir mendengar para Sahabatnya dalam bahaya karenanya.


" Tidak Er.. jangan..., biarkan Kami yang menyelesaikannya..." larang Clara pada Erlin.


" Tapi Ra..., bagaimana jika Risa melakukannya hal yang tidak-tidak..." jawab Erlin mencemaskan kondisi para Sahabatnya, Ia tahu jika Risa sebenarnya Wanita yang tidak mudah untuk dikalahkan.


" Sayang... jangan percaya dengan perkataan Clara, itu tidak mungkin Yang..." ucap Aditya disebelah sang Istri masih tak mempercayai dengan penjelasan.


" Apaa mas...??, tidak mungkin katamu...??, heh jelas-jelas Clara dan para Sahabatku sendiri yang sudah melihat dan menghentikannya masih saja tak percaya..., kalau Mas benar-benar cinta sama Erlin dan sayang sama Baby Daffa, seharusnya Mas bukan membela Risa dong Mas, tapi carilah informasi terlebih dahulu Mas, bukannya Mas punya banyak orang suruhan..." ucap Erlin dengan nada meninggi, sedangkan Clara yang mendengar perdebatan sepasang Suami Istri pun lalu mematikan ponselnya.


*****


Di Rumah milik Aditya yang baru, Erlin masih tampak berdebat dengan sang Suami, perdebatan panjang terjadi setelah Clara mengabari jika Risa sedang berusaha menghancurkan hubungan diantara mereka.


" Sayang...., tenangkan dirimu, bukan seperti itu maksudku, jangan menuduhku yang tidak-tidak dong Yang..." ucap Aditya berusaha meyakinkan sang Istri agar mempercayainya.


" Apa..??, menuduh katamu Mas..???, sudah banyak bukti tetapi Mas justru makin membelanya, bukannya bertindak..." ucap Erlin.


" Sebenarnya Mas cinta beneran nggak sih sama Erlin...??" tanya Erlin dengan nada meninggi, tapi Aditya hanya diam tak menggubris pertanyaan sang Istri, Aditya sendiri sebetulnya juga bingung dengan apa yang harus Ia lakukan, dan untung saja ketika sepasang Suami Istri itu berdebat, Baby Daffa sedang ikut bersama Opa dan Omanya.


" Kenapa Mas diam saja..??, jawab Mas..!!" lantang Erlin, justru tetap saja diacuhkan oleh Aditya, dan justru Aditya malah mengambil ponselnya untuk menelpon seseorang:" Halo... Hans... cari tahu tentang Risa, apakah Dia benar-benar membawa kabur salah satu dokumen penting RS, atau tidak..., dan jika benar berikan perhitungan padanya..." ucap Aditya pada Hans yang berada diseberang sana.


******


Sementara Erlin mempunyai inisiatif dengan menelpon Mertuanya, sedangkan Aditya yang melihat sang Istri ingin menghubungi seseorang pun bertanya.


" Sayang..., Kamu mau menghubungi siapa??" tanya Aditya mengerutkan keningnya penasaran dengan perilaku Istrinya yang mendadak dingin padanya.

__ADS_1


" Bukan urusanmu Mas..." balas Erlin, sambil menggeser tombol ponselnya untuk menghubungi seseorang.


" Tapi Er..." ucap Aditya terhenti, dan sambungan telepon pun terhubung.


" Halo Pah..., Assalamualaikum..." ucap Erlin membuka obrolan.


" Wa'alaikumsalam Nak.., ada apa menelponku...??" tanya sang Mertua ramah.


" Pah.., salah satu dokumen penting RS dicuri oleh Risa, pah... apa yang harus Aku lakukan pah...??" terang Erlin to the point.


" Apa...??, Risa yang melakukannya...??" tanya than Wijaya terkejut dengan pernyataan Menantunya.


" Iya.. Pah..., Dia berusaha merebut dokumen itu untuk dijadikan sebuah ancaman pada Mas Aditya Pah...." Adu Erlin, sambil melirik ke arah sang Suami yang menatapnya tajam.


" Maksudmu??" tanya tuan Wijaya bingung.


" Jadi begini Pah..., tadi Clara menelponku.." ucap Erlin terhenti karena teriakan Aditya.


" Erlin hentikan...!!" seru Aditya. Ya kebetulan Erlin dengan sengaja menloadspeaker ponselnya.


" Biarkan Aku yang menjelaskannya Mas, jika Kau saja tidak peka dengan masalah sebesar ini...." ucap Erlin dengan penuh penekanan, terdengar oleh tuan Wijaya yang sedang berada di seberang sana.


" Erlin katakan pada Papah Nak sebenarnya apa yang terjadi...??, dan Kau Aditya biarkan Istrimu yang menjelaskannya..." ucap tuan Wijaya.


" Pah tadi Clara menelponku jika Risa menggeledah ruangan Mas Aditya dengan mencuri sebuah dokumen penting RS, dan itu untuk menghancurkan hubungan Kami Pah..., tapi sayangnya Mas Aditya tidak peka dalam hal ini, Dia justru membelanya Pah.." terang Erlin pada Papah Mertuanya.


" Halo Dit... apa-apaan Kamu..., kondisi dalam bahaya justru Kamu malah santai-santai saja.., Kau tau ini itu sudah menyangkut RS yang Kau kelola dan hubunganmu dengan Istrimu loh Dit..., jangan coba-coba mempermalukan keluargamu Dit..., ingat itu...!!" tegas tuan Wijaya memberi sebuah peringatan pada sang Anak.


" Papah dengarkan Aku dulu..., Risa mana mungkin sejahat itu Pah..." ucap Aditya music membela Risa.


" Tapi buktinya Clara dan yang lain mengetahuinya Dit..., kalau Kau benar-benar mencintai Istrimu, dan tidak ingin kehilangannya, jangan bertindak bodoh Aditya... kasihan Anakmu..!!" tegas sang Papah di seberang telepon, lalu menutupnya sebelah pihak.


Tut.


" Issh ck.. dimatiin lagi..." gumam Aditya sambil melihat ke layar ponsel. sementara Erlin dilihatnya sudah tidak ada di tempat meninggalkan Aditya sendirian, seketika Aditya pun panik mencari sang Istri.


" Erlin sayang..." teriak Aditya mencari sang Istri lalu berjalan menuruni tangga rumah barunya.


" Sayang...." teriak Aditya lagi, dengan cemas.


" Tuan Aditya..., ada apa???" tanya Mbok Inah yang muncul dari arah belakang.


" Mbok Inah..., tau Erlin nggak...??" ucap Aditya Malaysia berbalik tanya.


" Tadi Nyonya muda pergi keluar dengan terburu-buru tuan..., bahkan Ia keluar dengan menggunakan jas dokternya..." terang Mbok Inah.

__ADS_1


" Apaa...??, Aku harus mencarinya..., terimakasih Mbok...., tolong jaga rumah sebentar ya Mbok..., nanti Aditya kembali lagi..." sambung Aditya berpamitan pada Artnya.


" Baik Tuan..."


*******


Sementara disisi lain Vanya sudah mengejar Risa berkali-kali tapi gagal, bahkan cara yang Ia gunakan untuk menghentikannya pun juga gagal, karena Risa berhasil kabur dari petugas keamanan yang berada di depan pintu masuk Instalasi Rawat Jalan, dan kini Vanya masih mengejar Risa yang masih berputar-putar mengelilingi RS, mkarena Risa kebingungan harus berjalan keluar dari pintu mana, saking banyaknya petugas keamanan yang menjaga. Ya Vanya sudah menghubungi seluruh petugas keamanan agar menghentikan langkah dari Risa. Ya meskipun Vanya sedang mengandung anaknya Ia tak gentar mengejar Risa dengan berjalan cepat sampai-sampai mengabaikan kandungannya, karena Vanya berfikir jika masalah itu sudah menyangkut RS dan berhubungan dengan Kakak Iparnya maupun Sahabatnya.


" Risa...., menyerahlah..." ucap Vanya yang muncul berlawanan dengan Risa, sontak Risa yang melihatnya pun terkejut, jika Vanya muncul di depannya.


" Apa.. Kau...??" tanya Risa melihat ke arah Vanya.


" Yaa... Saya dokter Vanya, Sahabat dari Erlin Putri Sanjaya..." tegas Vanya dengan tatapan dinginnya.


" Minggir Kau dokter si*lan..." ucap Risa dengan penuh percaya diri melawan Vanya, sayangnya langkahnya terhenti karena Vanya berhasil menghentikan langkahnya dengan mencengkeram kuat tangan Risa.


Greppp...


" Serahkan dokumen itu padaku atau Kau akan ku laporkan pada polisi sekarang juga..." ucap Vanya dengan nada penuh ancaman, sambil menguatkan cengkeramannya.


" Lepas..., dan simpan semua ancamanmu itu dokter si*lan..." ucap Risa, dan berhasil menghempaskan cengkeraman tangan Vanya.


Plaakkkk....


tamparan keras melayang di pipi sisi kanan Risa, sontak dokumen yang dipegangnya pun terjatuh.


" dokumen ku..." gumam Risa melihat dokumen tersebut jatuh.


" Hentikan... Sa... atau Kau akan menyesal...!!" ucap Vanya geram, berusaha menghentikan langkah Risa untuk mengambil dokumen tersebut, dengan menjegal kaki Risa.


Bruuuk...


Tubuh Risa pun tersungkur di tanah, dan tak disangka jika dokumen tersebut, sekarang tepat berada di depan kaki seseorang yang baru saja datang menuruni mobilnya.


" Apa ini...??" ucapnya. seketika saja Risa dan Vanya yang melihatnya pun terperangah dengan kedatangan seseorang itu. Risa pun tak menyerah begitu saja, Ia lalu berlari ke arah Erlin untuk mengambil dokumen yang terjatuh tepat di depan Kaki Erlin, sedangkan Vanya yang melihat Risa berlari ke arah Erlin pun, Vanya langsung berteriak sekeras mungkin


" Erlin... cepat ambil dokumennya..." seru Vanya menyuruh Erlin mengambil dokumen tersebut, Erlin yang diberi instruksi oleh Vanya pun segera mengambil dokumen tersebut. Ya Erlin cepat sampai ke RS karena memang jarak dari rumah barunya menuju RS sangatlah dekat, yang berjarak sekitar 100 meter dari perumahan mewah yang Ia tempati.


*****


Waduhhh... akankah Risa berhasil mengambil dokumen tersebut dari tangan Erlin..??


Jangan lupa Vote, Like, Komen, dan Favorite Yaa..., biar bisa dibaca lagi... Terimakasih 🥰🥰🙏🙏


Jangan lupa juga mampir ke cerita Vitalia adik dari Aditya sekaligus Sahabat dari Erlin di Novel Author ya

__ADS_1



__ADS_2