Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 149


__ADS_3

Kebohongan Vanya


Sementara di Cafe Ab terlihat para wartawan/awak media sudah pergi, dan kini tinggal lah Vanya, Erlin, Aditya, Aldo, sementara El Dan Neysa entah pergi kemana tanpa sepengetahuan Vanya, sedangkan Baby daffa bersama baby sister berada di dalam mobil Aditya.


"Ternyata memang benar mereka telah merencanakan sesuatu untuk ku dan juga Aldo.., bagaimanapun caranya Aku harus mempunyai alasan yang tepat, dan terpaksa Aku mengatakan jika Vitalia sebenarnya masih hidup.., ini semua demi menghindar dari perjodohan itu"batin Vanya. sementara Erlin sedari tadi hanya diam mengamati tingkah laku aneh dari Vanya, sambil bersedekap dada.


"Vanya..., Kakak Ipar berharap jangan pernah Membohongi Kami..., atau Kau akan tau akibatnya nanti..., Kau tau bukan jika Kamu berbohong pada Kami"ucap Erlin seketika membuyarkan lamunan Vanya yang seakan tersirat sebuah kebohongan.


"Tidak Aku tidak berbohong Kak..." elak Vanya membantah perkataan Kakak Iparnya.


"Kalau Kamu tidak berbohong, lalu mana perkataan mu yang benar...??, mau menikah atau tidak.?, Kamu bilang tidak ingin menikah lalu tadi akan menikah jika sudah menyelesaikan misi..., misi apa lagi sih Van..., jangan mencari alasan lagi deh..." ucap Erlin bertanya-tanya dengan apa yang dikatakan Vanya.


"Misi untuk mencari Vitalia Kak..., Dia masih hidup.." terang Vanya.


"Apa...??, Kamu sadar nggak sih..., Vitalia itu sudah meninggal dan ya ini sama sekali tak ada hubungannya dengan Dia Van..., kalau sekiranya mencari alasan itu yang tepat dong Van, jangan berbelit-belit..." balas Erlin dengan nada meninggi tak terima jika mengungkit-ungkit nama Sahabatnya sekaligus Adik Iparnya yang hilang.


"Tapi Dia memang masih hidup Kak.." kekeh Vanya melawan perkataan Erlin.


"Lalu kalau Dia masih hidup apa Kamu mau mencari alasan lagi...??" balas Erlin tak mau kalah.


"Kak tapi ini beneran Vanya nggak bohong, Vitalia itu Sahabat kita loh..." jawab Vanya mengingatkan Erlin.


"Ck..., cukup Vanyaaa, jangan beralasan lagi, alasanmu itu sungguh tidak masuk akal Van..., ingat Edward sudah berpesan padamu bukan jika Kamu disuruh menikah dengan Aldo?, dan satu lagi Kakak nggak akan pernah ijinkan Kamu pergi ke Jepang dengan kondisi sedang mengandung, ingat itu...!!" tegas Erlin memberi peringatan pada Vanya yang merupakan Adik Iparnya, seketika Vanya terdiam tak mampu berkata apa-apa lagi, Ia benar-benar kalah berdebat dengan Kakak Iparnya.


"Dan Kamu Aldo..., Aku berharap Kamu bisa berubah, dan bisa menjadi pengganti Edward sebagai Suami yang baik buat Vanya sekaligus Ayah dari anak-anakmu..." sambung Erlin memberi pengertian pada Aldo, bahkan baru kali ini Aldo menatap tak percaya dengan apa yang dikatakan Erlin kepadanya, bahwa ternyata Erlin Dan Aditya mempercayainya dengan menggantikan posisi Edward kepadanya.


"Stop Kak..., Vanya nggak akan pernah menikah dengannya, bahkan karena Ayahnya lah Suamiku meninggal, jadi jangan berharap lebih kepadaku..., Ya Vanya akui kalau Vanya tadi memang sedang membuat alasan yang tepat untuk menghindari perjodohan itu..." terang Vanya jujur, Ia benar-benar tak habis pikir jika ternyata Kakak Iparnya mengetahui segala yang ada dalam pikirannya.


"Tapi Aldo tidak membunuh, dan semua itu karena salah pahan saja...


" Apa..??, salah paham katamu Kak...?, ini bukan salah paham Kak, Kakak bahkan tau sendiri jika Ayahnya saja mengakui perbuatannya, dan Kau begitu saja memaafkannya, padahal Kau adalah Kakak kandungnya." ucap Vanya tak terima dengan dengan pernyataan Erlin.

__ADS_1


"Vanya Kau ingat bukan jika itu pesan dari Suamimu bahkan juga Sahabatmu Laras juga Van..., Apa Kamu tega melihat mereka bersedih disana??, enggak kan Van...??" berbagai pertanyaan dilontarkan oleh Erlin, dengan nada suara yang begitu menggema di ruangan tersebut. Ya mereka kini sedang berada di sebuah ruangan khusus yang terletak berada di dalam cafe. Akan tetapi Vanya hanya diam,tak menjawab pertanyaan dari Kakak Iparnya karena bingung mau berkata apa lagi, memang ada benarnya yang dikatakan oleh Kakak Iparnya tersebut. sementara Aditya dan Aldo hanya diam menyimak perdebatan antara Kakak dan Adik Ipar tersebut yang juga merupakan Sahabat baiknya.


"Yaa Tuhan..., Aku harus bagaimana??, bahkan pertanyaan dari Kakak Ipar pun membuatku mati kutu, Ya memang benar Aldo sudah membuatku menderita tapi Dia juga membuat hatiku menjadi lebih tenang, Yaa Tuhan apa yang harus Aku lakukan" batin Vanya berperang dengan pikirannya.


"Kenapa diam Van..., Ayo jawab...!!, bahkan Kamu tidak memikirkan anakmu yang Kau kandung kedepannya seperti apa kedepannya" sambung Erlin menatap Vanya dengan penuh kekecewaan.


Sedetik dua detik kemudian tak ada yang bersuara sama sekali setelah pertanyaan dari Erlin tersebut, tak berselang lama Vanya pun membuka suaranya dengan berkata.


"Sudah ku katakan Aku bisa mengurus anak-anak ku sendiri, tapi untuk permintaan Mas Edward dan juga Laras akan ku pertimbangkan kembali, dan tak akan kubiarkan Aldo semudah itu bisa mendapatkan hatiku, Ibu Irma dan anak-anak, Dia harus berusaha dan harus bisa melewati tantangan yang Aku berikan padanya dengan ikhlas, baru Aku akan menikah dengannya" tutur Vanya dingin dengan segala permintaannya.


"Dan mengenai Vitalia, Aku tidak pernah berbohong..., dan Aku akui jika Aku hanya bersandiwara ingin ke Jepang..., untuk menghindari perjodohan kalian yang konyol itu." terang Vanya sambil berdiri dari tempat duduknya sambil mendekati Erlin.


"Ini bukan hal yang konyol Vanya, ini kemauan mendiang Suamimu sendiri dan Sahabatmu Laras..."sambung Erlin membalas pernyataan Vanya yang ketus baginya.


"Kalau Kakak Ipar ingin Aku menikah dengan Aldo, turutilah permintaan ku atau Aku akan benar-benar pergi ke Jepang.." timpal Vanya.


"Cukup Vanya, apa yang Kau katakan, Aku tak akan membiarkanmu ijin pergi ke Jepang..!!" tegas Aldo memotong perdebatan diantara kedua Kakak dan Adik Ipar tersebut.


"Ini urusanku Vanya, ini menyangkut nyawa...!!" bantah Aldo tegas mengkhawatirkan Vanya.


"Heh.... jangan pura-pura peduli padaku Do.., dan jangan pernah berharap Aku bisa percaya padamu lagi..., Kau tau Kau itu sudah merusak masa depanku..." tutur Vanya dengan sorot mata tajam.


"Dan Aku berjanji akan memperbaiki masa depanmu yang sudah Aku rusak Vanya..." sambung Aldo dengan penuh percaya diri.


"Cihh.., apa katamu??, memperbaiki??, apakah Kau yakin Kau bisa memperbaikinya??" tanya Vanya dengan nada sinisnya.


"Aku yakin Van, Aku pasti bisa..." jawab Aldo.


"Kalau begitu Aku akan berikan kesempatan padamu, dengan syarat Kau harus merubah sikapmu yang sok arogan itu, dan Kau harus bisa mengambil hatiku, hati Ibu Irma, dan anak-anak. Dan jika Kau bisa melakukannya Aku berjanji akan menikah denganmu dengan setulus hati..." tutur Vanya panjang lebar memberi persyaratan pada Aldo.


"Hmmm... it's ok siapa takut..., Dan jika Aku bisa, Aku berharap Kau tidak berbohong lagi dengan ucapan mu..." balas Aldo dengan penuh harap dan keyakinan.

__ADS_1


"Untuk kali ini Aku benar-benar serius Aldo..." ucap Vanya dingin.


"Yaa Tuhan... bagaimana kalau Aldo bisa melewati persyaratan yang Aku berikan??, betapa bodohnya Aku sampai Kakak Ipar mengetahuinya jika Aku sedang bersandiwara, dan memberi persyaratan pada Aldo..." batin Vanya.


"Jangan membatin Van.. Kakak mengetahuinya, dan Kau tau ucapan mu tadi sudah mengundang banyak masalah, jadi Kakak berharap Kamu harus bertanggung jawab dengan perkataan mu tadi..." ucap Aditya membuka suara.


"Baiklah... Aku akan bertanggung jawab, dan membuktikan kepada kalian kalau Vitalia masih hidup..." ucap Vanya santai.


"Tapi itu tidak ada sangkut pautnya dengan Edward... Vanya...!!" lantang Erlin tak terima.


"Kau tidak tahu apa-apa Kak, ini semua ada sangkut pautnya dengan ku bahkan Edward, terbukti sudah ada dua pasien yang sangat mencurigakan dan mereka semua adalah teman dari Suamiku yang mengatakan jika Vitalia masih hidup, tapi kenapa Edward mencarinya??, Ya karena Dia ingin memberikan sebuah surprise kepada Kita Kak.., Kakak ingat bukan dengan Hans, bahkan Mbak Mirna, Dia berhubungan langsung Vitalia, bahkan perlu kalian tau bahwa Vitalia mengalami hilang ingatan.." ucap Vanya melupakan sesuatu jika Dia sudah berjanji pada rekan Edward untuk tidak akan mengatakan sesuatu pada keluarganya tapi nyatanya Ia mengatakannya.


"Apa yang Kau katakan Vanya..., itu tidak mungkin" kata Aditya menatap tak percaya.


"Kak Aditya, mana mungkin Vanya berbohong, cukup dengan alasanku tadi yang dengan penuh sandiwara, tapi tidak dengan yang ini..." tutur Vanya.


"Vanya... jangan bercanda ini tidak lucu..." ucap Erlin menimpali.


"Terserah Kalian said kalau masih tidak percaya, dan Kau Aldo..., maafkan Aku jika makan siang kita menjadi berantakan karena ulahku..' sambung Vanya meminta maaf pada Aldo.


"Sudahlah kau tenang saja, anak-anak sudah dibawa pulang sama sopirku pulang ke rumahku.." balas Aldo.


"Apa...??, tapi kenapa Kau tidak memberi tahu ku??" tanya Vanya pada Aldo tak terima.


"Karena Kau sedang sibuk meladeni para wartawan dengan sandiwara mu Vanya..." jawab Aldo dingin.


"Itu hak ku Do..., Karena Aku tidak mau nama baikku dan nama keluargaku menjadi tidak baik karena mu" jawab Vanya berterus terang, karena Ia sebenarnya sudah kehabisan akal agar bisa lepas dari perjodohan tersebut.


*****


Haduhhh duh.... kenapa denganmu sih Van..., saking bingungnya memberi alasan, akhirnya juga Vanya terperangkap sendiri dengan alasannya, Akankah Aldo bisa mendapatkan Hati dari seorang Vanya, Ibu Irma dan juga anak-anak angkatnya??, dan mengenai Vitalia yang menghilang, apakah benar jika mendiang Edward sebenarnya menaruh hati pada Vitalia yang dulu??, dan Akankah Vanya menemukan kebenarannya..??" simak terus ceritanyaa...

__ADS_1


Jangan Lupa Vote, Like, Komen, dan Favorite Yaa... Terimakasih..... 🥰🥰🙏🙏


__ADS_2