Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 210


__ADS_3

Kepulangan Vanya dan juga Aldo.


Setelah kepergian Ibu Nia, Dina melangkahkan kakinya menghampiri Aditya, dan..


Plaaakkk...


Dina menampar keras pipi Aditya.


"Dasar pria brengsek! Sebrengsek-breseknya pria kau lah yang paling brengsek Aditya!" umpat Dina tersulut emosi memarahi Aditya. Bahkan ia sampai melupakan jika di situ ada Tuan Sanjaya dan Mamih Dewi yang sedang melihatnya.


"Kau tau kan Erlin sangat mencintaimu? Lalu kenapa kau malah mau menikahi Dera?" sambung Dina lagi bertanya pada Aditya dengan nada meninggi.


"Justru itu dengan begini aku bisa membuat Erlin kembali Dina! Aku tidak akan menikah dengan wanita manapun!" tegas Aditya.


"Tapi kenapa lo bilang kalau mau bertanggung jawab? Aditya, pernikahan bukan buat ajang permainan!" ujar Dina, yang lagi-lagi memberi peringatan kepada Aditya.


"Kalau begitu aku akan menikah dengan Dera namun dengan satu syarat aku tak akan pernah menceraikan Erlin!"


Plaaakkkk...


"Dasar kepar*t kau Aditya!" seru Tuan Sanjay tersulut emosi mendengar pernyataan tegas dari Aditya. Sementara Mamih Dewi hanya diam ketakutan melihat sang suami yang melawan menantu kesayangannya.


"Papih sudah Pih...." ujar Mamih Dewi berusaha menenangkan sang suami. Namun saat itu juga Dina menyelanya.


"Aditya benar-benar baj*ng*n kau, ya! Gila lo? Lo mau poligami sahabat gue gitu? No, Aditya! Kalau lo mau nikah sama Dera ceraikan Erlin, atau kalau lo tidak mau menceraikan Erlin, biar aku bilang sama Erlin agar dia bersedia menceraikanmu!" tegas Dina dengan memelototkan mata tajam memelototi Aditya.


"Kau itu ya, Dit. Sudah dibela tapi tak tau diri! Seharusnya kau perjuangkan cintamu! Bukan begini caranya!" sambungnya lagi.


Mendengar pernyataan dari Dina, Aditya kemudian menyahutnya "Aku sangat yakin setelah ini aku pasti akan menemukan bukti yang sebenarnya!" tandasnya.


Sementara Dina tersenyum sinis mendengarnya, dan berkata, "Cihhh..., omong kosong! Hanya bicaramu saja yang terlalu kau tinggikan! Tapi hasilnya apa? Nol besar!" serunya dengan kalimat menyindir.


"Sudah Din, jangan ladenin, dia lagi!" sergah Tuan Sanjaya mencoba meredam situasi.


Kemudian Tuan Sanjaya beralih menatap ke arah Aditya.


"Aditya, sekarang kau lebih baik, angkat kaki dari mansion sekarang juga!" titahnya agar pergi dari mansion Sanjaya


"Tapi Pih..." jawab Aditya terpotong.


"Aditya, buktikan kepada kami bahwa kau masih mencintai Erlin hingga detik ini. Buktikan jika kau mampu mengatasi masalahmu!" pinta Tuan Sanjaya agar Aditya mau berjuang untuk mendapatkan putrinya kembali.


"Baiklah Aku akan buktikan! Sebelum janur kuning melengkung, dan surat cerai dilayangkan oleh Istriku kepadaku. Aku akan membuktikan kepada dunia jika aku mampu menyelesaikan masalahku, Pih!" ujar Aditya dengan penuh penekanan.


Dina yang mendengarnya lagi-lagi dibuat tersenyum kecut oleh Aditya. "Heh, ujung-ujungnya pasti juga bukan dirimu yang menyelamatkan pernikahanmu, tapi orang lain. Lihat saja nanti siapa yang akan menyematkan pernikahanmu. Itu pun kalau dia hadir di tengah-tengah kalian, tapi sepertinya tidak. Kau tak akan percaya jika..." Tiba-tiba saja ucapan Dina terhenti seketika karena ia mengingat sesuatu.


"Tidak Dina, jangan katakan yang bukan-bukan pada Aditya, bahkan semua itu tidak akan mungkin Vitalia kembali sebelum waktunya tiba. Ingat Dina jangan sampai semua orang tau jika Vitalia masih hidup, meskipun tanpa disadari oleh orang-orang, saat ini dia sedang memantau kondisi keluarga Wijaya tanpa sepengetahuan orang.." batin Dina dengan pemikirannya.


Flashback On :


"Halo Dina..." ucap Vitalia yang berada di seberang sana membuka obrolannya dengan menggunakan video call.


"Astaga gue nggak salah liat kan ini? Ini elo kan Vit?" tanya Dina menatap tak percaya dengan siapa yang ia lihat di layar ponsel.

__ADS_1


"Ck, ya enggak lah! Kan ini memang gue V-I-T-A-L-I-A, tapi janji ya lo tidak akan bilang ke siapapun tentangku? " ujar Vitalia menjelaskan dengan mengeja. "Bagaimana, apa ada masalah?" sambungnya lagi bertanya.


"Iya.. iya gue percaya, karena memang yang mengetahui lo masih hidup itu hanya aku sama Vanya. pokoknya lo tenang saja, gue nggak bakalan bilang ke siapa-siapa. Dan kalau lo tanya ada masalah apa enggak, ini bukan masalah lagi mah, tapi ini musibah!" ujar Dina menjawab pertanyaan dari Vitalia.


"Memangnya kenapa?"


"Kakakmu itu, selingkuh tau nggak sih lo! Dia selingkuh di belakang Erlin!" seru Dina memberitahu kepada Vitalia (adik dari Aditya)


Betapa terkejutnya Vitalia yang berada di seberang sana, "Apaa? Kakak kurang ajar, benar-benar deh ya!" ujarnya sambil mengepalkan tangannya marah mendengar berita jika sang kakak sedang dalam terpuruk.


"Tunggu dulu, Vit! Tapi aku merasa Aditya hanya di jebak.."


"Di jebak bagaimana?"


"Jadi begini ceritanya, (Dina pun menjabarkan secara detail konflik antara kakak Vitalia yaitu Aditya dengan Erlin kakak iparnya).


Setelah selesai berbicara barulah Vitalia membuka suaranya dengan berkata, " Whaaattt?" dengan nada keterkejutannya.


"Vitalia, kumohon cepatlah pulang tolonglah pernikahan kakakmu yang diambang kehancutan ...


"Tapi itu tidak mungkin, Din! Ini belum waktunya yang tepat untuk pulang!


"Tapi Vit..." belum sampai Dina menyelesaikan ucapannya, sambungan telepon oun terputus dengan


Namun siapa sangka sambungan telepon pun seketika terputus dengan begitu saja.


Flashback Off :


"Kenapa kau tak melanjutkan ucapanmu, Dina?" tanya Aditya heran menatap Dina yang hanya diam di tempat. Begitu pula dengan Tuan Sanjaya dan Mamih Dewi.


Bahkan mereka lupa, jika mereka sedang berdebat dihadapan kedua orang tuan Erlin.


"Kau tak tau Dina, bagaimana perasaanku saat ini? Perasaanku hancur Dina! Namun apa boleh buat ini merupakan keinginan dari Istriku tercinta, bahkan kau tau sendiri bukan, jika isi surat itu.." ucap Aditya dengan nada bergetar.


Seketika itu juga Dina terdiam tak bisa berkata-kata. Memang benar apa yang diucapkan Aditya, tapi bagi Dina tak seharusnya Aditya memutuskan sesuatu yang belum tentu kebenarannya, meskipun semua bukti mengarah kepadanya, tapi Dina yakin jika Aditya tidak melakukan tindakan asusila.


Dina yang begitu iba melihat Aditya begitu rapuh pun juga tak mampu menjawabnha.


"Cukup Aditya! Papih mohon kau pergi dari sini sekarang juga, sebelum Papih tambah marah lagi!" usir Tuan Sanjaya pada Aditya.


Tanpa banyak bicara Aditya kemudian pergi dengan begitu saja, dengan berjalan tertunduk lesu meninggalkan kediaman keluarga Sanjaya. Merasa tak tega, akhirnya Dina menyusul Aditya dengan berlari kecil mengejarnya.


"Aditya, maafkan aku!" ujar Dina meminta maaf kepada Aditya yang terduduk lesu di kursi depan mansion Sanjaya.


"Kau tak perlu meminta maaf kepadaku Dina, ini memang salahku. Aku sudah memutuskan sesuatu tanpa berpikir panjang di hadapan kedua mertuaku.." jawab Aditya.


"Entah bagaimana perasaan mereka saat ini. Hati mereka pasti hancur, Din! Hiks.. hiks.. hiks.." Aditya yang biasanya bersikap dingin kini tiba-tiba berubah menjadi pria cengeng karena kehilangan istri tercintanya.


"Dina, katakan padaku aku harus berbuat apa? Ibu Nia, dia sudah menyuruhku bertanggung jawab, bahkan besok dia akan menagih janjiku tadi, hiks... hiks.." tangis Aditya tumpah dengan begitu saja.


"Aditya, maaf aku tidak bisa membantumu saat ini.." jawab Dina.


Dan ternyata saat Aditya sedang berusaha di tenangkan oleh Dina, ada sepasang suami istri yang baru saja datang dengan menuruni mobil mewahnya. Siapa lagi kalau bukan Vanya dan Aldo yang baru saja pulang dari Australia untuk berbulan madu.

__ADS_1


"Aditya, Dina kalian ngapain di sini?" tanya Aldo menatap Aditya dan Dina secara bergantian.


Sementara Vanya yang baru saja keluar dari mobil mengarahkan pandangan menatap Aditya yang tampak berantakan dengan kondisi mata sembab.


"Kakak kenapa kau menangis?" sahut Vanya bergantian bertanya pada Aditya. Tanpa menjawabnya Aditya langsung berhambur memeluk Vanya.


Greepp...


"Vanya, maafkan aku Vanya, hiks... hiks... aku tidak bisa memegang amanah dari kalian, hiks.. hiks..." ujar Aditya sambil memeluk Vanya yang hanya diam kebingungan dengan tingkah Aditya yang tak seperti biasanya.


"Katakan kepadaku Din, ada apa? Kenapa Aditya bisa seperti itu?" tanya Aldo bingung menatap Aditya yang sedang memeluk Vanya.


"Hmm, lebih baik kalian ikut bersama kami, kami akan menjelaskan semua kepada kalian, selama kalian pergi bersenang-senang di Australia..." jawab Dina lesu. Dina pun lalu beralih menatap ke arah Aditya yang sedang memeluk Vanya yang hanya diam tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.


"Aditya, lebih baik kita pergi dari sini! Kita perlu menjelaskan kepada Aldo dan Vanya, di tempat yang lebih tenang.." ujar Dina memberi masukan kepada Aditya.


Aditya yang mendengar perkataan dari Dina pun segera melepaskan pelukannya dengan tertunduk lesu, kemudian mengarahkan pandangan ke arah Dina, dan menghapus air matanya yang keluar dari pelupuk matanya yang sudah mulai sembab.


"Baiklah.., kalian ikut denganku ke markas geng kalajengking!" titahnya pada Aldo dan juga Vanya.


Dan pada akhirnya Aditya memutuskan untuk ke markas kalajengking dengan ditemani Dina dan juga sepasang suami istri yang pulang dari bulan madu.


"Kak, bagaimana kabar anak-anak? Aku sangat merindukannya?"


"Iya, kami sangat merindukannya Aditya. Maafkan kami jika kami terlalu lama di negeri orang, mengingat kemarin ada urusan bisnis yang harus diselesaikan juga jadi kami tidak bisa langsung pulang, dan kami menginap di luar kota..." sahut Aldo menimpali.


Sontak saja pertanyaan dari Vanya dan Aldo membuat Aditya tampak pucat dan kebingungan menjawabnya, ia pun kemudian mengarahkan pandangan melihat ke arah Dina yang sedang menyetir mobil, begitu pula dengan Dina yang memandang ke arah Aditya dengan tatapan bingung.


"Hey, kenapa kakak diam? Mereka baik-baik saja kan kak?" berbagai pertanyaan dilontarkan Vanya pada Aditya yang hanya diam.


"Ehhh emmh..." seketika saja ucapan dari Aditya terhenti karena Dina menginjak kaki kanan Aditya dengan memelototkan matanya ke arahnya.


"Emmh, kalian tenang saja. Anak-anak baik-baik saja kok.." ujar Dina menimpali sembari tersenyum ke arah kaca spion.


Sementara Vanya yang merasa ada keanehan dari Aditya dan Dina pun saling pandang memandangi suaminya.


"Kenapa aku merasa ada yang tidak beres ya? Tapi apa? Biasanya saja Dina jarang banget klop kek gini sama kak Aditya. Bahkan baru kali ini aku melihat mereka seperti best friend..." batin Vanya menatap Aditya dan Dina dari belakang secara bergantian.


Begitu pula dengan Aldo yang berpikiran sama dengan sang Istri. "Sepertinya ada yang disembunyikan dari mereka. Ada apa sebenarnya?" Aldo bertanya-tanya dalam hati.


Bersambung....


...****************...


...----------------...


Note :


Hay Guys, maafkan Author ya telat up nya karena banyak kegiatan di real life, ditambah author harus setor bab di novel author yang lainnya.


Yang pasti Author tidak akan membuat pembaca Author kecewa ya guys, memang Author sengaja bikin bumbu-bumbu biar seru 😭🤣


Nah jangan lupa tinggalkan jejak Vote, Like, Komen, dan Subscribe (Fav) ya...

__ADS_1


Terima kasih.... 🥰🥰🙏🙏


__ADS_2