Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 98


__ADS_3

Kecelakaan Pesawat


Sesampainya mereka di bandara untuk mengantarkan Vitalia..., Vitalia pun segera berpamitan dengan sang Kakak dan para sahabatnya.


" Kak Adit Vitalia pergi dulu ya..." ucap Vitalia berpamitan pada sang Kakak.


" Jaga dirimu baik-baik... " Aditya memperingatkan adiknya.


" Siaapp....


" Oh ya Kakak Ipar, Vanya, Dina jaga diri kalian baik-baik...,ok... Gue pergi dulu... " ucap Vitalia sambil tersenyum manis.


" Hans...kali ini kau harus menjaga kakakku..." ucap Vitalia pada Hans.,ya Hans kini ikut mengantarkan ke bandara.


" Ayo Vita...kita sudah tidak ada waktu lagi... " ucap dr.Mirna pada Vitalia, dan Vitalia hanya menganggukkan kepalanya saja menuruti Kakak Sepupunya,,dan kali ini mereka menggunakan Pesawat pada umumnya, tidak menggunakan jet pribadi milik keluarganya,Vitalia tidak ingin identitasnya terbongkar begitu saja...selain itu ia juga ingin terlihat mandiri/tidak ingin terlihat manja walaupun ia seorang anak konglomerat,tak berselang lama pesawat yang ditumpangi Vitalia dan Mirna pun akhirnya terbang menuju Jepang.


Disisi lain Erlin, Vanya dan Dina entah mengapa hatinya merasa tidak tenang,dan terlihat tidak bersemangat semenjak melepas kepergian Vitalia ke Jepang.


Di mobil milik Aditya.


" Mas.... " aonggil Erlin pada sang Suami


" Hmmm... ada apa sayangku... " tanya Aditya.


" Kenapa hatiku tak tenang ya..." ucap Erlin


" Sayang jangan berkata seperti itu..." sanggah Aditya pada sang Istri.


" Tapi Mas... perasaanku saat ini memang begitu..." ya perasaan Erlin saat ini sedang tidak baik-baik saja.


" Huhhh... sudah jangan dipikirkan... mungkin cuma perasaanmu saja kali, Yang..." ucap Aditya mencoba memberi pengertian pada sang Istrinya lagi.


" Tapi Mas.... " ucap Erlin terhenti.


" Sayang.... ayolah... jangan dipikirkan lagi..., Vitalia kan sudah besar dia bisa jaga dirinya sendiri..." kata Aditya memberi pengertian, Aditya pun lalu menghentikan mobilnya,dan menepikannya ke pinggir jalan


" Lohh... Mas... kok berhenti sih...?? tanya Erlin heran pada sang Suami yang sudah menepikan mobilnya.


" Sssttt.... " ucap Aditya sambil membungkam mulut sang Istri, seketika Aditya dengan cepat mengecup bibir milik sang Istri.


Cuppp...


sontak membuat Erlin membelalakkan matanya lebar-lebar,dan menatap tajam sang Suami, yang sedang terkekeh melihat sang Istri terlihat marah.


" Hehehe...kenapa bengong sih Yang..., hmmm...itu kan yang kamu mau...??" tanya Aditya menggoda sang Istri, seketika pipi Erlin berubah menjadi seperti tomat.

__ADS_1


Blusshh...


" Tuh kan... nggak usah malu gitu dong sayangku..., hmmm... " ucap Aditya.


" Mas... apa-apaan sih..., untung saja tidak ada orang.. " ucap Erlin ketus.


Sementara disisi lain Vanya dan Dina diantar oleh Hans pulang ke rumahnya masing-masing. saat ini Dina sudah diantarkan pulang duluan oleh Hans,sementara Vanya baru saja sampai rumah,,ia langsung menuju dapur, dilihatnya rumahnya sedang sepi, tapi televisi yang ada di ruang keluarga terlihat menyala.


" Mbak Yati... kok ndak ada orang...Daddy sama Mommy dimana...?? tanya Vanya sambil menuangkan air kedalam gelas.


" Eh... Non..., baru pulang...?? Tuan sama Nyonya sedang di belakang bersama tuan Ferdi.... " ucap Mbak Yati art di kediaman Ferrari.


" Oh..." ucap Vanya lalu meminum minumannya.


" Kalau begitu Vanya ke atas dulu ya mbak..." ucap Vanya pada artnya.ia pun hendak menuju ke lantai atas, akan tetapi langkahnya terhenti ketika mendengar berita di televisi yang kebetulan televisinya belum dimatikan.


...Breaking News,telah terjadi kecelakan pesawat rute kota S menuju ke Jepang,dan penyebab kecelakan ini disebabkan mesin pesawat mendadak tidak berfungsi dengan baik... " ucap pembawa acara berita tersebut....


Duaarrr....


sontak membuat Vanya yang mendengar terkejut..


" Apaaa....??,Nggak.... nggak mungkin.... itu nggak mungkin... Vitaliaaaa...hiks...hiks...hikss..." ucap Vanya berteriak histeris sambil menangis sesegukan, sampai terdengar keseluruh penjuru rumah, seluruh penghuni rumah pun langsung menuju ke arah sumber suara.


" Nona...Vanya anda kenapa...?? " tanya Mbak Yati art tersebut pada Vanya yang sudah terkulai lemas dilantai.


" Nona tenangkan dirimu..." ucap mbak Yati sambil membalas pelukan majikannya.


" Vanya.... kamu kenapa Nak... " tanya sang Mommy yang datang, diikuti tuan Adam, dan Ferdi.


" Mom.... Vitalia...mom....hiks..hikss...,kecelakaan pesawat hiks.... hikss..


" Apa maksudmu Nak....?? " tanya Daddy serius.


Vanya pun tak menjawab, ia malah menghubungi Erlin... seketika sambungan telpun pun terhubung.


" Halo...


" Erlin.... Vitalia..,Er... Vitalia.... hiks... hiks...


" Vanyaa... Lo kenapa sih...?? ngomong yang jelas dong Van...Gue juga baru saja sampai mansion ini..cepat katakan ada apa...??." tanya Erlin bingung kenapa sahabatnya menangis,ia menelpon sambil berjalan memasuki mansion bersama sang Suami.


" Vitalia,Er....pesawatnya mengalami kecelakaan...hiks hiks..... " ucap Vitalia lemah.


Duaaarrr...

__ADS_1


Erlin yang mendengar perkataan Vanya tersentak kaget, ia bahkan tak percaya dengan ucapan Vanya ia pun berusaha meyakinkan lagi, lalu bertanya lagi pada Vanya.


" Apa katamu tadi...,nggak itu nggak benar kan Van....??" ucap Erlin tapi sayangnya ponsel Vanya sudah terjatuh ke lantai, karena tak kuat untuk mengatakannya pada Sahabatnya.sedangkan Aditya menatap Istrinya bingung.


" Yang ada apa...?? " tanya Aditya penasaran.


sementara Erlin tak menggubris pertanyaan Suaminya,justru ia masih kekeh menghubungi Vanya,padahal sudah tak ada jawaban dari sahabatnya tersebut.


" Halo Van....Vanya...jawab.....!!! " seru Erlin pada sahabatnya, akan tetapi sambungan telpon pun terputus.


" Sayang kamu kenapa sih...?? tanya Aditya lagi, tapi Erlin tetap saja tak menggubris nya, ia malah langsung masuk kedalam dengan perasaan tak tenang,dengan buru-buru ia langsung mengambil remote tv lalu memencet tombolnya.


...Telah terjadi kecelakan Pesawat Rute kota S menuju Jepang,Pesawat saat ini dengan kondisi hancur karena telah menabrak pemukiman warga yang terdapat disebuah pulau terpencil....


Duaarrrr.... bagai disambar petir disiang bolong, Aditya terkejut setelah mendengarkan berita tersebut, tangis Erlin pun pecah, ia tak biasa menahannya lagi.


" Tidak.... tidak mungkin...., Vitaliaaaa jangan tinggalkan kami...hiks.... hiks... hiks... " Erlin berteriak histeris, sedangkan Aditya mendadak diam mematung, cairan bening pun tiba-tiba terjatuh begitu saja,ia bahkan tak menyangka jika pesawat yang ditumpangi adiknya akan berakhir dengan tragis, sementara tuan Wijaya dan sang Istri yang mendengar teriakan dari menantunya segera turun ke bawah.


" Ada apa ini...?? tanya tuan Wijaya sambil menuruni tangga.


" Pah... pesawat yang ditumpangi Vitalia jatuh,Pah... " ungkap Aditya.


" Jangan bercanda kamu Dit... bukannya adik kamu kerja di rumah sakit... " ucap Mamah Ita.


" Vitalia pergi ke Jepang Mah...Pah... itu pun tanpa seijin dari kalian, terpaksa Aditya mengijinkannya Pah... kalian tahu sendiri bukan kalau Vitalia itu anaknya keras kepala... " ucap Aditya, sejenak Erlin menatap tajam sang Suami.


" Apaaa.....,nggak mungkin kan Dit....hiks...hiks...." tangis Mamah Ita pun pecah, sampai-sampai ia pingsan.


" Mah.... Mamah... bangun Mah... " ucap tuan Wijaya pada sang Istri..., akhirnya tuan Wijaya pun langsung membopongnya ke dalam kamarnya, diikuti Aditya,dan Erlin, sesampainya di dalam kamar, Erlin pun memutuskan untuk memeriksa Mamah mertuanya sendiri, walaupun ia sendiri terlihat rapuh setelah mengetahui berita tentang kecelakaan pesawat yang ditumpangi oleh Vitalia.


" Lebih baik kita keluar dulu,Pah..,Mas....biarkan Mamah beristirahat dulu..,oh iya Bik Sumi... tolong jagain Mamah sebentar ya...kami mau mengobrol sebentar..." pinta Erlin pada art keluarga Wijaya,bik Sumi pun menganggukkan kepalanya tanda menyetujuinya.


lalu mereka pun berjalan keluar,dan Erlin pun membuka suara dan berkata:" Jadi kamu sudah membohongiku Mas...???, bukannya Mas Aditya bilang kalau Vitalia kamu tugaskan ke Jepang...,katakan padaku,Mas...kamu berbohong kan Mas.... hiks...hikss..hiks..." tegas Erlin,mendekat ke arah Aditya lalu memukul-mukul dada bidang Suaminya,sambil menangis sesegukan.


" Sayang...sayang....sssstttt.... dengarkan aku dulu..." ucap Aditya sambil memeluk sang Istri.


" Lebih baik kamu jujur saja pada Istrimu,Dit...dia berhak tau semuanya... " ucap tuan Wijaya.


" Tapi Pah...,memang sebenarnya keinginan Vitalia sendiri untuk ke Jepang, dia kesana bersama Mbak Mirna,ingin bertemu dengan Grandpa...,dan Vitalia ditugaskan untuk memimpin perusahaan disana...,Aditya benar-benar berkata jujur Pah..." ucap Aditya.tak berselang lama ponsel milik Aditya pun berbunyi


" Halo...


" Dit... pesawat yang ditumpangi Vitalia mengalami kecelakaan... " ucap seorang wanita diseberang sana, Aditya yang merasa mengenali suaranya sontak terkejut dengan ucapan suara wanita tersebut.


" Mmm...Mbak Mirna....??!!! , bagaimana bisa mbak Mirna telpon kami..?? bukannya Mbak Mirna sedang bersama adik...??,kenapa tidak bersama dengan Vitalia mbak....?? berbagai pertanyaan dilontarkan Aditya pada Lakak sepupunya, sontak membuat tuan Wijaya dan Erlin terkejut mendengarkan Aditya.

__ADS_1


" Aditya...tenangkan dirimu...,Jadi begini ceritanya...


__ADS_2