Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 132


__ADS_3

Permintaan Maaf Laras


" Hey.... sssttt... Ras..., Aku sudah memaafkanmu.., jangan begitu.. okey..." balas Vanya lalu melepaskan pelukan Laras dan menghapus air mata Laras.


" dok... hikss..., hiks.., Aku benar-benar merasa bersalah sama Kamu.., seharusnya Kamu yang menikah dengan Aldo bukan Aku..." ucap Laras sambil menangis sesegukan.


" Ehh... ssttt sudah-sudah.... jangan bilang begitu..., jodoh sudah ada yang ngatur Ras..., Aku sama Edward menikah juga bukan karena terpaksa kok..." balas Vanya, sambil mengusap air mata Laras yang berjatuhan.


" Beneran dok...??" tanya Laras memastikan.


" Iyaa..., benar Ras... Kami menikah juga karena Cinta, bukan karena sebuah obsesi...


" Thanks ya dok sudah memaafkanku, setelah ini Aku berjanji akan berubah menjadi lebih baik lagi..." ucap Laras.


" Alhamdulillah..., kalau ingin berubah menjadi lebih baik lagi..., Saya dukung itu..." ucap Vanya penuh syukur mendengar Laras ingin berubah.


" Terimakasih juga dok... sudah menyadarkan ku..." ucap Laras berterima kasih pada Vanya karena sudah membuat dirinya sadar, akan tetapi Vanya bingung dengan ucapan terimakasihnya tersebut.


" Maksudmu..??"


" Setelah penjelasanmu yang beredar di stasiun televisi..., Aku jadi tersadar bahwa Cinta itu tidak bisa dibagi menjadi dua.." jawab Laras dan Vanya pun membalasnya dengan berkata:" Kau benar Ras..., Cinta itu murni dalam hati kita, tapi hati kita tak bisa dibohongi Ras, bahwa Cinta jika dibagi dengan wanita lain itu rasanya begitu menyakitkan...., sejak awal Aku sudah memperingatkan padamu dan Alhamdulillah akhirnya Kau sadar juga meskipun terlambat..."


" Thanks dok, atas nasehatnya..., tapi justru entah mengapa hatiku berbeda dengan Aldo setelah mendengarkan sendiri penjelasanmu.." ujar Laras menundukkan kepala karena bersalah.


" Berbeda gimana...??" tanya Vanya bingung.


" Dia melamarku, dan Aku menolaknya dok..." terang Laras, sontak membuat Vanya terkejut dengan keputusan Laras yang sama sekali tak diduga olehnya.


" Apaaa...???, Laras... kenapa Kau malah menolaknya...??, bukankah itu yang Kau mau selama ini..??" tanya Vanya menatap heran Laras.


" Itu bukan sesuai dengan keinginanku dokter Vanya..., justru Aku merasa sakit hati Dia ternyata tidak mencintaiku setulus Dia mencintaimu dokter Vanya..." tutur Laras dengan nada melemah.


" Jangan bilang seperti itu Ras..., mungkin Kau benar Dia mencintaiku tapi Cinta Dia ternodai karna dirinya sendiri, yang lebih mementingkan egonya sendiri daripada perasaan orang lain...." sanggah Vanya terhadap pernyataan Laras.


" Kau tahu tidak dok..., Dia ingin menikahiku ternyata hanya karena harta dan perjodohan saja..., dan kemarin sehabis dari ijab qabul kalian, Dia datang ke apartemenku tiba-tiba saja dia melamarku..." terang Laras.


" Tapi Aku menolaknya... karena hanya dijadikan pelampiasannya saja, Aku tak mau itu..., apa itu salah dok..??" jelas Laras menjelaskan pada Vanya.


" Keputusanmu sudah tepat sekali, Ras..., Aldo memang pantas menerima semua itu, karena perbuatannya sudah melampaui batas..." jawab Vanya dengan tatapan tak dapat diartikan.


" Kau benar dokter Vanya, Aku pun juga berfikir seperti itu, tapi Dia menunggu keputusanku..." sambung Laras.


" Maksudmu...?? tanya Vanya mengerutkan keningnya bingung.


" Karena Aku tak pantas menjadi Istrinya dok..., Aku belum siap..., hiks... hiks... hikss..." jawab Laras sambil menangis sesegukan.


" Hey ssstt sudah jangan bilang seperti itu Ras, Kau tahu Aldo itu juga sebenarnya menyukaimu... " terang Vanya sambil berusaha menenangkan Laras.


" Tidak dokter Vanya..., semuanya itu sandiwara saja...." ucap Laras dengan nada melemah.


" Sandiwara??, kalau pun sandiwara lantas apakah Kau menyerah begitu saja??, buktikan Ras... kalau Kau sebenarnya Wanita baik-baik.." ujar Vanya.


" Dan mulai sekarang berubahlah.., Aku akan mendukungmu..." sambung Vanya lagi memberikan dukungan pada Laras.


" Terimakasih dokter Vanya, hatimu memang begitu mulia dok... maafkan Aku telah menyakitimu berkali-kali..." ucap Laras dengan nada penuh penyesalan.

__ADS_1


" Ras... jangan berterimakasih padaku, berterimakasih lah pada Allah karena telah menyadarkanmu, dan ya ingat jangan memanggilku dokter Vanya, kita sekarang teman Ras..., panggil Aku Vanya saja okey...." ujar Vanya sambil tersenyum ramah, ke arah Laras.


" Tapi... Aku..." ucapan Laras terhenti karena dipotong oleh Vanya yang berkata:" Sudah tidak ada tapi-tapian.... mulai sekarang kalau ada apa-apa hubungi Aku.. okey..." ucapnya sambil tersenyum ramah pada Laras.


" Okey dok.. eh Van..." jawab Laras membalas senyuman Vanya.


" Nahhh gitu dong.... damai itu indah Bestie.." ucap Dina menimpali obrolan mereka berdua sambil memetik jarinya, lalu di ikuti dengan gelak tawa Vanya dan Laras.


" Hehehe... "


" Yeee... malah ketawa..." ucap Dina


" Biarin lah Din..., makanya Lo cepat nikah gih... tuan Irsyad menunggumu.." tutur Vanya menggoda Sahabatnya, sambil menaik-naikkan alisnya.


" Isshh apaan sih Lo... nggak nyambung..., ogah banget Gue..." jawab Dina ketus bergidik ngeri sendiri mendengar nama dr.Irsyad.


" hehehe..., iyaa iya.., emm ada pasien yang datang belum Din...??" tanya Vanya sambil terkekeh geli melihat Sahabatnya berhasil digoda olehnya.


" Belumlah Van..., Lo datangnya kepagian sih..." balas Dina apa adanya.


" Hmmm baiklah..."


" Oh ya Ras...." belum sampai Vanya menyelesaikan bicaranya pada Laras tiba-tiba saja ada seseorang datang tanpa mengetuk pintu dengan terengah-engah.


Braaakkk....


mereka yang ada di ruangan Vanya pun sontak menengok ke arah pintu.


" Astagaaaa Clara... Ngagetin saja sih Lo...!!" seru Vanya terkejut dengan kedatangan Sahabatnya.


" hosh.. hoshh... hosh..., Van.. Din... gawat..." ucap Clara sambil terengah-engah seperti sedang dikejar seseorang.


" Apanya yang gawat sih Ra..??" tanya Vanya mengerutkan keningnya bingung dengan kedatangan Sahabatnya yang masih ngos-ngosan belum menjawab pertanyaan dari Vanya.


" Lagian Lo ngapain juga seperti habis lari maraton saja...." timpal Dina memotong pertanyaan dari Vanya pada Clara.


" huh..." Clara pun berusaha mengatur nafasnya.


" Jadi gini... Gue tadi ketemu Erlin di parkiran terus mereka berantem sama Risa tau nggak..


" Apa....??" tanya mereka bertiga terkejut


" Ayo makanya buruan kesana...., Gue takut kalau terjadi apa-apa sama Erlin..." ujar Clara meminta para Sahabatnya agar segera menolong Erlin.


" Oh ya Lo ngapain kesini...??" sambung Clara bertanya, memandang ke arah Laras heran.


" Ck sudah jangan buang waktu..., nanti Aku jelasin..., Ayo..." ucap Vanya lalu keluar dari ruangan diikuti para Sahabatnya.


*****


Sementara di luar RS.Wijaya terjadi perdebatan seru antara Erlin dan juga Risa yang tiba-tiba saja datang ke RS menarik Erlin yang sedang turun dari mobil, dan kejadian tersebut diketahui oleh Clara Sahabat Erlin, Ia berinisiatif ke ruang direktur utama menemui Aditya, namun sayangnya hari ini Aditya bertugas di kantor perusahaan Wijaya Group.


" Risa... sebenarnya maumu apa sih...??, kalau Lo punya masalah sama Gue, bilang baik-baik bukan ngajakin berantem..., ini tempat umum bukan ring tinju..." tutur Erlin berusaha mengingatkan Risa.


" Bilang saja kalau Lo itu takut sama Gue... " ucap Risa meremehkan sambil bersedekap dada.

__ADS_1


" Heh... yang benar saja... Gue takut sama Lo...??, yang ada Elo yang bakalan bertekuk lutut sama Gue...." balas Erlin tak terima dengan perkataan yang dilontarkan oleh Risa.


" Apa...??, Lo tau nggak Aditya itu milik Gue, dan Lo merebutnya, jadi wajar kalau Gue merebutnya kembali....ucap Risa dengan nada meninggi.


Plaakkkk....


tamparan keras melayang dipipi sisi kiri Risa.


" Tutup mulutmu Risa..., kalau Kau tidak tahu yang sebenarnya jangan mengusik keluarga kecilku... dasar pelakor..." geram Erlin, menatap tajam Risa.


" Yang pelak*r itu Elo perempuan m*rah*n....!!" seru Clara, dan tiba-tiba saja.


Plaakkkk....


sebuah tamparan keras lagi-lagi melayang disisi pipi kanan Risa, yang dilayangkan oleh Clara.


" Clara..." gumam Risa pelan, sambil memegangi pipinya menahan sakit, lalu menatap ke arah Clara yang tiba-tiba datang.


" Jaga bicaramu Sa...., Kau itu siapa??, datang-datang sudah main rusak rumah tangga orang saja, Lo sadar nggak sih Lo tuh sedang bicara sama siapa....


" Emangnya Gue pikirin..??, enggak tuh..., lagian nih ya duluan kenal mana Gue dibanding Dia Ra..., lagian Lo juga ngapain belain Dia.., bukannya dulu Lo suka juga dengan Aditya..." tutur Risa dengan nada mengejek.


" Cukup Sa..., itu dulu dan jangan pernah mengungkitnya kembali di depanku, dan di depan Sahabatku lagi...!!" lantang Clara melawan perkataan Risa.


" Memangnya kenapa kalau Aku mengungkitnya, kalian takut ya jika Aku merebut Aditya dari kalian...??!!" ucap Risa meremehkan.


" Awas Kau Risa...!!" seru Erlin tak terima, dan akan memukul wajah Risa, tapi dilerai oleh Sahabatnya.


" Erlin sudah tenangkan dirimu..., biarkan saja orang seperti itu jangan diladeni.." tegur Vanya menghalangi niat Sahabatnya untuk memukul Risa.


" Tapi Van... Dia..." ucap Erlin terhenti karena teriakan Sahabatnya yang memanggil petugas keamanan yang tempatnya sebenarnya lumayan jauh dari pos keamanan, Ya sebenarnya Vanya melihat jika ada petugas keamanan sedang berpatroli keliling RS.


" Satpam cepat kemari....!!" teriak Vanya meminta satpam untuk datang mencairkan suasana.


" Ada apa Bu dokter...??


" Cihh beraninya main kroyokan..." gumam Risa masih terdengar oleh yang lain, tapi tak dihiraukan oleh mereka yang ada disitu.


" Bawa Wanita itu keluar dari RS ini, dan jangan biarkan Dia masuk kembali kesini lagi Pak..." perintah Clara pada petugas keamanan RS tersebut.


" Baik dok...."


" Cepat keluar Kau dari sini...!!" seru petugas keamanan tersebut pada Risa, sambil menarik tangan Risa.


" Lepasss...., Gue bisa sendiri..." elak Risa berusaha menolak cekalan tangan pihak pengamanan RS.


" Tunggu pembalasan dariku Erlin Putri Sanjaya...!!" seru Risa sambil menatap tajam Erlin, lalu pergi dari RS, diikuti oleh petugas keamanan.


******


Duhhh... Risa datang lagi gaesss..., bagaimana kisah mereka selanjutnya??, lantas apakah setelah melakukan pertemuan dengan Vanya, membuat Laras menerima Lamaran Aldo???


Sambil menunggu up dari Author, yuk baca Novel teman Author


__ADS_1


__ADS_2