
Rencana Bulan madu
Akhirnya Aditya dan Erlin memutuskan untuk sarapan pagi bersama keluarganya yang sudah duluan menyantap sarapan pagi..., Aditya dan Erlin pun menuruni tangga dengan mesra
"Wahhh ini nih.... pengantin barunya baru dateng...."seru Vitalia, menyambut kakak,dan kakak iparnya yang sedang menuruni tangga.
"Vitalia.... nggak sopan...." tegur Mamah Ita pada Putrinya.
"Sudah mah... nggak papa... kayak nggak tau adik saja..." ucap Aditya sambil memeluk pinggang sang istri.
"Tapi kan ini di Hotel bukan di rumah..ucap Mamah Ita.
"Tauk nih.... mamah....,,lagian kan ini juga hotel milik keluarga kita kan mah..."protes Vitalia.
"Iyaaa sayang....tapi nggak usah teriak-teriak gitu juga kali nak... "ucap sang Papah. Vitalia hanya cemberut mendapati teguran dari sang Papah. Erlin yang melihat pun terkekeh geli melihat sahabatnya yang kini telah menjadi adik iparnya.
"Ngapain Lo... ketawa... ketawa..." ketus Vitalia.
"Astagaaaa adikku yang satu ini....,, kamu kenapa sih...,, nggak usah manyun gitu.. buruan makan....,,kasian tuh makanannya... " ucap Erlin sambil menghampiri Vitalia yang sedang menyantap makanan.
"Tuh... dengerin tuh apa kata kakak iparmu..,buruan makan...."titah Mamah Ita.
"Hmmm....iyaaa... iyaa mah... "jawab Vitalia.
Aditya dan Erlin pun akhirnya ikut bergabung untuk makan pagi bersama kedua keluarga besarnya, tak ada satupun yang membuka suara ketika makan. setelah acara makan pagi mereka selesai tuan Wijaya pun membuka obrolan..
"Aditya.... apa kalian nggak ada rencana buat bulan madu...???" tanya tuan Wijaya pada Putanya.
"Gimana Yang...?? " tanya Aditya,meminta persetujuan sang istri.
"Hmmm....ya.... kalau aku sih terserah mas saja lah....." ucap Erlin lembut.
"Cieeeee sekarang manggilnya mas nih....berasa terbang di atas awan nggak sih kak....,di panggil gitu sama Erlin..??" tanya Vitalia menggoda sang kakak,dan kakak iparnya.
"Dik.... apa-apaan sih....ucap Aditya, pada sang adik.
"Lahh kan cuma nanya...."terang Vitalia ketus.
"Astaghfirullahalazim ngimpi apaaa gue punya adek ipar kayak dia..." ucap Erlin sengaja menggoda Vitalia, dengan mengelus dada.
"Nggak usah pakek istighfar kali Er.....,, ups salah....kakak ipar maksudnya heheheh...."ucap Vitalia terkikik geli karena salah panggil pada Erlin yang kini menjadi kakak iparnya. Erlin hanya menggeleng-gelengkan kepala, melihat tingkah sahabatnya, yang kini telah menjadi adek iparnya.
"Dik...... !!" tegas Aditya melototi adiknya..,,akan tetapi malah ditanggapi Vitalia dengan menjulurkan lidahnya mengejek sang kakak.
"Wleekkkk.... " ejek Vitalia pada sang kakak.
"Mas.... sudahh dong... Vitalia nggak salah kok...,,kita sudah biasa kayak gitu..." ucap Erlin pada suaminya.
"Tapi Yang...." protes Aditya.
"Sudah mas... yang tenang... ,,Vitalia itu cuma bercanda mas... " ucap Erlin lagi menenangkan suaminya, sedangkan Vitalia masih mengejek sang kakak.
"Harimau takut sama bininya hahahha.... " seloroh Vitalia terkekeh geli, karena berhasil membuat sang kakak marah.sedangkan yang lain ikut tertawa karena celotehan dari Vitalia yang seperti anak kecil.Aditya hanya menatap tajam Vitalia, karena dia tak berkutik di depan sang istri yang berusaha meredam amarahnya.
"Sudah....sudah..... kalian ini....,,oh ya... Aditya...Erlin... Papah sama Papih mau bicara serius sama kalian... " ucap tuan Wijaya memecah keributan.
"Baik Pah..." jawab serentak Aditya dan Erlin.
__ADS_1
"Dan kamu nak....., temani kakak sepupumu sana...,, Papah liat kakakmu Mirna sedang banyak tugas..." ucap Papah Wijaya.
"Siaaapp...Pah....,jawab Vitalia, lalu beranjak pergi menghampiri Mirna yang terlihat sibuk dengan tugasnya.
"Vitalia tungguin Eyang..., teriak Eyang Ti menghentikan langkah Vitalia.
"Eyang mau ikut....?? ayo... Eyang.. gasss.... hehehe.... " ucap Vitalia pada Eyang Ti,lalu Vitalia pun memapah Eyang Ti untuk ikut bergabung bersamanya dengan kakak sepupunya.
Sementara Aditya dan Erlin kini sedang mengobrol bersama orangtua,dan besan mereka.
"Jadinya gimana nih... kapan kalian berbulan madu...??tanya tuan Sanjaya.
"Kalau aku sih terserah mas Aditya saja...,, takutnya kalau mas Aditya sibuk..Pih..." jawab Erlin.
"Sayang.... jangan begitu dong...., kalau kamu mau...,secepatnya kita berangkat untuk berbulan madu Yang...." ucap Aditya.
"Yang benar mas...???" tanya Erlin memastikan.
"Iyaaa sayang...." jawab Aditya penuh kasih sayang.
"Serius kan Mas.... ???" tanya Erlin lagi, masih belum percaya apa yang dikatakan sang suami.
"Serius my wife..." balas Aditya, meyakinkan sang Istri.
"Ow... so sweet....,, Thank you so much my husband...." ucap Erlin lalu mengecup pipi Aditya sekilas, lalu dibalas kecupan juga oleh Aditya.
"Nahhh.... gitu dong...,, gitu kan jelas....,,terus kalian mau berangkat kapan...??" tanya Mamih Dewi.
"Hari ini Mih...." tegas Aditya.
"Haahh... yang benar saja mas..., kita kan belum siap-siap mas....ucap Erlin.
"Tapi Mih...
"Sayang..... kamu nggak perlu khawatir Yang..., nanti biar Mbok Inah yang nyiapin semuanya..." ucap Aditya.
"Nggak... nggakk... Erlin nggak mau bikin repot Mbok Inah..." ucap Erlin ketus.
"Yasudah kalau gitu nggak usah bawa apa-apa saja..." ucap Aditya.
"Laaahhh terus.... bagaimana dengan pakaianku mas..." ucap Erlin tak terima.
"Nanti bisa beli disana Yang...." jawab Aditya, mencoba memberi pengertian pada sang istri.
"Boros... Mas..."ucap Erlin.
"Nggak Yang.... sudah tenang saja...." ucap Aditya tak mau kalah.
"Terserah Mas... deh... "jawab Erlin kesal pada sang suami.
"Astagaaa.... sudah-sudah kok malah jadi berantem sih... seperti anak kecil saja.... "ucap Mamah Ita, berusaha meredam situasi.
"Sudah nak Erlin.... kamu nurut saja sama Suamimu.... ,, nanti masalah pakaian dan sebagainya urusan belakang... yang terpenting kalian segera berangkat,dan jangan lupa pulang bawa cucu buat kami....ok nak.... ??? ucap Mamah Ita panjang lebar., berhasil membuat mata Erlin membulat.
"Iyaaa Mah.... pokoknya tenang saja kita bakal pulang bawain cucu buat kalian semua...,iya kan Yang...???" tanya Aditya pada sang istri, namun tak dapat mendapatkan jawabannya, melainkan mendapatkan cubitan dari sang istri..
Ckittttt.....
__ADS_1
"Aduhh.... Yang.... sakit.... Yang... " ucap Aditya kesakitan,karna cubitan dari istrinya,yang kini melotot tajam pada sang suami.
"Kenapa kamu dit...???
"Heheheh enggak kok Pah...ucap Aditya sambil mengelus-elus pinggangnya yang sakit dicubit sang istri.
"Hehehe... iya Pah nggak kenapa-kenapa kok... iya kan sayang... ucap Erlin pada suaminya.sambil mengelus-elus pinggang suaminya yang ia cubit tadi.
"Dasaaarr... kalian ini ada-ada saja.... " ucap tuan Wijaya.mereka yang menyaksikan hanya menggeleng-gelengkan kepala saja melihat tingkah anak dan menantu mereka.
"Pokoknya Mamih nggak mau tau ya... kalian sepulang dari bulan madu harus bawa cucu buat kami...." ucap Mamih Dewi.
"Bagaimana mau bawa cucu Mih... buat saja belum...., kita buat dulu okey...." ucap Aditya sekenanya.
"Mas.... Adityaaa.... "ucap Erlin menatap tajam Aditya.
"Hehehehe.. enggak kok Yang...." ucap Aditya sambil nyengir kuda.
"Nahh gitu baru yang namanya menantu Papih.... ucap tuan Sanjaya.
"Pih... nggak gitu juga konsepnyaaa...." protes Erlin pada sang Papih.
"Yaaa gitu dong Yang konsepnya...,, kalau nggak begitu konsepnya terus gimana lagi dong...., masak iya kita cetak langsung jadi... " timpal Aditya pada Erlin.seketika Erlin pun mendengus kesal...
"Issshhh... Mas apaan sih...,dipikir fotocopy apa...??" ucap Erlin sambil memutar bola matanya malas. semua orang yang ada disitu,terkekeh melihat tingkah Erlin yang digoda oleh suaminya, di sela-sela mereka tertawa, ponsel Aditya berbunyi.
"Dreettt... dreett... dreettt...
"Halo... Do....
"Gawat Dit.....,, ada teror di perusahaan kita dit.... ucap Aldo di seberang sana.
"Teror.....??? siapa yang sudah berani bermain dengan Aditya Bramasta Wijaya... !!! tegas Aditya,yang berhasil mengalihkan pandangan semua orang yang berada di sekitar Aditya termasuk Erlin sang Istri.
"Mass... ada apa mas..." tanya Erlin penasaran,tapi tak dihiraukan oleh sang suami.
"Tenangkan dirimu Dit.... ,,seseorang telah melemparkan botol ke kantor perusahaan,didalamnya ada secarik kertas,dengan tulisan berdarah..." terang Aldo pada Aditya.
"Apaaaa....???lalu apa tulisannya... ??" tanya Aditya pada Aldo.
"Mas... mas kenapa...??? tanya Erlin panik karena melihat Aditya penuh emosi,tqpi kali ini di tanggapi oleh Aditya.
"Sayang sebentar ya...."ucap Aditya pada Erlin.
"Cepat do katakan apa tulisannya..." titah Aditya.
"Dit... tulisannya hanya "Tunggu Pembalasku.",tapi tidak ada nama pengirimnya.!! " ucap Aldo.
"Apaaa....???? tunggu pembalasanku??? " ucap Aditya terkejut, sang Istri yang sedang ada disamping Aditya pun ikut terkejut.
"Iya Dit.....,gue sama Hans baru mencari tau siapa yang berani mengirim pesan seperti ini... " ucap Aldo di seberang sana. lalu telpon pun dimatikan secara sepihak oleh Aditya.
Tut.....
"Siapa yang sudah mengirimkan semua itu?? batin Aditya sambil memikirkan sesuatu.
"Mass... siapa mas... ?? tanya Erlin.
__ADS_1
"Aldo... Yang....
"Kenapa....???