
Sedangkan Erlin dan Clara kini sudah berada di bandara di negara X untuk melakukan penerbangan ke Indonesia menggunakan jet milik keluarga Wijaya, sebelum naik ke dalam jet, ia punya inisiatif untuk menghubungi suaminya, entah mengapa hatinya kini mulai tak tenang, belum sempat Erlin menghubunginya, Erlin sudah dulu di hubungi oleh Suaminya.
Dreeettt... dreettt....
" Halo.... Assalamu'alaikum..." ucap Aditya di seberang sana.
" Wa'alaikumsalam....,bagaimana kondisi disana,Mas...?? bagaimana dengan Vanya Mas..?? tanya Erlin berturut-turut dengan perasaan cemas.
" Sayang...., dokter Vanya kini sudah selesai dalam menjalani operasinya,dan Alhamdulillah berjalan dengan lancar, tapi..... " ucap Aditya terhenti, karena ia benar-benar bingung untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya pada sang Istri.
" Tapi kenapa Mas.... ??? tanya Erlin penasaran, tapi Aditya tak kunjung menjawab pertanyaan dari Istrinya, ia benar-benar tidak sanggup untuk menceritakannya pada sang Istri.
" Mas.... kenapa diam...?? jawab Mas...!!! " bentak Erlin pada sang Suami..., sedetik dua detik Aditya hanya mampu berkata..
" Maafkan aku Istriku... aku tak mampu mengatakannya... " ucap Aditya lesu, lalu ia pun mematikan ponselnya. sedangkan Erlin menggerutu kesal, karena sambungan telpon diputus oleh Suaminya.
" Ck....main matiin saja sih....maksudnya apa coba kok bilang seperti itu... ?? ucap Erlin menggerutu kesal.
" Sudah Er...., nggak usah menggerutu gitu..jelek tauk....,ya sudah ayo buruan kita sudah hampir telat nih... " ucap Clara pada Erlin yang melihat sahabatnya terlihat kesal, Erlin pun hanya menganggukkan kepalanya.
Sementara di RS Wijaya, sudah terlihat berjalan normal,dan kondusif, semenjak terjadi kericuhan.., sementara kini Suster Dina masih dalam ruang operasi untuk menjalani operasinya, terlihat dr.Irsyad juga sedang menunggunya di depan ruang operasi bersama dengan Aditya,Alex,dan Hans, yang ada hanya keheningan diantara mereka. Aditya kini berniat menghampiri dr.Irsyad yang terlihat diam terpaku menahan rasa sakit di bagian lengannya karena terkena peluru.
" dokter Irsyad....apakah Lo masih ingin mengusik hubunganku dengan Erlin... ?? gue harap Lo sadar... , setelah kejadian ini, bahwa cinta itu tak harus memiliki, dan cinta bisa dibuktikan dengan sebuah pengorbanan, seperti yang dilakukan Suster Dina terhadap Lo.... " ucap Aditya dingin sambil melihat sekilas luka di lengan dr.Irsyad.
" Hans...., tolong panggilkan tenaga medis sekarang juga...!! " titah Aditya pada Hans... setelah Aditya berkata seperti itu dr.Irsyad pun menoleh ke arah Aditya dan berkata
" Aku tak butuh bantuanmu...!!! ucap dr.Irsyad dingin.
" Hmm ya... terserah apa katamu... " balas Aditya tak kalah dinginnya,lalu pergi meninggalkannya sendirian, ia benar-benar tak mau memperkeruh suasana,setelah mengetahui kebenaran kalau ternyata sahabat dari Istrinya yaitu suster Dina mempunyai hubungan dengan dr.Irsyad.
Disisi lain dr.Vanya kini sedang terbaring lemah tak berdaya di ruang ICU, bahkan dr.Vanya mengalami gagar otak ringan karena benturan keras di kepalanya, sementara Aldo dan Jack sedang menunggu di ruang khusus untuk penunggu pasien ICU, dan pada waktu yang bersamaan dokter dari ICU pun keluar dalam ruangannya, Aldo pun berniat menanyakan tentang keadaan dr.Vanya.
__ADS_1
" Dok... bagaimana keadaan dokter Vanya?? tanya Aldo pada dr.Intan yang merupakan teman sejawat dari dr.Vanya.
" Untuk saat ini, perkembangan dr.Vanya sudah mulai membaik pasca operasi tuan..., tapi kami juga baru berusaha mengeluarkan racun yang ada di tubuh dokter Vanya tuan..
" Apaaa..?? racun..?? ucap Aldo terkejut.
" Iya tuan Aldo... karena dr.Vanya sudah disuntik menggunakan ramuan beracun tuan..., dan ramuan itu seandainya telat dalam penanganan bisa saja dr.Vanya meninggal tuan...
" Hah.... apaaa?? dokter jangan asal ngomong dok... nggak mungkin kan dok.... " ucap Aldo cemas, entah kenapa hatinya merasa cemas karena kondisi dr.Vanya yang sangat memprihatinkan.
" Tuan... tolong tenangkan pikirmu, dr.Vanya sekarang sudah melewati masa itu dan kini kami baru berusaha mengeluarkan racunnya... " terang dr.Intan.
" Trimakasih dok...
" Apa ada lagi yang ingin kalian tanyakan...??
" Tolong pindahkan dr.Vanya diruangan khusus pasien keluarga.., karena dia sahabat dari Istriku dan juga adikku, jadi ia harus mendapat perawatan yang khusus... " ucap Aditya yang tiba-tiba datang dari arah belakang.
" Baik tuan Aditya... " ucap dr.Intan.
" Huh.. Alhamdulillah... " ucap Vitalia sambil keluar dari ruang operasi bersama tenaga medis yang lain, dan seketika dr.Irsyad menghampirinya
" Bagaimana keadaan Dina dok...?? tanya dr.Irsyad khawatir.
" Hmmm... Lo nggak salah kan dok... tanya keadaan Dina..?? ucap Vitalia berbalik tanya.
" Nggak usah berbalik nanya dok...,,cepat tolong katakan padaku bagaimana keadaannya sekarang...!!! tegas dr.Irsyad.
" Hmmmm.... operasinya berjalan lancar, tapi sempat terjadi pendarahan,dan alhamdulillah kami bisa mengatasinya dengan baik...ucap Vitalia dingin,karena ia sendiri sebenarnya merasa sedih bercampur kesal melihat kedua sahabatnya kini terbaring lemah karna ulah dr.Irsyad,orang yang ada di depannya saat ini.
" Oh ya....dr.Irsyad ini semua karnamu bukan..?? kalau bukan karnamu, Dina nggak bakalan seperti saat ini...,bahkan dia bertaruh nyawa hanya karnamu..., begitu pula Vanya... dia sangat terluka karena ulahmu dokter Irsyad..bahkan ia hanya seseorang yang tidak bersalah,dan hanya kau jadikan umpan,untuk menghancurkan hubungan kakakku dengan Erlin sahabatku,, Gue juga tidak semudah itu untuk memaafkan perbuatanmu, jika sampai terjadi apa-apa dengan kedua sahabatku, tak akan kubiarkan kau hidup bahagia dokter Irsyad...,ingat itu... !!! " ucap Vitalia dingin dengan nada mengancam.
__ADS_1
" Hmm ya...,suster.. tolong pindahkan suster Dina di ruangan khusus keluarga bersebelahan dengan dr.Vanya... " titah Vitalia pada perawat yang sedang bersamanya.
" Baik dok... " jawab perawat tersebut.
Sedangkan tak butuh waktu yang lama Erlin dan Clara tiba di Indonesia pukul 17.00 WIB, sesampainya mereka di bandara Clara pun mendapatkan telpon dari seseorang..
dreett...dreettt..dreett...
" Halo... " ucap Clara.
" Istriku... jika sudah sampai di Indonesia,tolong kabari aku..., aku sekarang masih di RS Wijaya..,karena dr.Vanya masih kritis,sedangkan suster Dina terkena tembakan dari polisi karena berusaha melindungi dokter Irsyad.. " ucap Alex menjelaskan.
" Apaaaaa...???!! " ucap Clara membelalakkan matanya terkejut dengan apa yang dikatakan Suaminya.., sedangkan Erlin yang berusaha mendengar obrolan sahabatnya dengan suaminya itu penasaran ingin bertanya,tapi ia urungkan niatnya.
" Mas..., nggak bercanda kan...?? ucap Clara memastikan, sambil melirik ke arah Erlin,Erlin pun hanya menatap Clara bingung,tak lama pun sambungan telpon terputus, karena dimatikan sebelah pihak oleh Alex.
" Ada apa sih Ra...?? tanya Erlin penasaran.
" Er...,Vanya kritis sedangkan Dina terkena tembakan dari polisi, karena berusaha melindungi dr.Irsyad... " terang Clara pada sahabatnya, sontak membuat Erlin tak kalah terkejutnya
" Apaaa....??? nggak nggak mungkin Ra..., itu nggak mungkin kan...??!! " ucap Erlin sambil mengguncang-ngguncang tubuh Clara.
" Erlin... Erlin... tenangkan dirimu...,,!! ucap Clara pada Erlin berusaha menenangkan Erlin.
" Tapi Ra.. ini semua salahku.... hiks..hikss.." ucap Erlin sambil menangis sesegukan, Clara pun langsung memeluknya.
" Sssttt... kamu fikir aku juga tidak khawatir apa..?? ucap Clara.
" Yasudah kalau begitu, ayo...cepetan kita tidak punya banyak waktu lagi Er... kita harus segera ke RS " ucap Clara sambil melepaskan pelukan Erlin,lalu mereka pun bergegas menuju ke RS.
..." Sahabat sejati bukanlah mereka yang memiliki banyak persamaan, tapi mereka yang memiliki pengertian terhadap setiap perbedaan, Sahabat juga tak akan menghilang saat masalah datang, tapi menggandeng tanganmu dan menghadapinya bersama-sama."...
__ADS_1
FYI
...jangan lupa like dan komennya ya teman-teman๐๐...