Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 92


__ADS_3

Keesokan harinya di kediaman Keluarga Ferrari, Vanya bersiap untuk bekerja, sementara El akan di antar pulang ke rumahnya dulu, sementara Neysa akan diantar Vanya ke sekolah.


" Sayang... kalau sudah selesai sarapannya nanti El di antar sama bunda dokter ya... " ucap Vanya pada El.


" Tapi Bunda... El nggak mau pulang, El maunya sama Bunda dokter saja... "


" El nggak boleh gitu... Bunda kan mau kerja,cari uang...." ucap Neysa memberi pengertian kepada adiknya.


" Pokoknya El maunya sama Bunda dokter... titik... " rengek El.


" Sudah-sudah... jangan berantem..., kalau begitu nanti El ikut Bunda dokter ya ke Rumah Sakit.., dan Kak Neysa nanti langsung ke sekolah ya sekalian..." ucap Vanya berusaha mencairkan suasana,seketika mereka pun menuruti perkataan Vanya, dan mereka pun bersiap untuk segera berangkat.


" Tuhh Mom... liat sepertinya Putrimu sudah sangat pantas untuk menikah, apalagi kalau menikah dengan tuan Aldo.."ucap tuan Adam pada sang Istri sambil melihat ke arah Putrinya, tapi masih kedengaran oleh yang lain, belum sampai sang Istri menjawab,Vanya pun menimpali, dan berkata:" Isshh Daddy.... apaan sih... " dengus Vanya kesal.


" Siapa itu Aldo, Van...?? tanya Ferdi pada Vanya.


" Bukan siapa-siapa....,nggak penting juga... jangan dengarin omongan Daddy sama Mommy... " ucap Vanya ketus sambil berdiri dari kursi meja makan,dan mengambil tasnya,lalu menghampiri El dan Neysa yang berada di ruang keluarga untuk bersiap-siap.


" Vanya... kebiasaan kamu itu.. " bentak Ferdi, tapi Vanya tak menggubris ucapan dari kakak angkatnya itu.


" Sudah.. biarkan saja... Fer... suatu saat pasti kamu tau sendiri... " ucap sang Mommy pada Ferdi, agar tidak berseteru dengan Adiknya.


" Ayoo El... Kak Ney... kita berangkat... " ucap Vanya sambil menggandeng kedua anak tersebut yang sudah ia anggap seperti anaknya sendiri.


" Tapi Bunda...kita belum pamit sama Oma sama Opa...." ucap El mengingatkan Vanya,dan juga Kakaknya,mau tak mau Vanya menganggukkan kepalanya tanda menyetujui.


" Ya sudah kalian pamit dulu sama Opa sama Oma...,Bunda tunggu disini.


" Bunda nggak ikut...?? tanya Neysa.


" Enggak sayang...bunda sudah pamit tadi" bohong Vanya,ia sebetulnya terpaksa berbohong,padahal sebenarnya ia sudah terlanjur malas dan kesal,karena ucapan sang Daddynya tadi, dan pertanyaan dari Kakak angkatnya... , sementara El dan Neysa pun berpamitan dengan kedua orangtua Vanya dan Kakak angkat dari Vanya.


" Opa... Oma... kami berangkat dulu ya... " ucap Neysa.

__ADS_1


" Iya Opa.. Omaa.. El juga mau pergi dulu yaa... " ucap El.


" Iyaa sayang... jangan nakal ya kalian..." ucap Valen, sambil mencubit pipi El lalu mengelus-elus rambut Neysa.


" Kak Neysa sekolah yang rajin ya... biar nanti bisa seperti Opa... " ucap Adam, membuat Ferdi geram, dan tak terima dengan apa yang dikatakan sang Daddy, ia berfikir kenapa Daddynya bisa semudah itu terhadap orang lain, bahkan ia juga bingung kenapa kejadian seperti ini keluarganya tak ada satupun yang bercerita tentang anak-anak kecil itu, Vanya yang biasanya bercerita kepadanya tapi kali ini tidak.


Sesudah El dan Neysa berpamitan, mereka menghampiri Bunda dokternya yang menunggu di ruang keluarga.


" Sudah..?? tanya Vanya pada El dan Neysa.


" Sudah Bunda... " jawab mereka serempak.


" Bagus.... kalau gitu ayoo kita berangkat..., sudah hampir telat... " ucap Vanya sambil melihat jam tangannya, lalu menggendong El, dan diikuti oleh Neysa dibelakangnya.


" Daddy.... Mommy kita berangkat... " teriak Vanya di ambang pintu,bahkan teriakannya terdengar sampai ke seluruh penjuru rumah, sedangkan orangtua Vanya dan Kakak angkatnya yang mendengarnya pun hanya bisa menghela nafasnya panjang,dan menggeleng-gelengkan kepalanya,karena tingkah Vanya.


Sementara di RS Wijaya


terlihat sepasang Suami Istri yang kini sedang berjalan menyusuri lorong RS,dengan begitu mesranya, tanpa menghiraukan yang lainnya, tanpa mereka sadari ada seseorang yang berlari dari arah belakang tak sengaja menabrak sepasang Suami Istri tersebut.


orang itu tersungkur match ke lantai karena berbenturan dengan Erlin dan Aditya.


" Upss.... sorry sorry Guee nggak sengaja... " ucap orang tersebut sambil berdiri karna tersungkur di lantai.


" Astaghfirullah Vitalia... " ucap Erlin dan Aditya bersamaan.


" Astaaagaaa ternyata kalian..., duuuhh maaf...maaf...,sumpah Gue benarr-benar nggak sengaja... " ucap Vitalia meminta maaf pada sang Kakak dan Kakak Ipar.


" Kamu itu Vitalia kebiasaan.... kalau jalan itu liat-liat... " ucap Aditya dingin.


" Issshh iyaaa iyaaa... bawel amat sih jadi orang..., lagi pula Vitalia juga sudah minta maaf..." ucap Vitalia.


" Lagian kenapa lari-lari sih Vit...?? tanya Erlin pada Vitalia.

__ADS_1


" Gue buru-buru tauk... " ucap Vitalia.


" Oh yaaa...terus kenapa kalian juga malah mesra-mesraan di tengah lorong RS gini sih.... nggak malu apa diliatin banyak orang...??" tanya Vitalia panjang lebar sambil melihat orang-orang sekitar, yang sedang melihat ke arah mereka.


" Biarin.... " ucap Aditya dingin sambil mengencangkan rangkulannya..., seketika Erlin terbelalak dengan sikap Aditya yang sangat posesif terhadapnya.


" Mas... apaan sih...,sakit tauk..." rengek Erlin.


" Astagaaa... heh... sudah-sudah nggak usah ribut... kalian ini mau diapa-apain juga sudah sama-sama bucin, jadi ada banyak orang pun bodo amat... ,serasa dunia milik berdua...,sudah sudah deh kalau begitu, Gue cabut dulu ya daahhh...Kak Adit dan Kakak Ipar...." ucap Vitalia komplit dengan sindirannya.sedangkan Erlin menggerutu tak jelas melihat tingkah sahabatnya itu, sekaligus Adik Iparnya.


" Isshh nyebelin... awas aja Lo.. " gerutu Erlin.


" Sudah Yang... nggak usah dipikirin...wajar kalau dia bilangnya begitu,mungkin dia pengen nikah Yang,karena melihat kita bermesra'an terus" ucap Aditya pada sang Istri.


" Mungkin... dan bisa jadi sih Mas... " ucap Erlin.


" Ya sudah ayo... keburu kamu ditungguin banyak pasien, Mas juga akan ada meeting dengan client... " ucap Aditya.


" Ok sayang.... " jawab Erlin sambil tersenyum manis, dan mencubit hidung sang Suami, dan mereka pun kini sudah kembali bekerja dengan pekerjaannya masing-masing, berbeda dengan Vanya ia benar-benar terlambat ke RS, selain jalannya macet ia juga tadi sempat di ajak ngobrol dengan wali kelas dari Neysa yang bertanya tentang dirinya.


" Duhh... telat banget Guee... " ucap Vanya sambil melihat jam tangannya, lalu menoleh ke samping ternyata El sedang tidur, lalu ia segera keluar dari dalam mobil,lalu membuka pintu sebelah untuk menggendong El,karena ia tak tega untuk membangunkannya.., Vanya pun kini menyusuri koridor RS sambil menggendong El,dengan terburu-buru, bahkan banyak mata yang melihat ke arahnya tapi ia menghiraukannya, pas dia mau sampai di ruangannya dia dikejutkan dengan suara bariton yang memanggil namanya.


" dokter Vanya... berhenti... " ucap seseorang itu dari belakang, seketika Vanya pun menghentikan langkahnya, karena ia merasa dipanggil, lalu ia pun menoleh ke belakang dan berkata: " Tu... tuan Aldo.... " Vanya terbata.ya ternyata orang yang memanggilnya adalah Aldo, Ayah dari El dan Neysa.


" Kau... darimana saja...., jam segini baru datang..?? " tanya Aldo dingin.


" Hmm Saya... " ucap Vanya terhenti, sambil berfikir.


" Nggak nggak... Guee nggak boleh lemah di depan dia..."


" Bukan urusan anda tuan.... " ucap Vanya lalu akan melanjutkan langkahnya untuk berjalan tapi d cegah oleh Aldo, dan


Greepp...

__ADS_1


tangan Aldo mencengkram kuat pundak Vanya, lalu berkata: " Kau.... beraninya membawa anak-anakku tanpa seijin dariku... " ucap Aldo sambil menatap Vanya tajam.


...Buat para Readers jangan lupa Vote, Like, dan Komennya Ya..... biar author semangat upnya... Terimakasih... 🥰🥰🙏🙏...


__ADS_2