Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 97


__ADS_3

Kepergian Vitalia


Masih di RS.Wijaya, jam operasional RS sudah tutup,dan kini terlihat Vitalia sedang membereskan barang-barangnya, sedangkan Vanya tiba-tiba masuk ke dalam ruangan Vitalia pun keheranan melihat Vitalia yang tak seperti biasanya.


" Mau kemana Lo,Vit...,tumben buru-buru mau pulang...?? " tanya Vanya pada sahabatnya.


" Eh. . Elo.. Van...,emm Gue rencana hari ini juga mau pergi ke Jepang,Van...,dan Gue mau resign dari RS.Wijaya.... " ucap Vitalia, membuat Vanya yang mendengarkan terkejut dengan pernyataan dari Vitalia.


" Apa katamu....??, Lo nggak bercanda kan Vit..., kenapa semendadak ini sih...??" tanya Vanya, kali ini dia benar-benar kesal dengan keputusan sahabatnya yang tiba-tiba mengundurkan diri dari pekerjaannya di RS milik Kakaknya,dan meninggalkan tanah air.


" I'm really serious my friend.. I'm sorry.. if I have made you angry and sad.." ucap Vitalia pada Vanya, sontak Vanya pun lalu berhambur memeluk Vitalia erat-erat..sambil menangis sesegukan...


" Jangan pernah berkata seperti itu padaku Vita...,Gue sama sekali tidak marah denganmu, tapi hanya sedikit kesal, dan sedih....hiks...hiks... hiks... " ucap Vanya sambil menangis sesegukan, didalam pelukan Vitalia.


" Hey...sama saja kali Van...,Ehh... sudah... jangan menangis dong Van... kan Gue cuma ke Jepang..." ucap Vitalia sambil berusaha menenangkan Vanya yang sekarang sedang memeluknya,dan ternyata disaat mereka berpelukan,ada sepasang mata menatap ke arah Vanya dan Vitalia,siapa lagi kalau bukan Suster Dina,ya Dina yang sedari tadi mendengarkan ucapan Vitalia,dia sangat terkejut mendengar sahabatnya tiba-tibaa akan pergi ke Jepang,sampai-sampai ia menjatuhkan semua buku yang dibawanya.


Bruukkk...


Seketika Vanya dan Vitalia menoleh ke arah sumber suara,dan melepaskan pelukannya,sementara Dina terus berlari menghampiri mereka berdua masuk ke dalam ruangan Vitalia, lalu berhambur kepelukan Dina.


" Vitalia katakan padaku kalau kau hanya berbohong bukan... " ucap Dina sambil memeluk Vitalia.


" Dina.... dengarkan Gue..., Gue cuma ke Jepang, Guee nggak kemana-mana... " ucap Vitalia berusaha menjelaskan.


" Tetap saja kami merasa kesepian Vit...biasanya kita berempat,dan mulai sekarang kita jadi bertiga lagi hikss.. hikss... " ucap Dina.


" Dina... Lo nggak boleh bilang begitu.. Gue itu ditugaskan kesana... sudah tenang ya..." ucap Vitalia lalu melepaskan pelukan Dina, dan mereka bertiga pun lalu berpelukan.


sementara disisi lainErlin sedang kebingungan mencari Vanya,dan Dina.


" Dok... tahu dokter Vanya nggak??" tanya Erlin pada salah satu teman sejawatnya.


" Tadi kaya'nya ke ruangan dr.Vitalia deh,dok..." ucap dokter tersebut


" Oh...ok....,yasudah dok..kalau begitu, saya kesana dulu ya dok...thanks ya..." ucap Erlin sambil tersenyum ramah,pada salah satu teman sejawatnya.akhirnya memutuskan untuk pergi ke ruangan Vitalia untuk menemuinya dengan terburu-buru.

__ADS_1


Di saat Erlin berjalan disepanjang koridor RS, ia melihat dr.Mirna yang akan masuk ke ruangan Vitalia, ia akhirnya berteriak.


" Mbak... tunggu... " teriak Erlin pada dokter Mirna, seketika Mirna pun menghentikan langkahnya, dan menoleh ke arah sumber suara.


" Erlin... ada apa memanggilku....??" tanya dr.Mirna.


" Mbak apa benar, mbak mau ikut dengan Vitalia ke Jepang..?? " tanya Erlin serius.


" Iyaa.. benar Er...,sudah kamu tenang saja.... mbak berjanji akan menjaga Adik Iparmu disana baik-baik..." ucap dr.Mirna


" Tapi Mbak....apa sepenting itukah... sampai-sampai kalian harus kesana...?? " tanya Erlin,ingin tahu sebenarnya ada keperluan apa mereka ke Jepang.


" Penting banget..., Kak..,bukannya Vitalia sudah bilang, kalau Vitalia ada keperluan mendadak...." timpal Vitalia yang tiba-tiba muncul dibalik pintu di ikuti Vanya dan Dina.


" Vitalia...,Kakak Ipar benar-benar tanya serius...,apa Lo tak ada niatan untuk tetap disini gitu... " ucap Erlin lagi.


" Enggak Kak... ini sudah tugasku..., Vitalia kesana ditugaskan oleh Kak Aditya untuk mengurus perusahaan disana... " ucap Vitalia.


" Tapi Dik...perasaanku benar-benar tidak enak...hiks..hiks..hiks..." ucap Erlin sambil menangis sesegukan,lalu Vitalia pun menghampirinya dan memeluk Kakak Iparnya berusaha menenangkan, Erlin yang biasanya memanggil Vitalia dengan sebutan nama, sekarang ia memanggilnya dengan sebutan Adik, entah mengapa kali ini perasaannya benar-benar sedih, seakan ditinggalkan selamanya oleh Adik Iparnya.


" Sssstt Kak... , jangan bilang seperti itu..., Vitalia janji nanti kalau sudah sampai Vitalia akan mengabari kalian... " ucap Vitalia sambil memeluk Kakak Iparnya.


" Iya Kakak Iparku sayang..., sudah dong jangan nangis...,Vitalia jadi ikutan nangis nanti... " ucap Vitalia sambil merenggangkan pelukannya, sementara Vanya dan Dina juga ikut menangis sesegukan, entah mengapa hati mereka juga tak rela jika Vitalia pergi ke Jepang..., kemudian Vanya,dan Dina ikut menghambur memeluk Erlin dan Vitalia, saat ini mereka berempat saling berpelukan..., bahkan mereka tak peduli dengan tatapan orang-orang disekitarnya,termasuk para tenaga medis.


" Vitalia sudah waktunya kita berangkat ke bandara... " ucap dr.Mirna sambil melihat jam tangannya yang melingkar ditangannya,tapi sayangnya Vitalia tak menggubrisnya,dan tak lama kemudian Aditya pun datang bersama Hans.


" Bagaimana Mbak Mirna,apa Vitalia sudah siap untuk berangkat... ??" tanya Aditya yang menghampiri dr.Mirna.


" Tuh liat..., apa kamu tega,Dit...melihat mereka sedih..., bahkan mereka berempat sangat kompak sekali,sudah seperti Kakak beradik yang saling melindungi satu sama lain,dan tiba-tiba saja salah satu dari mereka pergi... " ucap dr.Mirna pada Aditya.


" Sebenarnya Aditya juga tak tega Mbak..., mau gimana lagi.., ini semua atas kemauan Vitalia sendiri... bahkan tanpa sepengetahuan Papah sama Mamah...,Adit terpaksa mengiyakan permintaannya...,dan Mbak tau sendiri bukan, kalau Vitalia itu sangat keras kepala, bahkan dia bisa bertindak nekat jika tidak dituruti..." ucap Aditya.


" Aduuuhh...yang benar saja kamu,dit... terus misal kalau Om sama Tante tau bagaimana dong...reaksinya nanti...apa nggak marah besar...??" tanya dr.Mirna panik,dan ia tak menyangka,jika Vitalia belum ijin dengan kedua orangtuanya.


" Tenang saja Mbak..,nanti biar Aditya yang Menjelaskan pada Papah,dan Mamah... " ucap Aditya.

__ADS_1


" Tenang bagaimana Dit...,jelas Mbak kepikiranlah... bagaimana kalau Grandpa bertanya padaku..??, bisa habis dong, Mbak.... " ucap dr.Mirna.


" Ck...sudah pokoknya tenang saja... kalau ada apa-apa hubungi Aditya saja Mbak..." ucap Aditya.


" Hmmm ya sudah deh..terserah kamu saja... " ucap dr.Mirna pasrah.


sementara mereka berempat masih saling berpelukan erat,bahkan mereka tak menyadari akan kedatangan Aditya ke RS bersama Hans, dan pelukan mereka buyar ketika ada salah satu perawat dan dokter lewat,menyapa Aditya.


" Permisi tuan Aditya,dr.Mirna.... , bisa berikan kami jalan... " ucap salah satu dokter pada Aditya yang sedang berdiri di ambang pintu poli bedah, bersama dr.Mirna, dan Hans.seketika mereka berempat melepaskan pelukannya, dan menoleh ke arah sumber suara.


" Oh iyaa.... silahkan... silahkan.... maaf sudah menghalangi jalan... " ucap dr.Mirna pada dokter dan perawat tersebut.


" Iya tidak apa dokter Mirna...,Mari... tuan Aditya..., dokter Mirna... " ucap dokter tersebut smbik tersenyum ramah.


" Iya dok.... " ucap dr.Mirna, dan Hans sedangkan Aditya malah diam hanya dengan menganggukkan kepalanya saja.


Seketika Erlin pun menghampiri Aditya dan berkata " Mas Aditya....hiks...hiks..hiks..." ucap Erlin sambik menangis sesegukan.


" Sayang...,kenapa menangis...??, hmmm... " ucap Aditya lalu memeluk sang Istri.


" Mas... hiks...hiks...hiks...,bisakah Vitalia menetap disini saja...?? " pinta Erlin pada sang Suami.


" Tapi Yang... Vitalia sedang ditugaskan disana... " ucap Aditya berusaha menenangkan sang Istri agar tidak menangis lagi.


" Tapi Mas... bukannya ini tugas dari Mas Aditya,yang Mas berikan ke pada Vitalia...??" tanya Erlin serius.


" Iyaa benar sayang... tapi ini memang sudah tugas dari Vitalia..Yang..." bohong Aditya, ia sebenarnya juga tak mau berbohong pada sang Istri, ia terpaksa berbohong juga demi kebaikan keluarga dan orang terdekatnya.


" Sudah pokoknya kalian tenang saja... Vitalia janji...kalau tugasku sudah selesai..., pasti Vita akan kembali kesini lagi kok... " ucap Vitalia sambil tersenyum semanis mungkin untuk menutupi rasa sedihnya,apalagi berpisah dengan para sahabatnya.


" Vitalia... ini sudah waktunya berangkat...kita sudah hampir terlambat setengah jam... " ucap dr.Mirna memperingatkan Vitalia.


" Hmm baiklah..., kalau begitu ayo... " ucap Vitalia.


" Eehh tunggu...tunggu... kenapa kalian diam saja....??, apa kalian nggak mau mengantarkanku ke bandara...?? tanya Vitalia pada para sahabatnya.

__ADS_1


" Kami ikut.... " jawab Erlin, Vanya dan Dina serempak, membuat orang-orang yang ada disana heran dengan kekompakan mereka.


...Jangan Lupa Vote, Like, dan Komennya Yaa.... Terimakasih.... 🥰🥰🙏🙏...


__ADS_2