Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 138


__ADS_3

Kabar Duka


Setelah perdebatan panjang yang terjadi, akhirnya tuan Ferdinan pun ditahan oleh pihak kepolisian, tanpa ada penolakan darinya, kini suasana yang tadinya penuh ketegangan pun seketika hening tak ada pembicaraan diantara pihak mereka yang sedang menunggu di depan ruang ICU, Dan tiba-tiba saja ketika Vanya duduk termenung di samping Erlin dan Dina.


" dokter Vanya, tuan Edward mencari Anda dan tuan Aldo, dia sudah sadarkan diri..." panggil seorang teman sejawat dokter Vanya, dan Vanya pun several berdiri dari tempat duduknya.


" Saya, dan Aldo..??" tanya Vanya menatap tak percaya dengan apa yang disampaikan teman sejawatnya.


" Iyaa dok..." jawabnya. sontak Vanya pun berdiri lalu menoleh ke arah Aldo yang sedang bersandar di tembok, dan memanggil Aldo yang sedari tadi hanya diam.


" Aldo..., ayo ikut denganku..., Mas Edward mencari mu..." ucap Vanya pada Aldo dingin, dan Aldo pun hanya diam menuruti perkataan Vanya dan membuntutinya dari belakang.


*****


Sementara di ruang ICU Edward yang melihat kedatangan sang Istri dan Aldo, Ia pun tersenyum haru sambil meneteskan air matanya walaupun terbaring lemah tak berdaya, dan Vanya yang melihat dari kejauhan pun buru-buru menghampirinya.


" Mas..., hiks... hikss... hikss..." ucap Vanya lalu memeluk sang Suami yang terbaring lemah dengan erat.


" Sa... sa... yang... su.. dah..., ja.. ngan me.. na ngis.." ucap Edward dengan terbata-bata, sambil mengusap kepala Vanya pelan, lalu Vanya melepaskan pelukannya, dan berkata:" Mas.., Aku sangat merindukanmu Mas.., hikss.. hikss..." balasnya, sambil memegangi tangan sang Suami sembari menangis sesegukan.


" Sa.. sa.. yang.. su... dah.." kata Edward dengan terbata, dan Vanya pun menghapus air matanya sambil menganggukkan kepala mengiyakan perkataan sang Suami, dan Edward pun menanggapinya dengan tersenyum manis di depan sang Istri, sepersekian detik Edward menoleh ke arah Aldo yang berada di samping kiri tempat tidur Edward, lalu Ia berkata:" Al.. do.. men.. de.. kat.. laahh..." ucap Edward dengan terbata, menyuruh Aldo untuk lebih mendekat lagi ke arahnya, dan Aldo menjawab


" Katakan padaku Ed..., ada apa memanggil kemari..?? tanya Aldo bingung mengapa Edward memanggilnya untuk menemuinya.


" Ed..., Ak.. u.. ha.. ha.. nya.. me.. min.. ta.. mu... un.. un.. tuk... men.. ja.. ga.. Va.. nya..." balas Edward dengan terbata, sontak perkataan Edward membuat Vanya yang berada di samping kanannya pun bingung, begitu pula dengan Aldo.


" Apa maksudmu, Ed...??, jangan berkata seperti itu.." ucap Aldo tak terima dengan perkataan Edward.


" Maksudmu apa sih Mas...??, kenapa Mas berkata seperti itu...??" sambung Vanya bertanya, dengan mengerutkan keningnya bingung, sementara Edward lalu menatap bergantian keduanya dengan pelan, lalu Ia pun menarik tangan Aldo menggunakan tangan kirinya, dan menyatukan dengan tangan sang Istri yang sedang digenggamnya dengan tangan sebelah kanannya, sontak saja membuat Vanya dan Aldo membelalakkan matanya tercengang, dan bingung dengan maksud Edward.


" Ku.. mo.. hon..., ka.. ka.. li.. an.. me.. ni.. kah.. lah..." ucap Edward terbata, seketika membuat Vanya dan Aldo bingung dengan perkataan Edward.


" Jangan berkata seperti itu Mas..., Aku maunya Kamu Mas.. hikss...hikss..." ucap Vanya, lalu tiba-tiba saja Edward pun memejamkan matanya pelan, dan..


Tit..............

__ADS_1


detak jantung Edward pun berhenti.


" Mas... Mas Edward..., bangun Mas..., Mas bangun...." ucap Vanya panik dengan keadaan sang Suami, sambil mengecek denyut nadinya.


" Tidak ada...??, tidak.. ini tidak mungkin..." ucap Vanya.


" Suster.., dokter cepatlah kemari...!! " teriak Vanya memanggil para tenaga medis.


" Ada apa Van...??" tanya teman sejawatnya yang bernama Intan, lalu menoleh ke arah monitor yang menunjukkan hanya satu garis saja.


" hikss... hiksss... Intan katakan padaku Edward masih hidup kan... iyakan..." tanya Vanya padaku teman sejawatnya sambil mengguncag-guncang tubuhnya meminta penjelasan.


" Edward bangun Ed..., Kau sadar tidak sudah membuat Istrimu khawatir.." ucap Aldo memotong pembicaraan, sambil mengguncang-guncang tubuh Edward yang terbaring di tempat tidurnya.


" Tuan Aldo mohon tenangkan dirimu.." ucap dokter Intan.


" Tapi Tan... katakan padaku Mas Edward masih hidup kan tan..., hikss... hikss..hiks..." sambung Vanya menangis histeris.


" Sssttt... Vanya... Vanya... tenangkan dirimu..." balas dokter Intan berusaha menenangkan Vanya, lalu mengecek denyut nadi Suami dari teman sejawatnya, lalu mengatakan


" Vanya.., Suamimu sudah meninggal..." ucap dokter Intan pada Vanya, sontak Vanya pun menggelengkan kepalanya


" Eh.., Vanya... Vanya.. tenangkan dirimu Van..., jangan seperti itu..." ucap dokter Intan, sambil berusaha menenangkan temannya.


" Intan Suamiku Hiks... hiks... hiks.." balas Vanya menangis sesegukan.


" Sudah Van..., Ikhlaskan kepergian Suamimu..."


" Edward kumohon bangunlah Ed..., jangan tinggalkan Kami..., maafkan Aku jika selama ini ada salah saja Kamu... " ucap Aldo, tanpa Ia sadari air matanya pun lolos begitu saja.


" Suster.. tolong bantu buat cabutin alat-alatnya ya Sus..." titah dokter Intan pada kedua perawat yang sedang bertugas.


" Baik dok..."


*****

__ADS_1


Sementara suasana di luar ruang ICU, tampak mencekam, tak ada satu pun suara di antara mereka, yang ada hanyalah doa yang diucapkan dalam hati mereka, dan seketika saja dokter Intan keluar dari ruang ICU.


" Keluarga Tuan Edward..


" Ya Kami dok..., bagaimana kondisi anak Saya??, apakah tidak kenapa-napa dok..?? tanya tuan Sanjaya pada dokter Intan dengan rasa khawatir nya.


" Mohon maaf Tuan..., Kami tidak bisa menyelamatkan Tuan Edward.." ucap dokter Intan melemah.


" Apaa...??? tanya mereka semua yang sedang menunggu.


" Nggak dok itu nggak mungkin..." sambung Mamih Dewi, dan seketika saja Erlin nyelonong masuk ke ruang ICU di ikuti oleh Aditya, Papih dan Mamih di belakang nya, lali di ikuti pula oleh Tuan dan Nyonya Ferarri.


" Innalillahi Waa Inna ilaihi roji'un...


, Edward.... hiks... hikss hiks... kenapa Kamu tinggalin Kakak secepat ini Ed..." ucap Erlin yang tiba-tiba langsung memeluk Edward.


" Sayang tenangkan dirimu..." timpal Aditya menenangkan sang Istri.


" Edward bangun Nak, ini Mamih... hiks.. hiks.. hiks..." sambung Mamih Dewi menangis sesegukan.


" Maafkan Papih ya Nak.., kalau selama ini Papih ada salah sama Kamu..." ucap Tuan Sanjaya, sedangkan Vanya terlihat rapuh sekali ketika para keluarga melihatnya.


" Bagaimana dengan diriku Mas.. hikss... hiks.. hiks... " ucap Vanya sambil mengacak-acak rambutnya.


" Vanya tenangkan dirimu..." Aldo mencoba menenangkan Vanya, yang sedari tadi menangis tiada henti.


" Cukup Do... ini semua gara-gara Ayahmu itu..., hiks... hiks.. hiks...!!" lantang Vanya, sambil menangis sesegukan, seketika pula Aldo terdiam karena ucapan Vanya yang meninggi. Ya Aldo kali ini benar-benar tersadar, dengan adanya seperti ini membuat Ia menatap Vanya terpaku, karena ternyata Vanya sangat lah mencintai Edward sang Suami, di sisi lain Aldo ingin sekali memeluk Vanya mencoba menenangkan Vanya, karena Ia sendiri merasa iba melihat Vanya yang berantakan, apalah daya justru Vanya semakin berteriak histeris, dan itu dirasa sangat lah wajar karena Ayahnya lah penyebab Edward meninggal, pikirnya.


*****


Bersambung....


Duhh... kasihan Vanya.., Bagaimana lah kisah selanjutnya??, tunggu di Episode berikutnya...!!


Jangan lupa Vote, Like, Komen, dan Favorite yaa... Terimakasih.. 🥰🥰🙏🙏

__ADS_1


Srperti biasa sambil menunggu update dari Author yuk mampir ke novel teman Author..



__ADS_2