
Bulan Madu Aldo dan Vanya.
Kini Erlin berjalan cepat menarik tangan sang Suami menuju ke arah mobil yang sudah Ia pesan tadi. Sesampainya Ia di depan pintu mobil yang Ia pesan, tanpa membuka suara Erlin pun membuka pintu mobil tersebut, dengan memasukkan sang Suami ke dalam mobil.
Sementara Aditya hanya diam melongo seperti orang bodoh ketika melihat perubahan sikap sang Istri yang bertingkah dingin di hadapannya. Ia benar-benar tak tahu harus berkata apa, Ia pun bergumam alam hati, “Astaga, kenapa jadi Istriku yang marah, seharusnya ‘kan Aku yang marah, bukan Dia ..?!” gumam Aditya pelan sambil menggelengkan kepalanya heran menatap sang Istri.
Sedangkan Erlin yang melihat Vanya dan juga Aldo dari kejauhan pun mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam mobil bersama Suaminya, Ia justru malah menghampiri salah seorang petugas keamanan. Seketika saja Aditya mengerutkan keningnya bingung, ‘mengapa sang Istri tak jadi masuk ke dalam mobil dengannya.’
“Pak Satpam, tolong beritahu dokter Vanya dan juga Tuan Aldo yang ada di parkiran sebelah sana, ya .., jika Saya sama Suami Saya sudah jalan duluan!” perintah Erlin pada Satpam tersebut.
“Baik Nyonya Muda ..” jawab Petugas keamanan itu, menuruti perintah dari Direktur Utama baru di RS.Wijaya yang tak lain adalah Istri dari pemilik dari RS.Wijaya.
“Terima kasih, Pak ..” balas Erlin sambil tersenyum ramah pada pihak keamanan tersebut. Tanpa menunggu lama Petugas keamanan tersebut lalu pergi menuju tempat dimana Vanya dan Aldo berada. Setelah memerintah Petugas keamanan tersebut, Erlin kini melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam mobil yang di dalamnya ada sang Suami yang sudah menunggunya.
Setelah duduk bersebelahan dengan sang Suami di dalam mobil, Erlin pun lalu memerintah sopir untuk menjalankan mobilnya. “Jalan, Pak!!” titah Erlin pada Sopir driver online tersebut. Sementara Aditya yang melihat sang Istri sedari tadi masih bersikap dingin di hadapannya pun lalu membuka suaranya dengan berkata, “Mau kemana .. ??” tanyanya.
“Yang Mas tanya itu siapa ... ??” jawab Erlin dengan berbalik tanya pada sang Suami dengan mengarahkan pandangan menatap sang Suami memutar bola matanya jengah.
Sementara Aditya menggelengkan kepalanya sambil mendengus pelan mendengar pertanyaan dari sang Istri, “Ya, Kamu ‘lah, Sayang. Kalau bukan Kamu siapa lagi ..” balas Aditya dengan nada sehalus mungkin, berusaha menenangkan hati sang Istri yang nampak seperti sedang marah dengannya.
Seketika saja Erlin luluh dengan penuturan sang Suami, Ia pun menjawabnya dengan nada merendah tidak seperti sebelumnya, “Hmm ...,Ya mau ke bandara ‘lah, Mas .., katanya mau ke bandara.” jawab Erlin sambil memutar bola matanya jengah mendengar pertanyaan sang Suami yang baginya sangat konyol. ‘Aditya tak mengingat jika Dirinya lah yang membuat sang Istri terburu-buru menuju Bandara.’
“Tapi ‘kan Vanya dan Aldo masih di sana, Mom ..” ucap Aditya melawan pernyataan dari sang Istri tadi dengan menggunakan nada selembut mungkin untuk menutupi amarahnya yang hampir saja memuncak jika mengingat kejadian sang Istri bersama dengan Pria lain. Erlin yang mendengar alasan dari sang Suami pun lalu menjawabnya mendengus pelan dan berkata, “Huh .., Suamiku Sayang .., Kau tahu tidak jika tadi Kita sedang bertengkar, dan Vanya sama Aldo menunggu Kita di parkiran,?!” dengan nada tak kalah lembutnya dengan sang Suami.
“Ya sudah, daripada Mas kebanyakan tanya, mending turun deh ya.” ucap Erlin sambil mengedarkan pandangan menatap keluar.
Aditya yang merasa di remehkan Istrinya pun tak terima, Ia pun lalu membalasnya dengan sebuah pertanyaan, “Sayang kenapa Kau menyuruhku turun sih ...??”
“Astaganaga Mas Aditya ..., Mas Aditya lihat nggak sih kalau sudah sampai di bandara!” sahut Erlin sambil menepuk jidatnya pelan sambil menggelengkan kepalanya heran dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh sang Suami.
“Ya Allah ampuni Aku, bisa-bisanya punya Suami seperti ini,” ucap Erlin pelan masih terdengar di telinga sang Suami. Aditya yang mendengar perkataan sang Istri pun lalu menyahutnya dengan berkata, “Apa katamu, Mom??” tanya Aditya memastikan ucapan yang diutarakan sang Istri.
Dengan cepat Werlin menggelengkan kepala dan berkata, “Nggak, nggak ada. Lupakan saja!” balas Erlin lalu membuka pintu mobil, dan segera turun dari mobil tanpa menghiraukan sang Suami yang masih berada di dalam mobil.
Tanpa menunggu lama, Aditya lalu bergegas turun dari mobil dengan menyerahkan ongkos pada sopir lalu berjalan cepat mengejar sang Istri yang sudah berjalan jauh.
Akan tetapi langkahnya terhenti karena Ia mengingat sesuatu. “Astaga, Aku melupakan anak-anak ..” ucapnya sambil menepuk jidatnya karena lupa. Ia pun lalu merogoh ponselnya yang berada di saku kemejanya untuk menghubungi sang Istri yang sudah tak terlihat batang hidungnya.
Tut ... Tut ...
Sambungan telepon pun terhubung.
“Ada apa lagi sih, Mas. Buruan sudah hampir terlambat ini, Aku baru nyari Vanya, Aldo sama anak-anak. Cuma di sini saja pakai telepon segala lagi,” ucap Erlin mendengus kesal denga sang Suami yang baginya sudah menyita waktu. Mengingat jadwal keberangkatan pesawat Vanya dan juga Aldo sebentar lagi.
“Huuhh, Astaga Yang. Aku menghubungimu juga karena anak-anak. Aku melupakan Mereka,” balas Aditya sambil mengusap wajahnya kasar, dengan menggunakan satu tangannya, karena tangan kirinya memegang ponsel.
__ADS_1
“Astaga Mas, bukannya tadi Vanya sudah nyamperin Mas, bilang soal anak-anak?” jawab Erlin dengan melontarkan sebuah pertanyaan pada sang Suami. Aditya yang mendengarkan jawaban dari sang Istri pun lalu menyahutnya dengan berkata, “Sayang .., tapi ‘kan Vanya tak bilang apa-apa padaku ..” ucap Aditya berusaha membela diri.
“Haduuuhhh, dari pada ribut, Mas mending ke sini deh ya, Aku tunggu nggak pakai lama,” balas Erlin yang sedang berada di seberang sana sambil menepuk jidatnya mendengar pernyataan dari sang Suami. Erlin pun lalu menutup teleponnya sebelah pihak. Sedangkan Aditya melongo dibuatnya. Bisa-bisanya sang Istri menutup teleponnya sebelah pihak tanpa persetujuannya.
Sementara Erlin lalu mengirimkan sebuah pesan kepada Aditya.
“Aku tunggu di dekat lift, Mas ..” begitulah kira-kira pesan WhatsApp dari Erlin yang terbilang padat dan jelas.
Setelah membaca pesan dari sang Istri Ia pun segera berjalan cepat masuk ke dalam bandara untuk menghampiri sang Istri yang sudah meninggalkannya tadi.
*****
Sementara di lain sisi, Vanya dan Aldo kini sudah sampai di Bandara. Kebetulan ketika Mereka sampai di bandara, sepasang pengantin baru itu tengah melihat El, Neysa dan juga Baby Daffa yang sedang digendong Baby sister dengan diikuti para orang tua yang merupakan Kakek Nenek dari anak-anak sedang menuju ke arah Mereka.
“Sayangnya Mommy dari mana saja sih?” tanya Mommy Valen pada Vanya sambil memberikan El yang sedang tertidur pada Vanya.
“Iya ..., di cari muter-muter nggak ketemu ..” sambung Mama Ita menimpali ucapan Mommy Valen. Sementara Tuan Sanjaya yang hanya melihat Aldo dan juga Vanya pun mengerutkan keningnya bingung dengan bertanya, “Loh Nak Vanya, Nak Aldo .., Aditya sama Erlin mana??” tanyanya sambil celingak-celinguk mencari keberadaan Putri dan Menantunya.
Mamih Dewi pun lalu menimpalinya dengan berkata, “Iya, kok nggak bersama Kalian?” tanyanya.
“Eeee ..” belum sampai Vanya menyelesaikan jawabannyam, Mereka semua pun mendengar suara keributan tepat berada di ujung ruangan dekat lift keberangkatan pesawat. Seketika saja seluruh Keluarga yang mengantarkan sepasang pengantin baru (Vanya dan Aldo) ke bandara pun menatap ke arah sepasang Suami Istri yang sedang beradu argumen tersebut dengan tatapan heran.
“Sayang, dengarkan Aku. Vanya beneran nggak mengatakan apa-apa Padaku,” ucap Aditya yang berusaha menjelaskan pada sang Istri.
“Bagaimana Vanya mau bicara sama Kamu, Mas ..., jika Mas saja emosi terus dari tadi.” cetus Erlin sambil memutar bola matanya malas mendengar alasan dari sang Suami yang baru saja datang sudah bikin emosi.
“Ya Allah, ampuni Aku .., kenapa Aku punya Suami yang posesif sekali .., hadeehh.” ucap Erlin sambil mengusap kasar wajah cantiknya dengan kedua telapak tangannya.
Aditya yang mendengarkan ucapan sang Istri pun lalu menyahutnya dengan berkata, “Kamu bilang apa tadi??” tanyanya memastikan dengan tatapan penuh selidik.
“Hah ..., apa sih, Mas. Nggak ada juga .., mungkin Mas yang salah dengar ..” ucap Erlin beralasan, sambil bersedekap dada melihat kedatangan Keluarga besarnya. Berbeda dengan Aditya yang belum menyadari kedatangan keluarga besarnya.
Dengan melihat kehadiran dari Keluarga besarnya, Erlin pun menyambungnya lagi dengan berkata, “Oh ya .., Mas Aditya tanya anak-anak ‘kan tadi? Tuh coba Mas lihat ke kiri,” ucap Erlin. Seketika itu pula Aditya menuruti perintah sang Istri dengan menengok ke arah kiri. Betapa terkejutnya Aditya melihat Vanya, dan juga Aldo datang bersama dengan Putranya (Daffa), El, Neysa datang bersama dengan para Orangtuanya.
“Kalian .. ??” ucap Aditya. Belum sampai Aditya melanjutkan ucapannya sang Istri pun memotongnya dengan berkata, “Oh ya satu lagi, lain kali Mas jangan bertindak seperti tadi di RS. Entah itu di manapun ruangannya,
mengerti?!” tegas Erlin memperingatkan sang Suami.
“Aku nggak mau kalau Pasienku kabur gegara Kamu, Mas. Kalaupun si Reymond mau periksa denganku memangnya kenapa? lagi pula untuk apa Mas takut? Aku juga nggak bakalan selingkuh, selagi Mas tidak mengkhianatiku,” sambung Erlin lagi memberi peringatan pada sang Suami dan masih terdengar oleh seluruh keluarga besarnya.
Sementara Aditya tak bisa berkata-kata dan tak berkutik sama sekali mendengar ocehan sang Istri di depan para anggota keluarga. Ia benar-benar bingung untuk menjawabnya, karena sang Istri menyatakannya di depan para anggota keluarga tanpa menutup-nutupinya.
Tuan Wijaya yang melihat dan mendengar penuturan Erlin menantunya pun lalu menyahutnya dengan berkata, “Hey ..., ada apa ini? mengapa Kalian malah ribut di tempat umum?” tanyanya bingung dengan menatap Erlin dan Aditya secara bergantian.
“Hmm, nggak ada kok, Pah, Tanya saja sama Mas Aditya ..” sahut Erlin sambil melirik ke arah sang Suami, lalu meminta Baby Daffa dari gendongan Baby sisternya untuk di gendongnya.
__ADS_1
*****
Vanya yang melihat ada sebuah ketegangan pun berusaha untuk memecah keadaan. Ia pun membuka suaranya dengan berkata, “ Ehemmm .., sudah Pa, ini tempat umum. Ada baiknya selesaikan nanti saja di rumah. Malu dilihatin banyak orang,” tuturnya.
“Betul Pa, kebetulan Aku dan juga Vanya sudah waktunya untuk terbang ke Australia, takutnya nanti ketinggalan Pesawat,” ucap Aldo menimpali perkataan sang Istri.
“Huh, ya sudah. Kalau begitu Kalian hati-hati ..” Tuan Wijaya membalas pernyataan dari Aldo. Tiba-tiba saja Neysa dengan cepat memeluk Aldo, lalu berkata, “Ayah Aldo, terus Kami bagaimana? Apa Ayah tak mengajak Nenek, Ney dan El??” tanyanya dengan nada sendu.
“Kak Ney, ‘kan Kakak sekarang sudah besar, Kakak sudah bukan anak kecil lagi, jadi Ayah minta Kamu jagain El sama Nenek baik-baik ya!” pinta Aldo pada Putri angkatnya Neysa. Neysa pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Baik Yah, Ney akan jagain Nenek sama El,”
“Bagus, anak pintar ..” sambung Vanya menimpali. Seketika saja Ney pun bergantian memeluk Vanya Mama angkatnya.
Vanya pun lalu berjalan ke arah Erlin lalu berkata, “Kak Er .., Aku titipkan Mama Irma, El dan Neysa padamu, ya!” pintanya pada Mantan Kakak Iparnya. ‘Ya meskipun Erlin adalah Mantan Kakak Iparnya, namun Vanya masih menganggap Erlin Kakak Iparnya sendiri. Mengingat almarhum mantan Suaminya sangatlah mencintainya.’
“Hmmm, Kau tenang saja Van, Aku akan menjaga Mereka dengan baik,” jawab Erlin dengan tersenyum ramah ke arah Vanya yang merupakan Sahabat sekaligus Mantan Adik Iparnya.
“Thanks Kak ..” balas Vanya lagi. Erlin pun lalu menyahutnya dengan berkata, “Iya Bestie, sama-sama ..” ucapnya dengan merangkul Vanya.
“Nak Aldo, Aku titip Putriku ya, jaga Dia baik-baik. Kalau ada apa-apa hubungi Mommy ya, Nak!” sambung Mommy Valen meminta Aldo agar menjaga Putrinya.
“Baik Mom ...” jawab Aldo menuruti perintah Ibu Mertuanya.
Sementara Aditya yang semenjak tadi diam tak bersuara, kini mulai mengeluarkan suaranya dengan berkata, “Bro,selama Kau berbulan madu disana, masih ingat kan pesanku kemarin?” tanyanya memastikan.
“Hmmm baiklah, tapi Aku tidak dapat menjamin info itu benar atau tidak. Hanya saja Aku sangat berharap menemukan Nona Muda di sana,” balas Aldo menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Aditya padanya.
Sementara Erlin yang mendengarkan obrolan dari keduanya pun lalu menyahutnya, “Apaa? Nona Muda siapa maksudmu, Do? apa jangan-jangan ..” belum sampai Erlin menyelesaikan ucapannya Aditya pun menyerobotnya dengan berkata, “Jangan berburuk sangka kepadaku, Erlin!” tandasnya.
“Heh, bukan berburuk sangka, tapi antisipasi.” Balas Erlin dengan tersenyum kecut.
“Betul dokter Erlin, apa yang dikatakan Aditya benar adanya,” sahut Aldo membela ucapan Aditya. Mommy Valen yang mendengarkan perdebatan pun merasa risih. Ia lalu memecah suasana dengan berkata, “Heh ... sudah .., sudah. Daripada Kalian ribut, mending Kau cepat bersiap dengan Istrimu, Do!” ucap Mommy Valen menyela perdebatan di antara Mereka bertiga.
“Baik Mom,” balas Aldo membalas perintah dari Mommy Valen. Tanpa menunggu lama Aldo dan Vanya pun segera berpamitan dengan menyalami satu per satu keluarganya.
...----------------...
Halo Guys apa kabarnya ... ??Maafkan Author ya, lama nggak up karena kemarin sempat ada musibah. Ibu mertua Author jatuh dari motor.
Jangan lupa tinggalkan jejak Vote, Like, Komennya ya ....
Biar Author lebih semangat lagi Up nya. Karena sebentar lagi mau tamat hehehe...
Oh ya, sambil menunggu Author lanjut ke episode berikutnya jangan lupa mampir juga ke Novel Kak Weni Hida, Author yang Kece badai.
...Berikut cuplikannya :...
__ADS_1
Kereenn 'kan..., jangan lupa mampir yaa Guys... 🥰🥰🙏🙏