
skip
*****
Setelah kejadian kecelakaan pesawat yang menimpa Vitalia 2 hari yang lalu, pihak Keluarga Wijaya sudah mulai mengikhlaskan kepergian Vitalia, meskipun seluruh keluarganya sangat yakin jika Vitalia masih hidup. selain itu mereka juga tak mungkin terus menerus terbelenggu dalam duka,dan kesedihan. bahkan Aditya/sang Kakak dan seluruh anak buahnya pun sudah mencarinya, tapi masih saja tak menemukannya,begitu pula dengan tuan Wijaya, Ia sudah menyuruh orang untuk menyelidikinya, akan tetapi hasilnya tetap nihil,pihak penerbangan,dan pihak penyidik memastikan jika Vitalia telah hilang, dan meninggal dunia.
" Sayang... kenapa melamun terus sih..., hemmm??" tanya Aditya pada sang Istri.
" Mas..., kenapa aku sangat yakin ya..., kalau Vitalia itu masih hidup..." ucap Erlin.
" Sayang... Mas pun merasakan hal yang sama sepertimu..., entahlah .... tapi mau gimana lagi, kita tak bisa berbuat banyak,Yang... , Mas juga tak menyangka jika pesawat yang ditumpangi Vitalia akan mengalami kecelakaan...,emmm ... ya sudah Yang...,yang lalu biarlah berlalu,mulai sekarang kita fokus buat kedepannya saja..., apalagi Kamu sedang hamil...jadi Mas mohon jangan bersedih lagi...kasian Baby kita..ok..." ucap Aditya menasehati sang Istri,dan Erlin pun menganggukkan kepalanya tanda setuju, dengan ucapan sang Suami.
" Kamu benar Mas..., kita harus fokus buat persiapan kelahiran baby kita nanti... " ucap Erlin sambil tersenyum manis pada sang Suami.
" Nah... gitu dong.... itu baru namanya Istriku tercinta... emmuach... " kata Aditya lalu mengecup kening sang Istri, sedangkan Erlin hanya tersenyum malu sambil menggelengkan kepalanya heran menatap sang Suami yang selalu saja menggodanya.
******
Vanya terlihat sedang pulang dari RS menggunakan sepeda motor, tapi ketika ia sedang berada di perjalanan pulang, ia melihat seorang pria yang sedang tergeletak di pinggir jalan, dengan posisi tengkurap.
" Siapa itu...?? " gumam Vanya, ia pun segera menghentikan motornya,lalu menghampiri orang itu. .., semakin Vanya mendekat, semakin pula Vanya mengerutkan keningnya.
" Kok kaya' kenal deh... kok mirip... " ucap Vanya terhenti,seketika Vanya pun lalu membalikkan badan orang itu.
" Haaa ... Astaghfirullah....tuan Aldo..." ucapnya sambil membelalakkan matanya lebar, dan menutup mulutnya...,
Ia pun lalu memeriksa kondisi Aldo, ternyata Aldo sedang mengalami demam yang cukup tinggi, Vanya pun segera merogoh ponsel dalam saku snelinya, untuk menghubungi seseorang.., tapi tak kunjung diangkat oleh orang yang Ia hubungi,akhirnya Vanya memutuskan untuk menghadang mobil yang sedang melintas,, taka lama pula Vanya pun menghentikan sebuah mobil yang melintas di depannya,sambil berteriak:" Stopped...." ucapnya sambil melambaikan tangannya, sementara sang pemilik mobil pun sejenak menghentikan mobilnya,dan mengerem secara mendadak..
Ciiitttt....
Dilihatnya sang pengemudi mobil tersebut adalah Adik dari Erlin sahabat dari Vanya.
" Kau...!!, ngapain di tengah jalan...bahaya tahu nggak..." ucapnya.
__ADS_1
" Astagaaa, ternyata anda...?,Ck sudahlah jangan banyak tanya..., ayo buruan bantuin Gue..." ucap Vanya.
" Bantuin...?? tanya Edward mengerutkan keningnya bingung. refleks Vanya pun menarik tangan Edward dan berkata:" Bawel banget sih...., Ayo... " Edward pun kaget ketika Vanya menariknya tiba-tiba. Edward lalu mengedarkan pandangannya melihat seorang pria yang tergeletak di jalan, seketika Ia pun menghampirinya mengikuti Vanya untuk membantu, dan menolong orang itu.
" Dia kenapa...?? " tanya Edward dingin.
" Mana kutahu.... " jawab Vanya.
" Ya sudah ayo kita bawa ke RS... " ucap Edward,lalu hendak membopong Aldo untuk membawanya masuk ke dalam mobilnya.
" Tapi tuan..." ucapnya terhenti. Ia sejenak berfikir bagaimana dengan Ibu Irma,Neysa,dan El... mereka pasti mencarinya..??" tanya Vanya dalam hati.
" Ada apa lagi sih .... katanya suruh bantuin...,sudah kita tidak punya banyak waktu lagi..,dasar dokter bawel... " ucap Edward sambil membopong Aldo ke mobilnya.
" Isshhh ck ... Iyaaa iyaaa..., tapi motorku gimana...?? tanya Vanya.
" Sudah...,biar orang suruhanku kesini mengambil motormu...,lagian kalau bukan karnamu... saya juga tak akan mau menolong orang ini... " ucap Edward,lalu meletakkan Aldo ke dalam mobilnya.
" Haa..apa...??,mmm maksudku baiklah... " jawab Vanya pasrah, tak lama pun mereka sampai di RS, sesampainya mereka di RS, Edward pun segera memarkirkan mobilnya di depan pintu IGD,setelah itu Vanya bergegas turun dari mobil di ikuti oleh Edward, Vanya pun lalu membuka pintu mobil belakang,dan memanggil teman tenaga medisnya untuk membantunya menurunkan Aldo.
" Loh .. dokter Vanya..." perawat itu terkejut.
" Iya...cepat bawa dia masuk..." titahnya, sedangkan Edward hanya diam saja melihat Vanya yang sedang membantu perawat menurunkan pasien. Vanya yang merasa dilihat oleh Edward pun langsung membuka suaranya,sambil mencubit pinggang Edward:" Hey...tuan kenapa diam saja...,ayo bantuin..." ucapnya.
" Aduhhh...,hey beraninya kau mencubitku..." ucap Edward tak terima,Vanya pun lalu berjalan masuk ke ruang IGD menemani Aldo yang sedang di gledek oleh tenaga medis,bahkan Vanya sama sekali tidak menghiraukan Edward yang mengoceh tidak jelas,dan setelah masuk ruang IGD,Vanya pun mengedarkan pandangannya,dilihatnya Erlin sedang berjaga di ruang IGD, Ya Erlin memang hari ini ditugaskan untuk berjaga malam, seketika Erlin mendongkakkan kepalanya kaget melihat sahabatnya datang membawa seseorang.
" Loh...Van...?? " ucap Erlin heran.
" Er... cepat tolongin dia... " ucapnya pada Erlin.
" Loh...,Aldo ??,dia kenapa...?? " ucap Erlin sambil memeriksa Aldo.
" Ceritanya panjang Er... " ucap Vanya,Erlin masih memeriksa Aldo dengan sangat telaten.
__ADS_1
" Panas sekali...,Sus tolong segera pasang infusnya ya...,setelah itu nanti akan saya berikan obat penurun panasnya..." titah Erlin pada seorang perawat yang mendampinginya,tak berselang lama Edward pun lalu masuk ke ruang IGD.
" Gimana,Er...?? " tanya Vanya pada sahabatnya,akan tetapi belum sampai Erlin menjawab,tiba-tiba saja ada seseorang memotong pembicaraan mereka dengan berkata:" Gimana,Kak keadaannya...??" tanya Edward pada sang Kakak. seketika Erlin pun mendongkakkan kepalanya terkejut,melihat saudara kandungnya berada di RS, Ia pun lalu berkata:" Loh ... Edward ...,kok...?? tanyanya terhenti.
" Iyaa... dia tadi yang bantuin Gue buat bawa tuan Aldo ke RS..... " ucap Vanya memotong membicaraan.
" Kalau bukan karna temanmu...,Edward nggak akan mau tolongin orang itu,Kak..." kata Edward ketus.
" Edward...,jangan berkata seperti itu...,dia itu sahabat Kakak Iparmu,tau nggak sih.." ucap Erlin memperingatkan Edward sambil menatap tajam ke arahnya.
" Apa...?? yang benar Kak...??" tanya Edward menatap tak percaya.
" Iyaaa,ya sudah sana pulanglah....sudah malam...nanti dicariin Papih sama Mamih lagi..." ucap Erlin.
" Hmm baiklah.., jawab Edward. " Oh ya..., apa dokter Vanya mau ikut dengan Saya pulang...??" sambung Edward bertanya pada Vanya.
" Nggak... Gue disini saja " tolak Vanya ketus.
" Hmmm it's ok,no problem..., Oh .. ya...,orangku sudah mengantarkan motormu ke rumahmu...nanti kalau mau pulang,anda bisa menyuruhku kemari untuk menjemputmu..." ucap Edward pada Vanya dingin, akan tetapi Vanya tak percaya dengan pernyataan Edward, Ia pun bertanya-tanya dalam hati: " Loh..., darimana dia tahu alamat rumahku??,lagian ngapain juga dia nawarin diri segala buat menjemputku,kurang kerjaan." Vanya yang hanya diam akhirnya membuka suaranya, dan berkata:" Terimakasih...,saya bisa pulang sendiri..." ucap Vanya ketus sambil memutar bola matanya malas.
" Ya sudah Edward, lebih baik kamu pulang sekarang juga deh...,nggak usah cari keributan disini..." ucap Erlin memberi peringatan pada sang Adik.
" Iyaaa, Kakakku sayang..., jangan ngambek nanti cantiknya ilang loh... " ucap Edward menggoda sang Kakak., tapi tak ditanggapi oleh Erlin.
" Hmm....ya...,tuan Edward...,thanks ya,sudah nolongin tadi... " ucap Vanya memotong pembicaraan antara Kakak,dan Adik tersebut.
" Hmmm... you are welcome... " balas Edward dingin. sedangkan Erlin yang melihat interaksi diantara keduanya pun merasa heran dengan sikap mereka yang seperti terlihat sangat aneh,dan setelah itu Edward pun segera berpamitan untuk pulang,karena memang hari sudah mulai malammalam, sedangkan Vanya malam ini berniat menemani Aldo yang di rawat di RS,karna Ia benar-benar tak tahu harus bagaimana lagi, entah mengapa rasanya tak tega meinggalkannya sendirian.
Pengumuman Author:
* ***Pada episode berikutnya Author akan fokus pada cerita Vanya,dan Aldo ya. akankah kedatangan Edward berpengaruh pada hubungan mereka.?? dan Apakah Aditya bisa mempertahankan pernikahannya dengan Erlin??,karna berbagai macam konflik rumah tangga akan datang menghampiri mereka,,sedangkan tentang Vitalia Author rangkum di novel Author yang berjudul"dr.Misterius vs Mafia Kejam"
...*Jangan lupa Like, Vote, dan Komennya ya... **...
__ADS_1
...🙏🙏***...