
Kini Aldo masih sedang dalam proses penanganan para medis di ruang operasi,padahal sudah 3 jam lebih Hans menunggu, tapi masih belum selesai juga tindakan operasinya. akhirnya Hans berniat menghubungi Vitalia gadis yang selama ini ia rindukan..sekaligus adik dari bosnya..
" Halo... Assalamu'alaikum.." ucap Hans
" Wa'alaikumsalam...
" Hans.. tumben.... ada apa kau menghubungiku tengah malam...?? " tanya Vitalia pada Hans.
" Nona Vita.... bagaimana kabarmu... ? " tanya Hans pada Vitalia. Vitalia pun mengerutkan keningnya heran dengan perilaku Hans yang tak seperti biasanya.
" Eh.... emm.. iyaa... baik kok heheh.. " ucap Vitalia gugup.
" Syukurlah kalau begitu...,, Oh iya Nona... saya mau mengabarkan jika Aldo sekarang masuk rumah sakit... " ucap Hans diseberang sana, seketika Vitalia pun terkejut.
" Apaaa....??!
" Iya Nona.... Aldo terkena tembakan dari orang tak dikenal... " ucap Hans menjelaskan.
" Astaghfirullahalazim... ,, ya sudah gue kesana sekarang... "
" Baik Nona....
Tut..
sambungan telpon pun terputus,,Vitalia lalu segera menyambar kunci mobilnya langsung berangkat menuju RS...tapi niatnya seketika di hentikan oleh sang Mamah yang melihat ke arah putrinya sedang menuruni tangga dengan memakai jas dokter.
" Mah.... minggir... Vitalia buru-buru nih mah..." ucap Vitalia terburu-buru, tapi dicegah oleh Mamah Ita.
" mau kemana kamu...nak.. ??? ini malam Vitalia.... " ucap mamah Ita.
" Ya ke rumah sakit lah mah...,,mau kemana lagi...??? nggak biasanya mamah melarang Vitalia seperti ini... lagian bagaimanapun juga Vitalia adalah seorang dokter mah... " protes Vitalia.
" Iyaaa Mamah tau... tapi apa kamu nggak capek... " ucap Mamah Ita.
" Mah... sudah dong mah... , bukan waktunya berdebat, Aldo sekarang sedang masuk rumah sakit... " jelas Vitalia.
" Loh... Bukannya tadi Aldo barusan ditelpon sama Kakakmu...???
" Iyaaa... Vitalia tau Mah...,, tapi dia sekarang di rumah sakit Mah...dia terkena tembakan oleh orang tak dikenal...,dan sekarang sedang ditangani oleh Vanya.....
" Apaa.....??? bagaimana bisa Vita.... ??!! ucap Mamah Ita terkejut.
" Entahlah Mah..... ,Ya sudah kalau gitu Mah... Vitalia buru-buru nih.... Assalamu'alaikum...
" Wa'alaikumsalam....
" Eh tungguin Mamah...,, Mamah ikut.... ucap sang Mamah ingin ikut Putrinya ke RS.
" Tapi mah.... ini sudah mepet waktunya.... " ucap Vitalia.
" Ya sudah kamu duluan saja... nanti Mamah sama Papah nyusul kamu... " ucap Mamah Ita
" Ok... mah... "ucap Vitalia, lalu segera pergi ke rumah sakit
Sedangkan di Rumah Sakit kini Hans masih mondar-mandir di depan ruang operasi, tak lama salah seorang suster keluar dari ruang operasi.
" Sus.... bagaimana keadaan teman saya Sus... tanya Hans.
" Maaf tuan..., nanti bisa ditanyakan dengan dokter yang bersangkutan, karena dokter baru berusaha mengeluarkan peluru dari tubuh tuan Aldo...." jawab suster itu.
Tak lama Vitalia pun tiba di rumah sakit, ia langsung bergegas menuju ruang operasi, Hans yang melihat Vitalia yang sedang menuju ke arahnya, ia langsung menghampiri nya..
" Nona Vitalia....!! "ucap Hans yang melihat Vitalia.
" Hans..... bagaimana dengan kondisi Aldo...???" tanya Vitalia.
" Operasi belum selesai Nona..., dokter baru berusaha mengeluarkan peluru dari tubuh Aldo..." jawab Hans.
" Bagaimana Kondisi Aldo... ,,Vita... Hans....??" tanya tuan Wijaya yang tiba-tiba datang ke RS.
" Loh... Pah.... Pih... kok kalian ikut ke RS semua...?? " ucap Vitalia mengerutkan keningnya.
" Masih belum keluar dari ruang operasi kok Pah... " ucap Vitalia lagi.
Tak berselang lama, akhirnya dr.Vanya kini telah berhasil mengeluarkan peluru yang bersarang di 3 bagian belakang tubuh Aldo,dan yang satu lagi bersarang di pelipis Aldo, karna memang tembakan tersebut diarahkan ke belakang tubuh Aldo. akhirnya operasinya pun berhasil dan berjalan dengan lancar, dan dr.Vanya pun keluar dari ruang operasi.
" Vanya.... bagaimana kondisi Aldo..." tanya Vitalia pada sahabatnya.
" Iya... bagaimana kondisi nak Aldo, dokter Vanya...?? " sambung Mamah Ita bertanya.
" Alhamdulillah kami telah berhasil mengeluarkan peluru yang menembus di tubuh tuan Aldo,tapi untuk saat ini masih kritis, beliau telah mengeluarkan banyak darah, jadi kami tadi juga sudah mencari donor darah untuknya,dan Alhamdulillah ternyata stok darah di rumah sakit masih banyak....,dan operasi kami berhasil..., sekarang kita tinggal tunggu tuan Aldo siuman " ucap dr.Vanya panjang lebar.
" Oh ya...tuan.... mohon maaf..., sebenarnya apa yang terjadi?? kenapa tuan Aldo bisa sampai terkena tembakan seperti itu...??? " tanya Vanya menyelidik pada Hans.
" Iya Hans.. apa yang sebenarnya terjadi? kenapa diam...??? tanya tuan Wijaya.
" Dia..... terkena tembakan dari arah belakang saat berada di kantor..., kami di serang musuh... " ucap Hans. semua orang terkejut mendengar pernyataan Hans.
__ADS_1
" Apakah itu ada sangkut pautnya dengan dr.Irsyad Hans.... ??? tanya Vitalia.
" Apaaa??? dokter Irsyad...??? maksudmu apa Vit...??" tanya Vanya terkejut, tapi di abaikan oleh Vitalia.
" Sepertinya benar dugaanmu Nona... orang kami baru menyelidikinya....." ucap Hans
" Kalau begitu perketat pengamanan perusahaan dan RS Wijaya, Hans... karena sangat beresiko bagi kalian semua.." titah tuan Wijaya pada Hans.
" Baik ... tuan.... " ucap Hans lalu berdiri pergi melaksanakan perintah dari atasannya.
Sementara Vanya masih terdiam, entah kenapa hatinya tak tega ketika melihat kondisi Aldo yang baginya sangat memprihatinkan.
" Duhh... ada apa denganku...?? kenapa tiba-tiba perasaanku mulai tak tenang sih..." batin Vanya.
" Woy.. Van... kenapa bengong sih Van... ?? tanya Vitalia heran.
" Ehh... enggak kok.... gue cuma....ucap Vanya terhenti.
" Cuma apaa..., Hmmm?? tanya Vitalia mengerutkan keningnya.
" Isshh... apa'an sih Vit..." ucap Vanya lalu meninggalkan Vitalia yang masih sedang bersama keluarganya.
" Ehh.... Van tungguin gue napa sih...." teriak Vitalia, tapi ditegur oleh sang Mamah.
" Vitalia ini rumah sakit nak... kenapa teriak teriak sih... " ucap Mamah Ita memberi peringatan pada Putrinya.
" Hehehe maaf mah...Vita lupa..., kalau gitu Vitalia mau nyusul kesana dulu Pah... Mah... Pih... Mih..., Assalamu'alaikum... " ucap Vitalia.
" Wa'alaikumsalam....
" Dasar anak muda...." gerutu Papah Wijaya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, menatap punggung putrinya dari belakang.
Sementara Vanya yang sudah sampai ruang IGD, dikejutkan dengan panggilan seorang anak kecil yang berusia 3,5 tahun, sedang memanggil dirinya
" Tante dokter... Tante dokter... dimana Ayahku... hiks... hiks.. aku sedang mencari Ayahku... hiks.. hiks... " tanya anak kecil itu ambil menangis, Vanya mengerutkan keningnya bingung kenapa ada anak kecil berada di RS pagi-pagi buta.
" Sayang kenapa kamu menangis hemmm..?? tanya dr.Vanya dengan tersenyum ramah.
" Aku kehilangan Ayahku.. tadi aku liat di televisi katanya Ayah ditembak oleh orang tak dikenal Hiks.. hiks... hiks.... " ucap anak itu sambil menangis tersedu-sedu. Vanya pun tersentak kaget sekaligus merasa iba, dengan apa yang dikatakan anak itu..
" Apa... anak ini... ?? tapi yang benar saja tuan Aldo sudah mempunyai anak...?? batin Vanya sambil menatap intens anak itu.
" Sayang... , sudah jangan menangis lagi... tante dokter janji, ayahmu akan segera sembuh, dan bisa bermain lagi sama kamu.. " ucap Vanya sambil tersenyum ramah, berusaha menenangkan anak itu.
" Tante dokter nggak bohong kan sama El...,tante dokter janji ya...?? " tanya Anak itu pada dr.Vanya.
" Benar janji...." ucap anak itu memastikan, sambil menjulurkan jari kelingkingnya.
" Janji.... " ucap Vanya sambil mengaitkan jari kelingkingnya pada jari anak itu, dengan tersenyum ramah.
" Oh ya.. tante dokter mau tanya siapa namamu tadi... ?? El... ya..???" tanya Vanya memastikan, sambil tersenyum, karena baginya bertemu dengan anak kecil adalah hal yang paling menyenangkan.
" Yupss... benar tante dokter.. namaku El... ,kalau nama tante dokter siapa?? " tanya Anak itu antusias, sambil mengusap ingusnya.
" Namaku Vanya.... , panggil saja tante Vanya ya.... ucap Vanya tersenyum ramah.
" Wahh nama yang indah...,, tante dokter mau nggak jadi Bundanya El... ?? ucap El penuh harap, seketika jantung Vanya mulai berdegup kencang.
Deg...
" Astagaaa...., anak ini kenapa menyuruhku untuk menjadi Bundanya?? lantas ibunya kemana?? " batin Vanya bingung dengan ucapan El.
" Tante dokter kenapa diam saja.... ?? tanya El, berhasil membuyarkan lamunan Vanya.
" Eh... emmm kamu bisa saja El... " ucap Vanya sambil mencubit pipi El dengan gemas.
" Tapi.... El bolehkan memanggil tante dokter dengan sebutan Bunda... " ucap El penuh harap.
" Hmmm... iyaaa boleh kok..., El mau panggil tante dokter apa saja boleh... yang penting El senang, ok...." ucap Vanya sambil memangku El.
" Yeee..... sekarang El sudah punya Bunda..." teriak El senang.
" Oh iya... El lupa.... Ayah ada dimana Bunda....?? , El pengen ketemu sama Ayah.... " ucap El , Vanya merasa tak tega melihat El yang terus bertanya padanya. Vanya pun menjawab...
" El.... Ayahmu kan baru dirawat di RS..., jadi El harus berdoa sama Allah, biar Ayahmu cepat sembuh....ok.. " ucap Vanya memberi pengertian pada El.
" Baik Bunda.... El mau berdoa sama Allah biar Ayah Aldo bisa bermain lagi sama El....
" Sipp El... itu namanya anak Bunda... " ucap Vanya sambil tersenyum senang melihat El akhirnya bisa tersenyum bahagia.
Seketika ada seorang wanita paruh baya yang terlihat panik mencari cucunya.
" Yaa ampun El.... nenek sudah cari kamu kemana-mana ternyata kamu disini ya... " ucap seorang wanita paruh baya tersebut pada El yang terlihat sangat akrab pada dr.Vanya.
" Loh.... Ibu sedang mencari El ya... ?? tanya dr.Vanya pada Ibu itu,tapi pertanyaan Vanya disela oleh El..
" Maafin El nek... , El mau cari Ayah...,ucap El sambil menundukkan kepalanya.
__ADS_1
" Tapi nenek nggak usah khawatir, Ayah sekarang ada di RS ini,, kata Bunda dokter... Ayah bakal disembuhin sama Bunda dokter..." ucap El pada sang Nenek.
" Bunda dokter... ?? tanya wanita paruh baya itu pada sang cucu.
" Iya Nek... , tante dokter sekarang sudah jadi Bundanya El... " ucap El pada sang nenek.
" Tapi El.... " ucap wanita paruh baya terhenti.
" Sudah Bu... nggak papa kok, biarkan El panggil saya Bunda... saya sudah menganggap El seperti anak saya sendiri..jadi Ibu tenang saja... ucap Vanya pada wanita paruh baya tersebut dengan tersenyum penuh arti.
" Trimakasih Bu dokter...
" Iya Bu... Sama-sama... ucap Vanya sambil tersenyum senang.
" Lain kali kamu jangan pergi lagi ya El... nenek nggak mau kamu kenapa-kenapa... " ucap sang Nenek pada cucunya.
" Iyaaa... Nek.... " ucap El sambil menundukkan kepalanya, karena merasa bersalah.
" Oh ya... Maafkan cucu saya bu dokter, sudah merepotkan bu dokter yang sedang bertugas..,,cucu saya memang seperti itu...." ucap wanita paruh baya tersebut.
" Tak apa Bu.... ,, Oh ya Bu..., bolehkah saya bertanya?? tanya Vanya.
" Silahkan bu dokter...
" Hemm.. apakah El ini nak dari tuan Aldo ya Bu... ?? " tanya Vanya penasaran.
" Benar Bu dokter.... , El ini adalah anak dari Aldo... " terang wanita paruh baya.
" Loh... lantas... Ibu... apa hubungannya dengan tuan Aldo...?? tanya Vanya penasaran.
" Saya Ibu kandung dari Aldo.. bu dokter.. " ucap orang paruh baya tersebut.
" Ibu kandung?? " batin Vanya bingung.
" Perkenalkan Bu... saya dokter Vanya bekerja di RS ini, dan saya adalah dokter yang menangani tuan Aldo... panggil saja Vanya ya bu... ucap Vanya ramah.
" Salam kenal Bu dokter.. Eh.. maksud saya Nak Vanya... saya Irma Ibu kandung dari Aldo...,dan saya ucapkan trimakasih sebanyak-banyaknya.. karena sudah membantu mennenangkan cucu saya...
" Iya Bu... sama-sama... ucap Vanya sambil tersenyum ramah.
" Kalau begitu... kami pamit dulu ya Nak Vanya... saya titip anak saya Aldo padamu Nak... karena saya tidak memungkinkan untuk menemani Aldo disini...
" Iyaaa Bu.... Ibu tenang saja.... ada saya disini... lagian kasian El kalau harus ikut menunggu Ayahnya di RS... biarkan saya yang menjaga tuan Aldo Bu.... ucap Vanya ramah, berhasil membuat Ibu Irma tersentuh hatinya.
" Trimakasih Nak Vanya... Ibu tidak tau lagi harus barkata apa lagi sama kamu Nak...
" Iyaa Ibu... sama-sama...
" Ayoo El... kita pulang... ucap Ibu Irma pada sang cucu
" Tapi Nek.... Bagaimana dengan Ayah... ??
" Sayang... kamu tenang saja kan ada Bunda disini... Bunda yang akan menemani Ayah Aldo disini...
" Tapi Bunda... El ingin disini sama Bunda... El nggak mau pulang... El ingin ketemu sama Ayah...
" El sayang.... Ayahmu kan belum sembuh, besok kamu kesini lagi ya sama nenek...Ayah kan sekarang sedang istirahat... jadi El juga harus istirahat...
" Baiklah Bun.... kalau begitu El pulang dulu ya....
" Nahh gitu dong, itu baru anaknya Bunda... ucap Vanya lalu mencium pipi El.
" Kalau begitu kami pulang dulu ya nak...
" Iyaaa Bu... Hati-hati di jalan ya.... " ucap Vanya sambil mengantarkan Ibu Irma, dan El keluar IGD.
" Iyaa nak.... ucap Ibu Irma sambil tersenyum ramah.
Vitalia yang baru tiba di IGD pun heran, melihat sahabatnya sedang melambaikan tangannya ke arah taksi, ia sangat penasaran pada siapa sahabatnya itu melambaikan tangan..,, lalu Vitalia mempunyai inisiatif untuk menghampirinya dan bertanya..
" Siapa sih Van..?? tanya Vitalia penasaran.
" Kepo..... !! " jawab Vanya ketus.
" Lahhh ditanya juga.... " kesal Vitalia pada sahabatnya.
" Jutek banget sih Lo... ,, baru PMS yaaa..." ucap Vitalia lagi.
" Sembarangan kalau ngomong... ucap Vanya sambil melempar pensilnya ke arah Vitalia. Vitalia terkekeh geli melihat Vanya yang sedang kesal.
" Heheheh.... biasa saja dong Lo..., gitu aja ngegas...., kayaknya bakalan ada Kisah Cinta Ceo dan Dokter cantik Part 2 deh ini hahahhaha... ucap Vitalia sambil terkekeh menggoda Vanya.
" Haaa... maksud Lo pa sih Vit... gak jelas banget sih Lo daritadi.... " kesal Vanya, pada Vitalia.
" Tuh...tuh... liat tuh... muka Lo itu sudah kelihatan banget kali Van.... , udah nggak usah bohongin diri Lo sendiri....deh Lo...., lagian nih ya... setahu Lo kan Aldo hanya Asisten pribadi saja kan.. tapi... dia juga seorang Ceo kalau perlu Lo.. tau.... " ucap Vitalia panjang lebar, tapi tak ditanggapi oleh Vanya.
" Kalau ke IGD bisanya cuma godain gue... mending Lo pergi deh dari sini... ucap Vanya dingin.
__ADS_1
" Santai saja mbak bro.... hehehehe pis..." ucap Vitalia sambil nyengir kuda,dan menunjukkan kedua jarinya membentuk angka dua..., Vanya hanya menggeleng-gelengkan kepala saja melihat ulah sahabatnya itu.