Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 115


__ADS_3

Sandiwara Vanya dan Edward


" Hentikan.....!! " teriak seseorang itu menghentikan keributan tersebut. Ya seseorang tersebut adalah Erlin. Ia pun segera menghampiri mereka, yang sedang bertengkar.


" Apa-apaan Kamu Do..., kenapa kalian malah berantem sih..., nggak malu apa dilihatin banyak orang..., Kamu juga Mas ngapain pakai bertengkar segala..., kalau memang Ada masalah selesaikan baik-baik bukan dengan bertengkar... " ucap Erlin memperingatkan sang Suami dan mantan asisten Suaminya. Dan Erlin pun mengedarkan pandangannya ke arah seorang Wanita yang bergelayut manja di lengan Aldo, Ia pun bertanya:" Lo siapa...?? " tanya Erlin pada Kekasih Aldo, dengan menyelidik, akan tetapi Erlin benar-benar tak asing pada Wanita tersebut.


" Dia kekasih j*langnya Aldo... " jawab Aditya dingin, sedangkan Erlin tersebut mendengar perkataan Suaminya.


" Apaaa...??" tanya Erlin tak percaya.


" Tutup mulutmu Dit...!!, Dia bukan wanita j*lang yang seperti Kau sebutkan tadi..." sambung Aldo tak terima dengan ucapan Sahabatnya.


" Sudah cukup hentikan....!!!" teriak Erlin, berusaha menghentikan keributan tersebut, tapi tetap saja tak dihiraukan oleh Aditya.


" Heh Kau yakin kalau dia bukan wanita j*lang...??, tanya saja sama Dia... " ucap Aditya sambil menatap sinis Kekasih Aldo.


" Tuan Aditya..., jangan menuduhku sembarangan..., kalau Anda tidak ingin berurusan denganku... " ucap Laras menimpali.


" Cih... apa katamu..??, Kau berani mengancamku..??, Saya bisa saja menghancurkan karirmu sekarang juga Nona Laras...!! " tegas Aditya.


" Apaa...??? Laras...???, jadi Lo model terkenal itu...?? tanya Erlin


" Yaa... Dia seorang model terkenal..., dan Dia akan menjadi Istri pertamaku, sebelum dokter Vanya... " terang Aldo menjawab pertanyaan dari Erlin. Tiba-tiba saja ada seseorang yang datang dari arah belakang Erlin lalu menghampiri Aldo, dan


Plaaakkk.....


Sebuah tamparan keras dilayangkan oleh seseorang itu, pada Aldo.. sampai-sampai tamparan itu membuat badan Aldo terhuyung ke samping. seketika seseorang itu pun berkata:" Dasar laki-laki br*ngs*k...!!! " bentak Vanya pada Aldo, yang diikuti Edward dari arah belakang. Ya seseorang itu adalah Vanya, sedangkan mereka semua yang melihat kedatangan Vanya dengan tiba-tiba tercengang, tak menyangka jika Vanya akan datang ke kantin di dekat RS, apalagi kedatangannya tidak sendirian, Ia ditemani oleh Edward. Yaa sesudah dari kantor perusahaan Sanjaya Entertainment, Vanya dan Edward memutuskan untuk makan siang di kantin dekat RS Wijaya.


" Kau..., berani-beraninya menampar Kekasihku.., Wanita mur*h*n... " ucap Laras tak terima dengan ulah Vanya,


" Heh... sudah kuduga..., jadi memang benar Anda itu Wanita J*lang yang kemarin...." ucap Vanya sambil tersenyum sinis sedangkan Laras yang merasa dihina pun tak terima, dan akan mengayunkan tangannya untuk menampar Vanya tapi sayangnya dicegah oleh tangan seseorang.


Greepp...


" Jangan sakiti Dia...!!" tegas Edward. sementara Semua yang berada di tempat tersebut tak percaya dengan apa yang dilakukan Edward yang berusaha melindungi Vanya.


" Edward... " gumam Erlin dan Aditya pelan.


" Oh ini ternyata pahlawan kesiangan... " ucap Laras Kekasih Aldo, dengan nada menyindir. sedangkan Vanya Dan yang lain hanya diam. Tanpa di duga, Aldo menarik tangan Vanya dengan kasar.


Sreeettt...

__ADS_1


" Ayo ikut denganku..." ucap Aldo sambil menyeret paksa tangan Vanya, sedangkan Vanya berusaha memberontak melawan Aldo.


" Lepas..., Do... !! " teriak Vanya sambil berusaha melepaskan tangan Vanya.


" Aldo hentikan....!! " seru Erlin dan Aditya tak terima, tapi tetap saja tak dihiraukan oleh Aldo, disisi lain Edward tang melihat Vanya diseret pun tak terima dengan ulah Aldo, Ia betul-betul geram dengan perlakuan Aldo, Ia pun segera menghampiri Aldo dan menghentikannya.


Sreettt...


Edward menarik kerah kemeja Aldo dari belakang, dan membalikkan badan Aldo, sontak membuat tangan Aldo melepaskan pegangan tangannya.


Buukkk....


Pukulan bogem mentah dilayangkan oleh Edward, di pipi sisi kiri Aldo.


" Arghhhh... " Aldo pun mengerang kesakitan, Dan Ia pun ditolong oleh Kekasihnya yang datang menghampirinya. sementara Vanya hanya diam tak menyangka jika Edward akan menolongnya, sedangkan Erlin dan Aditya hanya menyaksikan dari kejauhan.


" Beraninya Kau dengan Wanita...!! " seru Edward.


" Edward biarkan saja...., jangan hiraukan Aku.. " ucap Vanya.


" Tapi... " ucap Edward terpotong.


" Oh ya.. sepertinya Kau masih cinta denganku, bukan begitu dokter Vanya...?? tanya Aldo pada Vanya dengan senyuman penuh arti, dan...


Plaakkk....


tamparan keras dilayangkan oleh Vanya ke arah pipi kanan Aldo, sontak Aldo pun membulatkan ma tanya terkejut.


" Tutup mulutmu tuan Aldo....!!, sudah berapa kali Saya bilang kalau Saya cinta sama Anda itu dulu.... bukan sekarang....!!" tegas Vanya tersulut emosi.


" Dan ya.. asal Kau tahu tuan Aldo.., Edward adalah Kekasihku..., jadi jangan berharap Kau menjadikanku mainan dalam sebuah pernikahan..., ingattt itu...!!" terang Vanya tanpa sadar, sontak seluruh orang yang mendengarkan pernyataan dari Vanya pun terkejut, begitu pula dengan Edward, Ia membulatkan matanya tak percaya dengan perkataan Vanya, dan tak menyangka jika Vanya akan melakukan hal yang bodoh seperti saat ini, sedangkan Aldo hanya terdiam, mendengarkan pernyataan dari Vanya.


" Astaga...apa yang Aku lakukan...??, tapi tak ada cara lain lagi selain ini..." batin Vanya


" Apa yang ada dipikiran Wanita ini... ??," tanya batin Edward. Sedetik dua detik Aldo menatap Vanya tak percaya, sedangkan Vanya membuang mukanya tak berani menatap Aldo, dan Aldo pun bertanya:" Kau bohong kan dokter Vanya...??, Iya..kan..???, Ayo tatap mataku dokter Vanya..." ucapnya sambil mengguncang-guncang tubuh Vanya, karena Ia melihat kebohongan dimata Vanya. di sisi lain Vanya hanya diam saja sembari menahan tetesan air matanya, tidak berani menatap Aldo yang berada tepat di depannya saat ini.


" Cukuuppp tuan Aldo...., Dia benar..., Saya memang Kekasih dari dokter Vanya...., jadi Saya berhak atas Dia...!!" seru Edward, seketika semua orang yang Ada disitu tercengang, termasuk Vanya, Ia menatap tak percaya dengan apa yang barusan Edward katakan.


" Edward..." gumam Vanya pelan.


" Tidak..., Aku tidak percaya, Kau pasti berbohong kan tuan Edward...??" tanya Aldo tak percaya dengan apa yang diutarakan Edward.

__ADS_1


" Saya tidak berbohong tuan Aldo..., bahkan Saya dalam waktu dekat akan menikah dengannya... " ucap Edward, membuat seluruh orang yang mendengarkan pernyataan Edward pun terkejut, termasuk Vanya.


" Apa-apaan ini...??, Astaga..., ini orang menjebakku... huh tenang Van.., tenang..., Dia mungkin hanya membantumu..., jadi Lo harus bisa kontrol emosi Lo.., Lo harus akting.., tunjukin kalau Lo Kekasih dari Edward, dan biarkan pria br*ngs*k itu semakin panas melihat adegan Gue dengan Edward, dengan begitu Gue lepas dari jeratan Aldo yang licik itu... " ucap Vanya dalam hati, sambil tersenyum licik, berusaha menahan, sedih, kesal, marah menjadi satu.


" Kenapa Kau hanya diam dokter Vanya....??, katakan padaku kalau yang dikatakan tuan Edward itu salah... " ucap Aldo menoleh menatap Vanya.


" Yang dikatakan Dia memang benar tuan Aldo..., Aku akan menikah dengannya secepatnya... " ucap Vanya.


" Apa katamu...??, Kau benar-benar tidak kasihan dengan anak-anak...!!" seru Aldo tak terima.


" Apaa...???, kasihan...??, justru itu Aku kasihan dengan mereka ketika melihat Kau bersama Wanita j*lang seperti Dia... " ucap Vanya sambil menunjuk ke arah Laras, Kekasih dari Edward.


" Kalau Kau benar-benar kasihan..., Ayo menikah denganku sekarang juga bersama Laras kalian akan ku jadikan Istriku... " seloroh Aldo.


Plaaakkk....


tamparan keras dilontarkan Vanya di pipi sisi kiri Aldo.


" Cukup tuan Aldo...., Anda sadar tidak.., kalau Anda sudah menyakiti hati banyak orang... !! " seru Vanya dengan penuh penekanan.


" Karena Aku juga sangat mencintaimu dokter Vanya..." terang Aldo.


" Apaa...?? cinta katamu..?? dua sekaligus Kau nikahi Kau bilang cinta..??? cihh..persetan dengan cintamu itu..." ucap Vanya sambil menahan sesak di dada.


" Ingat tuan Aldo...., Aku bukan Wanita seperti Dia..., jadi jangan berharap Kau menikah denganku hanya untuk Kau jadikan mainan saja...!!" tegas Vanya lagi.


" Vanya..., tenangkan dirimu..." ucap Erlin sambil menghampiri Vanya,mencoba untuk menenangkan dirinya, tapi tak dihiraukan oleh Vanya.


" Hmm ya.., jika Kau tidak ingin menyakiti perasaan mereka, pilih salah satu diantara Kami..., heh.. tapi sudah lah itu sudah terlambat... Aku sudah sangat yakin, jika Kau pasti akan memilih Dia..., dan tak ada gunanya lagi Aku mengejarmu., karena Aku juga akan segera menikah dengan Edward..., dan ingat tuan Edward... Kau akan menyesal kehilangan segalanya hanya karena Wanita ini...!!" seru Vanya sambil beralih menatap sinis Laras, dan sambil berusaha menahan tetesan air matanya.


" Sayang sudah tenangkan dirimu... " ucap Edward sambil menghampiri Vanya, dan Vanya pun menanggapinya dengan baik.


" Ayo Sayang... mending kita pergi dari sini..., kita cari tempat lain... " ucap Vanya mengalihkan pembicaraan, lalu menarik Edward dengan mesra meninggalkan tempat tersebut.


****


Mohon maaf teman-teman baru up lagi..., akankah sandiwara dari Vanya dan juga Edward hanya sekedar sandiwara saja atau justruu...???


Simak selengkapnya di cerita selanjutnya ya....


Jangan lupa Vote, Like, Komen, dan Favorite Ya.... Terimakasih.... 🥰🥰🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2