
Sesudah selesai acara lamaran di mansion Sanjaya, Erlin tampak merenung dan juga bingung dengan keputusan yang diambilnya tadi.
" Yaa Allah.... apa keputusanku tadi sudah tepat...?? bisa-bisanya aku menyetujui lamaran ini yaa Allah... ,, semoga keputusan yang aku ambil ini benar... " batin Erlin sambil bertopang dagu. Aditya yang mencari Erlin pun, akhirnya melihat Erlin terlihat sedang diam merenung,dengan meneteskan air matanya.
" Erlin.... teriak Aditya memanggil Erlin yang tengah duduk termenung.
Erlin yang merasakan di panggil pun, ia menoleh ke arah sumber suara yang memanggilnya.
" Hemm... ada apa kau kemari...??!! ucap Erlin sambil menghapus air matanya, pura-pura tegar di hadapan Aditya.
" Kamu marah ya sama aku...?? hemm... " tanya Aditya lembut.
" Apa maksud semua ini dit?? kenapa kamu ingin menikahiku dit...?? bagaimana bisa kamu berfikir seperti itu, dit...?? jawab.... !!! " tanya Erlin penuh penekanan.
Aditya hanya diam tak menjawab ucapan Erlin.
sedetik.... dua detik... barulah Aditya menjawabnya.
" Karna Aku....cinta sama kamu Er.... love you..." ucap Aditya dengan tulus.
Deg....
" kenapa setiap kali bersama Aditya...,gue seperti ini yaa Allah... gumam Erlin dalam hati.
" Ehh... Apaa...?? aku nggak salah denger kan dit..??? yang bener saja kamu cinta sama aku...,, mustahil dit.... , bahkan aku tak ada rasa sama kamu dit.... aku tau meskipun kamu itu nggak dekat dengan wanita manapun, setelah kamu ditinggalin oleh mantan tunanganmu dit, tapi bukan berarti kamu cinta sama aku kan dit..?? Kamu bohong kan dit... ?? karna aku tau kamu itu orangnya seperti apa... !!!
" Tapi.... aku benar-benar serius Erlin.... !!!
" Bohong....!! buktikan kalau kamu benar-benar mencintaiku setulus hati dit..., jangan karna pelarianmu semata... !! hiks hiks..hiks... tegas Erlin sambil menangis sesegukan.
" Aku melamarmu bukan karna pelarian Er....ingat itu....!!!
" Kamu sudah membentakku dit... hiks.. hiks... hiks...
" Maaf... Erlin... aku.... " ucap Aditya terpotonng oleh ucapan Erlin.
" Tapi aku nggak cinta sama kamu dit.. pleaseee ngertiin perasaanku dit... " ucap Erlin sambil mengusap air matanya.
" Jika kamu tidak mencintaiku lalu,kenapa kamu menerima lamaranku, hemm...??!! " tanya Aditya,sambil menatap manik mata Erlin, lalu mengangkat wajah Erlin, mencengkram kuat dagu Erlin.
" Dit... lepas...
" Nggak, Er... " jawab dulu pertanyaanku....
" Sakit dit....
" Oh.. sakit... , ??? apa kamu tau... ini tak sesakit hatiku Er....,, hah...!!! tegas Aditya. Erlin pun seketika membeku dengan sikap tegas Aditya, dengan tatapan mata penuh arti.
" Mmm maksudmu apa...???
" Kamu masih tanya apa maksudku...??? jawab pertanyaanku dulu Erlin.... " ucap Aditya.
" Iy...iyyaa.... tapi tolong... lepasin dulu... " ucap Erlin. akhirnya Aditya pun melepaskan cengkramannya.
" Daritadi kek...,,dasar bunglon.... " gumam Erlin, masih terdengar oleh Aditya, Aditya yang mendengar gumaman Erlin pun mengerutkan keningnya.
" Apa.. ?? siapa bunglon..??
" Nggak.. nggak ada.... ,
" Sayang pleasee... tolong jawab pertanyaanku tadi... kenapa kamu menerimanya...hemm...??? " tanya Aditya kali ini dengan nada lembut.
__ADS_1
" Ak.. ak... akuu.... hanya ingin melihat orangtuaku bahagia dit..... hiks hiks... maafin aku..., aku belum bisa menerimamu sepenuh hati dit...,tapi aku berjanji aku akan menjadi istri yang terbaik untukmu,dit.... hiks... hiks... hiks....
" Sudah.... jangan menangis..... , aku tau itu... dan aku juga sudah bisa menebakmu Er.... " ucap Aditya menenangkan Erlin, sambil memeluknya. Erlin pun dibuat bingung dengan tingkah calon suaminya yang sering berubah-ubah..., Sedangkan Aditya seketika merenung dengan apa yang sudah di katakan Erlin tadi...
" Aku juga berjanji Er... akan selalu membuatmu bahagia..,menjadi suami yang terbaik untukmu..., dan aku bersumpah padamu Erlin....,suatu saat nanti kamu akan jatuh hati padaku... dan tak akan ada yang bisa menggantikan posisimu di hatiku Erlin... ingat itu... " gumam Aditya dalam hati, dengan posisi masih memeluk Erlin, Erlin yang tadinya hanya diam seperti patung, seketika ia membalas pelukannya.
Di Rumah Sakit
Erlin yang tengah disibukkan menerima pasien pun tiba-tiba kaget mendengar teriakan seseorang di balik pintu ruangannya.
" Dokter.... dokter Erlin gawat... " teriak seseorang dari balik pintu.
" Dokter Intan...?? ada apa??? tanya Erlin mengejutkan keningnya.
" Ituuu... Nyonya Ita masuk ruang IGD " ucap dokter Intan.
" Hah... Astaghfirullahalazim.... , yang bener dok...
" Iyaaa... benerr dok... barusan dokter Vitalia ngasih kabar, disuruh kasi tau ke dokter Erlin...
" Kalau gitu.. saya kesana dulu ya dok..., dokter Intan tolong gantikan saya dulu bisa...??" tanya Erlin.
" Siapp dok...,kebetulan tugas jaga saya sudah selesai...
" Ya sudah... dok..., kalau gitu saya permisi dulu,, suster Dina ayo....?? ucap Erlin lalu keluar dari ruangannya dengan terburu-buru.
dr.Erlin dan suster Dina pun segera menuju ke ruang IGD... ,, sementara dr.Intan sudah menggantikan posisi dr.Erlin untuk memeriksa pasiennya.
Sesampainya Erlin dan suster Dina di ruang IGD, mereka mendengar suara tangisan Vitalia, karna selama mengenal Vitalia, baru kali ini mereka mendengar Vitalia menangis karna mamah nya sedang terbaring lemah di atas bad RS.
" hiks.. hiks.. mah.. please mah.. jangan seperti ini... maafin Vitalia... hiks hiks " ucap Vitalia sesegukan. Erlin yang mendengar ucapan Vitalia seperti itu pun mengerutkan keningnya, ia penasaran dengan apa maksud dari ucapan Vitalia.
" Vit... sudah... tenangkan pikiranmu dulu..,, gue disini...okey... " ucap Erlin,menenangkan sahabatnya itu dari belakang.
" Maksudmu??? tanya Erlin..
" Maksudku mamah mendengar obrolanku dengan kak Aditya lewat telepon... Er... mamah kaget mengetahui hubungan kalian yang sebenarnya...
Erlin pun hanya diam tak bisa berkata-kata lagi... ia merasa bersalah telah berbohong pada semua orang, dan tak menyangka akan berakibat seperti ini.
" Sudah Vit.... ,, kamu harus tenang... ini semua bukan salahmu,, tapi ini salahku dan Aditya...
" Tapi mamah Er... hiks.. hiks...hiks...
" Elo dokter kan Vit..... ,, kalau lo dokter harusnya elo itu kuat.. jangan nyerah dong...,, " ucap Erlin.
" dokter Yudi bagaimana keadaan mamah, mmm maksudku Nyonya Wijaya, dok ... , tanya Erlin pada seorang dokter yang sedang memeriksa mamah Ita.
" Sekarang sudah stabil dok...,, pasien harus butuh waktu untuk istirahat
" huh... Syukurlah kalau gitu... , trimakasih ya dok.., " ucap Erlin tersenyum ramah.
" Iya sama-sama dokter Erlin.... , karna dokter Erlin juga sudah datang jadi saya permisi dulu..
" Baik... dok.... " jawab Erlin.
Erlin pun lalu menenangkan sahabatnya yang sudah berhenti menangis.
" Tuh... kan dr. Yudi aja bilang mamah nggak kenapa-kenapa kok... Vit....,, ucap Erlin
" Habis guee panik banget Er....takut guee... ucap Vitalia yang masih cemas dengan kondisi sang mamah.
__ADS_1
" dr.Vitalia yang terhormat... anda kan seorang dokter bukan??? kalau dokter kan bisa priksa mamah lo... ucap Dina sekenanya menyindir Vitalia.
" Gue bukan dokter spesialis jantung, gue dokter bedah.... kalau lo lupa... suster Dina..." ucap Vitalia ketus.
" Iyaaa gue tau,, setidaknya kan lo juga mempelajari juga kan.... aneh lo.... " ucap Dina.
" Namanya juga panik... suster dindin... mana sempet gue berfikir jernih... ucap Vitalia ketus.
" Barusan apa lo panggil gueee... ?? " tanya suster Dina ketus.
" Ehh.... Sudah... sudah... kalian jangan ribut lagi.. , pusing gue dengernya,, terus dimana kakak lo itu Vit....,kenapa dia nggak kesini ? tanya Erlin menyelidik.
" Kakak sedang sibuk.. Er... gue nggak berani ganggu meeting dia dengan RS lain...
" Ya tapi setidaknya, elo kasih kabar dong Vit...,terus kalau Papah...gimana... ?? tanya Erlin.
" Papah udah perjalanan kesini...
Tiba-tiba mamah Ita pun tersadar. karna sejak tadi mamah Ita tidak sadarkan diri.
" Dek... panggil mamah Ita lirih.
" Mamah sudah sadar...?? ucap Vitalia.
mamah Ita pun hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya saja.
" Mamah,, tau nggak sekarang Vita sedang bersama siapa..?? tuh liat calon mantunya mamah ada disini...
" Erlin....
" Iyaaa mah... jawab Erlin.
" Maafin mamah ya... sudah memaksamu menikahi Aditya. " ucap mamah Ita.
" Sudah mah.. tidak usah dipikirkan lagi... kan Aditya juga sudah melamar Erlin, dan Erlin pun menyetujuinya.. " ucap Erlin.
" Tapi apakah kalian benar-benar saling mencintai... ?? tanya Mamah Ita menyelidik.
" Deg...
Sedetik dua detik Erlin tak menjawab pertanyaan dari Mamah Ita, melainkan hanya saling pandang dengan Vitalia.
" kenapa diam saja nak...?? apa kamu dan Aditya bukan sepasang kekasih yang sesungguhnya, dan tidak saling mencintai...?? tanya Mamah Ita pada Erlin. Erlin yang belum sempet menjawab pertanyaan dari Mamah Ita, tiba-tiba ada seseorang yang datang.
" Emm... ucap Erlin terhenti dengan kehadiran seseorang.
" Kami saling mencintai mah..., kalau tidak...ya... Aditya nggak bakal melamar Erlin disaat itu juga mah...,iya kan sayang...?? " ucap Aditya, lalu memeluk Erlin dari belakang.
Ya seseorang itu adalah Aditya Bramasta Wijaya. Erlin yang merasa dipeluk pun salah tingkah.
" Ehh... emm iyaaa... benar mah... , lagian Erlin kan juga sudah menyetujui perjodohan dan lamaran itu kan mah... ?? jadi tenang saja... " ucap Erlin menenangkan calon mertuanya.
" Kalian benar kan... ?? nggak bohong sama mamah lagi...???
" Enggak mah... kita nggak bohong... "tegas Aditya.
" Benar yaa....,, nak Erlin.... tanya mamah Ita lagi.
" iyaa mah... beneran...,, Ya sudah kalau gitu... sekarang mamah istirahat dulu.... , karna sebentar lagi mamah dipindahkan ke kamar perawatan." ucap Erlin menenangkan Mamah Ita,sambil menggenggam tangan calon mertuanya dengan tersenyum ramah. ia pun lalu melirik kearah Aditya, yang merasa dilirik pun akhirnya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum tipis.
" Trimakasih Erlin... kamu sudah berusaha membuat hati mamah bahagia, karna cuma kamu Er yang bisa mengambil hati mamah... , maaf sudah membuatmu kecewa... batin Aditya.
__ADS_1
..."***Cinta itu murni dalam hati bukan karna paksaan"...
FYI****