Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 173


__ADS_3

Episode 173


Pernikahan Vanya dan Aldo.


Seminggu setelah kepulangan Exsel ke Singapore, Vanya sudah memutuskan untuk menikah dengan Aldo, begitu pula dengan sebaliknya. Sudah cukup lama Aldo menunggu pernikahan ini, bahkan tak menyangka jika Vanya mau


menikah dengannya, ya walaupun Vanya sendiri sebenarnya belum menaruh rasa terhadap Aldo, Ia malah memikirkan Exsel yang telah Ia tolak secara halus seminggu yang lalu. Entah mengapa hati Vanya kini mulai goyah disaat menjelang pernikahannya dengan Aldo.


Di kamarnya, Vanya kini sedang menatap sebuah foto yang menampilkan foto mendiang mantan Suaminya. masih Ia simpan baik-baik, bahkan foto tersebut terpampang nyata di dinding kamaranya, Ia pun segera mengambilnya.


“Mas, maafkan Aku, Aku tidak bermaksud untuk menghianatimu, tapi karena Kaulah yang menginginkan Aku menikah dengan Aldo, maka Aku bersedia, Mas, tapi entah mengapa hatiku merasa sesak ketika melihat Exsel merelakan Aku menikah dengan Aldo, apa Aku menyukainya lagi ..??, tidak .., tidak .., itu tidak mungkin, dan Aku berjanji setelah ini Aku akan mencarikan jodoh buat Exsel, Aku tidak mau mengecewakannya lagi, dan Kau Mas, bahagia disana ya, Aku berjanji Aku akan berusaha mencintai Aldo kembali seperti dulu lagi, walaupun memang tak mudah, ini semua Ku lakukan demi kebaikan Kita bersama, Mas, terutama anak-anak.” Ucapnya panjang lebar sambil mengusap-usap foto tersebut dengan lembut, tak terasa cairan bening pun menetes jatuh membasahi pipi Vanya, bahkan air matanya sampai jatuh membasahi bingkai foto tersebut. Ya meskipun sebenarnya Vanya sudah cerai mati dengan Edward, tapi Vanya tidak akan pernah melupakan kenangan bersama mendiang mantan Suaminya.


Tanpa disadari oleh Vanya, Erlin, Dina dan juga Clara pun datang menghampirinya ke kamarnya untuk menjemputnya, karena akad nikah sebentar lagi akan dimulai, ketiga Sahabat Vanya yang mendengarkan keluh kesah Vanya pun ikut terharu dan meneteskan air matanya.


Melihat ketiga Sahabatnya ada di depan pintu kamarnya, Vanya pun lalu membuka suaranya dengan berkata, “Kalian ..??” tanya Vanya bingung melihat para Sahabatnya menangis semua.


“Sejak kapan kalian di situ .. ??” sambung Vanya bertanya pada ketiga Sahabatnya. Erlin pun dengan tiba-tiba memeluk Vanya dengan di ikuti Dina dan Clara yang juga ikut memeluk Vanya. Vanya pun hanya menangis di pelukan ketiga Sahabatnya.


“Kakak Ipar, teman-teman, maafkan Aku,” ucap Vanya lirih dengan meneteskan air matanya. Erlin pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Sudah jangan meminta maaf, Van, Kau tidak bersalah dalam hal ini.” Ucapnya lalu


pun lalu melepaskan pelukannya. Erlin segera menghapus air mata Vanya yang bercucuran membasahi pipi Adik Iparnya.


“Kau harus semangat, Van .., Kau tidak boleh lemah meskipun Kau menikah dengan Aldo, Aku akan tetap menganggapmu sebagai Adik Iparku maupun Sahabatku sendiri,” sambung Erlin lagi berusaha menenangkan Vanya. Dina pun lalu nmenimpalinya dengan berkata, “Benar apa kata Erlin, ini semua bukan salahmu,” ucapnya. Clara pun lalu menyambungnya dengan berkata, “Benar sekali, dan keputusanmu itu sudah tepat Van, Kami yakin jika Aldo tidak akan bertingkah seperti dulu lagi.” Ucapnya.


Sementara Vanya pun sangat terharu dengan ketiga Sahabatnya ternyata sangat perhatian kepadanya, sampai sampai untuk menentukan pasangan saja, para Sahabatnya ikut turun tangan.


“Trimakasih, kalian selalu ada untuk Ku ..” ucap Vanya  penuh haru. Dan Erlin pun lalu berkata, “Sudah Van, jangan berterimakasih pada Kami, mending sekarang bersiaplah untuk turun ke bawah, sudah banyak tamu yang menunggumu.” Ucapnya menyuruh Vanya untuk bersiap.


“Baiklah ..” balas Vanya.


“Ya sudah jangan menangis lagi, bedaknya jadi luntur kan. Hmm” ucap Clara sambil memolesi bedak lagi ke wajah Vanya yang nampak sedikit luntur.


****

__ADS_1


Sementara Di bawah nampak Aldo dan para tamu undangan yang hadir sudah tampak menunggu kedatangan mempelai pengantin wanita, siapa lagi kalau bukan dokter cantik bernama Vanya Pricilia Ferrari. Bahkan di bawah tampak Exsel datang di acara ijab qobul tersebut sedang berbincang-bincang dengan Aditya.


Tak menunggu lama akhirnya yang ditunggu pun datang juga. Kini Vanya terlihat sedang menuruni tangga dengan sangat elegan diikuti dengan ketiga Sahabatnya yang mendampinginya. Semua mata pun mengarahkan pandangan ke arah mempelai wanita yang tampak anggun nan cantik, bahkan para tamu pun sangat takjub dengan penampioan Vanya yang sangat berbeda seperti biasanya.


“Wahh ..., Bunda cantik sekali ..” ucap El dan Neysa secara bersamaan.


“Iya dong, Bundanya siapa dulu ... ??” Exsel menimpali ucapan El dan Neysa, melihat Exsel yang datang, kedua anak tersebut lalu menoleh ke arah belakang dan berteriak, “Om Exsel ... !!” dengan menghampiri Exsel. El pun lalu memeluk Exsel meminta gendong Exsel sementara Neysa bersebelahan dengan Exsel.


“Wah sekarang El sama Kak Ney sudah tambah besar ..,” tanya Exsel pada kedua anak tersebut.


“Tuh lihat Bunda kalian cantik ya, Ayah kalian pasti terpesona melihat kecantikan Bunda Vanya.” sambung Exsel berbicara pada El dan Neysa.


“Cantik dong, Bunda El gitu ...” imbuh El. Dan membuat para tamu ikut tertawa mendengar celotehan dari El.


Sementara Aldo kini masih terdiam membeku melihat penampilan calon Istrinya yang sedang menghampirinya di altar pernikahan, “Vanya Kau sangat cantik sekali,” gumamnya pelan. Bahkan saking terpananya, Aldo sampai tidak sadar jika calon Istrinya sudah berdiri tepat di depannya.


Sedangkan Vanya yang merasa calon Suaminya menatapnya penuh arti pun jadi salah tingkah. Ia pun lalu berkata, “Ehemm, Tuan Aldo jangan menatapku seperti itu, ngeri tau .. !!” ucapnya pelan tapi masih terdengar ditelinga para tamu undangan bahkan sampai membuat semua tertawa mendengar ucapan Vanya yang terlihat seperti sedang salah tingkah. Sontak saja membuat Aldo membuyarkan lamuanannya lalu berkata, “Eh ..,emm iya ..” jawabnya sambil menggaruk tengkuknya terlihat salah tingkah karena ketahuan melamun.


Dan akhirnya ijab qobul pun segera dimulai, ikrar sumpah dan janji suci telah resmi diucapkan, kini Aldo dan Vanya sudah sah dan resmi menjadi pasangan Suami Istri baik secara hukum maupun agama. Sekarang saatnya Vanya dan Aldo saling memasangkan cincin di jari Mereka. Setelah selesai prosesi ijab qobul, Vanya dan Aldo pun lalu menuju ke tempat yang sudah disediakan oleh kedua mempelai. Ya pernikahan Aldo dan Vanya kebetulan terselenggara dengan sangat terbuka, bahkan banyak para tamu undangan yang menghadiri acara tersebut, sampai-sampai pernikahan mereka diliput oleh berbagai stasiun televisi, mengingat Vanya adalah seorang dokter yang dikenal sebagai mantan istri dari mendiang Edward.


“Sudah, tidak usah berterimakasih, lagi pula Exsel sendiri yang merelakan kalian bersatu.” ucap Erlin.


“Selamat ya, Do ..., Aku titipkan Vanya baik-baik padamu jangan sakiti adik iparku lagi, jika Aku tahu Kau menyakiti Dia, akan Kau rasakan akibatnya.” ucap Aditya dengan nada penuh ancaman. Sementara Aldo yang mendengar nada ancaman Aditya pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Hey, Dit .., sudahlah tenangkan Dirimu, Aku berjanji tidak akan membuat hatinya terluka karena Diriku.” Ucapnya sambil menatap wanita yang kini sudah resmi menjadi Istrinya.


“Oh iya, Babby Daffa dan anak-anak mana, Kak .. ??” tanya Vanya pada Erlin. Erlin pun lalu menjawabnya dengan menunjuk Exsel, Vanya dan Aldo pun lalu mengarahkan pandangan ke arah orang yang ditunjuk oleh Erlin. Dilihatnya Exsel sedang bersama kedua anak angkatnya dan Babby Daffa yang digendong oleh Dina.


Aldo dan Vanya yang melihat Exsel yang biasanya garang pun kini terlihat sayang anak dihadapan Mereka. Bahkan Mereka berdua sampai melongo tak percaya dengan apa yang Ia lihat. Sementara Erlin dan Aditya pun hanya tertawa melihat ekspresi sepasang pengantin baru tersebut.


“Heh, biasa saja kali Van, Do .., lagi pula si Exsel tuh udah dijinakkan sama Dina, tuh .., lihat saja sepertinya Mereka cocok.” ucapnya sambil melihat ke arah Exsel dan juga Dina yang disibukan dengan mengurus anak-anak. Vanya pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Cocok sih cocok, Kak ..., hanya saja dokter Irsyad mau di kemanain kalau gitu ...??” tanya Vanya sambil menonyor kepala Kakak Iparnya yang juga Sahabatnya itu.


“Aduh apaan sih, Van main tonyor saja ..” balas Erlin sambil mengelus kepalanya, tak terima dengan sikap Adik Iparnya yang juga Sahabatnya tersebut.


“Lagian kata Dina sih, Dia main sama cewek lain lagi, tapi entahlah, kalian tahu sendiri kan dokter Irsyad itu seperti apa ..??” tanya Erlin memastikan.

__ADS_1


“Tapi bukannya Mereka sudah tunangan ..??” jawab Aditya yang berbalik tanya pada Istrinya. Erlin pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Iya Mas, tapi kasihan Dina, udah tunangannya selingkuh tapi Dina nya santuy sekali, suka heran deh sama Dina, padahal udah dua kali disakitin mau saja sama Dia ..”ucap Erlin sambil mengghelengkan kepalanya pelan.


“Hmmm, bukannya dulu dokter Irsyad suka sama Kamu Yang ..??” tanya Aditya berusaha memancing Erlin. Sontak Erlin pun gterkejut dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Suaminya, Ia pun lalu berkata, “Mas, apa-apaan sih, sudahlah yang lalu biarlah berlalu jangan diungkit lagi, sebel tau nggak kalau inget kejadian itu.” ucap Erlin sambil memutar bola matanya jengah mendengar sang Suami berusaha memancing Dirinya. Aditya pun lalu menanggapinya dengan tersenyum senang, “Heheh iyaa iyaa, Sayang, Cuma bercanda,” ucapnya.


“Nggak lucu tau nggak .. !!” jawab Erlin sengak, lalu segera turun dari panggung dimana tempat Vanya dan Aldo dipajang sebagai pengantin, diikuti dengan Aditya yang mengejar Istrinya yang tampak sedang marah karena pertanyaannya. Vanya dan Aldo pun hanya menggelengkan kepalanya saja melihat perdebatan pasangan suami istri tersebut. “Astagaaa, bikin pusing saja,” gumam Vanya. Dan Aldo pun lalu menimpalinya dengan berkata, "Benar-benar seperti tom and jerry," timpalnya.


Tak berselang lama Exsel pun naik ke atas panggung bersama anak-anak diikuti oleh Dina untuk mengucapkan selamat kepada sepasang pengantin baru tersebut.


“Bro ..., selamat ya, Van selamat ya ..” ucapnya lalu memeluk Aldo seperti seorang Sahabat.


“Loh kok cuma Ayah Aldo saja yang dipeluk Bunda Vanya juga dong Om,” protes El. Exsel pun hanya terkekeh pelan dengan ucapan El, Ia pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Hehehe .., El Sayang, mana boleh Om memeluk Bundamu, nanti kalau ada yang marah bagaimana, hayo ..??” tanya Exsel menggoda El. Belum sampai El menjawab, Vanya yang melihat Aldo sedang menatap tajam Exsel pun menyahutnya dengan berkata, “El Sayang, kok digendong sama Om Exsel sih, kasihan Om Exsel dong Sayang ..” ucap Vanya pada Putra angkatnya. Ya Vanya sendiri tidak mau jika Suaminya berdebat lagi dengan Exsel cuma gara-gara ucapan El dan Exsel yang baginya sangat sensitif.


“Iya El, kasihan Om Exsel ..” timpal Aldo, El pun tidak menjawabnya karena merasa bersalah Ia pun menunduk. Vanya yang merasa El cemberut pun akhirnya membuka suaranya, “Ehemmb .., ya sudah sini ikut Bunda sama Ayah Aldo disini saja.” ucap Vanya sambil menyodorkan kedua tanyanya untuk menggendong El. Sayangnya El hanya menggeleng pelan tidak mau jika digendong oleh Bundanya.


Exsel yang melihat El terdiam pun lalu berkata, “Sudah Van .., Do ..., tidak apa-apa, biar Aku saja yang menggendongnya, lagi pula Aku akan menetap di sini seminggu lagi, setelah itu pulang ke Singapore,” tandas


Exsel. Seketika saja Dina pun mengalihkan perhatian mereka dengan berkata, “Congrats Sobiku ...” ucap Dina lalu berhambur memeluk Vanya dan bercipika-cipiki dengan menggendong Babby Daffa. Vanya pun lalu membalasnya dan berkata, “Iya Zeyeng, thanks ya .., cepet nyusul jangan lama-lama .., keburu tua nanti.” sindir Vanya pada Dina. Mbok Inah lalu menghampiri Dina ke atas panggung untuk menggendong Baby Daffa. “Iya keburu tua lho Suster Dina .. !!” seru Exsel menimpali. Sontak Dina pun membelalakkan matanya terkejut dengan penuturan Exsel, sambil menyerahkan Babby Daffa ke dalam gendongan Mbok Inah. Dina merasa tak terima lalu berkata, “Lo juga Tua .., hweekk .. !!” sindir Dina pada Exsel.


Sedangkan Exsel yang merasa Dirinya dihina pun lalu membalasnya dengan berkata, “Apa kau bilang ..??” tanya Exsel memastikan. Tapi belum sampai Dina menjawabnya Vanya pun melerainya dengan berkata, “Eh ... sudah sudah ..., astagaa kalian ini kenapa sih ..??” ucapnya bertanya.


“Tanya tuh sama Dia, jangan sama Aku ... !!” seru Dina, dan sebelum menjawab ucapan dari Dina Exsel pun menyerahkan El pada Aldo,sementara Neysa hanya memijit pelipisnya pusing melihat Bunda Dina sedang berantem lagi dengan Om Exsel. Belum sampai Exsel membuka suara, Neysa berkata, “Om ..,  Bun ..., kalian kenapa sih, dari tadi ribut terus .. ??, Ney pusing tau!!” serunya.


“Daripada berantem, mending Kita foto saja lah.” sambung Neysa disela-sela perebatan Dina dan Exsel di atas panggung dimana kedua pengantin baru berada.


“Bener tuh Kita foto saja, daripada berdebat.” ucap Vanya menyetujui ide dari Putri angkatnya. Mereka pun kini berfoto bersama meskipun wajah Dina dan Exsel tidak bersahabat sama sekali.


****


***Waahh ..., akhirnya Vanya menikah juga dengan Aldo ... ***


Hmmm bagaimana kisah ****selanjutnya****??


***Jangan lupa tinggalkan jejak Vote, Like, dan Komennya Ya .... ***

__ADS_1


Terimakasih ... 🥰🥰🙏🙏


__ADS_2