
Sementara dilain tempat Dina kini sudah berangsur membaik,setelah kejadian tadi,ia berniat bertemu dengan Vanya,karena ia sangat takut Sahabatnya akan dilukai oleh calon Suaminya lagi. Ya kejadian tadi adalah pertemuan antara dr.Irsyad dengan Dina di ruang perawatannya,ia belum sepenuhnya mempercayai perkataan dr.Irsyad padanya,ia pun bergegas memanggil salah satu perawat untuk mendampinginya ke ruangan tempat Vanya dirawat.
Flash Back On:
Ceklek...
“ Kamu ngapain kesini...??” tanya Dina ketus pada dr.Irsyad,yang tiba-tiba masuk ke dalam ruang perawatannya.
“ Ak...aku.....” ucap dr.Irsyad terhenti,ia pun langsung berlari ke arah Dina lalu memeluknya,dan berkata: “ Maafkan aku...Din...,tolong maafkan aku...aku sudah membuatmu kecewa...bahkan keluargamu juga ikut kecewa dengan perbuatanku...” ucap dr.Iryad dengan nada penuh penyesalan,sedangkan Dina hanya terdiam dipelukan dr.Irsyad,dia bahkan tak membalas pelukannya,tapi entah mengapa airmatanya menetes begitu saja.
“ Jujur...aku sangat menyesal telah dijodohkan denganmu,setelah mengetahui apa yang kamu perbuat selama ini,bahkan rasa cintaku selama ini yang telah kuperjuangkan,telah pudar...,dan aku tidak percaya padamu lagi...tapi entah kenapa aku begitu sulit melupakanmu...” gumam Dina dalam hati.
Tak lama setelah Dina diam,ia pun membuka suaranya dan berkata: “ Aku akan mema'afkanmu jika Vanya sudah mema'afkanmu...,minta maaflah pada Vanya...karna kamu sudah berbuat begitu kejam terhadapnya...”ucap Dina
dingin,dan dr.Irsyad pun melepaskan pelukannya.
“ Dan ingat kalau belum mendapatkan permintaan maaf dari Vanya,jangan sekali-kali menemuiku lagi...,bahkan aku tak akan pernah membiarkan para sahabatku terluka karenamu lagi...” sambungnya lagi.,sambil menatap tajam dr.Irsyad.
“ Ok... baiklah...kalau itu maumu aku akan meminta maaf pada dr.Vanya sekarang juga...” ucap dr.Irsyad,lalu ia akan beranjak pergi tapi langkahnya terhenti karna dicegah oleh Dina.
“ Berhenti...!!,kalau kamu ingin meminta maaf dengan Vanya...minta maaflah dari hati,jangan karena akulah kamu baru ingin meminta maaf...” ucap Dina pada dr.Irsyad.
“ Hmmm...” ucap dr.Irsyad dinguin,lalu keluar dari ruang perawatan suster Dina.
Flash Back Off:
Sedangakn kini Vanya sudah dipindah kedalam ruang perawatan,pikirannya kini benar-benar sangat kacau karena memikirkan apa yang harus ia lakukan,apakah ia harus menuruti kata Aditya,atau tidak...
__ADS_1
Ceklekk....
“dr.Vanya....bagaimana apa kau memaafkanku...” ucap dr.Irsyad,pada Vanya,tiba-tiba saja Aldo datang dari belakang dr.Irsyad...dan berkata: “ Kalau kau ingin meminta maaf minta maaflah dengan baik-baik...jangan seperti sedang berbicara dengan tembok...”ketus Aldo pada dr.Irsyad.sontak membuat Vanya tercengang dengan apa yang dikatakan oleh Aldo,seketika Vanya pun bereaksi
“ Sejak kapan Lo mengurusi urusanku....?? jangan ikut campur dengan urusanku tuan Aldo...” ucap Vanya ketus,,entah mengapa hatinya begitu kesal ketika melihat Aldo,sementara dr.Irsyad hanya tersenyum penuh kemenangan,melihat Aldo dan dokter Vanya ribut.
“ dokter Vanya...kenapa Lo bicara seperti itu denganku...??,harusnya Lo itu bersyukur kalau Gue sudah nolongin Lo...,gara-gara dia jugakan Lo seperti ini... “ ucap Aldo kesal dengan sikap dr.Vanya. sontak membuat Vanya terkejut dengan apa yang dikatakan Aldo.
“ Apa...?? Lo nolongin Gue...?? nggak itu nggak mungkin...” ucap Vanya berpura-pura tak percaya.
“ Ck.... sudahlah percuma juga ngomong sama dokter judes kaya’ Lo...” ketus Aldo,lalu berbalik akan pergi dari ruangan Vanya,tapi terhenti oleh perkataan Vanya.
“ Terserah apa kata Lo deh...tuan Aldo yang terhormat,yang jelas dr.Irsyad kemari itu dia ingin meminta maaf denganku...,dan akupun sudah memaafkannya...”terang Vanya pada Aldo,ia benar-benar capek meladeni Aldo,dan ucapan Vanya pun membuat Aldo geram,dengan apa yang sudah diputuskan oleh Vanya,sedangkan dr.Irsyad pun tak percaya apa yang telah di ucapkan dokter Vanya,ia pun lalu menyela perdebatan diantara mereka.
“ dokter Vanya...trimakasih sudah memaafkan perbuatanku...,bahkan saya tidak menyangka anda akan memaafkanku...” ucap dr.Irsyad,lalu memegang tangan Vanya,Aldo pun menahan amarahnya ketika melihat dr.Isyad memegang tangan Vanya.
“ dokter Vanya apa yang kau lakukan...??,dan Lo Irsyad lepasin tangan dokter Vanya...” ucap Aldo tak terima dengan keputusan yang Vanya buat,dan tak terima dengan perlakuan Irsyad terhadap dr.Vanya,sayangnya ucapan Aldo diabaikan oleh dr.Vanya,dan dr.Irsyad.
Cekleekkk...,
sontak membuat semua yang ada diruangan itu terkejut dengan kedatangan Dina.
“ Dinaa...?? ucap Vanya sambil melihat kearah Dina yang tiba-tiba datang.
“ Vanya....maafkan aku...” ucap Dina sambil memeluk Vanya,yang duduk bersender di tempat tidur.
“ Kenapa Lo kesini Din...?? bahkan keadaanmu belum begitu pulih,Dinaa..” ucap Vanya pada Dina,tapi Dina tak menjawab pertanyaan Vanya,ia lalu melepaskan pelukannya,dan menoleh ke arah dr.Irsyad,dan berkata: “ Aku mohon Syad...jangan mencoba mengganggu Sahabatku lagi...pleaseee...” ucap Dina seraya memohon pada dr.Irsyad.
__ADS_1
“ Dinaaa...apa yang kamu lakukan...,jangan seperti itu..,aku bahkan kesini atas kemauanku dan perintahmu...,apa salahnya kalau aku meminta maaf dengan dr.Vanya..” ucap dr.Irsyad.
“ Benar Din...,dan aku sudah memaafkan kesalahannya...”ucap Vanya sambil tersenyum manis pada sahabatnya, tapi tiba-tiba saja Nyonya Valen yang keluar dari kamar mandi dalam ruangan tersebut menyela perkataan Vanya,dan berkata: “ Apa maksudmu Vanya...apa kamu akan membiarkan dia berkeliaran di luar sana setelah apa yang ia perbuat padamu,dan juga Dina...” ucap Valen Mommy dari Vanya,sersulut emosi.
“ Mom...bukan seperti itu...,tolong dengarin dulu Mom...aku memaafkannya bukan berarti membiarkan dia bebas...” ucap Vanya.
“ Betul yang dikatakan dr.Vanya Nyonya...saya akan mempertanggung jawabkan perbuatan saya ke pihak yang berwajib,karena saya sadar akan kesalahan,dan kejahatan yang telah saya perbuat...saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi...” terang dr.Irsyad.
“ tapi aku mema’afkanmu juga ada syaratnya dr.Irsyad....,Kau harus berubah sebelum menjadi Suami dari
Dina,dan tunggulah persetujuan dari sahabat kami yang lainnya...” ucap Vanya pada dr.Irsyad.
“ Tapi dokter Vanya...,mereka sudah mema’afkanku semua....,dan mereka juga bilang pada saya kalau keputusan itu ada pada kalian berdua....”ucap dr.Irsyad..,dan Aldo yang sedari tadi diam pun membuka suaranya,dan berkata: “ Jangan percaya apa katanya dokter Vanya...”timpal Aldo.
“ Tuan Aldo sekali lagi saya mohon jangan ikut campur urusan kami...!!” tegas Vanya,entah kenapa hatinya begitu kesal terhadap Aldo...walaupun sebenarnya ia juga mengetahui kalau Aldo lah yang menolongnya waktu itu,meskipun terlihat samar-samar,,tak lama berselang lama Erlin yang sedang menggendong El yang tertidur, tiba bersama Vitalia, ke ruang perawatan Vanya.
Cekleekkk
“ Ada apa ini...??? Dina Lo disini juga...?? tanya Erlin bingung kenapa semua berkumpul di ruang perawatan Vanya.
“ Er...Vit.. Gue sama Vanya sudah mema’afkan dokter Irsyad...,lantas bagaimana pendapat kalian..??tanya Dina pada Erlin dan Vitalia.
“ Kami juga sudah mema’afkan dia...tapi dia juga harus bertanggung jawab atas perbuatannya...” jawab Vitalia.
“ Bagaimana Din...apakah Lo juga setuju...??,dan kami sangat berharap Lo menyetujuinya...” tanya Erlin memastikan,lalu menidurkan El di sofa dekat dengan Aldo.
“ Hemmm yaaa aku setuju....” jawab Dina pasrah.
__ADS_1
“ baiklah...kalau begitu waktumu sudah habis dokter Irsyad...,sekarang saatnya anda ditahan,pihak pengamanan sudah menunggumu di depan pintu...” titah Erlin dingin sambil bersedekap dada,dr.Irsyad pun hanya bisa menurut saja...,sementara Dina di bantu oleh perawat untuk kembali ke ruangannya,karena memang kondisi Dina belum sepenuhnya sembuh,begitu juga Vanya,ia berusaha menahan sakitnya hanya karna menyelesaikan masalah itu secepatnya
Jangan Lupa Vote,Like,dan Komen Yaa.....