Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 61


__ADS_3

dr.Vanya Pricilia Ferari


Sementara itu di rumah sakit Wijaya terlihat seorang dokter cantik yang sedari tadi malam masih berada di RS sedang disibukkan dengan pekerjaannya, terutama ia di khususkan untuk merawat salah seorang pasien yaitu Aldo Ferdiansyah, yang merupakan asisten pribadi Aditya sekaligus Ceo di perusahaan Cahaya Entertainment, yang dulu merupakan perusahaan cabang milik keluarga Wijaya , yang kini sudah diserahkan hak kepemilikannya kepada Aldo Ferdiansyah, sebagai Ceo di perusahaan Cahaya Entertainment, karena ia sudah sangat berjasa bagi keluarga Wijaya. sedangkan dr. Vanya Pricilia Ferari juga merupakan anak dari salah seorang pengusaha ternama di kota S ,yang bernama Alfian Adam Ferari. dr.Vanya kini tak merasa lelah sedikitpun,entah kenapa ia tak memperdulikan dirinya sendiri, padahal semalam belum pulang ke rumah, karena memang semalam ia ada jadwal jaga,, sedangkan pagi ini ia sudah berjanji dengan El dan Ibu Irma untuk menjaga Aldo..


" Dok....,nampaknya tuan Aldo sudah mulai sadar dok... " ucap salah seorang suster yang berlari ke arah dr.Vanya untuk melaporkan kondisi Aldo.


" Alhamdulillah... trimakasih Sus...,, kalau begitu ayo kita kesana... " ajak Vanya pada perawat itu.


" Baik dok....


dr.Vanya dan salah seorang perawat itu, langsung menuju ke ruang ICU untuk memeriksa kondisi Aldo yang tampak sadar, tapi masih belum bisa diajak bicara, dr.Vanya kini memeriksa Aldo dengan telaten, setelah memeriksa kondisi Aldo, dr.Vanya menyuruh perawat yang lainnya untuk memindahkan Aldo ke ruang perawatan, karena kondisinya sudah mulai ada kemajuan.


" Mbak... pindahin pasien ke ruang perawatan saja... , kondisinya sudah mulai stabil, tinggal nunggu sadar saja... " Dokter Vanya.... " panggil seseorang pada Vanya, yang berprofesi seorang dokter.


" Dokter Sarah....ada apa...???tanya Erlin, pada teman sejawatnya itu.


" Ehh.. dok... ,, bukannya pasien yang dokter rawat itu asistennya tuan Aditya ya...namanya tuan Aldo..." ucap dr.Sarah penasaran.


" Hmmm iyaa dok betul..., memangnya kenapa dok...?? tanya Erlin heran, " kenapa teman sejawatnya bisa membahas sampai situ.... ??


" Enggak kok dok.. cuma saya barusan melihat Ibu-ibu paruh baya, katanya sedang mencari anaknya dan katanya ia terkena tembakan..., tapi masak iyaaa sih.... Ibu itu Ibunda dari tuan Aldo, dok..... kan nggak mungkin, penampilannya saja biasa saja kok...." ucap dr.Sarah


"Hmmm....,, Apaa Ibu itu sedang bersama anak kecil ya dok...??" tanya Vanya mengalihkan pembicaraan.


"Nggak dok...saya hanya melihat Ibu-ibu itu seorang diri....,, tapi ia hanya berpesan pada saya, katanya Ibu itu pengen ketemu sama dokter Vanya...


" Oh....Iya dok... ,kalau begitu thanks atas informasinya ya dok....Assalamu'alaikum... " ucap Vanya seraya terburu-buru ingin segera pergi.


" Wa'alaikumsalam...... " jawab dr.Sarah, heran dengan tingkah dr.Vanya yang nampak terburu-buru.


Kini dr.Vanya akhirnya menghampiri Ibu Irma yang berada di depan RS karena mencarinya..


"Lohh... Ibu?" ucap Vanya sambil melihat ke arah Ibu Irma yang seperti sedang mencari seseorang.


" Nak Vanya.... " panggil Ibu Irma pada Vanya.

__ADS_1


"Ibu kenapa kesini lagi.. kan saya sudah bilang sama Ibu.., biar saya yang jagain tuan Aldo, Bu. Sedangkan Ibu istirahat dulu di rumah.... " ucap Vanya memberi pengertian.


"Tapi Nak...nanti merepotkanmu...., hati Ibu juga tak tenang jika Ibu belum bertemu nak..... "ucap Ibu Irma dengan memelas.


"Kata siapa Bu..., saya nggak merasa direpotkan kok Bu..., malah saya senang bisa membantu Ibu... " ucap Vanya tersenyum tulus.


" Oh ya Bu... El mana...??" tanya Vanya.


" El saya antar pulang ke rumah Nak... , kasian dia kecapekan... " ucap Ibu Irma.


" Kalau El kecapekan...,memang Ibu Irma nggak merasakan capek ya Bu.....?? padahal kan tadi Ibu Irma sudah dari sini bersama El..., Eh... sekarang kesini lagi.. " ucap Vanya seperti sedang menasehati Ibunya sendiri, entah kenapa hati Vanya juga merasa iba melihat Ibu Irma.


" Tapi...., Ibu pengen ketemu sama anak Ibu... Nak..." ucap Ibu Irma, kekeh tak mau kalah.


"Hmmm ya sudah kalau itu maunya Ibu...., mari saya antar.... " ucap Vanya pada Ibu Irma dengan tersenyum ramah sambil memegang menggandeng tangan Ibu Irma.


" Trimakasih Nak.... Ibu sangat bersyukur bisa mengenalmu... " ucap Ibu Irma tulus.


" Iya Bu.... sama-sama..... ucap Erlin sambil tersenyum ramah.


Cekleeekk...


" Anakku....." ucap Ibu Irma lalu menghampiri anaknya yang sedang terbaring lemah.


" Hikss... hiksss.. kamu kenapa Nak.... ucap Ibu Irma sambil nangis tersedu-sedu, dengan memegangi tangan Aldo, lalu menciuminya. Vanya yang melihat pun merasa iba.


" Sudah Bu... jangan menangis.... Ibu yang tenang ya.....,tuan Aldo baik-baik saja kok Bu...


" Tapi kenapa dia tidak merespon Nak... hiks... hiks..


" Ibu Irma jangan berfikir yang negatif dulu Bu.... , tuan Aldo sekarang sedang Istirahat Bu... jadi tenang ya... bentar lagi pasti tuan Aldo bangun kok Bu... " ucap Vanya halus, berusaha menenangkan hati Ibu Irma. Ibu Irma hanya menganggukkan kepalanya saja, tanda mengerti.


Sementara di negara X, kedua pasangan pengantin baru, sudah berada di suatu tempat yang berada di sebuah pinggiran kota di negara X, dengan suasana seperti di pedesaan, yang di kelilingi oleh pegunungan yang indah. mereka kini tengah sibuk berfoto-foto ria di pinggiran jalan untuk diabadikan.


" Wah..... MaaShaaAllah..... indah sekali... Mas..... " ucap Erlin, kagum.

__ADS_1


" Kamu suka kan, Yang...?? tanya Aditya pada sang Istri. Erlin pun menganggukkan kepala tanda menyukainya.


" Trimakasih Mas... sudah membawaku kesini...,jadi sayang deh sama my husband.... " ucap Erlin sambil memeluk Aditya lalu mencium pipi sang suami.


" Iyaa sayang.. sama-sama.. " ucap Aditya sambil mengecup kening sang Istri.


" Lohh.. sebentar....,bukannya dulu sayang pernah menetap disini...?? tanya Aditya mengerutkan keningnya.


" Iyaa Mas... dulu aku pernah di negara ini... dan menetapkan disini... tapi kan aku nggak pernah ke tempat ini Mas... ,, nggak ada waktu buat main kesini... "terang Erlin pada sang suami.


" Hemm.. tapi kan sekarang sudah kita sudah kesini kan Yang..." ucao Aditya.


" Iyaa Suamiku sayang... ini semua kan berkat dirimu juga... " ucap Erlin sambil mencubit hidung Aditya gemas.


" Eh... my wife... bagaimana kalau kitaa menunggang kuda... ?? " ucap Aditya dengan ide cemerlangnya, karena memang kini mereka sedang berada di dekat pacuan kuda.


" Nggak ah Mas.....,aku takut..., kalau Mas pengen.. yaaa... sendiri saja sana... "ucap Erlin ketus..


" Hmm... ck.. kan ada suamimu yang tampan ini... " ucap Aditya pede..


" Narsis amat sih Mas.... " ucap Erlin memutar bola matanya jengah.


" Hehehehe sekali-kali Yang... "ucap Aditya.


" Eh...,Sayang... bagaimana Yang....?? mau nggak menunggang kuda ...??? kayaknya seru deh..."ajak Aditya pada sang Istri.


" Tapi... Mas..." ucap Erlin terhenti.


" Sudah nggak papa kan ada Mas... , kita menunggang kuda berdua... " ucap Aditya.


" Satu kuda gitu maksudnya..? tanya Erlin.


" Iya dong sayangku..., katanya kamu takut... " ucap Aditya.


" Hehehe Iya sih.. " ucap Erlin nyengir kuda, sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Mereka berdua pun akhirnya menunggangi kuda, dengan penuh suka cita.

__ADS_1


__ADS_2