Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 121


__ADS_3

Setelah kepergian Ibu Irma dan anak-anak, kini menyisakan Vanya, Edward, Aldo, dan juga Kekasih dari Aldo yang bernama Laras. Vanya yang sedari tadi diam menatap iba Aldo, tapi disisi lain Dia juga benci dengan sikap Aldo terhadapnya, apalagi keinginannya yang sangat tak masuk akal, bahkan sampai saat ini masalah mereka pun belum diketahui sama sekali oleh para pihak Keluarga, kecuali dari Keluarga Aldo yang memang sebagai korban.


" Vanya..., please.. menikahlah denganku.. Aku tidak ingin kehilanganmu..." ucapnya sambil mengatupkan kedua telapak tangannya, seraya memohon pada Vanya, tapi justru Vanya pun merasa lelah, dan menahan rasa sesaknya di dada, dan berteriak:" Cukupp... Aldo... Cukuppp..., sudah kubilang berapa kali lagi jangan sekali-kali berkata seperti itu padaku..., Kau benar-benar lelaki br*ngs*k..!!" bentak Vanya dengan tensi tinggi.


" Sayang... percuma saja Kau bertingkah seperti itu di hadapannya.., Kau bilang jika Kau sangat mencintaiku daripada Dia, lalu mengapa sekarang Kau berubah terhadapnya... " ucap Laras memotong pembicaraan.


" Sayang... bukan begitu, Aku juga sangat mencintaimu..., apalagi dokter Vanya Dia juga sangat perhatian pada Ibu dan anak-anak..." jawab Aldo menjawab pertanyaan dari Laras, belum sampai Laras membalas pernyataan dari Aldo, Vanya pun memotongnya, dan berkata:" Oh.... jadi begitu..., berarti benar kan dugaanku selama ini..., jika saja Aku menyetujuinya kalian akan memanfaatkan diriku saja... " sambung Vanya sambil menatap nanar Aldo dan Laras, dan bersedekap dada.


" dokter Vanya... bukan begitu maksudku..., Aku mohon turuti perkataanku... menikahlah denganku sekaligus dengan Laras Kekasihku secara bersamaan" ucap Aldo sambil mendekat ke arah Vanya dan bersimpuh dihadapannya.


" Tutup mulutmu br*ngs*k...!!" sambung Edward tersulut emosi karena perkataan Aldo, lalu mengangkat tangannya yang akan Ia layangkan pukulannya terhadap Aldo, seketika Vanya pun menghentikan Edward yang akan memukul Aldo, dan berkata:" Sudah Edward..., jangan hiraukan Dia... lebih baik kita pergi dari sini, tidak ada gunanya juga kita meladeni Dia... " ucap Vanya lalu menarik tangan Edward untuk pergi, tanpa menghiraukan Aldo yang bersimpuh dihadapannya, walaupun hati Vanya sebenarnya sangat rapuh ketika Aldo bersimpuh dihadapannya, memohon agar menikah dengannya sekaligus dengan Kekasih Aldo secara bersamaan, tapi Vanya berusaha tetap tegar, rasa cintanya terhadap Aldo perlahan sudah mulai pupus, bahkan Ia sudah berencana ingin menikah dengan Edward dalam waktu dekat, begitu pula dengan Edward yang juga menerimanya dengan senang hati, sampai Vanya benar-benar siap menikah dengannya.


*****


Sedangkan di ruang perawatan tempat Erlin dan anaknya di rawat, masih tampak kedua belah pihak Keluarga dari Aditya dan Erlin yang tetap setia menemani Istri sekaligus putra dari Aditya, yang juga merupakan Cucu dari mereka, yang telah diberi nama Daffa Bramansta Wijaya, sedangkan Sahabat dari Erlin yaitu Dina sudah kembali bekerja, begitu juga dengan Clara, Ia juga sudah pulang ke rumahnya karena Clara sendiri baru saja datang dari luar negeri.


Ceklekkk...


" Tanteee dokterrr....." El berteriak memanggil Erlin yang sedang berbicara dengan Mamih Dewi.


" Loh...El Sayang..., Neysa..., Kalian kesini sama siapa...?? tanya Erlin bingung melihat kedua anak-anak tersebut datang sendirian ke ruangannya, begitu juga dengan yang lain juga ikut terkejut dengan kehadiran mereka.


" Tadi sama Nenek kok tanteee.. " jawab Neysa menjelaskan.


" Eh.. kalian sini.., Om punya dedek bayi dong... " ucap Aditya sambil pamer Baby Daffa pada kedua anak tersebut, El dan Neysa pun lalu menghampiri Aditya yang duduk di sofa sambil memangku Baby Daffa.


" Waahhh gantengnya... " ucap El.


" Ihh dedeknya gemesin... " ucap Neysa.

__ADS_1


" Sssttt... jangan berisik..., dedeknya sedang bobok... " ucap Aditya memberi pengertian pada El dan Neysa. sementara yang lain ikut senang melihat kedua anak tersebut yang sangat menyukai Baby Daffa, oh ya meskipun Neysa sudah berumur 14 tahun tapi Dia masih terlihat seperti anak kecil, sedangkan El kini sudah memasuki usia ke 4 tahun.


" Assalamualaikum...


" Wa'alaikumsalam... " jawab semua orang yang ada di ruangan tersebut.


" Yaa ampun cucu-cucu Nenek..., kebiasaan ya kalau mau lihat dedek bayi selalu saja Nenek ditinggalin... "


" Maaf ya Tuan... Nyonya..., jika cucu-cucu Saya sangatlah..." belum sampai Ibu Irma selesai berbicara Mamah Ita memotongnya Dan berkata:" Sudah Bu..., pokoknya Ibu tenang saja... lagian mereka nggak ganggu kok, Bu... " jawab Mamah Ita ramah, lalu menghampiri Ibu Irma untuk dipersilahkan masuk. Ya mereka sudah mengenal Ibu Irma semenjak Vanya membongkar rahasia Aldo pada Aditya, dan Keluarga Wijaya pun mengetahuinya dari Aditya, jika Aldo masih mempunyai Ibu kandung.


" Mari Bu... " ucap Mamah Dewi menimpali, sambil mempersilahkan Bu Irma untuk duduk di kursi dekat tempat tidur Erlin.


" Ibu.., bagaimana kabar Ibu..??" tanya Erlin ramah pada Ibu Irma.


" Baik Nak..., oh ya selamat atas kelahiran putra pertamamu ya Nak...,mudah-mudahan putra dari kalian menjadi anak yang sholeh dan selalu berbakti kepada kedua orang tua" ucap Ibu Irma pada Erlin.


" Aamiin... Aamiin... Terimakasih ya Bu..., sudah meluangkan waktunya kesini..." jawab Erlin sambil menggenggam tangan Ibu Irma dan tersenyum ramah.


" Bu Irma.... maaf kenapa Aldo tidak ikut dengan kalian, tapi malah justru datang bersama Kekasihnya..??" tanya tuan Wijaya heran dengan sikap Aldo yang tampak berbeda dimatanya.


" Benar Bu..., kenapa tuan Aldo tidak menemani anak-anak angkatnya...?? ucap tuan Sanjaya menimpali, sontak pertanyaan tersebut membuat Ibu Irma terdiam seketika, begitu pula dengan Erlin dan Aditya yang saling pandang karena pertanyaan dari kedua orangtua mereka cukup menyakiti hati Ibu Irma. sedetik dua detik tak ada jawaban dari Ibu Irma tiba-tiba saja seseorang datang menyambung pembicaraan tersebut.


" Jangan bertanya tentang Aldo dihadapan Ibu Irma Pih.." ucap Edward dingin. ya seseorang itu adalah Edward, Dia datang bersama dengan dokter Vanya.


" Loh.. kenapa memangnya..?? tanya tuan Wijaya pada Edward heran.


" Pah... sudahlah lebih baik jangan dibahas disini..., kasihan Babyku jadi terganggu... " ucap Aditya berusaha memecah pertanyaan tersebut.


" Om Edward...., dedek Daffa ganteng banget loh Om..., nanti kalau Om Edward dan Bunda dokter sudah menikah, jangan lupa bikinin Adek buat El sama Kak Neysa ya... " ucap El, sontak membuat semua orang yang berada di ruangan tersebut terkejut dengan ucapan El, begitu pula dengan Vanya yang saling pandang dengan Edward seakan seperti bingung harus berkata apa.

__ADS_1


" Menikah...??" tanya tuan Sanjaya, dan sang Istri bingung.


" Iyaa..., Opa... kan Bunda dokter dengan Om Edward memang akan menikah.., iya kan Bunda....?? " tanya El memastikan pada Bunda dokternya, sontak membuat seluruh orang yang ada di dalam ruangan itu terdiam, menunggu jawaban dari Vanya. sedetik dua detik masih saja tidak ada jawaban dari Vanya, justru Vanya mala menundukkan kepalanya, menghindari tatapan menyelidik kedua orang tua Edward yaitu tuan Sanjaya dan Dewi.


" Bunda kenapa diam..??" tanya Neysa pada bunda dokternya, tapi pertanyaan dari Neysa pun di potong oleh Edward.


" Iya Pih.. Mih... Kami akan segera menikah secepatnya...." terang Edward. sontak membuat seluruh orang terkejut mendengar pernyataan dari Edward.


" Apa...??, bagaimana bisa Edward...?? tanya tuan Sanjaya bingung dengan keputusan Putra nya yang sangat mendadak, seketika Aditya pun lalu memberikan anaknya pada Erlin.


" Pihh.. Mih... Pah... Mah... kasihan Anakku jika kalian ribut disini, nanti kita bicarakan baik-baik..." ucap Aditya memberi pengertian pada orangtuanya.


" Dan Kau Edward..., ayo ikut denganku... begitu juga Kau Vanya..., ikutlah dengan Kami..." titah Aditya dingin, sambil menarik tangan Edward keluar.


" Tunggu Aditya Kami ikut... " ucap tuan Wijaya pada Putranya.


" Hmm baiklah... , ayo.... " balas Aditya lalu keluar dari ruangan tersebut. sementara di dalam ruangan tersebut tersisa Erlin, Ibu Irma, dan anak-anak saja.


" Yaa Tuhan..., mudah-mudahan tidak terjadi sesuatu antara Tuan Edward dan Nak Vanya.... " ucap Ibu Irma, sementara Erlin meletakkan Baby Daffa lagi ke ranjang bayinya, dan berkata:" Bu... Ibu tenang saja..., Erlin yakin mereka pasti akan menemukan solusi terbaik...."


" Tapi Nak Erlin...., bagaimana jika orangtuamu tidak setuju...??, kasihan Nak Vanya, jika nantinya dipaksa menikah dengan Aldo..." tanya Ibu Irma panik.


" Sudah... pokoknya Ibu tenang saja ya..., kita berdoa saja mudah-mudahan mereka mendapatkan restu dari Papih sama Mamih..." ucap Erlin berusaha menenangkan Ibu Irma, sambil tersenyum ramah ke arah Ibu Irma, dan memegang tangannya, sedangkan El dan Neysa hanya diam menyimak pembicaraan kedua orangtua tersebut.


*****


Waduuhh.. waduuhh.. waduhhhh... makin seru kan ceritanya..., hmm bagaimana kisah selanjutnya...?? tunggu yaaa....


Sambil menunggu up Episode selanjutnya jangan lupa mampir di Novel teman Author kak Reni t, yaaaa....

__ADS_1



__ADS_2