Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 131


__ADS_3

Pertemuan Vanya dan Laras


Tiga hari telah berlalu kini Vanya memulai di kehidupan barunya dengan sang Suami yaitu Edward Dirgantara Sanjaya, tidak hanya berdua saja, Vanya memutuskan untuk mengajar kedua anak angkatnya/anak angkat Aldo dan Ibu Irma untuk tinggal bersama, begitu pula dengan Erlin dan Aditya semenjak resepsi pernikahan Adik/Adik Iparnya, hubungan antara keduanya sudah mulai membaik.


Di Rumah Pengantin Baru


Kini Edward beserta Vanya terlihat sedang melaksanakan makan pagi mereka dengan tenang, tak ada yang berbicara sama sekali saat menikmati hidangan makan pagi, dan pada akhirnya Edward pun membuka suaranya.


" Sayang..., karena nanti Mas ada meeting di kantor, nanti Mas minta Kamu datang ke Cafe Ab ya kita makan siang disana bersama, sekalian nanti Ibu Irma dan anak-anak di ajak...


" Mau kemana lagi sih Nak..., lebih baik Ibu di rumah saja deh Nak..., kalau kalian mau ajak anak-anak ajak saja..., nggak perlu mengajak Ibu..." ucap Ibu Irma menolak ajakan Edward.


" Tapi Bu Irma beneran tidak apa-apa Bu...??" sambung Vanya bertanya pada Ibu Irma untuk memastikan.


" Tidak Nak... Kamu nggak usah khawatir kan ada mbak Yati disini..." ucap Ibu Irma memberi penjelasan, jika ada yang menemaninya yaitu Art keluarga Ferrari yang ditugaskan di rumah sepasang pengantin baru tersebut.


" Ya sudah Bu... kalau Ibu nggak Mau nggak apa-apa..., tapi inget Ibu Irma harus istirahat jangan mengerjakan pekerjaan rumah..." ucap Vanya memberikan arahan pada Ibu Irma, karena dirinya tidak mau jika Ibu Irma sampai sakit gara-gara hanya mengurus pekerjaan rumah.


" Iyaa iyaa Nak..., pokoknya Kamu tenang saja...


" Memangnya Bunda juga mau masuk kerja lagi??


" Iya dong Sayang.... kan Bunda punya banyak pasien yang sudah menunggu Bunda..." ucap Vanya sambil mencubit gemas pipi El.


" Terus nanti El sama siapa...??" tanya El menatap Bunda dan Ayah angkatnya secara bergantian.


" Kan ada Kakak dek...." sahut Neysa memberi pengertian pada sang Adik.


" Tuh kan ada temannya..., El tenang saja... Ayah Ed janji, nanti siang kalian di jemput sama sopir Ayah untuk makan siang di cafe Ab milik Opa..., apa kalian setuju...???


" Setuju...!!!" seru El dan Neysa secara bersamaan.


" Tos dulu dong...." ucap Edward lalu menjulurkan tangannya untuk tos bersama kedua anak angkatnya, dan disambut baik oleh mereka, sementara Vanya dan Ibu Irma yang melihatnya kebahagiaan terpancar dari wajah anak-anak ketika bersama dengan Edward, merasa ikut senang dan terharu.


" Ya sudah kalau begitu Ayah Ed sama Bunda Mau kerja dulu..., kalian baik-baik di rumah ya Sayang..." kata Erlin menasehati El dan Neysa, lalu mengecup kening kedua anak angkatnya secara bergantian.


" Baik Bunda..." jawab El dan Neysa kompak.


" Jaga diri kalian baik-baik..., jaga Nenek juga..., nggak boleh nakal ya..." ucap Edward memperingatkan pada kedua anak angkatnya.


" Iyaa Ayah.... " jawab kedua anak itu bersamaan.


" Bagus...." ucap Edward sambil mengacungkan jempol pada El dan Neysa.


" Ya sudah Bu Kami berangkat dulu..., jika ada apa-apa kabari Kami..." ucap Vanya menimpali, dan di balas oleh Bu Irma yang berkata:" Iya Nak..., ya sudah buruan berangkat sudah jam 7 takut kalau terlambat..." ujarnya.


" Baik Bu..." jawab Vanya dan Edward kompak, lalu berpamitan pada Ibu Irma setelah itu berjalan menuju ke arah mobil.


*****


Sementara disisi lain Erlin sedang disibukkan dengan pekerjaannya menjadi seorang Ibu rumah tangga yang melayani sang Suami dan mengurus Baby Daffa. Ya kini Erlin dan Aditya juga sudah memutuskan untuk menempati apartemen milik Aditya, dan berpisah dengan kedua orangtuanya, sebetulnya mereka sendiri sudah sejak dulu ingin mandiri tanpa adanya orang tua, tapi baru kesampaian sekarang, meskipun begitu, para orang tuanya juga terkadang menengok cucunya ke apartemen milik Aditya itu.

__ADS_1


" Sayang... nanti Mas pulangnya mungkin agak terlambat, soalnya nanti Mas ada meeting dengan Client yang di Jepang secara virtual..." ucap Aditya, menjelaskan pada sang Istri.


" Hmmm baiklah..., yang penting jangan suka membohongi Istrimu ini..!!" tegas Erlin, sambil bersedekap dada dihadapan sang Suami.


" Hehehe... iyaa Sayangku..., mana mungkin sih Dad bohong sama Mommy nya daffa.." ucap Aditya menggoda sang Istri, lalu menci*m keningnya.


Cup...


" Hmmm..." jawab Erlin dengan deheman, lalu disambut dengan tawa Aditya terkekeh geli melihat sang Istri yang terlihat sedang bad mood.


*****


Disisi lain Vanya dan Edward sedang berada di dalam mobil, tampak begitu mesra, seakan dunia milik mereka berdua, tak peduli jika ada sopir yang melihat ke arahnya, dan hingga akhirnya ponsel milik Vanya pun bergetar membuyarkan kemesraan mereka berdua.


Dreett... dreett... dreett...


" Ck gangguin saja..." ucap Edward yang mendengar getaran ponsel Vanya, dan Vanya pun segera merogoh saku snelinya.


" Nomer baru..??" gumam Vanya pelan masih terdengar ditelinga sang Suami.


" Siapa sih Sayang...??" tanya Edward pada sang Istri dengan mesra.


" Nggak tau Mas.., nomer baru..." ucap Vanya sambil menatap layar ponselnya.


" Angkat saja siapa tahu penting..." titah Edward, pada sang Istri, agar mengangkat telponnya, dan sambungan telpon pun terhubung.


" Halo... Assalamu'alaikum..."ucap Vanya memulai obrolannya di dalam telpon.


" Loh kok seperti suara Laras.." batin Vanya.


" dokter Vanya.., kenapa diam dok..??" tanya Laras ramah.


" Eh... Emm.. iyaaa.. ini siapa ya..??" tanya Vanya dingin, pura-pura tak mengetahuinya.


" Ini Laras dok..., bolehkah jika nanti kita bertemu denganmu..., Saya ingin membicarakan hal penting padamu.." ucap Laras diseberang sana.


" Hmm baiklah... nanti kita bertemu di RS..." balas Vanya seadanya, lalu menutup telponnya sebelah pihak, tanpa persetujuan dari Laras.


" Sebenarnya apa yang akan diomongin oleh Laras, tapi kenapa pas tafi berbicara kepadaku nadanya biasa saja ya...?? batin Vanya bertanya-tanya dalam hati, sedangkan sang Suami yang berada disebelahnya pun mengerutkan alisnya bingung menatap sang Istri yang terlihat diam seketika, setelah menerima telpon dari seseorang, dan Edward pun akhirnya bertanya pada sang Istri.


" Hey..., Sayang... kenapa..??" ucap Edward sambil mencubit pipi sang Istri yang menggemaskan, seketika itu pula Vanya membuyarkan lamunannya.


" Eh... emmm tidak kok Mas..., barusan ada telpon dari Laras tak tahu ada apa..." balas Vanya menjawab pertanyaan dari sang Suami.


" Laras...??, Wanita m*rah*n itu..." tanya Edward memastikan.


" Iyaaa... tauk lah Mas..." jawab Vanya sambil mengendikkan bahunya tak tahu, tak terasa akhirnya mereka sampai juga di RS, dan mobil Edward pun di parkirkan di halaman depan RS.


" Pokoknya Sayang harus hati-hati dengannya..., jaga diri baik-baik jangan nakal...


" Isshhh... Mas... apaan sih... bawel amat jadi orang...

__ADS_1


" Hehehe... biarin...., kan bawelnya cuma sama Istriku saja...." ucap Edward, sontak membuat Vanya salah tingkah, dan membuat pipi nya memerah seketika.


Blusshhh...


" Terserah deh Mas..." ucap Vanya memutar bola matanya malas.


" Heheheh..., Kamu Lucu banget sih Sayang...." balas Edward dengan gelak tawanya.


" Sudah ketawanya??, Ya sudah.. kalau begitu Vanya masuk dulu ya Mas.., Assalamualaikum..." ucap Vanya berpamitan, dengan mencium tangan Suaminya, dan Edward pun lalu menci*m sekilas bibir Vanya, dan Vanya pun membalasnya.


" Wa'alaikumsalam Istriku..."jawab Edward, Vanya pun turun dari mobil Suaminya, lalu melambaikan tangan pada sang Suami sambil tersenyum manis, dan di balas juga oleh Edward yang tersenyum manis pada sang Istri, Ya padahal selama ini Edward tidak pernah tersenyum sama sekali, kedatangan Vanya seketika membuat si gunung es mencair, dan menjadi bucin.


*****


Sementara Aldo sedang berada disuatu tempat yang sepi dari keramaian, Ia disana terlihat sedang frustasi setelah melihat Wanitanya menikah dengan Pria lain, bahkan Ia sendiri memutuskan untuk pergi dari kehidupan orang-orang yang Ia cintai, bahkan setelah pesta pernikahan itu digelar, Aldo merasa bersalah telah mengkhianati Vanya, dan mempermainkan perasaannya, bukan hanya Vanya saja yang telah dipermainkan tapi Laras pun juga telah Ia permainkan hatinya.


" Arrggghhh.... bod*h... bod*h.... bod*h..., apa yang Aku lakukan..." lantang Aldo berteriak merutuki kebod*annya sendiri, sambil menjambak-jambak rambutnya sendiri.


" Aku pantas mendapatkan balasan yang setimpal dari mereka... bod*hnya Aku sudah menuruti perkataan Papah dan Mamah tiriku..., Aku menyesal..." gumam Aldo dalam hati,


" Ck..., ternyata mereka hanya menjadikanku alat untuk kepentingan mereka sendiri, benar-benar br*ngs*k...!!" ucap Aldo berdecak kesal.


*****


Sesampainya di RS Wijaya, Vanya sedang menyusuri lorong RS, Ia berniat akan ke ruangan Clara, tapi Ia urungkan niatnya, karena Vanya sudah di WA dengan seorang perawat, jika ada yang mencarinya, Vanya pun lalu segera menuju ke ruangannya dengan terburu-buru.


Sedangkan diruangan Vanya sudah ada Laras yang menunggu kedatangannya, dan


Ceklekkk....


" Laras...???" gumam Vanya pelan, tak disangka tak di duga tiba-tiba saja Laras berhambur memeluk Vanya.


Greeppp...


" Hikss... hiksss... dokter Vanya..." ucap Laras me nangis sesegukan di pelukan Vanya, sontak membuat Vanya terkejut dengan perlakuan Laras yang berbanding terbalik dengan sikapnya sebelumnya, dan Vanya pun bertanya:" Ras..., ada apa..??, kok nangis...??, apa Aldo berbuat sesuatu yang tidak-tidak sama Kamu...??" tanya Vanya dengan berbagai pertanyaan, menatap Laras bingung.


" dokter Vanya Saya minta maaf jika selama ini Saya punya salah sama Kamu..." ucap Laras, semakin mengencangkan pelukannya.


" Hey.... sssttt... Ras..., Aku sudah memaafkanmu.., jangan begitu.. okey..." balas Vanya lalu melepaskan pelukan Laras dan menghapus air mata Laras.


*****


Oh ya mungkin ada yang bertanya-tanya, kok malam pertama Vanya dan Edward nggak ada..??, Ya memang adegan malam pertama sengaja Author skip ya... berhubung sedang bulan Ramadhan๐Ÿ˜…๐Ÿ™****


Hmm gimana seru nggak...??, setelah ini, akankah Aldo bisa mencintai Laras tanpa paksaan setelah ada perubahan pada diri Laras??, dan apakah Erlin masih menaruh curiga pada sang Suami..???


Jangan lupa Vote, Like, Komen, dan Favorite yaa... Terimakasih.. ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿ™๐Ÿ™


Sambil menunggu Up episode Selanjutnya, yuk mampir di novel teman AuthorAuthor kak Ingflora.


__ADS_1


__ADS_2