Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 75


__ADS_3

Rasa bersalah Erlin


Di rumah Sakit Wijaya nampak terlihat Vitalia melamun di taman RS, ia tidak bisa menjabarkan perasaannya saat ini,perasaan yang bercampur aduk antara sedih,marah,hancur melihat kedua sahabatnya terbaring lemah, bahkan ia yang harus mengoperasinya dengan tangannya sendiri, meskipun sebenarnya ada perasaan tak tega ketika melakukannya sendiri, tanpa bantuan dokter yang lain, namun lamunannya buyar ketika keluarga dari para sahabatnya yaitu dr.Vanya dan suster Dina,yang tiba-tiba datang ke RS penuh dengan perasaan hancur ketika diberi tahu bahwa para putrinya kini terbaring lemah karena kericuhan yang terjadi di RS.


Flashback On


Vitalia yang terlihat bingung ia berupaya mengabarkan pada para orang tua sahabatnya, karena Vitalia pikir mereka juga perlu tahu mengenai kondisi anaknya sekarang meskipun berat untuk mengatakannya..


" Halo... Assalamu'alaikum Mommy..,ini Vitalia..." ucap Vitalia pada seseorang, yang ia hubungi.


" Wa'alaikumsalam..., Vitalia ada apa sayang, tumben menelpon Mommy...?? " ucap Mommynya dr.Vanya yang bernama Valen, ya karena memang sedari SMA, para sahabat dr.Vanya memanggil Valen sebutan Mommy seperti Vanya.


" Mom...,maafkan Vitalia sebelumnya Mom, tapi mau tak mau Vitalia harus mengatakan ini... " ucap Vitalia lemah, ia sangat bingung untuk mengucapkannya.


" Kenapa minta maaf,Nak.... jangan bilang begitu dong sayang..... " ucap Valen pada sahabat anaknya itu.


" Mom...,, Vanya sekarang sedang kritis Mom... dia terkena benturan keras dikepala dan di suntik racun oleh seseorang Mom...karena tadi sempat terjadi insiden yang tak terduga di RS Wijaya,Mom...hiks..hiks.." ucap Vitalia menjelaskan, sambil berusaha menahan tangisnya, sontak membuat Nyonya Valen hanya diam tak menjawab pernyataan Vitalia dan menjatuhkan ponselnya.., sementara Vitalia bingung kenapa tak ada jawaban dari Nyonya Valen yang merupakan ibu kandung,dari dr.Vanya. Vitalia pun seketika mematikan sambungan telponnya,sambil berusaha menahan rasa sesaknya.


" Yaa Allah... aku benar-benar tak sanggup untuk menjelaskan... " ucap Vitalia lirih,sambil menghapus air matanya, lalu ia berfikir juga akan menghubungi orang tua dari suster Dina yang juga merupakan sahabatnya.


Tut..... tut....


" Halo... Assalamu'alaikum...


" Wa'alaikumsalam... dengan Nona siapa ini...??


" Saya Vitalia.. bik..., Mamah Sarah ada..?? " tanya Vitalia ramah.


" Oh Nona Vitalia.... kirain siapa Non..., Nyonya Sarah baru keluar, Non..., tapi mungkin sebentar lagi sudah pulang..." ucap Art yang bekerja di rumah suster Dina.


" Hmmm... kalau begitu Papah Dev ada bik??? " tanya Vitalia.


" Kebetulan ada Non.. sebentar saya panggilkan... " ucap Art itu..., tak lama pun Dev papah dari suster Dina menerima telponnya.


" Halo.... Vitalia... ada apa, Nak...?? ucap tuan Dev diseberang sana.

__ADS_1


" Pah..., Vitalia mau ngomong sama papah..., sekarang Dina sedang di rawat di RS, karena Dina terkena tembakan pah... " ucap Vitalia tak bersemangat,dan membuat Dev terkejut dengan ucapan Vitalia


" Apaaaaa...?? bagaimana bisa... Vita..?? tanya Dev pada sablhabat anaknya.


" Ceritanya panjang, pah... Vita tak sanggup untuk mengatakannya... " ucap Vitalia sambil mengusap air matanya yang tiba-tiba keluar begitu saja, lalu mematikan telponnya sebelah pihak, dan seketika Vitalia berusaha menenangkan diri, menuju ke taman yang berada di RS Wijaya.


Flashback Off


Vitalia pun berniat untuk menghampiri para orang tua sahabatnya, yang sedang menunggu di ruang tunggu RS yang terlihat lengang,, sedangkan dr.Mirna yang sedang lewat dan melihat Vitalia menghampiri keluarga dari para sahabatnya, ia segera berlari ke arah Vitalia untuk mendampinginya.


" Vita... tungguin..,embak ikut...!! ucap dr.Mirna pada Vita.


" Hmmm... " ucap Vitalia dingin,dan akhirnya mereka pun bertemu.


" Vitalia... mana anak Mommy sayang...?? " tanya Valen.


" Iyaa sayang mana Vanya.. " tanya Daddy Vanya yang bernama Adam, Vitalia hanya berusaha tetap tegar di hadapan keluarga para sahabatnya pun, tak kuasa menahan air matanya. sedangkan dari arah belakang,tiba-tiba Sarah datang bersama sang Suami yang merupakan orang tua dari Dina,ikut menimpali pertanyaan dari Valen dan Adam.


" Vitalia dimana Dina sekarang, Nak... "tanya Dev dan Sarah serempak.., seketika mereka memebelalakkan matanya terkejut melihat kehadiran orangtua Vanya, yang juga berada di RS, begitu pula dengan orangtua Vanya ikut terkejut melihat orang tua Dina yang bertanya tentang anaknya.


" Benar tuan Dev..., kami kesini untuk melihat putih kami, yang sedang kritis... " ucap Adam, Daddy dari Vanya.


" Mom.. Dad....Pah.. Mah.. hiks....hiks...maafkan Vitalia..,Vita tak sanggup untuk mengatakannya..hiks... hiks.... " ucap Vitalia seketika menumpahkan airmatanya, dan dr.Mirna yang mendampingi Vitalia pun berusaha menenangkannya..


" Sssstt.. Vita.. tenangkan dirimu... " ucap dr.Mirna sambil memeluk Vitalia.


" Tuan-tuan,dan Nyonya-nyonya, saya akan memberi tahu kondisi anak kalian, sekarang dr.Vanya masih dalam keadaan kritis,tapi sekarang sudah di pindah ke ruang perawatan keluarga Wijaya untuk mendapatkan perawatan khusus,tapi untuk saat ini belum bisa untuk di jenguk..., sedangkan suster Dina, baru saja selesai operasinya, dan setahu saya kondisinya sekarang juga belum sadarkan diri,dan masih berada di ruang ICU, sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan khusus juga seperti dr.Vanya.... " ucap dr.Mirna berusaha menjelaskan,karena Vitalia benar-benar tidak sanggup untuk menjelaskan, ia masih terus menangis sesegukan,jujur dr.Mirna sebenarnya juga tak bisa untuk menjelaskannya karena ia sendiri bukan dokter dalam bidang tersebut,dan yang seharusnya menjelaskan adalah Vitalia yang merupakan dokter bedah sekaligus dokter yang menangani mereka,sementara Valen dan Sarah juga menangis dalam pelukan suaminya masing-masing.


" Sebenarnya apa yang terjadi....?? bisa-bisanya membuat anak-anak kita sampai terluka... " tanya Adam.


" Benar dokter.. sebenarnya apa yang terjadi...?? tanya Dev..., belum sampai dr.Mirna menjawab, dan tiba-tiba saja ada seseorang yang datang..


" Ini semua salahku....!! " ucap Erlin dingin,sontak membuat mereka semua menengok ke arah sumber suara, dan membuat mereka terkejut.


" Erlin....!!? ucap mereka serempak, seketika membuat Vitalia langsung menghampirinya, dan berkata

__ADS_1


" Erlin...,ini bukan salah Lo Er.... kenapa Lo bilang seperti itu...hiks... hikss.. hiks..." ucap Vitalia sambil menangis tersedu-sedu lalu memeluk tubuh Erlin, yang tetap diam tanpa kata, sepersekian detik akhirnya Erlin mengeluarkan suaranya.


" Guee.... tak ada gunanya Vit.. guee tidak pantas menjadi sahabat kalian Vit...guee nggak pantas menjadi sahabatmu sekaligus kakak iparmu...maafkan guee...hiks...hiks...,ini semua salahku... hiks... hiks... jika gue tak meninggalkan negara ini mungkin insiden itu tak akan terjadi Vitaa... hikss...hiks... hikss... " ucap Erlin memeluk Vitalia dengan perasaan hancur.


" Enggak Er... Lo jangan bilang seperti itu.. ini semua bukan salahmu...!!! ucap Vitalia sambil melepaskan pelukannya,dan mengusap air matanya, dan berusaha meyakinkan Erlin yang masih merasakan bersalah.


" Tunggu sebentar...Nak.. insiden apa yang kalian maksud,Nak...??" tanya tuan Dev penasaran sebenarnya apa yang terjadi, kenapa bisa serumit ini pikirnya.


" Iyaa...,sebanarnya apa yang terjadi..?? jangan takut untuk mengatakannya,Nak... ada kami dan masih ada keluarga kalian yang siap untuk melindungi kalian... " tegas tuan Adam...


" dr.Irsyad lah penyebabnya....,, ya dr.Irsyad lah yang telah melukai putri-putri anda menjadi seperti itu... Tuan...." tegas Aditya yang tiba-tiba datang dari arah berlawanan bersama Hans, dan Jack...


" Apaaaa...." ucap para orang tua Vanya dan Dina serempak.


" K*rang aj**... ternyata calon suami anakku berbuat seperti itu....!! awas saja kau Irsyad...." ucap Dev geram dengan ulah dr.Irsyad calon menantunya.


" Tenangkan dirimu tuan Dev..., biarkan kami yang akan membuatnya sadar akan perbuatannya " ucap Aditya dingin.


" Ini semua salahku Mas... hiks.. hiks... jika saja aku nggak pergi dari negara ini, bukan Vanya dan Dina lah yang terluka tapi aku yang terluka Mas... hiks.. hikss... hikss. ucap Erlin sambil menangis sesegukan.


" Sayang... ini semua bukan salahmu..., ini semua salah dari dokter itu yang terobsesi denganmu" ucap Aditya menghampiri Istrinya, dan berusaha menenangkan Erlin.


" Jadi itu penyebabnya..??? tanya tuan Adam.


" Benar tuan.., karena kami berdua bulan madu di negara X,yang dijadikan sasaran adalah para sahabat Istri saya..." ucap Aditya lemas, sontak membuat kedua orang tua Vanya dan Dina tercengang, tak menyangkal jika dr.Irsyad telah bebuat senekat itu, padahal jelas-jelas Erlin sudah bersuami.


Seketika saja ada anak kecil dari arah berlawanan,, datang sambil menangis tersedu-sedu, dilihatnya dr.Vitalia yang ia kenal, ia pun berlari menghampirinya.


" Tante dokter.... dimana bunda dokterku tante... hiks.. hiks.. El takut bunda dokter kenapa-kenapa dia sangat jahat pada bunda dokterku...tante...hiks..hiks..." ucap El sambil menangis sesegukan, tapi tak dijawab oleh Vitalia,dan Vitalia pun malah berbalik tanya.


" Lohh.. El... kok kami disini Nak..., mana Nenekmu?? tanya Vitalia.


" El pengen ketemu bunda dokter tante...hikss... hikss...,, Loh..kok Om-om ada disini....Ayah Aldo dimana???.. hiks.. hiks..." ucap El sambil melihat Hans dan Jack. Vitalia yang melihat El yang menangis pun merasa iba,dan ia pun lalu menyetarakan tubuhnya untuk berjongkok menyamai tinggi anak itu..., sedangkan yang lain hanya mengerutkan keningnya bingung, dengan apa yang sudah dikatakan anak kecil itu pada Vitalia.


" El sayang....,kamu tenang saja ya...,Ayah Aldo sekarang baru menemani bunda doktermu, yang sedang sakit..,jadi El tenang saja ya... " ucap Vitalia menahan air matanya, sambil menghapus ingus anak kecil itu, berusaha menenangkan anak kecil itu.

__ADS_1


__ADS_2