Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 117


__ADS_3

" Edward please.. kali ini saja Gue beneran laper..., tega banget sih... menatapku seperti itu.. " ucap Vanya berusaha mengalihkan pandangannya.


" dokter Vanya..., Tatap mataku..!!, jangan mencoba mengalihkan pembicaraan.. "


" Astaga manusia kutub... " ucap Vanya, dengan terpaksa Ia beranikan diri menatap ke depan, dilihatnya muka Edward tepat berada di depan Vanya, dan tanpa sengaja hidung Vanya menyentuh hidung Edward.


Deg....


" Edward... " ucap Vanya terperanjat, sambil menatap ke arah Edward, dan Edward pun membungkam bibir Vanya dengan telapak tangannya.


" Ssstttt..... berisik...." ucap Edward dengan membungkam mulut Vanya. " sekarang katakan padaku.., maksudmu apa dengan mengatakan jika Kau adalah kekasihku dan akan menikah denganku... ??" tanya Edward dengan tatapan menyelidik sambil melepaskan bungkamannya, sementara Vanya yang merasa ditatap pun salah tingkah, lalu menjawab:" Emm.. Aku... bukan bermaksud apa-apa Edward.. Kau tahu sendiri bukan jika pria br*ngs*k itu telah mempermainkan perasaanku, jadi Aku hanya ingin terbebas dari pria itu.." terang Vanya.


" Oh ya..,lantas kenapa Kau sendiri malah membelaku...??" sambung Vanya bertanya, sambil membalas tatapan dari Edward.


" Kalau Kau ingin terbebas.. lakukanlah.. jangan tanggung-tanggung..., Saya melakukannya karena kasihan padamu... " ucap Edward dingin, sambil berdiri kembali menatap ke arah lain.


" Maksudmu...???" tanya Vanya pada Edward lalu berdiri dari duduknya, karena bingung dengan yang di katakan Edward.


" Menikahlah denganku dokter Vanya...!!" terang Edward, seketika Vanya pun membulatkan matanya lebar, lalu berkata:" Edward jangan bercanda....!!" ucap Vanya lantang.


" Kau tenang saja.., selama kita menikah Aku berjanji tidak akan menyentuhmu sedikitpun..., ini semua Saya lakukan demi Kamu... " ucap Edward.


" Kau mungkin lupa Edward.., ada Kakakmu yang selalu bersamaku lantas Aku harus berkata apa..??, ini pernikahan Edward.., jangan dibuat mainan..." ucap Vanya berusaha memperingatkan.


" Bukankah Kamu tadi mengatakan jika akan menikah denganku..., lalu kenapa sekarang tidak mau...??" Edward bertanya lagi pada Vanya.


" Edward tadi cuma akting Ed... "


" Bagaimana jika dia tahu kalau Kamu sedang berakting...?? " tanya Edward pada Vanya, sedangkan yang di tanya pun hanya diam saja tak menjawabnya.


" Isss ck... bagaimana ini..., dia benar-benar menjebakku..., tapi ada benarnya juga yang dikatakan Edward, apa Aku mau menikah saja ya dengan Edward??, dengan begitu si pria br*ngs*k itu tidak mengejarku lagi..., tapi gimana dengan Erlin..??, Dia pasti bakal mencecar berbagai pertanyaan.., sudah lah itu bisa di pikirkan belakangan..." batin Vanya.


" Kenapa diam saja dokter Vanya..?? " ucap Edward.


" Hmm Yaa... Aku mau menikah denganmu..." jawab Vanya serius, sambil menatap punggung Edward yang membelakangi dirinya, seketika Edward pun membalikkan badannya lalu bertanya:" Kau serius...?? tanya Edward.


" Ya... Aku serius Edward... " ucap Vanya sambil memalingkan mukanya ke sembarang arah.


" it's ok..., tapi ingat dengan Kau menikah denganku, bukan berarti Kau impas dengan persyaratanku tadi...!!" seru Edward memberi peringatan.


" Okey.., itu tak masalah bagiku...." jawab Vanya santai.

__ADS_1


" Jadi...??" tanya Edward terhenti.


" Jadi apanya sih Ed...??, sudah lah jangan macam-macam awas saja Kamu...!!" ucap Vanya dengan nada penuh ancaman.


" Mau kemana Kamu.. ?? tanya Edward pada Vanya, dan Vanya pun menjawabnya dengan nada menyindir:" Ke langit... ya ke dapur lah..." jawabnya.


" Sudah tahu laper nih perut ... masih saja ngajakin debat...." gerutu Vanya sambil menuju ke dapur, sementara Edward yang mendengarkan ocehan Vanya, hanya menatapnya datar, sambil berkata dalam hati:" dokter Vanya.., Kau benar-benar mengingatkanku dengan mantan kekasihku yang telah tiada..." batinnya lalu menyusul Vanya ke dapur.


*****


Sementara di RS.Wijaya sedari kejadian keributan tadi, Erlin mengaduh kesakitan


" Din..., aduhh...


" Er... Lo nggak kenapa-kenapa kan..??


" Sakit Din..., mungkin kecapekan kali Din...


" Ya sudah kalau begitu Gue panggilin Mamah Sarah saja ya..." ucap Dina, sambil menuntun Erlin ke atas bed pasien, tanpa menunggu persetujuan dari Sahabatnya Ia langsung bergegas pergi ke dokter kandungan, tak lama pun Dina datang dengan sang Mamah yaitu dokter Sarah.


Cekleeekkk...


" Erlin...., gimana Sayang masih sakit..??" tanya dokter Sarah pada Erlin.


" Sebentar.. Mamah periksa dulu..."


" Erlin.. kondisi kandunganmu bagus kok, mungkin karena Kamu kecapekan juga bisa..., Mamah sarankan jangan capek-capek... " ucap dokter Sarah memberi saran pada Erlin.


" Iyaa.. Mah..." jawab Erlin.


" Makanya Er..., kan Gue sudah bilang jangan ngurusin Ibu Irma.., kan Ada Vanya.., biar dia saja yang ngurus...!!" tegas Dina memberi peringatan pada Sahabatnya.


" Masalahnya bukan itu Din..., tapi Vanya itu sekarang sedang Keluar bersama Edward adik Gue.., dan di liar dugaan Vanya dan Edward bilang mereka akan menikah, Din... " terang Erlin.


" Apaaa...??? kok bisa...??" tanya Dina bingung, dan dokter Sarah pun memotong pembicaraan dengan berkata:" Sebentar-sebentar ini sebenarnya ada apa...??, kok Mamah sampai ketinggalan berita..." ucapnya.


" Jadi begini Mah..., Din....., Mas Aditya tari sempat berdebat dengan Aldo, dan perdebatan diantara mereka ternyata di dengar oleh Vanya yang tiba-tiba datang, karena Aldo mengatakan jika akan menikahi Kekasihnya dan Vanya dalam waktu yang bersamaan...


" Apaaa....??? ucap Dina dan dokter Sarah tak percaya.


" Ya... Aldo berkata seperti itu di dengar oleh Vanya, Vanya pun tak terima Dia juga tidak tinggal diam, Vanya berkata jika Dia kekasih dari Edward, begitu pula dengan Edward Dia juga mengatakan jika Dia akan menikahi Vanya, apalagi Vanya waktu itu datang tidak sendirian, tapi Dia datang bersama Edward..., yang Erlin heran kenapa mereka baru mengatakannya sekarang..., dan Erlin curiga kalau mereka sedang bersandiwara..." ucap Erlin menjelaskan kejadian tersebut.

__ADS_1


" Sandiwara bagaimana sih Er...,itu Vanya bilang seperti itu terang-terangan loh...!!" ucap Dina.


" Aduhh..., dasar anak muda.., ada-ada saja... pokoknya kalian harus menasehati Vanya Nak..., kasihan Dia bantulah Dia.., sepertinya masalahnya sungguh berat..." ucap Sarah menasehati Erlin dan Dina.


" Terus Aditya sekarang kemana, Nak...?? sambung Sarah bertanya pada Erlin.


" Dia ke kantor Mah.. ada client dari jerman katanya... " ucap Erlin.


" Oh..ya sudah sekarang beristirahatlah Er..., nanti minta dokter yang lain buat gantiin Kamu..., jangan capek-capek ingat itu..!!" ucap dokter Sarah memberi peringatan pada Erlin, dan mendapatkan anggukan dari Erlin.


*****


Di rumah Keluarga Ferarri, terlihat El sedang melamun di taman dekat kolam renang, Ia kini benar-benar sangat merindukan bunda dokternya, sampai-sampai Mommy Valen melihatnya pun merasa iba, dan Ia pun menghampirinya.


" El Sayang... kenapa ngalamun sih...?? tanya Valen pada El yang sudah Ia anggap seperti cucunya sendiri.


" Oma..., El kangen sama bunda dokter... "


" Sayang..., bunda dokter kan baru kerja.. apalagi bunda dokter juga merawat Nenek El bukan..??, sudah pokoknya El tenang saja sehabis ini bunda dokter pasti pulang kok.." ucap Valen berusaha memberi pengertian pada El.


" Yang benar Oma...?? tanya El memastikan.


" Iyaa... Sayang.., Ayo sekarang kita makan dulu yuk.., kasian Kak Neysa sudah lapar tuh.. " jawab Valen lembut pada cucu angkatnya.


" Ok Oma... " ucap El, lalu Valen pun menggendongnya mask ke dalam rumah.


*****


Disisi lain Vanya dan Edward sedang asyik menyantap nasi goreng buatan Vanya. Ya Vanya sudah menyelesaikan ritual memasaknya, walaupun di saat memasak sempat terganggu dengan Edward yang selalu memandangnya, apalagi bagi Vanya itu sangat menganggunya.


" Ternyata masakanmu enak juga ya... " ucap Edward sambil mengunyah makanan.


" Kalau enak.., makan saja nggak usah banyak bicara kalau sedang makan... " ucap Vanya memberi peringatan pada Edward, seketika Edward pun terdiam ketika mendapatkan peringatan tersebut, dan kini mereka berdua begitu menikmati makanannya, tiba-tiba saja.


" Uhuk... uhukkk....


" Edward.. pelan-pelan..., tersedak kan jadinya.." ucap Vanya panik sambil mengambilkan minum untuk Edward.


" Ini minumnya... " ucap Vanya sambil menyodorkan minuman pada Edward, dan Edward pun langsung meneguknya sampai habis sambil memandang ke arah Vanya, sedangkan yang di pandang pun merasa gugup.


" Duhh... jantungku..., gilaak nih orang bikin spot jantung saja isshh.. " batin Vanya.

__ADS_1


" Sangat menarik... " ucap Edward dalam hati sambil menyunggingkan senyumnya ke arah Vanya, dan Vanya pun membalasnya dengan tersenyum canggung.


Jangan lupa Vote, Like, Komen, dan Favorite Yaa... Terimakasih.... 🙏🙏🥰🥰


__ADS_2