Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 111


__ADS_3

Pengakuan Vanya


Aldo yang merasa ditertawai oleh Vanya pun tak terima Ia pun lalu menarik Vanya keluar dari ruangan..,


Sreettt...


Sontak membuat Vanya dan Ibu Irma terkejut dengan perilaku Aldo.


" Aldo... apa-apaan Kamu...!!" seru Ibu Irma pada sang Anak, akan tetapi tak dihiraukan oleh Aldo, sementara Vanya terus memberontak berusaha melepaskan cekalan tangan Aldo.


" tuan Aldo... lepas...!!" seru Vanya meminta Aldo untuk melepaskanya.


" Lepas nggak.... " berontak Vanya tapi tetap saja tak dihiraukan oleh Aldo, justru Ia menyeret Vanya hingga keluar ruangan, sampai-sampai Ibu Irma ikut panik, melihat Vanya di seret oleh Aldo.., Ibu Irma pun turun dari tempat tidurnya, berusaha menyusul Aldo dan Vanya keluar..., Ibu Irma pun berjalan keluar dari ruangannya dengan tertatih-tatih sambil membawa infusnya.., Ia lalu mengedarkan pandangannya tapi ternyata Aldo dan Vanya sudah tidak ada, lantas Ibu Irma pun berteriak dengan memanggil nama Aldo dan Vanya.


" Aldo..., Nak Vanya...!! " teriak Ibu Irma panik.. , sampai-sampai suaranya terdengar dari poli jantung, Erlin yang sehabis memeriksa pasiennya pun merasa ada seseorang yang sedang berteriak memanggil nama Aldo dan Vanya.


" Din... , Itu kok seperti suara Ibu Irma nggak sih.. ?? tanya Erlin pada Dina yang mendampinginya memeriksa pasien.


" Masa' sih Er...?? tanya Dina memastikan


" Coba deh Lo dengerin baik-baik... " ucap Erlin pada Sahabatnya.


" Aldo... kalian kemana Nak...!! teriak Ibu Aldo yang sedang berada di depan ruangannya, apa lagi kali ini suaranya terdengar begitu nyaring, sontak Erlin dan Dina pun lalu berlari keluar dari ruangannya dengan terburu-buru. Ya kebetulan saja ruangan Ibu Irma berdampingan dengan poli jantung, otomatis Erlin yang berada poli tersebut pun mendengar.


" Ibu Irma.... " ucap Erlin dan Dina melihat ke arah sumber suara, ternyata Ibu Irma duduk di depan ruangannya sambil menangis, mereka pun segera menghampiri Ibu Irma. sementara Ibu Irma yang melihat Erlin dan Dina menghampirinya pun lalu memanggilnya: " Nak dokter... hikss.. hikss.. tolongin Ibu Nak...


" Ibu Irma..., Ibu kenapa Bu...?? tanya Erlin pada Ibu Irma.


" Nak... Cepat kejar Aldo dan Nak Vanya... mereka sedang bertengkar Nak... "


" Apaaa...??" ucap Erlin dan Dina terkejut.

__ADS_1


" Bagaimana mungkin Bu..., tadi bukannya Vanya sudah di ruangannya ya Bu...?? tanya Dina pada Bu Irma.


" Iya Nak.. tadi Nak Vanya ke ruangan Ibu karena mau mengambil tasnya yang tertinggal di dalam..., tapi sayangnya Aldo justru malah menarik Vanya keluar dari ruangan Nak..., entahlah sekarang mereka ada dimana.., Ibu panik makanya Ibu keluar mencari mereka... " terang Ibu Irma pada para Sahabat Vanya.


" Kalau begitu ayo Bu..., kita masuk ke dalam dulu ya Bu.., karena kondisi Ibu kan belum pulih... " ucap Erlin memberi pengertian pada Ibu Irma.


" Ayok.. Bu kami bantu.. " timpal Dina, mereka pun lalu membantu Ibu Irma untuk kembali ke dalam kamar perawatan.


*****


Sementara Aldo kini menyeret Vanya sampai ke taman dekat parkiran RS, bahkan saat Aldo menyeret paksa Vanya, banyak sepasang mata yang melihat ke arah mereka, walaupun begitu Aldo tetap tak peduli.


" Tuan Aldo..., please... lepas.., banyak orang yang melihat ke arah kita..., lagi pula Saya juga masih banyak kerjaan, banyak pasien yang sudah menungguku... " ucap Vanya memohon pada Aldo agar melepaskannya.


" Diam dan menurutlah... " jawab Aldo dingin, sambil terus menyeret Vanya ke taman dekat parkiran RS. sedangkan Vanya hanya pasrah dengan perlakuan Aldo terhadapnya.


Tak lama mereka sampai di sebuah taman, Aldo pun lalu menghempaskan Vanya di salah satu tempat duduk yang ada di taman tersebut.


Braakkk...


" Awww.... " lirih Vanya.


" Sebetulnya apa sih mau Anda...??, belum puas kah sudah menyakiti Ibu Anda sendiri..?? " tanya Vanya sinis, sambil mengelus jidatnya. akan tetapi Aldo menatap tajam ke arah Vanya, lalu berkata: " Menikahlah denganku dokter Vanya... " ucap Aldo, sontak Vanya pun membulatkan matanya lebar-lebar karena tak percaya dengan pernyataan Aldo, yang tiba-tiba saja memintanya untuk menikahinya.


Deg....


" Apa katamu...??, cih... itu nggak mungkin tuan Aldo..., jangan bermimpi deh Lo...!!" seru Vanya tak terima dengan pernyataan Aldo..., Ya Vanya sendiri sekarang sudah tidak percaya lagi dengan Aldo, meskipun Ia memendam perasaannya terhadapnya. apalagi setelah kejadian kemarin, membuat Vanya kecewa, dan berniat menghilangkan rasa sukanya pada Aldo.


" Saya serius dokter Vanya...!" tegas Aldo, seketika Vanya pun terdiam, berusaha mengatur detak jantungnya yang mulai tak beraturan.


" Jantung Gue..., duh..., isshh ck nggak...Van Lo nggak boleh terpengaruh dengan omongan Aldo..., apalagi Aldo sudah mempunyai kekasih... pokoknya Gue nggak boleh lemah hanya karena rayuannya.." batin Vanya.

__ADS_1


" Kenapa diam dokter Vanya... " ucap Aldo pada Vanya yang terlihat diam mematung, tak menanggapi ucapan Aldo.


" Heh... kenapa Anda ingin menikah denganku...??, jelas-jelas Anda sendiri sudah mempunyai Kekasih.., apa masih kurang???" tanya Vanya sinis.


" Akan Saya putuskan secepatnya..." tegas Aldo.


" Heh..., memangnya Saya akan percaya begitu saja dengan ucapan manismu itu..." ucap Vanya sambil tersenyum sinis.


" Jangan berharap tuan Aldo....., karena Saya yakin jika Anda akan memanfaatkanku saja... " tegas Vanya sambil bersedekap dada, dan Aldo pun membalas, perkataan Vanya, dengan berkata:" Bukankah selama ini Kau menyukaiku dokter Vanya... " ucap Aldo dengan penuh percaya diri.


" Heh..., seyakin itu kah Anda...??" tanya Vanya.


" Yaa... Saya yakin karena mata tidak dapat dibohongi dokter Vanya...!!" seru Aldo dingin, seketika Vanya terdiam dengan pernyataan Aldo.


Deg...


" Kenapa ini...?? kok jadi begini..?? tanya Vanya dalam hati.


" Kenapa Anda diam lagi dokter Vanya...??, bukankah kali ini ucapanku benar...?? " tanya Aldo sambil tersenyum penuh kemenangan. sedangkan Vanya tetap diam berusaha mengontrol detak jantungnya, sambil memejamkan matanya seraya mengatur nafasnya, berusaha untuk menahan air matanya..., yang entahlah kini perasaan Vanya bercampur antara sedih kecewa, emosi menjadi satu.


" Cukup tuan Aldo..., jangan berharap perkataanmu itu akan menjadi kenyataan...!!"


" Mungkin ucapan yang Anda katakan tadi itu benar adanya tuan Aldo..., tapi sayangnya..., sekarang sudah tak berlaku lagi..., karena penyebabnya Anda sendiri tuan Aldo....!!" tegas Vanya.


Deg...


Seketika Aldo terdiam membeku dengan perasaan Vanya yang sebenarnya. sedangkan Vanya yang akan beranjak pergi.., langkahnya terhenti seketika.., karena tangan kirinya dicekal oleh Aldo.


Sreeettt...


" Tolong lepaskan tangan Anda tuan...!! " seru Vanya tak terima, tapi tak dihiraukan oleh Aldo yang masih mencengkram kuat tangan Vanya, lalu berkata:" Jadi apa benar Kau selama ini menyukaiku dokter Vanya.... ??" tanya Aldo memastikan, sambil menatap mata Vanya dalam-dalam.

__ADS_1


" Hmm ya..., bukankah tadi Saya sudah bilang pada Anda...??, Saya menyukai Anda.., tapi itu dulu...tuan Aldo... " ucap Vanya membalas tatapan Aldo yang terlihat sedang menahan tetesan air matanya, Ia pun lalu menghempaskan tangan Aldo yang diam membeku, dengan pernyataan Vanya. Ya sebenarnya Vanya pun merasakan sakit hati ketika Ia mengutarakan perasaannya,, bahkan Ia ingin terlihat kuat dihadapan Aldo yang baginya hanyalah lelaki brengs*k yang senang bermain dengan Wanita, sampai-sampai keluarganya dilupakan.


Jangan lupa Vote, Like, Komen dan Favorite yaa... Terimakasih🙏🙏


__ADS_2