
Sandiwara Aditya Dan Reymond Di Depan Tuan Wijaya Dan Nyonya Ita.
Setelah sampai di RS.Wijaya, Erlin dengan berjalan terburu-buru menyusuri lorong RS, karena begitu mengkhawatirkan kondisi Pasiennya yang tiba-tiba saja mendadak kritis di ruang Perawatan atau bangsal pasien.
Disaat Erlin akan memasuki ruang para tenaga medis, Erlin dikejutkan dengan Suster Yuli yang tiba-tiba muncul di balik pintu.
"Astaga, Mbak Yuli mengagetkanku saja!" seru Erlin.
"Huh, untung Kau sudah datang dok, Pasien atas nama Nyonya Regina di bangsal nomer 2 VIP tadi mengalami hilang nafas dok, sampai saat ini tim dokter yang lainnya masih berkumpul di sana untuk memeriksanya, dok!
"Kalau begitu ayo Mbak Kita ke sana untuk memberikan ramuan khusus untuknya,"
"Baik dok.."
Mereka pun segera bergegas menuju ke bangsal perawatan pasien.
...****************...
Sementara di lain tempat, tampak Vanya dan Aldo sedang mengejar sebuah mobil yang ditumpangi seseorang yang sangat mirip dengan Vitalia. Sayangnya Mereka justru malah kehilangan jejak Wanita yang disinyalir adalah Vitalia.
"Ck, sial, Kita gagal, Yang!" umpat Aldo kesal karena telah kehilangan jejak Wanita yang selama ini dinanti oleh semua orang.
Vanya pun tiba-tiba melemas karena putus asa. Ia pun lalu menyahutnya dengan berkata, "Sudahlah Mas, tak apa. Mungkin tadi Kita yang salah lihat kali, Mas!
"Bisa jadi Wanita itu bukan Vitalia, melainkan dokter Amelia yang pernah berkunjung ke RS.Wijaya,"
"Tapi Sayang, apa Kau yakin Dia bukan Nona Vitalia?"
"Tidak juga sih Mas, kalau dibilang yakin atau tidak hati kecilku mengatakan jika Wanita tadi Vitalia, namun Aku juga bingung karena wajah Vitalia itu sama dengan dokter Amelia yang dari Jepang itu. Tapi jika benar Wanita tadi adalah Vitalia mengapa Dia bisa di sini? sedangkan Vitalia kan hilang di sekitaran perairan Jepang, bukan di Australia?!"
"Benar juga sih Yang ..." sahut Aldo setuju dengan pendapat dari Istrinya.
Sementara Vanya hanya diam sambil menekuk tangan kirinya di dada dan tangan kanannya memijit pelipisnya yang terasa pusing memikirkan Sahabatnya yang hingga kini belum diketemukan di tragedi kecelakaan pesawat satu tahun silam.
"Kalau Wanita tadi dokter Amelia, mengapa Dia justru menghindar ketika Mas Aldo berteriak memanggilnya dengan nama Nona Muda?" banyak pertanyaan yang muncul dalam benak Vanya saat ini.
Sedangkan Aldo yang melihat sang Istri tampak terdiam dan terlihat pucat pasi pun lalu membuka suaranya dengan berkata, "Sudah Sayang, jangan dipikirkan lagi. Kau tampak begitu kelelahan, loh!"
"Tidak kok Mas, Aku tidak kenapa-kenapa. Lebih baik Kita balik ke restoran yuk Mas, si dedek sudah laper nih .." ucap Vanya sambil mengelus perutnya yang kini sudah tampak agak membesar.
__ADS_1
"Ya sudah, kalau begitu Kita kembali ke sana saja, kebetulan juga belum jauh dari sini,"
Aldo pun lalu memutar arahnya untuk kembali ke restoran dekat jembatan ternama di kota Sydney.
...****************...
Sementara di sisi lain Aditya yang sedang berada di mansion Wijaya dikejutkan dengan kedatangan seseorang yang sangat familiar baginya.
"Tuan Aditya, ada yang mencari Anda," ucap bik Sumi pada Aditya.
"Siapa Bik?" tanya Aditya.
"Bibi kurang tahu, Tuan. Tapi sepertinya orang itu ke sini dengan menggunakan mobil milik Tuan Aditya," ujar Bik Sumi menjelaskan pada Aditya dengan apa yang Ia lihat.
Seketika itu pula Aditya membelalakkan matanya terkejut. Begitu pula dengan Mama Ita dan Tuan Wijaya.
"Apaa??"
"Bukankah tadi Erlin pergi ke RS menggunakan mobil milikmu, Dit??"
"Iya Pa, tapi..., ucapnya terhenti lalu menyambungnya lagi dengan berkata, "Ah sudahlah, Aditya akan menemui orang itu terlebih dahulu," ucapnya lalu melangkahkan kakinya pergi ke ruang tamu untuk menemui seseorang yang mencarinya itu dengan dengan diikuti Tuan Wijaya beserta Mama Ita.
"Baik Nyah..." balas Mbok Inah sambil menerima Baby Daffa.
Sementara Aditya kini sudah berada di ruang tamu, Ia pun mengedarkan pandangannya menatap seseorang yang sedang duduk di kursi ruang tamu dengan memegangi bingkai foto pernikahannya.
Aditya pun lalu membuka suaranya dengan berkata, "Siapa Kau??
Seketika saja seseorang yang sedang memegangi bingkai foto tersebut menoleh ke arah sumber suara. "Oh Tuan Aditya, Kau rupanya..
" Kau???
"Ya ini Aku, perkenalkan Aku adalah Reymond Buwana, masih ingat dengan ku bukan?
"Kau yang kemarin..
"Ya, Aku adalah Mantan Kekasih Istrimu sekaligus pasien dari Istri tercintamu itu!" ucapnya santai membuat Aditya mengepalkan tangannya geram. Sementara Tuan Wijaya pun datang dari arah belakang Putranya dengan diikuti sang Istri lalu membuka suaranya dengan berkata, "Siapa Dit? tanya Tuan Wijaya pada Aditya yang justru malah terdiam menatap Reymond dengan tatapan membunuh.
Belum sampai Aditya menjawab pertanyaan dari sang Papa, Reymond pun lalu memotongnya dengan berkata, " Perkenalkan Tuan, Saya adalah..
__ADS_1
"Dia adalah teman Aditya Pa!" bohong Aditya pada sang Papa. Ia terpaksa menutupi kebenaran tentang Pria yang ada di depannya karena bersangkutan langsung dengan Istrinya.
Sementara Reymond yang mendengarkan pernyataan dari Aditya pun tersenyum kecut lalu berkata, "Ya Tuan, Saya teman Aditya semasa SMP,' bohong Reymond dengan terpaksa mengikuti alur yang dimainkan oleh Aditya. Ia pun lalu mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Tuan Wijaya.
Dengan senang hati Tuan Wijaya pun membalas uluran tangan Reymond dan berkata, "Senang bertemu denganmu Nak," ucapnya. Lalu Reymond pun beralih bersalaman dengan Nyonya Ita. Dan Nyonya Ita pun mempersilahkan duduk.
"Silahkan duduk, Nak!" ucapnya mempersilahkan duduk pada Reymond. Sementara Aditya hanya diam melihat interaksi antara Reymond dengan kedua orangtuanya.
"Erlin, sebenarnya ada hubungan apa antara Kamu dengan Pria brengsek ini?!" gumam Aditya dalam hati.
Aditya yang tak tahan lagi melihat Reymond yang sedang berinteraksi dengan kedua orangtuanya pun lalu membuka suaranya dengan berkata, "Sebenarnya ada apa Kau kesini??" tanya Aditya pada Reymond dingin.
Mama Ita yang melihat Putranya bersikap dingin pada temannya pun lalu menyahutnya dengan berkata, "Aditya, sama teman sendiri kok dingin amat sin, Nak!" tegurnya.
"Tidak apa-apa Nyonya ..., Aditya memang sudah biasa seperti itu kepadaku," sahut Reymond tersenyum ramah dengan sandiwaranya.
"Jangan memanggilku Nyonya panggil saja Tante, begitu pula jika Kau memanggil Suamiku, panggil lah dengan sebutan Om,!" titah Nyonya Ita pada Reymond.
"Benar Nak, Kau adalah teman Aditya jadi panggil lah Kami seperti teman-teman Aditya yang lain memanggil Kami dengan sebutan Om dan Tante," ucap Tuan Wijaya menimpalinya.
"Terima kasih Tu.. eh mmm maksudku Om .. Tante.." ucap Reymond sambil melirik sekilas Aditya yang hanya diam menatapnya.
"Iya, sama-sama Nak...." ucap Tuan Wijaya beserta sang Istri secara bersamaan.
"Oh ya Aditya, Aku kesini hanya ingin mengembalikan mobil padamu, karena tadi Istrimu dijalan mengalami ban kempes, jadi Aku yang mengantarkan Istrimu ke RS, sedangkan mobilmu Aku bawa ke bengkel untuk diservis, dan Erlin meminta kepadaku jika Aku disuruh kesini untuk mengembalikan mobilmu," terang Reymond pada Aditya dengan memutar balikkan fakta. Padahal yang sebenarnya Erlin tidak pernah bilang pada Reymond jika Dirinyalah yang menyuruhnya untuk mengantarkan mobil ke rumah Suaminya.
Seketika itu pula Aditya tersentak mendengarnya. Ia kali ini benar-benar marah dengan sang Istri yang bisa-bisanya menyuruh Pria lain yang merupakan mantan kekasihnya untuk mengembalikan mobilnya langsung kepadanya.
Sementara Reymond yang melihat ekspresi dari Aditya yang tiba-tiba berubah pun lalu tersenyum tipis dan berkata, "Ini kuncinya" ucapnya sambil menyerahkan kunci mobil pada Aditya.
"Kalau begitu, Saya permisi dulu ya Om.. Tante..." sambung Reymond dengan berpamitan kepada kedua orangtua Aditya. Sementara Aditya hanya diam menatap kepergian Reymond dengan tatapan mata berkilat marah.
Bersambung....
...****************...
...----------------...
Bagaimanakah kasih selanjutnya??? Apakah Aditya dan Erlin bisa melewati badai dalam rumah tangganya??
__ADS_1
Hmmmm... nampaknya Author pending dulu deh tamatnya, karena ceritanya makin sure sih ya, sayang kalau ditamatkan 😅😅