
Kedatangan Teman Lama
Setelah keributan tersebut akhirnya mereka membubarkan diri, karena pekerjaan sudah menantinya. Ya Erlin sudah mulai bekerja lagi semenjak pasca lahiran, begitu pula dengan Vanya, Ia bahkan hanya mengambil cuti dua hari saja, Ia berfikir bahwa keselamatan pasien adalah tanggung jawabnya.
Sementara Aldo kini sedang di kantor cabang perusahaan Wijaya Group, lebih tepatnya perusahaan Cempaka Wijaya yang sekarang kepemimpinannya di pimpin oleh Aldo.
Di obrolan telpon:
" Hans..., tumben Kau menghubungiku ada apa...??" tanya Aldo heran.
" Do..., Gue mau bicara sama Lo..., tapi Gue minta jangan bilang sama siapa-siapa termasuk Aditya..." ucap Hans mengingatkan Aldo.
" Maksud Lo...??" tanya Aldo bingung.
" Jadi gini, kemarin Gue di hubungi oleh dokter Mirna.." ucap Hans.
" Mbak Mirna maksud Lo...??
" Ya iya lah siapa lagi kalau bukan Dia.." jelas Hans.
" Ck... ya sudah buruan ngomong..." balas Aldo ketus.
" dokter Mirna curiga kalau Nona Vitalia itu masih hidup..." terang Hans, sontak membuat Aldo berdiri dari kursi kebesarannya, terkejut dengan pernyataan Sahabatnya.
" Apaaa...???, serius Lo Hans.." ucapnya.
" Ck..., bentar Do..., Gue belum selesai ngomongnya.., jadi dokter Mirna itu ketemu dengan gadis Dia itu begitu mirip sekali dengan Nona Vitalia, dan kebetulan Dia berada di satu pesawat dengan gadis itu...., dan berdasarkan info orang yang mirip dengan Nona Vitalia itu bernama Amelia Hirata... " jelas Hans pada Aldo, seketika Aldo makin membulatkan matanya tak percaya.
" Apa...??, bukannya itu Putri dari orang ternama di jepang setelah Chandra...??" tanya Aldo memastikan, dengan nada meninggi.
" Yaa Kau benar Do..., dari situ dokter Mirna mencurigai kalau Nona Vitalia masih hidup, tapi dokter Mirna baru berusaha mencari bukti dia Nona Vitalia atau bukan, karena Gadis itu sedang mengalami amnesia, ditambah Gadis itu tak mengingat namanya sama sekali..." terang Hans menjelaskan kejadian yang diceritakan oleh dokter Mirna.
" Haaa..., Kau serius Hans..., bahkan ini berita besar loh..., kenapa baru bilang...??, wajar Hans jika mbak Mirna mencurigainya karena kan memang Dia mengalami amnesia, tapi kok aneh, Dia bisa mengaku sebagai Amelia dari mana..??, kok bisa..??" berbagai pertanyaan dilontarkan oleh Aldo, pada Hans.
" Jadi sahabat dari Gadis itu yang merawatnya hingga pulih, bahkan ketika pesawat itu jatuh kebetulan Sahabatnya itu ditugaskan untuk ke tempat kejadian perkara, dan Dia akhirnya menemukan Gadis itu, jadi Yaa begitu lah..." jelas Hans lagi.
" Berarti ada kemungkinan itu Nona Vitalia dong Hans...??" ucap Aldo bertanya pada Hans lagi untuk memastikan.
" Iyaaa benar..., makanya kita harus terbang ke Jepang buat bantuin dokter Mirna..." ucap Hans.
" Tapi Hans Gue nggak bisa, kebanyakan masalah Gueee..." tolak Aldo sambil memijit pelipisnya.
" Ya itu kan yang bikin Lo sendiri Do..., makanya jangan berani-berani mempermainkan hati Wanita..., ujung-ujungnya Lo kalah juga kan..." balas Hans.
" Issshhh ck... iyaaa iyaaa..., tapi Gue benar-benar menyesal Hans..." tutur Aldo jujur.
" Ya gimana nggak nyesel orang Lo nya aja batu..., dibilangin ngeyel juga sih Lo..." balas Hans.
" Hmmmm...
" Ya sudah yang penting Gue sudah kasih tahu Lo.., ingat ya jangan bilang siapa-siapa...!!" seru Hans memperingatkan Sahabatnya agar tidak bilang pada orang lain mengenai Vitalia.
__ADS_1
" Iyaaa... iyaaa..., jadi gimana Lo jadi ke Jepang...??" tanya Aldo memastikan lagi.
" Mungkin dalam waktu dekat..., terus gimana Lo mau ikut...??" ucap Hans berbalik tanya.
" Boleh sih...., tapi sebentar lah Hans..., bagaimana dengan Laras..., masalah Gue juga belum kelar Hans..." jawab Aldo dengan nada melemah, enter mengapa jika membahas masalahnya Ia sendiri merasa sedih.
" Diajak lah Bro.... gitu saja bingung..., tentang masalahmu itu mending Lo menghindar deh apa saran Papah atau Ayah Lo yang kelewat batas itu.. " jawab Hans memberi saran.
" Hmmm....
" Terserah Elo juga sih Do..., yang penting Gue sudah ngasih masukan buat Elo yang batu nya melebihi gunung es..." ledek Hans pada Aldo lalu menutup telponnya sebelah pihak.
*****
Waktu terus berjalan, tiba waktunya para tenaga medis di RS.Wijaya Group untuk beristirahat, ketika Erlin menyusuri lorong RS tiba-tiba saja ada seseorang yang memanggilnya, dengan sebutan nama saja.
" Erlin...!! " teriak seseorang itu memanggil Erlin, sejenak Erlin pun menghentikan langkahnya, apa lagi bagi Erlin suara itu tidak asing baginya, Ia pun akhirnya menoleh ke arah sumber suara.
" Zaky...?? ucap Erlin pelan, sambil menatap tak percaya dengan apa yang Ia lihat, membelalakkan matanya lebar-lebar.
" Yeah... Er..., how are you today...??" tanya Teman lama Erlin yang bernama Zaky.
" Emm..., I am fine Zaky...." jawab Erlin ramah.
" Loh kok Kamu ada disini..??,bukannya Kamu di luar negeri...??" sambung Erlin heran melihat teman prianya yang berada di RS.
" Yaa... sepulang dari luar negeri, Ibuku mendadak sakit, ya sudah Aku bawa kesini saja..." jawab Zaky sambil tersenyum ke arah Erlin, sayangnya Erlin memalingkan wajah nya ketika Zaky tersenyum kepadanya.
" Duhh.. gilak nih orang ngapain juga muncul disini bisa-bisa ketahuan Mas Aditya di kirain ada apa-apa lagi..., udah gitu dilihatin banyak orang lagi..." batin Erlin, sambil berjalan berdampingan dengan Zaky.
" Er..., are you ok??" tanya Zaky bingung melihat Erlin yang hanya diam saja.
" Eh..Emm.. I am sorry Zak.., Saya sedang buru-buru..., Aku duluan ya... permisi.... " ujar Erlin pada teman lamanya, berpamitan.
" Erlin tunggu.... kenapa menghindar dariku... ??" tanya Zaky bingung dengan sikap Erlin yang sangat aneh baginya, sedangkan Erlin menghentikan langkahnya sejenak dan berkata:" Aku benar-benar sibuk maaf, Zaky...." ucap Erlin lalu melanjutkan jalannya yang sempat terhenti, sedangkan Zaky yang melihatnya pun menggelengkan kepalanya sambil tersenyum manis menatap punggung Erlin yang pergi meninggalkan dirinya.
******
Sedangkan di kantin RS terlihat para Sahabat Erlin sedang menunggu Erlin yang tak kunjung terlihat batang hidungnya.
" Erlin mana sih.., kok nggak dateng-dateng...??" gumam Vanya pelan tapi masih terdengar oleh Clara dan Dina Sahabatnya.
" Tauk tuh anak.... " ucap Clara sambil mengendikkan bahunya tanda tidak tahu.
Dan tiba-tiba saja Erlin datang dengan berjalan dengan cepat, seperti sedang dikejar seseorang,dan tingkahnya juga tidak seperti biasanya, para Sahabatnya yang melihatnya dari kejauhan pun merasa ada yang aneh dari Erlin.
" Erlin kenapa tuh..?? tanya Clara heran sambil melihat Erlin dari Kejauhan yang sedang berjalan menuju kearah mereka.
" Mana Gue taukkk... " jawab Dina, sambil mengendikkan bahunya.
Sesampainya di meja tempat para Sahabatnya berada Erlin berkata:" Maaf Gue terlambat..." tuturnya.
__ADS_1
" Kemana saja sih Lo...??, kaya' dikejar anjing saja...??" tanya Vanya heran melihat Erlin yang seperti sedabg gelisah.
" Issh ckk... enggak... cuma tadi sempet ada kendala saja tadi..., ya sudah buruan pesen makanan..." jawab Erlin dengan menturuh Sahabatnya memesan makanan.
" Di depan Lo apaan kalau bukan makanan...??, kita sudah nunggu dari tadi kali Er..., keburu laper nih perut..." terang Dina kesal.
" Sudah-sudah nggak udah ribut, mending buruan makan deh keburu dingin juga..." ucap Vanya mencoba melerai Sahabatnya yang sedang berdebat, dan mereka pun kini sangat menikmati makanannya, bahkan tak ada satu pun yang bersuara, seketika saja ada seseorang yang datang dan berdehem di meja belakang tempat duduk yang Erlin tempati.
" Ehemmm...., Nona Erlin Putri Sanjaya kita bertemu lagi disini...." ucapnya, sontak semua menghentikan aktifitas makannya termasuk Erlin.
Gleekkk...
" Suara itu...??" gumam Erlin dalam hati. lalu mereka pun menoleh ke arah sumber suara.
" Zaky...??, K.. Kau...??" ucap Erlin terbata.
" Duhh ngapain sih Dia ngikutin Guee..." batin Erlin berperang dengan hatinya.
" Yaa Er..., apa Aku boleh bergabung dengan kalian.. ???" tanyanya.
" Emm... " Erlin berfikir, sambil melihat ke arah para Sahabatnya meminta persetujuan, dan mendapatkan anggukan dari mereka, belum sempet Erlin menjawab, Dina berkata:" Boleh silahkan... " ucapnya, dan mendapatkan pelototan mata dari para Sahabatnya, Zaky pun lalu duduk di kursi kosong sebelah Erlin.
" Eh emm maaf Gue duluan Er, Ada pasien urgent nih... " pamit Clara sambil menarik Dina.
" Iya Gue juga pamit Er.. Van.." ucap Dina berpamitan pada Erlin dan Vanya yang masih berada di situ, sementara Vanya yang melihat gelagat tak biasa dari Pria yang berada disebelah Sahabatnya, Dia mengirimkan pesan ke Erlin menggunakan ponselnya.
" Kakak Ipar... Dia siapa...??, kok seperti tidak asing bagiku?? " tanya Vanya melalui pesan WhatsApp, dan ponsel Erlin pun berbunyi.
Clunting....
" Dia teman Kita Zaky, teman lama Kita semasa SMA. Van...., Gue mohon please jangan tinggalin Gue sendirian... Gue takut Van..." balas Erlin menjelaskan.
" Ha... OMG..., okey... okey... Gue temeni Lo..." balas Vanya lagi melalui pesan WhatsApp nya.
" Loh..., kenapa kalian diam saja...??, Ayo makan... " ajak Zaky pada Erlin dan juga Vanya, dan mereka berdua pun hanya menganggykkan kepalanya mengiyakan ajakan Zaky.
" Makan lah Kami sudah makan...
" Er... ini Aku suapi... " ucap Zaky sambil menyodorkan sendok ke arah Erlin, seketika Erlin memelototkan matanya terkejut dengan sikap Zaky yang tidak biasa, begitu pula dengan Vanya, yang sontak membungkam mulutnya tak percaya dengan apa yang Ia lihat.
" Em..., maaf Zaky... makan lah.." tolak Erlin menepis sendok yang disodorkan oleh Zaky., tanpa sepengetahuan mereka ternyata ada seseorang yang melihat ke arah mereka sambil mengepalkan tangannya.
******
Waduhhh.... gimana.. makin seru kan..??, oh ya mengenai Vitalia bisa disimak di novel yang satunya ya
Jangan Lupa Vote, Like, Komen, dan Favorite Yaa.. Terimakasih.... 🥰🥰🙏🙏
Oh ya sambil menunggu Author update lagi, yuk simak novel teman Author.
__ADS_1