
Pernikahan Mendadak
" Kenapa tidak sedari awal Kau berkata jujur pada Kami...??, ternyata Om salah menilaimu selama ini.., mungkin tujuanmu itu memang benar, tapi caramu itu yang salah Do..." ucap tuan Wijaya.
" Karena Aldo takut mengambil keputusan Om..., sebenarnya tentang hal ini Saya sudah bercerita pada dokter Erlin, dan Nona Vitalia.
" Tapi kenapa mereka tidak cerita pada Kami, teeutama pada Vanya...?? "
" Aku yang disuruh untuk menjelaskannya sendiri pada Vanya, Dit... tapi Aku tidak berani untuk berkata seperti itu pada Vanya.." terang Aldo.
" Keterlaluan Kamu tuan Aldo..., Saya tidak menyangka sama sekali, jika Vanya hanya Kau jadikan mainanmu saja..." ucap tuan Ferrari tak terima jika anaknya untuk bahan mainannya saja.
" Bukan begitu Om... , tapi Aku sangat mencintainya..." ucap Aldo sambil bersimpuh dihadapan tuan Ferrari seraya memohon.
" Kalau Kau mencintainya harusnya Kau bisa pilih salah salah satu, tapi kenapa justru harus menikah dengan dua wanita sekaligus..., ckk itu sungguh tidak masuk akal..." balas tuan Ferrari sambil menggelengkan kepalanya.
" Benar... yang dikatakan Ferrari..., bahkan Saya juga tidak menyangka jika Ayahmu Ferdinan menyetujui hal itu..." sambung tuan Sanjaya.
" Apaaa...???, Ferdinan maksudmu apa Sanjaya...??" tanya tuan Wijaya terkejut, bercampur penasaran dengan maksud dari besannya itu.
" Kau tahu bukan jika Ayah dari Aldo adalah seorang Ferdinan.." terang tuan Sanjaya.
" Apaaa...??" ucap tuan Wijaya dan Aditya bersamaan.
" Benar Om...." jawab Aldo dingin.
" Jadi selama ini..., Kau menyembunyikan rahasia sebesar ini pada Kami Do...??tanya tuan Wijaya memastikan, dan Aldo pun menjawabnya dengan mode dinginnya:" Yaa Saya memang Anak dari Ferdinan, tapi Aku tidak seperti Ayahku yang merupakan seorang psikopat berdarah dingin, Aku menyembunyikan identitasku karena Aku takut jika Ibu ditemukan dan akan dijadikan korbannya.. " terang Aldo.
" Apaaa....??!!" ucap Aditya dan Wijaya secara bersamaan, betapa terkejutnya mereka ketika mendengarkan penjelasan dari Aldo, termasuk istri dari Wijaya yaitu Mama Ita.
" Tidak Do..., walaupun Kamu adalah anak dari Ferdinan, Kami tetap tidak setuju dengan keputusanmu yang gila itu...!!" seru tuan Ferrari memotong pembicaraan.
" Tapi, ini demi kebaikan Ibu dan Anak-anak Om.., bagaimana dengan perasaanku yang selama ini Aldo pendam...??
" Cukup tuan Aldo.. jangan menjadikan Ibu Irma dan anak-anak sebagai alasanmu..., yang jelas caramu itu yang salah..., Kau mendengarkan sendiri bukan, jika Vanya saja memilihku daripada Kamu...., dan Saya berharap simpan saja perasaanmu itu...!!" tegas Edward sambil menatap tajam Aldo.
" Edward jangan ikut campur urusan Kami....!!" Aldo dengan nada meninggi.
" Ini urusanku juga tuan Aldo...., Kau sudah menyakiti hati dokter Vanya.., maka Kau juga harus terima jika dokter Vanya menikah denganku nanti..." ucap Edward lalu berjalan keluar ruangan.
Setelah Edward keluar ruangan, di dalam ruangan tersebut mendadak tidak ada suara sama sekali, dan sedetik dua detik Aditya pun membuka suaranya dan berkata:" Aldo... Gue yakin suatu saat nanti.., Kau pasti akan menyesal seumur hidupmu..., karena Kau sudah menyia-nyiakan seorang wanita seperti Vanya..." ucap Aditya lalu berjalan keluar ruangan diikuti oleh para orang tua termasuk tuan Adam Ferrari dan Nyonya Valen, kecuali Aldo yang hanya diam mematung mendengar perkataan dari Sahabatnya, kini Aldo tinggal lah sendiri di ruangan tersebut, sambil bergumam dalam hati
" Yaa Tuhan..., apa yang sudah Aku lakukan..., bahkan Aku tak menyangka jika akan terjadi seperti ini..., cuma itu jalan satu-satunya..., tapi kalau pun Vanya tidak mau menerimaku, terpaksa Aku menikah hanya dengan Laras seorang, ini semua demi Ayah dan juga Ibu.. " batinnya.
*****
__ADS_1
Seminggu setelah kejadian tersebut kini Edward benar-benar sangat perhatian pada Vanya, begitu pula dengan Vanya yang semakin nyaman jika berada di dekatnya, sampai-sampai jika ada orang yang melihatnya, malah bikin baper sendiri. sedangkan Aldo setelah kejadian tersebut Ia tidak terlihat lagi batang hidungnya, bahkan untuk menanyakan Ibu dan Anak-anak saja tidak.
Dan kini Edward beserta keluarga besarnya pun sedang menuju ke kediaman keluarga Ferrari, untuk melamar dr.Vanya Pricilia Ferrari.
Ting tong.... ting tong...
" Ya tunggu sebentar... " jawab Vanya yang kebetulan akan menaiki tangga, tapi seketika Ia mengurungkan niatnya untuk ke atas, lalu segera ke depan untuk membukakan pintu.
Ceklekkk....
Dilihatnya Edward yang datang bersama seluruh keluarga Sanjaya,
" Edward....,kalian..??, Loohh... Astaga..." ucap Vanya membelalakkan matanya lebar karena terkejut bercampur dengan penuh pertanyaan, akan tetapi Edward tidak menjawab pertanyaan dari Vanya, justru Edward seketika itu juga malah bersimpuh dihadapannya tepat berada di depan pintu.
" Eh Edward apa-apaan sih..., kenapa pakai begitu segala sih..., malu tauk.... " ucap Vanya pada Edward yang bersimpuh tepat dihadapannya.
" Sudah ngomongnya...?" tanya Edward sambil menatap dalam Vanya, dan Vanya pun mengangguk setuju, plus salah tingkah karena tatapan tersebut.
" Emmh.. jadi begini Van..., Aku kesini sebenarnya mau melamarmu..." ucap Edward to the point.
" Emm... Jadi....??" tanya Vanya salah tingkah, seraya meminta kepastian.
" Maukah Kau menikah denganku...??" ungakap Edward to the point, sambil menyodorkan sebuah kotak cincin pada Vanya, bahkan saking gugupnya sampai-sampai Ia mengeluarkan keringat dinginnya.
Deeggg....
" Emm... Aku... emm... Aku... " ucap Vanya terhenti karena terpotong oleh pembicaraan Erlin.
" Sudahhh terima saja kali Van... !!" seru Erlin menggoda sahabatnya, yang kini sedang bersama Aditya dan keluarga besarnya di belakang Edward.
" Emm..., Akuuu... mau menikah denganmu Ed... " jawab Vanya menganggukkan kepalanya menyetujui lamaran dari Edward, seketika orang-orang yang menyaksikan adegan mereka berdua pun berteriak kegirangan.
" Yeeee..... " ucap mereka serempak, lalu bertepuk tangan.
Cup...
Edward pun lalu mencium tangan Vanya,dan berkata:" terimakasih sudah menerima lamaran dariku..., Aku berjanji akan selalu membahagiakanmu Van... " ucap Edward lalu menyelipkan cincin di jari manis milik Vanya sambil tersenyum bahagia keep arahnya, begitu pula dengan Vanya yang sedari tadi menatap Edward seperti malu-malu kucing, dan akhirnya mereka kini telah resmi bertunangan.
" Yeeayy.... Bunda dokter akhirnya mau menikah sama Ayah Edward..." ucap El yang tiba-tiba muncul dari arah belakang Vanya bersama keluarganya, termasuk Ibu Irma dan juga Neysa.
" Loh El sekarang panggilnya Ayah..??" tanya Edward pada El.
" Iya dong... kan mau jadi Istrinya Bunda dokter, jadi El dan Kak Neysa mulai sekarang panggil Om Edward dengan sebutan Ayah..." ucap El.
" Iya benar sekali Ayah Ed..., Neysa seneng banget..., akhirnya kalian akan segera menikah..." ucap Neysa menimpali.
__ADS_1
" Terimakasih ya anak-anak kalian selalu ada buat Bunda dan Ayah Ed..." ucap Vanya sambil tersenyum ke arah kedua anak angkatnya, lalu menggendong El.
" Terus rencananya kapan nih..??" tanya tuan Ferrari pada Edward dan Vanya, dan mereka pun seketika menjawabnya dengan kompak, dengan berkata:" Besok..." ucap mereka serempak
" Lahh... Sayang... kok besok...??, Kami nggak salah dengar kan Nak...??" tanya Mommy Valen pada sepasang calon pengantin tersebut.
" Iyaaa Mom... besok saja... " ucap Vanya
" Secepat itu...???" tanya Mamih Dewi memastikan.
" Iyaa... Mih... lebih cepat lebih baik...." jawab Edward menjelaskan.
" Tapi kenapa mendadak sekali sih...Ed..." ucap Mommy Valen heran, karena terkesan buru-buru.
" Iya Mom...., tak ada salahnya juga kan..." jawab Vanya seadanya.
" Cieee... Vanya kebelet banget sih Lo jadi Adik Ipar guee.... " ucap Erlin menggoda Vanya.
Blusshhh
pipi Vanya pun seketika berubah menjadi seperti tomat.
" Issshh... ckk.., Erlin apaan sihh...." ucap Vanya tersenyum malu-malu.
" Kakak..., jangan godain Vanya dong kak.. kasihan Dia..., tuh pipinya berubah seperti tomat kan jadi ya... " ucap Edward.
" Hahahahha...." mereka semua pun tertawa karena ucapan Edward. seluruh keluarga begitu antusias menyambut pernikahan Vanya dan juga Edward, dan setelah lamaran selesai, seluruh keluarga besar dari Edward maupun Vanya berkumpul untuk membicarakan soal pelaksanaan Ijab Qobul, dan resepsi pernikahan antara Vanya dan Edward yang akan diselenggarakan besok secara mendadak, sedangkan Vanya dan juga Edward sedang ke butik tante Aira bersama anak-anak untuk fitting baju pengantin.
" Astagaaa Dad..., Mommy pusing nih..., yang benar saja pernikahannya besok... mendadak sekali..." ucap Mommy Valen yang merupakan Ibu kandung dari Vanya, tapi belum sampai sang Suami menjawab surah di potong oleh Mamih Dewi, yang merupakan Ibu kandung dari Edward, dan berkata:" Sudahlah Jeng... tidak usah pusing...., lagian Edward sudah menyiapkan semuanya kok Jeng..." ucapnya.
" Iya Jeng..., terimakasih sudah menaruh perhatian lebih pada Putri Kami selama ini.. " ucap Mommy Valen sungkan, karena Edward selama ini telah perhatian sekali pada Vanya.
" Jangan berterimakasih pada Kami, karena Kami juga tidak menyangka jika Edward sudah menyiapkan ini semua jauh-jauh hari..." jawab tuan Sanjaya.
" Edward memang benar-benar berbeda dengan Aldo anakku..., Dia memang pantas menjadi pendamping hidup dari Nak Vanya..." ucap Ibu Irma yang tiba-tiba datang menimpali obrolan mereka, seketika mereka pun hanya saling pandang dan menatap iba Ibu Irma.
*****
Hmmm Maaf teman-teman Author baru up nih...
Setelah mengetahui Vanya dan Edward akan menikah.., Akankah Aldo datang dan menggagalkan pernikahan mereka...??, lalu bagaimana dengan Kisah antara Erlin dan juga Aditya yang sebentar lagi akan diterpa badai masalah keluarga??
Simak terus Kisah selanjutnya ya teman-teman...
Jangan lupa Vote, Like, Komen, dan Favorite ya... Terimakasih... 🥰🥰🙏🙏
__ADS_1
Sambil menunggu Kisah berikutnya jangan lupa mampir ke Novel ke teman Author ya