
Aku Atau Dia
Keesokan harinya Vanya tak kunjung juga diketemukan oleh Aldo maupun Aditya dan Alex yang sedang berpencar mencari Vanya. Sementara Vanya sendiri terlihat sedang tertidur pulas di sebuah ranjang tempat dimana kamar milik Exsel berada. Ya Vanya setelah Vanya melakukan perlawanan terhadap Exsel, Vanya pun terkena suntikan yang di berikan oleh Exsel yang berisikan obat bius, Tanpa bisa berbuat apa-apa Exsel pun mempunyai kesempatan untuk membawanya ke sebuah tempat. Tempat itu adalah kediamannya yang berada di negeri seberang yaitu Singapore.
Vanya tak menyadari jika dirinya sekarang berada di tempat yang sangat asing baginya, apalagi seingatnya Dia di dalam mobil berusaha memberontak melawan Exsel. Exsel pun kini membuka suaranya sambil menatap intens Vanya. "dokter cintaku, dari dulu Kau memang begitu cantik Vanya, tak berubah sama sekali, bahkan kecantikanmu semakin bertambah. Tapi mengapa dirimu justru mengkhianatiku dengan menikah dengan pria lain..??" tanyanya pelan sambil membelai rambut Vanya yang berantakan dan nampak sedang tertidur pulas.
Tiba-tiba saja tanpa Vanya sadari Dia mengigau menyebut nama Aldo dan Exsel. "Tapi Ed.. Aku nggak mau menikahi Aldo atau Exsel.., Kau tahu bukan jika Exsel sudah meninggalkanku sedangkan Aldo, Ayahnya sangat jahat sekali padaku dan anak-anak.." igaunya. Sedangkan Exsel yang mendengarkannya pun mengerutkan keningnya menatap Vanya sambil bergumam pelan, "Anak-anak.., siapa anak-anak itu..??, apa Vanya sudah punya anak??" banyak pertanyaan dalam benak Exsel. "Lalu siapa pria yang bernama Aldo.. ??" sambung Exsel dengan penuh tanda tanya berbicara sendiri.
Vanya yang mulai tersadar kini mengerjapkan matanya dilihatnya Exsel yang sedang berada disebelahnya. Ia pun membulatkan matanya sempurna melihat Exsel yang sedang mengusap-usap rambutnya.
"Exsel..." ucap Vanya Lalu terbangun dan Exsel yang baru menyadari jika Vanya sudah bangun pun Lalu berkata, "Sayang Kau sudah bangun..??" tanya Exsel seraya membelai rambut Vanya.
"Hentikan Exsel, Aku tak butuh rayuanmu... !!" tegas Vanya sambil menghempaskan tangan Exsel yang sedang membelai rambutnya.
"Hmmm, Kau yakin tidak membutuhkan rayuanku..??, lalu kenapa Kau menyebut namaku saat Kau sedang tidur...??" tanya Exsel pada Vanya. Vanya hanya mengernyit bingung dengan apa yang dimaksud oleh Exsel. Ia pun lalu membalasnya dengan bertanya, "Apa maksudmu Exs..??" tanyanya.
"Lihatlah Video ini.." ucap Exsel sambil memencet remote televisi untuk dinyalakan yang menampakkan rekaman video CCTV beberapa menit yang lalu. Seketika mata Vanya membulat sempurna dengan menutup mulutnya menganga tak percaya dengan apa yang Ia lihat dan Ia dengar.
"Tapi Ed.. Aku nggak mau menikahi Aldo atau Exsel.., Kau tahu bukan jika Exsel sudah meninggalkanku sedangkan Aldo, Ayahnya sangat jahat sekali padaku dan anak-anak.." igaunya.
__ADS_1
"Haah...., astaga Exsel beraninya Kau.." ucapnya menganga tak percaya. Belum sampai Vanya menyelesaikan ucapannya Exsel pun memotongnya dengan berkata, "Beraninya Kau apa Vanya...??, sudah jelas bukan bahwa Dirimu menyebut namaku..??, Tapi kenapa Kau malah menyebut laki-laki lain selain Diriku... ?!" banyak pertanyaan yang dilontarkan Exsel pada Vanya. Seketika Vanya pun terdiam tak bisa berkata-kata lagi karena Ia pun juga sudah melihat dan mendengarnya sendiri jika Dirinya tidur sambil mengigau nama Exsel dan Aldo. Sedetik dua detik Vanya pun lalu menjawabnya, "Exsel..., itu kan hanya bunga tidur nggak lebih.." tandasnya.
"Bunga tidur katamu.. ??, jangan berbohong padaku Vanya, sekarang katakan padaku siapa laki-laki yang bernama Aldo itu..??" tanya Exsel menghampiri Vanya sambil menatapnya dengan tatapan penuh selidik.
"Bukan urusanmu Exsel, yang jelas Dia pria baik-baik bukan sepertimu..." ucap Vanya membandingkan Aldo dengan Exsel. Exsel yang tak terima pun menjawabnya dengan berkata, "Oh rupanya Kau berani melawanku, jadi Aku bukan Pria baik-baik..." ucap Exsel sambil berjalan mendekat ke arah Vanya. sedangkan Vanya yang merasa Exsel mendekatinya pun melangkah mind ur hingga sampai mentok ke dinding. Ia pun lalu berkata, "Exsel... apa yang akan Kau lakukan..??" tanya Vanya panik karena tatapan mata dari Exsel sangat mematikan dimatanya.
Greepp...
Exsel pun mengunci tubuh Vanya yang sedang bersadar di dinding agar tak dapat bergerak. "Exsel, apa yang Kau lakukan.., lepas...!!" seru Vanya memberontak tapi tak bisa lepas dari jeratan Exsel. Exsel pun menjawabnya, "Katakan padaku Vanya, jika Kau masih mencintaiku, karena Aku sangat yakin jika Kau masih menaruh hati padaku Vanya.." ucap Exsel tepat di depan Vanya sambil mengangkat dagu Vanya. Vanya hanya terdiam Dia sama sekali tak membuka suara. "Mungkin ini saatnya Aku mengungkapkan semuanya pada Exsel, agar Dia tak menggangguku lagi." batinnya.
Vanya pun lalu menghembuskan nafasnya pelan lalu berkata, "Lepaskan tanganmu, biar Aku menjelaskannya padamu Exs.." ucapnya pelan, dan Exsel pun perlahan mulai melepaskannya. "Sekarang katakan padaku.. !!, serunya memerintah Vanya untuk segera mengatakan apa yang akan dikatakan Vanya kepadanya.
"Yaa Aku tahu itu...
"Hmm baguslah Kalau Kau tahu..., dan Aku sangat mencintainya Exs.., cintaku tidak akan tergantikan oleh siapa pun termasuk Kau dan pria lain yang ku sebut tadi... !!" ucap Vanya lantang. Exsel pun lalu berkata, "Tapi Van.., apa Kau tidak memikirkan masa depan anak yang Kau kandung..??" tanyanya.
"Exsel jadi Kau..." ucap Vanya terhenti karena terkejut dengan pertanyaan yang dilontarkan Exsel padanya. Ia pun lalu menjawabnya, "Yaa Aku mengetahui, karena anak buah ku yang memberi tahu padaku jika Kau sedang hamil." jawabnya.
"Kalau Kau tahu Diriku sedang hamil lalu kenapa Kau menculikku Exs??" balas Vanya bertanya heran pada sikap Exsel yang berubah. Exsel pun lalu berjalan ke arah sofa lalu berkata, "Karena Aku tak tahu harus berbuat apa lagi Van..., Aku tidak mau kehilanganmu lagi." ucapnya lalu mendudukkan pantatnya di atas sofa.
__ADS_1
"Tanpa memikirkan janinku..??" tanya Vanya.
"Bukan begitu Van, justru Aku memikirkannya.." jawab Exsel. Seketika Vanya pun membalasnya dengan penuh penekanan, "Kalau Kau memikirkannya, bukan begini caranya..., Kita bisa bicarakan baik-baik Exsel..., lagi pula walaupun Suamiku sudah meninggal, Aku sudah berjanji dengan Diriku sendiri jika Aku tidak akan pernah menikah lagi Exsel.., meskipun memang benar terkadang Aku memikirkanmu, tapi Aku memikirkanmu bukan karena Aku mencintaimu tapi karena Aku membutuhkan teman curhat saja tak lebih dari itu." tandasnya.
"Tapi Van, Aku yakin Kau masih penyimpan perasaan itu padaku.." ucap Exsel. Vanya lalu menjawabnya, "Sayangnya perasaan itu sudah tidak ada lagi Exsel, dan Kita hanya sebatas teman saja Exs.."
"Huuffftt baiklah.., Aku tak bisa memaksamu, hanya saja Aku sangat berharap suatu saat nanti Kita dapat menjadi pasangan kekasih walaupun itu kemungkinannya sangat kecil, dan maafkan Aku untuk waktu itu, karena Aku benar-benar bingung dengan apa yang harus Aku lakukan setelah Kau menolak untuk menikah denganku" ucap Exsel. Vanya pun laku menjawabnya dengan berkata, " Justru Aku yang merasa bersalah Exs.., Aku hanya mementingkan pendidikanku saja tanpa memikirkan perasaanmu." ucapnya.
Exsel pun lalu bertanya pada Vanya, "Van.., seandainya Kau disuruh memilih, Kau akan memilih siapa diantara Aku dan Pria yang Kau sebut namanya tadi...??" seketika Vanya oun menjawabnya tanpa berpikir panjang, "Exsel sudah lupakan saja.., lagi pula itu hanya bunga tidur." jawab Vanya.
"Yaa... mungkin bagimu bunga tidur, tapi itu mimpi itu mengandung sebuah makna Vanya.., jadi Kau mau tak mau harus memilih Aku atau Dia..." ucap Exsel melontarkan pertanyaannya lagi pada Vanya.
"Oh my God... kenapa jadi seperti ini sih..., bahkan Dia saja belum tahu Aldo.., bagaimana kalau Exsel tahu tentang Aldo.., bisa-bisa mereka berantem lagi." gumam Vanya dalam hati.
*****
Waahh... bagaimana setelah ini, apakah Vanya akan berhasil diketemukan??, atau justru Vanya yang akan pulang sendiri ke Indonesia bersama Exsel, mengingat Exsel sudah baikan dengan Vanya.??"
simak terus pokoknya
__ADS_1
Jangan lupa Vote, Like, Komen Yaa... Terimakasih 🥰🥰🙏🙏