Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 119


__ADS_3

Daffa Bramansta Wijaya


Erlin pun kini sudah di pindah ke ruang perawatan, dan anaknya kini juga sudah mulai di pindah juga ke ruang perawatan. sementara para Sahabatnya yang menunggu di liar sudah diperbolehkan menjenguknya.


Cekleekk....


" Waaa... Congrats Erlin cayangku... " ucap Vanya, Dina, dan Clara kompak dengan penuh bahagia, lalu mereka pun menghampiri Erlin dan memeluknya, kini mereka berpelukan seperti teletubbies.


" Yaa Allah... kalian...., thanks ya.... " ucap Erlin terharu dengan kedatangan para Sahabatnya.


" Iyaa...." ucap mereka bersamaan.


" Loh.. tunggu dulu deh..." ucap Erlin sambil melepaskan pelukannya dengan para Sahabatnya.


" Clara... Lo kapan datang...??" tanya Erlin bingung kenapa ada Sahabatnya yang dulunya adalah musuhnya.


" Barusan Er..., oh ya tau nggak Gue bawa siapa..?? ucap Clara berbalik tanya.


" Siapa...??? tanya Erlin penasaran.


" Taraaa.... " ucap Clara sambil menuju ke arah pintu dan membukanya, dilihatnya anak kecil yang di gendong oleh Alex Suami dari Clara, sontak saja membuat Erlin dan Aditya yang sedang menggendong anaknya pun membulatkan matanya sempurna, dan berkata: " Oh my God... Clara..., itu anak Lo..?? tanya Erlin bersemangat, dan Clara pun menganggukkan kepalanya, mengiyakan pertanyaan Sahabatnya.


" Sini Sayang ikut tante Vanya yuk kesini... " ucap Vanya lalu menghampiri anak dari Clara.


" Van.. udah cocok tuh.., buruan nikah..." ucap Clara.


" Bentar lagi...., tenang saja... " ucap Vanya sambil menggendong Rachel anak dari Clara. Ya nama anak dari Clara adalah Rachelia Alex Smith.


" Serius Lo Van...??" tanya para Sahabatnya kompak.


" Sssttt... Astagaaa... biasa saja kali..., nggak usah kaget gitu... " ucap Vanya biasa saja sambil mendudukkannya Rachel di sebelah Erlin.


" Duh cantik banget sih... " ucap Erlin gemas.


" Iyaa nanti rencana mau Aku jodohin dengan El... " seloroh Vanya.


" Hahahaha yang bener saja Lo Van..., masih kecil kali Van... " ucap Clara.


" Wahh gantengnya keponakan tante..." ucap Dina menghampiri Aditya.


" Gendong saja Dina..." ucap Aditya mempersilahkan Dina untuk menggendong Baby boy nya.


" Baiklah...., wahh lucunyaa...." ucap Dina.

__ADS_1


" Tuan Aditya mau ngasih nama apa nih sama dedek Boy yang ganteng ini.. " ucap Dina sambil mengayun-ayunkan Baby boy milik Aditya dan Erlin.


" Saya mau kasih nama... apa ya...??


" Apa Mas...?? sambung Erlin bertanya pada sang Suami.


" Sayang maunya Mas kasih nama apa..??" ucap Aditya lalu menghampiri sang Istri.


" Terserah Mas saja deh...


" Hmm.., baiklah.... bagaimana kalau Daffa Bramansta Wijaya...??, bagus nggak Yang...?? tanya Aditya meminta persetujuan pada sang Istri, belum sempat Erlin menjawab Vanya, Clara, dan Dina pun memotong pembicaraan, dan berkata:" Wahh kereennn...!!" ucapnya, Erlin pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah para Sahabatnya.


" Iya Mas... Erlin setuju..., nama yang bagus seperti nama Daddynya.." ucap Erlin tersenyum penuh kebahagian, memuji sang Suami, yang memberi nama yang cocok bagi anaknya. Aditya pun lalu menci*m kening sang Istri,dan berkata:" Thank you so much Istriku... " ucapnya sambil menatap sang Istri.


" Sama-sama Suamiku... " balas Erlin sambil membalas tatapan Sang Suami.


" Aduhhh duhh.... jadi iri deh liatnya..." ucap Vanya berusaha mengalihkan perhatian, sontak perkataannya pun membuat semua yang berada di ruangan itu tertawa.


*****


Tak berselang lama Keluarga Wijaya dan Keluarga Sanjaya pun datang secara bersamaan.


Cekleekk...


" Aduhh... jeng Cucu kita benar-benar ganteng... " ucap Mamah Ita.


" Iya jeng Cucu kita ganteng sekali mirip bapaknya... " ucap Mamih Dewi lagi.


" Pah..., liat Cucu kita lucu... " ucap Mamah Ita pada sang Suami yang baru datang dengan Sanjaya (besannya).


" Wahh Aditya kecil... " ucap tuan Wijaya sambil melihat Cucunya.


" Sanjaya lihatlah..., Cucu kita keren kaya' bapaknya... " ucap tuan Wijaya pada besannya.


" Waaah MaaShaaAllah lucunya Cucu Opa... " ucap Sanjaya sambil melihat ke arah Baby boy.


" Keren loh Cucuku... " ucap Mamih Dewi menimpali.


Sedangkan Aditya dan Erlin hanya menatap haru melihat kebahagian terpancar di wajah Keluarganya, betapa tidak setelah kepergian Vitalia saudari kandung dari Aditya, sekaligus Adik Ipar dari Erlin Keluarga mereka seakan hancur berkeping-keping, tapi setelah kehadiran dari Baby boy membuat mereka semua kembali berbahagia setelah sekian lama penantian yang dinantikan.


" Alhamdulillah Mas..., Keluarga kita sangat bahagia dengan kehadiran Baby Daffa..." ucap Erlin penuh haru.


" Iya Istriku Kau benar..., Mas juga sangat bersyukur sekali melihat mereka semua bahagia, apalagi setelah kepergian Vitalia, kini kehadiran buah hati kita menjadi pengobat kerinduan mereka... " ucap Aditya menimpali ucapan sang Istri dengan nada sedih bercampur haru.

__ADS_1


" Mas..., tetap semangat ya..., Allah sudah menggantikan yang terbaik untuk Keluarga kita... " ucap Erlin berusaha menyemangati Suaminya, karena Aditya sangat kehilangan Adik kandungnya yang sampai saat ini belum juga di ketahui keberadaannya, bahkan setahu mereka Vitalia sudah tiada.


" Aditya..., Cucuku yang ganteng ini akan Kau beri nama siapa...??" tanya tuan Wijaya pada sang Anak, seketika Aditya dan Erlin pun membuyarkan lamunannya.


" Daffa Bramansta Wijaya Pah..." jawab Aditya sambil berusaha menetralisir keadaan, Erlin yang tau perasaan Suaminya saat ini, Ia pun lalu memegang tangan Suaminya berusaha menguatkan hatinya, sedangkan para Sahabat Erlin yang melihatnya pun merasa iba menatap kedua pasangan tersebut.


" Sudah..., Kami tahu perasaan kalian... pokoknya kalian nggak boleh lemah.., terutama Kamu Er..." ucap Vanya mencoba memberi semangat pada kedua pasangan tersebut.


" Benar Er..., Aditya ... kalian harus ikhlas melepas kepergian Vitalia, buktinya Tuhan sudah menggantikannya dengan yang lebih baik.." ucap Clara menimpali ucapan Vanya.


" Yuppss betul itu..." ucap Dina ikut menimpali nya.


" Terimakasih Van.., Ra... Din.." ucap Erlin dan Aditya bersamaan.


" Iyaa sama-sama... " jawab Vanya, Clara, dan Dina bersamaan, sampai-sampai para orang tua dari Aditya dan Erlin pun mendengarnya, dan menatap heran mereka, dan Mamih Dewi pun bertanya:" waduh ada apa ini.. kok mendadak melow...??" tanyanya menatap ke arah Aditya dan Erlin penuh menyelidik.


" Enggak kok Mih..., kita cuman... " ucap Erlin terhenti tak terasa Erlin pun meneteskan air matanya.


" Astagaa anak Mamih kenapa sih..??, hmmm... " tanya Mamih Dewi lalu menghampiri Erlin, dan memeluknya, sementara Erlin pun membalas pelukan sang Mamih, sambil menangis tersedu-sedu.


" Hikss.. hikss... hikss..., Erlin terharu Mih..." ucap Erlin menangis di pelukan sang Mamih.


" Sssttt.. sudah Sayang..., jangan sedih lagi ya..., Mamih tahu perasaanmu, begitu juga dengan perasaanmu Suamimu..., sekarang Mamih minta Kamu harus jaga Baby Daffa sebaik mungkin..., okeyy... " ucap Mamih Dewi sambil melepaskan pelukannya, dan Erlin pun menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan perkataan sang Mamih.


" Nak..., benar apa kata Mamihmu.., Kalian harus menjaga Baby Daffa baik-baik..., jangan sampai kalian melukai hatinya... " ucap Mamah Ita menimpali sambil meletakkan Baby Daffa di dalam ranjang bayi, karena Baby Daffa nampak sudah tertidur lelap.


" Hmmm terimakasih Mamah.., Mamih..., kalian benar-benar orang tua terbaik buat Erlin, ucap Erlin lirih sambil mengusap air matanya, lalu memeluk Mamih Dewi dan Mamah Ita secara bergantian.


Tok.. tok.. tok...


" Assalamualaikum..." ucap seseorang itu,


Seketika suara seseorang tersebut membuyarkan semua orang yang sedang berada di ruangan tersebut, dan mereka pun lalu melihat ke arah sumber suara.


" Wa'alaikumsalam... " jawab seluruh orang yang berada di ruangan tersebut, seketika Vanya yang sedang di samping ranjang Baby Daffa pun terkejut dengan apa yang Ia lihat, dan Vanya pun lalu berdiri dari tempat duduknya, dan berkata:" Maaf semuanya..., kalau begitu Vanya permisi dulu... " ucap Vanya berpamitan pada semua orang yang berada di ruangan tersebut.


" Van mau kemana..??" tanya Erlin menatap Vanya bingung dengan sikap Sahabatnya yang tiba-tiba saja berubah setelah melihat kedatangan Aldo dan juga Kekasihnya, dan sayangnya pertanyaan Erlin diabaikan oleh Vanya yang tetap berjalan keluar dari ruangan.


*****


Waduuuhhh makin seru nih ceritanya...., simak terus di Episode berikutnya ya teman-teman...


Jangan lupa Vote, Like, Komen, dan Favorite Yaa... Terimakasih.... 🥰🥰🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2