Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 102


__ADS_3

Di Rumah Sakit Wijaya.


Setelah pemeriksaan di IGD selesai,Aldo pun lalu dipindahkan ke kamar perawatan,dengan didampingi Vanya, sedangkan Erlin menyusul Vanya ke kamar perawatan Aldo.


“ Van..., gimana..??,apa panasnya sudah turun..??” tanya Erlin yang tiba-tiba saja masuk ke ruang perawatan Aldo. Dan Vanya pun menjawab: “ Sudah...” ucap Vanya.


“ Syukurlah kalau begitu...,Oh ya..., Gue mau tanya sama Elo Van...,sebenarnya Elo sama adik Gue ada apa sih..., kok keliatannya kalian seperti tidak akur??, padahal kan kalian baru saja bertemu...??” tanya Erlin menyelidik,dan Vanya pun menjawabnya dengan santai: “ Perasaanmu saja kali, Er...”


“ Perasaan Gue gimana sih,orang jelas-jelas kalian seperti sedang marahan gitu..., seperti sudah kenal lama saja...” terang Erlin pada Vanya,dan Vanya pun lalu menjawabnya lagi dengan nada ketusnya: “ Ck.. siapa juga yang marahan..., yang ada Adik Lo tuh..., kalau ketemu Gue bawaannya bikin emosi saja tau nggak sih...!!” serunya. Sontak membuat Erlin terkejut dengan pernyataan Vanya, yang berada diluar dugaannya.


“ Isshhh...Lo tuh ya Van..., sama Aldo saja ribut terus, eh.., ini ketemu adik Gue juga di ajak ribut..., mau Lo tuh apa sih, Van...??, gimana mau cari calon Suami..??, yang ada malah pada kabur semua...” terang Erlin. dan Vanya pun seketika membulatkan matanya, karna tak terima dengan perkataan Sahabatnya,ia pun lalu berkata: “ Enak saja kalau ngomong..., Siapa juga yang ngajak ribut..., mereka saja yang sama-sama nyebelin tau nggak ...” ucapnya.


“ Itu mulut kalau ngomong bisa di jaga nggak sih..., hati-hati saja deh Lo..,bisa-bisa benci jadi cinta..” ucap Erlin.


“ Yee...apaan sih...,yang benar saja sih Lo Er..., lagian mana mungkin Gue milih mereka..., mereka itu bukan tipe Gue...” terang Vanya.


“ Bukannya dari dulu Lo pernah bilang begitu sama Gue...??, dan endingnya Gue nikah juga sama Aditya...” ucap Erlin, seketika Vanya pun menjawab: “ Itu beda cerita kali Er....”


“ Beda gimana..., nih ya.., yang ada kalian sepertinya saling suka, dan disini Gue takut kalau akan ada kisah cinta segitiga diantara kalian...,sumpah Gue yang bayangin saja ngeri sendiri...” ungkap Erlin.


“ Ngomong apaan sih Lo..., gilak kali Gue jadi rebutan...??” jawab Vanya ketus, dengan nada tinggi,sambil menonyor pundak Erlin. seketika ucapan Vanya membuat Aldo yang sedang terbaring lemah di tempat tidur pun


terganggu, namun ternyata Ia hanya bergerak saja.


“ Jadi bangunkan...” ucap Erlin. Dan Vanya pun menjawab: “ itu karna Lo tau nggak sih..” ucapnya sambil menghampiri Aldo,lalu duduk dikursi bersebelahan dengan ranjang Aldo. sedangkan Erlin hanya terkikik geli


melihat Sahabatnya yang terlihat kesal.


“ Ckckckckck....”


“ Ssssstt..., Erlin... bisa diem nggak sih... nanti tuan Aldo terbangun..” kesal Vanya pada Erlin yang sedari tadi cekikikan nggak jelas.


“ Biarin....” Ia pun lalu berkata: “ Kita liat saja nanti...” ucap Erlin lalu beranjak pergi dari ruangan tempat Aldo dirawat.

__ADS_1


“ Issshhh...nggak nyambung...”  gerutu Vanya kesal,akan tetapi ketika Vanya sedang menggerutu, Aldo mendengarnya,dan Ia pun mengerjap-ngerjapkan matanya,lalu berkata: “ dokter Vanya...” ucapnya.


“ Eh...tu...tuan Aldo..,kau sudah sadar...??” tanya Vanya.


“ Hmm, yaa.., sudah sedari tadi Saya sadar dokter Vanya..., bahkan Saya mendengarkan obrolan kalian tadi...” terang Aldo. Seketika mata Vanya membulat sempurna karna terkejut, lalu ia pun berkata: “ Apaaa...??, eh... emm


maksudku...” ucap Vanya terhenti, kali ini Ia benar-benar bingung harus menjelaskannya, dan Ia tak habis pikir jika ternyata Aldo yang terlihat tertidur, ternyata hanya berpura-pura saja.


“ Apa Kau sungguh-sungguh membenciku...??” tanya Aldo menyelidik, dan Vanya pun menjawab: “ Maksud Anda bertanya seperti itu apa sih tuan...??, kalau sekiranya tidak penting, lebih baik saya pergi saja dari sini...” terangnya sambil berdiri dari kursi,dan akan melangkah pergi, akan tetapi sayangnya tangannya dicekal Aldo, agar tidak pergi meninggalkannya.


“ Tunggu dulu dokter Vanya...” ucap Aldo sambil mencekal tangan Vanya,seketika Vanya pun menghentikan langkahnya,dan menatap tajam ke arah Aldo,sambil berkata: “ Tuan..., bisa nggak sih jangan melarang Saya untuk pergi.., dan tolong lepaskan tanganmu...” ucap Vanya.


“ Kau boleh pergi, dan Saya akan melepaskan tanganmu, jika Kau menjawab pertanyaanku tadi..” ucap Aldo sambil menatap Vanya tajam, sedangkan Vanya yang merasa ditatap pun segera mengalihkan pandangannya, dan


berkata: “ Hmmm..., ok baiklah.., dan kalau boleh jujur..., memang Saya sangat membenci Anda tuan Aldo...” ucap Vanya penuh penekanan, lalu Ia pun menghempaskan tangan Aldo, dan setelah itu meninggalkan Aldo yang hanya terdiam menatap kepergian Vanya.


“ Lihat saja dokter Vanya..., kau akan menjadi milikku.., bagaimanapun caranya akan Saya lakukan, ini semua demi kebahagiaan El dan Neysa...” batinnya sambil tersenyum tipis,Ia pun lalu berusaha memejamkan matanya.


****


“ Di meeting kali ini Saya akan memperkenalkan kepada seluruh staff dan karyawan Perusahaan, bahwa Saya akan mengundurkan diri sebagai pemimpin Perusahaan ini, dan Saya akan memberikan jabatan Saya kepada anak Saya yang bernama Edward Dirgantara Sanjaya sebagai seorang CEO diperusahaaan ini...,sementara Yudha dia tidak bisa memimpin perusahaan ini, karena Dia sudah memilih untuk memimpin Perusahaan di Luar Negeri menggantikan Edward, lebih tepatnya mereka sedang bertukar tempat..” ucap tuan Sanjaya pada seluruh staff/karyawan.


“ Edward perkenalkan dirimu sekarang juga...” titah tuan Sanjaya pada sang Anak.


“ Baik Pih...” jawab Edward seadanya.


“ Perkenalkan nama saya Edward Dirgantara Sanjaya, mulai besok Saya akan menjadi CEO di perusahaan Sanjaya Entertaiment, dan Saya mohon kerja samanya untuk memajukan Perusahaan ini menjadi lebih maju lagi...” ucap Edward kepada seluruh staff/karyawan.


“ Baiklah..., kalau begitu kita akhiri meeting hari ini, dan... selamat berkerja....” ucap tuan Sanjaya. Dan mereka pun lalu membubarkan diri, seketika tuan Sanjaya membuka obrolannya, lalu berkata: “ Edd..., Papih minta kamu hari ini juga datang ke RS Wijaya Group untuk menemui Kakak Iparmu.., karena Kakak Iparmu ingin bertemu denganmu”


“ Baik Pih...” jawab Edward lalu beranjak pergi meninggalkan kantor Perusahaan Sanjaya Entertaiment.


*****

__ADS_1


Di tempat lain terlihat Vanya sedang disibukkan dengan pekerjaannya, dan kebetulan Ia sedang berjalan menyusuri lorong RS, dan akan menyerahkan laporan kepada rekan dokternya, akan tetapi saat ia tengah berjalan, tiba-tiba saja ada seorang anak kecil yang memenggilnya.


“ Bunda dokter....!!” teriak anak kecil itu,sambil berlari menghampiri Vanya,ya siapa lagi kalau bukan El yang berteriak memanggil Vanya. Seketika Vanya pun menoleh ke arah sumber suara, lalu berkata: “ Astagaaa El....,


ngagetin bunda saja...” ucapnya,lalu menyetarakan tingginya dengan El.


“ Oh ya..., El kesini sama siapa..??” sambung Vanya bertanya lagi pada El. Dan El pun menjawab: “ El kesini sama Kak Neysa Bunda...” tuturnya.


“ Bunda El mau ngomong sama bunda jika Ayah Aldo sudah seminggu tidak pulang ke rumah, padahal Nenek El sedang sakit Bunda..” sambung El lagi, menjelaskan pada Vanya. Sontak membuat Vanya terkejut dengan pernyataan El, belum sampai Vanya menjawab tiba-tiba saja Neysa datang dari belakang El, dan mengatakan: “ Benar yang dikatakan El Bunda..., kami sangat membutuhkanmu saat ini.., Nenek sekarang sedang sakit keras,sementara kami tak tahu Ayah kami pergi kemana..” ucapnya.


“ Neysa..., kamu nggak pergi ke sekolah,Nak...?? tanya Vanya sambil mendongkkan kepalanya ke arah Neysa, dan Neysa pun menjawab; “ Enggak Bunda..., Ney terpaksa tidak masuk hari ini, karna mau menemui Bunda...” ucapnya.


“ Hmmm..  Ya sudah kalau begitu.., oh ya.., Bunda dokter lupa jika Ayah Aldo kemarin memang sempat di rawat di RS, dan dia sudah sembuh, tapi setelah itu Bunda dokter tak mengetahui keberadaan Ayah kalian dimana..., tapi kalian tenang saja ya... bunda dokter janji akan membawa Ayah Aldo kalian kembali lagi..” ucap Vanya memberi pengertian pada El, dan Neysa.


“ Terimakasih Bunda..., kami tak tahu lagi harus bagaimana..., karena cuma Bunda dokterlah yang bisa menolong kami...” ucap Neysa.


“ Iyaaa, sayang... Bunda dokter berjanji akan selalu ada untuk kalian...” ucap Vanya sambil tersenyum ramah pada kedua Putra dan Putri angkatnya, lalu memeluknya.


“ Sebenarnya si buaya darat itu kemana sih., Gue nggak akan biarkan anak-anak terus-terusan begini, kasian mereka..” batinnya masih dengan posisi memeluk kedua anak-anak tersebut.


“ Tapi Bunda..., bagaimana dengan Nenek...??” tanya El pada Bunda dokternya,sambil melepaskan pelukannya.


“ Oh iya..ya.., kalau begitu.., nanti pas jam istirahat Bunda dokter akan ke datang rumah, untuk menemui Nenek kalian.., gimana apa kalian senang..? “ tanya Vanya sambil tersenyum ramah.


“ Yang benar Bunda..??” tanya Neysa memastikan, dan Vanya pun lalu menjawab: “ Iyaaa, Bunda serius...” ucapnya sambil menganggukkan kepalanya.


“ Horeeee....” teriak El senang,karena Bunda dokternya mau kerumahnya.


“ Ya sudah kalau begitu kalian sekarang tunggu dulu di ruangan Bunda dokter, ya... karna Bunda dokter mau me nyerahkan berkas ini pada teman Bunda terlebih dahulu...” ucap Vanya pada kedua anak angkatnya. Dan mendapat anggukan dari mereka berdua, lalu berkata: “ baik Bunda...” jawab Neysa. Karna memang El dan Neysa sudah mengetahui ruangan Bunda dokternya.


****Selamat Membaca****


" Jangan lupa Like, Vote, dan Komennya Yaa.... Trimakasih..."

__ADS_1


__ADS_2