
Erlin pun lalu mengendap-endap masuk ke dalam mansion,ia sangat terkejut,karna dilihatnya banyak orang yang menghadiri acara lamarannya, yang diadakan secara out door,di taman belakang mansion.
" Whaatt... semegah ini...???? gilaakkk yang bener saja.... " gumam Erlin, sambil mengendap-endap masuk seperti maling.
seketika Erlin dikejutkan dengan suara yang memanggilnya
" Dek.....
" Astaghfirullah.... kakak..... bikin kaget sajaa....
" Ngapain kamu dek...,, kok kayak maling gitu??? hemm...
" sssttt... kakak... diem... ah.. brisik tau nggak...
" Kamu kenapa sih dek... ?? tanya Yudha penasaran pada sangat adek.
" Eng.. enggak... nggak kenapa kenapa kak....
" Oh... yasudah... , kalau gitu buruan ganti baju dandan yang rapi... , udah mau dimulai acaranya..., kakak bilang ke mamih dulu kalau kamu udah dateng...
" Haah... jangan.... kak...!!! seru Erlin.
" Kenapa....hemmm??? kamu masih belum yakin dengan perjodohan ini??
" Emm maksudku..... " ucapan Erlin terhenti dengan ucapan sang kakak.
" Inget dek hari ini keluarga calon suamimu,datang melamarmu, jangan bikin keluarga kita malu dek..., kaka yakin kamu bakal setuju dengan perjodohan ini..." ucap Yudha memperingatkan adeknya.
" Apaa...?? gimana Erlin bisa setuju kak.. orang dipaksa.. ,, yaudah deh sana...sana... percuma juga Er jelasin nggak ada yang dengerin....
" Tapi dek.... jawab Yudha.
tapi Erlin tak menghiraukan ucapan kakaknya, ia segera beranjak pergi menaiki tangga menuju kamarnya untuk mempersiapkan diri...
Yudha hanya melihat punggung Erlin dari belakang sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, melihat tingkah adeknya yang seperti anak kecil yang lagi ngambek.
Yudha pun lalu menghampiri kedua orang tuanya yang sedang berbincang-bincang dengan keluarga Wijaya dan kerabat yang lain.
" Pih... Mih... Erlin sudah dateng tuh... , dia baru siap-siap... ucap Yudha, disela-sela mereka yang sedang berbincang-bincang.
" Oh.. yasudah mamih susul Erlin dulu ke atas... balas Mamih Dewi.
salah seorang sahabat Erlin yang mendengar percakapan itu pun, ia segera menghampirinya.
" Maaf tante... boleh saya ikut...?? " tanya sahabat Erlin.
" Boleh....Nak Vita...,, mari......" jawab Mamih Dewi sambil mempersilahkan Vitalia ikut dengannya ke atas. Ya...sahabat Erlin itu adalah Vitalia, saudara kandung dari Aditya.
Erlin yang sedang di kamar terlihat bingung, karna ia sama sekali belum siap dengan perjodohan itu... ia berusaha menghubungi Aditya berkali-kali, tapi selalu tidak ada jawaban, bahkan pesannya saja tidak satupun dibalasnya.
" Yaa Allah bagaimana ini....,, Aditya kenapa sampai sekarang belum ada kabar,...?? dia sebenarnya kemana sih...,huhh.... apa mungkin masih ketemu calon istrinya ya...??" gumam Erlin sambil mondar-mandir memegang ponselnya., ia pun dikejutkan denngan suara hendel pintu, yang terbuka
Cekleekkk....
" Hah... Astaghfirullahalazim....... teriak Erlin kaget.
" Erlin..... "ucap Mamih Dewi.
__ADS_1
" Mamih... ngagetin Erlin sajaaa.... " ucap Erlin kesal pada sangat mamih, karna sudah dibuat kaget.
" Lagian anak mamih lagi ngapain, bisa bisanya kaget seperti itu.... " ucap Mamih Dewi.
" Ya kaget lah... mih... mamih main masuk saja... sih... ucap Erlin.
" Vitalia.... elo kok kesini...??
" Hehehe... iya dong.. kan mau nemenin sahabat guee dilamar... " jawab Vitalia.
" Hmmm.... gitu...
" Sudah sudah.... kamu buruan siap siap... calon suami kamu bentar lagi datang loh... , " ucap Mamih Dewi.
" Tapi mih... ,
" Erlin... tolong kali ini aja nurut sama mamih... ini semua demi kebaikanmu Er...." ucap sang mamih.
" Bener kata tante...Er...,, gue yakin calon suami elo itu orang yang terbaik untukmu Er.... sampai sampai keluarga kamu saja menjodohkanmu dengannya... " ucap Vitalia meyakinkan Erlin.
Tapi tak ada jawaban dari Erlin , ia hanya diam dan tiba-tiba saja ia meneteskan air matanya.
" Yaa Allah... jika ini yang terbaik untukku, aku mohon lancarkanlah semuanya, tapi jika ini bukan yang terbaik untukku,maka kirimkanlah orang untuk menyelamatkan hamba dari perjodohan ini... " ucap Erlin dalam hati.
" Er... kenapa kamu menangis sih...?? tanya Mamih Dewi pada Erlin lalu menghampirinya dan memeluknya.
" Sudah jangan nangis... mamih yakin dia adalah jodoh yang tepat bagimu Er... ucap Mamih Dewi meyakinkan Erlin., sedangkan Erlin hanya diam terpaku dalam pelukan Mamihnya.
" Ya sudah sekarang kamu siap-siap...,, Nak vita.. kamu disini ya temani Erlin, kalau sudah ajak dia turun...
" Baik tante....
" Sudah Er... jangan nangis lagi... , aku yakin siapapun calon suamimu, dia lah yang terbaik untukmu Er... " ucap Vitalia berusaha menyemangati Erlin. Erlin pun tiba-tiba langsung memeluk Vitalia..
" Hiks... hiks.. hiks... Thanks ya Vit.... , mungkin ini yang terbaik untukku... maafin gueee... gue sudah bohongin lo semua..., alhasil sekarang nggak ada hasilnya entah kemana perginya Aditya... hiks...hiks..hiks..." ucap Erlin sambil menangis memeluk sahabatnya itu.
" Sudah jangan minta maaf,, ini bukan salahmu..,, jangan nangis lagi Er..., okey..." ucap Vitalia menenangkan Erlin, Erlin pun menganggukkan kepalanya.
Kemudian setelah itu, mereka pun segera menuruni tangga menuju taman belakang mansion sanjaya yang disediakan untuk acara lamaran putrinya.
Acara pun segera dimulai karena pihak laki-laki sudah datang, Erlin pun nengerutkan keningnya, bahkan dia menoleh ke kanan dan ke kiri tak mengetahui calon suaminya itu yang mana
" Kami dan saya selaku paman dari pihak laki-laki datang kesini, untuk melamar putri anda tuan Sanjaya....,memang keluarga kami sudah ada rencana untuk menjodohkan putri anda sejak dulu, dengan anak kakak saya,, bagaimana apakah anda bersedia menerima perjodohan dan lamaran dari kami...tuan Sanjaya...?? " ucap seorang paruh baya, yang mewakili dari pihak laki-laki, yang bernama bram.
" Saya serahkan saja pada anak saya, tuan Bram... , bagaimana nak apakah kamu setuju dengan lamaran ini?? " tanya sang Papih pada Erlin.
" Eee.... saya.....
Belum sempat Erlin menyelesaikan ucapannya, ada seseorang yang datang tiba-tiba memotong ucapan Erlin.
" Tunggu..... " ucap seseorang itu,
mereka semua yang menghadiri acara lamaran pun, menengok ke arah sumber suara. dan mereka semua terperanjat kaget melihat siapa yang datang.
" Aditya....." ucap Erlin lirih.
" perjodohan ini tak boleh berlanjut dan tak ada yang namanya lamaran.... Erlin adalah milikku... " ucap Aditya, lalu ia segera melangkah menuju tempat lamaran tersebut.
__ADS_1
" Loh.. paman bram....., kok paman ada disini....??? jadi paman mau melamar Erlin untuk Reno ya... ?? " tanya Aditya sinis.
" Bukan dit... tapi.... , ucapan Paman Bram pun terhenti oleh ucapan seorang paruh baya.
" Tapi kamu Nak....,yang akan kami jodohkan dengan dr.Erlin.... ucap salah seorang paruh baya diseberang sana, siapa lagi kalu bukan Papah dari Aditya yaitu tuan Wijaya.
Duuaarrrrrr.....
Bagai disambar petir di siang bolong,Seketika Aditya dan Erlin pun tersentak kaget dengan apa yang sudah ia dengar.
" Apaaaaa......???!!!! ucap Aditya dan Erlin serempak, Erlin yang tadinya duduk pun sekarang berdiri,saking kagetnya dengan ucapan tuan Wijaya, yang merupakan Papah dari seorang Aditya.
" Iyaaa..... , kalian senang bukan..., bukannya kalian adalah sepasang kekasih...??? " ucap Mamah Ita, pada Aditya dan Erlin. tapi mereka pun masih terdiam..
" Allah kenapa semua jadi seperti ini..., apakah Aditya adalah jodohku... ?? Yaa Allah kenapa harus dia......?? " batin Erlin dalam hati.
" Astagaaa.... mimpi apa aku semalem??? aku tak bisa membayangkan bagaimana perasaan Erlin saat ini....apa dia mau menerimaku?? " ucap Aditya dalam hati.
" Kenapa kalian hanya diam... ,? bukannya ini kan yang kalian mau?? sampai sampai... kalian ngotot nggak mau menerima perjodohan ini, tapi faktanya, kalian itu sudah dijodohkan sejak kecil..... " ucap tuan Sanjaya.
" Ehh.. emm iy iyaaa pih.... jawab Erlin refleks, sambil berusaha tersenyum.
begitu pula Aditya dia juga menjawabnya santai
" Iya Om... , ucap Aditya.
" Ehem.... jadi gimana nih Er... Terima nggak nih... lamaran kak Aditya... ?? " goda Vitalia pada Erlin dan Aditya yang sedang saling lirik
" Issshhh Dek.... kamu nggak usah ikut-ikutan saja.... biar kakak kamu yang tanya..., emang kamu mau melamar Erlin...???" ucap Mamah Ita sambil tersenyum bahagia.
" Yee... mamah.. apa-apaan sih... , Vita masih normal kali mah.... ucap Vitalia tak trima apa yang diucapkan oleh Mamah Ita.
mereka semua yang hadir pun tertawa dengan tingkah laku seorang ibu dan anak itu.
Sedangkan Erlin dan Aditya pun sedari tadi masih saling tatap,Erlin merasa canggung karna merasa sedang ditatap oleh Aditya, Aditya pun lalu menghampiri Erlin dengan membawa setangkai bunga di tangannya, Erlin tampak canggung dibuatnya.
" Erlin....., aku mau ngomong sama kamu... ucap Aditya, sambil menatap Erlin penuh arti.
" Ap..apaaa.....??? tanya Erlin pada Aditya yang sudah ada di hadapannya, ia berusaha menghindari tatapan matanya.
" Will you marry me..?? ucap Aditya sambil bersimpuh dihadapan Erlin dengan membawa setangkai bunga di tangannya.
Deg......
" Yaa Allah... jantung gue....,, kenapa jadi seperti ini sih..... " batin Erlin.
sedetik dua detik.... tak ada jawaban dari Erlin, ia masih diam tak bergeming, karna merasa bingung dengan perasaannya saat ini.
" Jika kamu mau menerima lamaran ku, terimalah bunga dariku Er.... ucap Aditya.
" Will you marry me....???
sedetik dua detik........
Erlin pun menganggukkan kepalanya...
" Emm... iii.. yess....." jawab Erlin sambil tersenyum kaku. ia masih tak percaya apa yang sedang terjadi saat ini.. begitu pula Aditya ia tak menyangka dengan lamarannya yang ditujukan untuk Erlin, mereka benar-benar ingin tahu.. bagaimana bisa keluarganya merencanakan semua, tanpa mereka berdua ketahui.
__ADS_1
Seluruh kerabat saudara yang hadir di acara lamaran tersebut merasa senang melihat momentum langka seperti itu.