Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 73


__ADS_3

Kini Erlin dan Clara yang sedang di negara X sangat tegang, karena Aditya sudah berpesan pada Erlin jika ingin melihat kondisi RS terkini, dan ternyata sejak tadi Erlin sudah menyimak kejadian demi kejadian yang terjadi di dalam RS..., sekarang ia sedang bingung apa yang terjadi pada sahabatnya Vanya.


" Duhh... gimana nih Ra... gue khawatir banget sama Vanya..., sebenarnya apa yang terjadi disana..., kok tiba-tiba saja Vanya dibawa masuk ke kamar operasi, bukannya pas tadi masih di sandera oleh dokter br**sek itu... " ucap Erlin khawatir.


" Tenangkan dirimu Er..., berdoa saja mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa dengan Vanya... " jawab Clara berusaha menenangkan Erlin.


" Tapi Ra..., aku benar-benar takut, aku takut Vanya kenapa-kenapa..., ini semua karnaku Ra..., hiks... hiks.. hikss... " ucap Erlin sambil menangis sesegukan, lalu memeluk Clara


" Hey... ssstttt... Er.. tenangkan dirimu..., kau seperti bukan Erlin yang aku kenal...,ini semua bukan salahmu...,dokter br**sek itu memang yang tak tau diri,orang tak bersalah dijadikan pelampiasan...!! " ucap Clara penuh dengan penekanan, sambil membalas pelukan dari Erlin dan mengelus-elus punggungnya, berusaha menenangkan sahabatnya.


" Tapi Ra.... gue nggak bakalan maafin diriku sendiri jika terjadi apa-apa dengan Vanya..., bahkan aku yang seorang sahabatnya pun tak bisa menolongnya saat ini... bodohnya aku... Ra...hiks..hiks...hiks..." ucap Erlin merutuki kebodohannya sendiri.


" Erlin... dengerin aku...., aku tau Vanya itu sahabatmu, tapi bukan berarti kamu lemah begini dong Er..., coba tatap mataku Er... , tatap mataku... " ucap Clara sambil mengguncang-ngguncang tubuh Erlin yang terlihat rapuh, Erlin pun menurut apa yang diucapkan Clara,ia pun mendongkakkan kepalanya.


" Erlin... dengerin aku...., Er... kau bukan Erlin yang aku kenal, aku sangat mengenal dirimu yang dulu, Er....kenapa kamu berubah secepat itu.. kenapa...,ha....??!! ucap Clara kali ini dengan lantang berusaha menyemangati Erlin.


" Jawab aku... Er... kenapa kau selemah ini...??? hmm... " ucap Clara langsung memeluk Erlin,Erlin pun hanya bisa menangis sejadi-jadinya.


" hikss... hiks... hiks... maafkan aku Ra..., maafkan aku..., aku memang lemah... aku tidak bisa berbuat apa-apa... hiks.. hiks... " ucap Erlin sambil menangis.


" Kau tidak boleh lemah Er... tunjukkan pada dunia kalau kau memang benar-benar cinta sama Aditya dan kalau kau benar-benar sayang sama Vanya Er... , kau harus balaskan semuanya pada dokter br**sek itu dengan cara baik-baik Er... " ucap Clara memberi nasehat pada Erlin yang kini telah menjadi sahabatnya.


" Kamu sudah tau bukan jika diriku saja pernah berbuat salah sama kamu dan kamu pun memaafkanku, tanpa ada sedikit rasa dendam,apalagi kau juga telah menjadikanku sahabatmu. dengan sifatmu seperti itu, aku sangat yakin Er... kamu bisa menghadapi orang yang seperti dokter sialan itu... , kalau kau bisa menakhlukkanku... kenapa kau tidak bisa menakhlukkan dokter itu Er... " ucap Clara lagi.


" Thanks Ra... sudah memberiku pengertian panjang lebar..., maafkan aku.. aku tidak bisa berfikir jernih saat ini Ra... " ucap Erlin lemas.


" Hmm.. Iyaa.. aku sudah memaafkanmu... kamu tenang saja...,hari ini juga kita akan berangkat ke Indonesia, Er... " ucap Clara sambil memegang tangan Erlin.


" Yang benar Ra... ??? tanya Erlin memastikan.


" heeemm... tapi ada syaratnya.. kalau kondisi belum aman, kita harus menyamar selama sehari kita berada di Indonesia... " ucap Clara.

__ADS_1


" Kalau soal itu mah tenang saja..., Eh.. tapi tunggu dulu... kuliahmu bagaimana..??


" Ck.. sudah tak usah khawatir soal itu, bisa di urus nanti... , tapi ingat ya Er... kamu nggak selamanya menetap disana... hanya sehari saja... " ucap Clara


" Haa....,bagaimana mungkin sehari saja??? Laahh.. teruss...?? jadi benar dong kemarin Mas Aditya menyuruhku kerja sebagai dokter disini.... " ucap Erlin tak menyangka jika ucapan Suaminya itu benar-benar terbukti.


" Iyaaa... tapi untuk sementara waktu saja Er... nggak lama kok...itu pun jika kondisi disana sudah aman kamu nggak perlu kerja disini..."ucap Clara menjelaskan.


" Alhamdulillah... deh kalau nggak lama...,kalau perlu nggak usah kerja disini sekalian deh..ribet...nggak seru...., Eh tapi dengan satu syarat..,kamu juga harus ikut denganku ke Indonesia juga... " ucap Erlin penuh penekanan.


" Iyaaa iyaaa...., tapi aku usahakan setelah lahiran, kami berdua akan menetap di Indonesia... " ucap Clara.


" Benar ya Ra..., akhirnya tambah lagi sahabat gue yang jadi dokter di RS Wijaya...." ucap Erlin, Clara pun hanya menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah Erlin yang berubah seketika, setelah ia katakan akan kembali ke Indonesia.


Di lain tempat kini Aditya tengah kehilangan jejak dari dr.Irsyad, dan Alex pun yang melihat Aditya berlari mengejar seseorang pun berinisiatif ikut menjebak orang itu, dan Alex sangat yakin jika orang itu adalah dr.Irsyad, Alex pun lalu menghubungi seseorang melalui ponselnya.


" Halo....


" Target sudah keluar dari dalam RS... segera perketat keamanan depan pintu RS..." ucap Alex pada seseorang yang ia hubungi,lalu menutup telponnya, dan bersembunyi karena dr.Irsyad kini sedang berlari ke arahnya dan


Sreeettt... sebuah kaki ia arahkan untuk menjegal dr.Irsyad yang sedang melintas di depannya,seketika dr.Irsyad pun terjatuh..


Bruuukkk...


tetapi dr.Irsyad, tidak hanya tinggal diam ia segera bangun..., dan berlari lagi, Alex pun lalu ikut mengejarnya bersama Aditya.


" Pak polisi cepat tembak dia.... !! " teriak Aditya keras, yang melihat petugas polisi yang sedang menghadangnya dari arah berlawanan.


" Doorr....


tembakan dari arah berlawanan, melayang ke arah dr.Irsyad, mengenai lengannya..., ya tembakan itu berasal dari seorang petugas berseragam dari pihak kepolisian.

__ADS_1


" Arrghh... " erang dr.Irsyad kesakitan..., tapi ia tak peduli dengan keadaannya, ia tetap berlari.., dan..


" Doorr....


sayangnya peluru itu tak mengenai dr.Irsyad melainkan mengenai suster Dina yang merupakan sahabat dari 3 dokter cantik yaitu Erlin, Vanya, dan Vitalia, seketika mata dr.Irsyad membulat sempurna melihat suster Dina terkena tembakan, begitupun Aditya dan Alex mereka ikut tercengang melihat suster Dina yang menolong dr.Irsyad.


" Suster Dina....??? ucap Aditya,dan Alex, tak menduga jika suster Dina tiba-tiba datang menghalangi tembakan itu.


" Dinaaa... apa-apaan kamu...?? haaa...!! kenapa kamu menolongku... " ucap dr.Irsyad pada suster Dina, yang ambruk tepat berada di depannya, ia berusaha me


" Irsyad... kau tau bukan jika kita di jodohkan, dan kita sudah bertunangan, tapi kenapa kau selalu saja menghindar dari ku?" ucap Dina berusaha menahan rasa sakitnya.


" Dina... ucap dr.Irsyad.


" Padahal selama ini aku berusaha menerimamu apa adanya, tapi tetap saja kau tak berubah... kau selalu mengejar sahabatku,yang jelas-jelas ia tak akan mau menerimamu...." ucap Dina lagi, tak lama kemudian ia tak sadarkan diri.


Ya memang sebenarnya Suster Dina dan dr.Irsyad itu dijodohkan oleh kedua orang tuanya karena memang keduanya tidak cocok,dan mementingkan egonya masing-masing, mereka tak mau menerimanya, begitu juga Dina yang sebenarnya ia juga tak mau dijodohkan dengan seorang yang sangat jahat, karena telah melukai para sahabatnya, tapi ia pun berfikir dua kali lagi setelah apa yang dikatakan sahabatnya Vitalia ada benarnya, ia harus berusaha untuk mencintai dr.Irsyad karena itu adalah jalan satu-satunya agar semuanya berdamai...tak melukai siapapun,tapi ia salah menilai dr.Irsyad ternyata tak semudah itu mengalahkan ego dari seorang dr.Irsyad.


" Din... Dinaaa... pleaseee... sadar Din... Iam so sorry Babe..., maafkan aku..... " teriak dr.Irsyad, panik, sambil mengguncang-ngguncang tubuh Dina.


" Dinaaa.....!!!! ,Arrghhh...kalian sudah melukai wanitaku.....!!! " teriak dr.Irsyad tanpa sadar.


Vitalia yang sudah keluar dari ruang operasi,dan berhasil mengoperasi Vanya pun, mendengar suara teriakan seseorang,ia yang penasaran pun akhirnya menghampiri suara tersebut, di lihatnya dr.Irsyad sedang menangisi seseorang yaitu sahabatnya sendiri..., Vitalia yang melihatnya pun hanya tertegun... dan berteriak...


" Dinaaa...!!! " teriak Vitalia, lalu ia menghampiri sahabatnya yang sedang dalam pangkuan dr.Irsyad.


" Astaghfirullah Din... bangun... Din.... apa yang terjadi Din... hiks.. hiks... Lo harus kuat Din.... Lo harus kuat.... " ucap Vitalia, sambil mengecek denyut nadi suster Dina.


" Dek tenang...,maafkan kakak, ini semua salahku..." ucap Aditya dari arah belakang, tapi ucapan sang kakak tak dijawabnya, ia mengalihkan pembicaraan.


" Jangan membahasnya lagi, keselamatan Dina lebih penting dari kalian semua..... " ucap Vitalia sedih, panik,bercampur emosi,lalu ia pun berteriak memanggil tenaga medis lainnya untuk membantunya.., dan Dina pun kini dibawa ke ruang operasi, diikuti Aditya dan Alex,sedangkan Vitalia sebelum masuk ke ruang operasi ia berkata..

__ADS_1


" Setelah kejadian ini...., Gue sangat berharap.., Elo segera berubah, dan menyadari semua kesalahanmu dokter Irsyad! Jangan sampai ada lagi nyawa yang berjatuhan karena ulahmu. Dan Ya.. pak polisi tolong awasi dia jangan sampai dia lolos dari sini....!!! " ucap Vitalia ketus lalu meninggalkan dr.Irsyad yang hanya berdiri mematung,dengan kondisi peluru yang masih bersarang di lengannya,ia berusaha sekuat mungkin untuk menahannya, entah kenapa dirinya kini merasa bersalah.


__ADS_2