Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 135


__ADS_3

Kecelakaan


Kini di ruangan Erlin, tampak Erlin sedang menggerutu kesal karena ulah Suaminya, padahal Dia sendiri sebenarnya sudah berusaha menghindar, tapi tak disangka juga akan menjadi pertengkaran hebat antara dirinya dengan sang Suami.


Braakkk...


" Din... cepet panggil pasien berikutnya..." titah Erlin pada Sahabatnya yang baru saja masuk ke dalam ruangannya, dengan tiba-tiba.


" Astagaaa Erlin... Lo kenapa sih, datang-datang kaya' orang kesambet saja sih Lo..., pasti bertengkar ya sama tuan Aditya..., lagian nih ya mana ada pasien, jadwal Lo kan sekarang bukannya menemani dokter senior buat bedah jantung Er...??" tanya Vanya memastikan, dan mengingatkan Sahabatnya.


" Astaghfirullah Dina... Gue lupa..." jawab Erlin terkejut, seketika itu pula Erlin berdiri dari tempat duduknya sambil menepuk jidatnya.


" Issshh ck kebanyakan makan apa sih Lo, cepet lupa..., jangan-jangan kebanyakan makan brut* kali ya..." seloroh Dina, membalas jawaban dari Erlin.


" Yeee.. enak saja..., enggak lah..." ucap Erlin tak terima sambil menonyor kening Sahabatnya pelan.


" Biasa saja kali Er..., nggak usah ngegas gitu kenapa sih..., lebih baik jangan kebanyakan berdebat deh Er.., sana pergi udah ditunggu teman sejawat Lo tuh..." usir Dina pada Erlin Sahabatnya.


" Lah...., iyaa iyaaa bawel amat sih Lo..., segitunya ngusir Gue, lagian masih dua jam lagi Van... " balas Erlin.


" Ya nggak papa lah, daripada nanti terlambat..., ngapain gitu kek..., kebanyakan berantem sama Mas Suami gara-gara pelak*r sama pebin*r jadi gini nih, beda banget sama waktu masih jomblo.." terang Dina, seketika membuat Erlin melongo dengan ucapan Sahabatnya, dan Ia pun bertanya:" Maksud Lo..??


" Hehehehe.... nggak jadi deh..." jawab Dina cengengesan.


" Hmm..., gini nih namanya orang yang kebanyakan berfikiran negatif, makanya buruan nikah..." ucap Erlin sambil membereskan barang-barangnya yang ada di atas meja kerjanya.


" Nikah.. nikah..., memangnya nikah nggak butuh persiapan..." balas Dina sambil memutar bola matanya malas.


" Nunggu apa lagi woy...!!, lagian persiapan apa lagi sih Dina..., ingat umur... sudah tua juga...." terang Erlin, membuat Dina membulatkan matanya terkejut mendengar pernyataan Sahabatnya:" Astaga Er..., tega banget sih Lo ngatain Gue tua.., yang ada Elo kali yang tua..." ucapnya tak terima.


" Terserah Elo deh..., dasar perawat cerewet..." ucap Erlin terkekeh geli sambil mencubit pipi Dina lalu pergi keluar ruangannya untuk bersiap-siap untuk mengoperasi pasien.


" Issshh Erlin... awas saja Lo... " ucap Dina tak terima jika pipinya dicubit oleh Sahabatnya.


*****


Sedangkan Aditya, dirinya kini sedang merenungi dengan ucapan yang dilontarkan oleh Vanya yang sedang mengingatkannya, dan memikirkan perkataan sang Istri, yang menurutnya juga sama-sama salah.

__ADS_1


" Aku benar-benar cemburu Istriku didekati oleh pria lain..., apa mungkin perasaan yang dirasakan Erlin kemarin juga seperti yang kurasakan sekarang...??" batin Aditya yang sedang berada di ruangan direktur utama RS.Wijaya.


" Maafkan Aku Istriku..., Aku telah salah menilaimu..., Aku seperti tadi karena memang telah cemburu dengan Pria yang ada di dekatmu tadi, apalagi sepertinya Dia menaruh perasaan lebih terhadapmu..., Aku sangat takut kehilanganmu Er..." sambungnya lagi bergumam dalam hati.


*****


Sementara Laras setelah menemui Vanya di RS Ia berniat ke rumah orang tuanya, tapi rencananya Ia batalkan, karena ada sesuatu yang harus Ia selesaikan dengan Aldo. Ya Dia kini sedang melakukan perjalanan menuju ke kantor perusahaan yang di pimpin oleh Aldo.


" Hmm... Aku lebih baik ke kantornya Mas Aldo saja kali ya..., untuk menemuinya..." gumam Laras sambil menyetir mobilnya.


Disisi lain Edward pun juga ingin menemui Aldo, untuk membahas kontrak dari perusahaan Sanjaya dengan perusahaannya, tapi Ia urungkan niatnya karena Ia sendiri sebenarnya sudah berjanji dengan anak-anak dan Istrinya untuk makan siang bersama.


Drettt... dreerttt...


ponsel Edward pun berbunyi.


" Halo...


" Halo.., Mas... gimana jadi ke cafe Ab nggak...??" tanya Vanya pada sang Suami.


" Jadi dong Sayang...


" Iyaaa Sayangku..., Sayang sudah makan belum??" tanya Edward dengan nada mesranya.


" Sudah Mas tadi sama temen-temen..." jawab Vanya.


" Hmmm ya sudah..., nggak apa-apa, meskipun sudah makan, setidaknya Kita bisa menepati janji anak-anak..." ucap Edward.


" Iya dong Mas..., kasian anak-anak di rumah terus mungkin bosen juga Mas..." terang Vanya.


" Iyaaa... Sayang, kasian mereka, udah gitu sampai kapan mereka seperti itu..., Aku berjanji Sayang jika nanti urban kita sudah kelar, Kita pindah ya keluar negeri biar aman tidak di ganggu oleh keluarga Ferdinan lagi..." tutur Edward memberikan sebuah perjanjian.


" Iyaaa Mas..., semua demi kebaikan bersama..., Aku takut suatu saat nanti keluarga Ferdinan mengetahui keberadaan Ibu Irma dan anak-anak..." kata Vanya diseberang sana.


" Sudah nggak usah takut... pokoknya kita akan segera ke Luar Negeri secepatnya, semua Aku lakukan demi Istri dan anak-anakku, meskipun mereka Vanya anak angkat tapi Mas sudah menganggapnya seperti anak Mas sendiri, begitu pula dengan Ibu Irma, sudah ku anggap seperti Ibu kandungku sendiri..." ucap Edward.


" Terimakasih ya Mas..., sudah perhatian sama Aku dan anak-anak serta Ibu Irma..."

__ADS_1


" Sssttt hey... jangan berterimakasih pada Suamimu ini dong beb..., ini semua sudah menjadi kewajiban ku sebagai seorang Suami..." jawab Edward.


" Iya... Mas..., eh Mas kalau boleh tahu, kita nanti ke luar negerinya ke negara mana Mas...??" tanya Vanya penasaran.


" Kita ke Jepang...beb..., karena Hans orang suruhan Kakak Ipar sedang membutuhkanku untuk keperluan disana... " jawab Edward, sambil menjelaskan tujuan mereka nanti.


" Keperluan.???" tanya Vanya.


" Iyaaa keperluan, ini soal adiknya Kakak Ipar yang sempat menghilang..." jawabnya.


" Ap... Apaaa...???, mmm maksud Mas Edward Vitalia..." tanya Vanya memastikan.


" Yaa Sayang Kau benar..., Vitalia Sahabatmu Dan juga Sahabat Kakak ku... sekaligus Adikku..." terang Edward.


Dan tak disangka tiba-tiba saja, mobil yang dikendarai oleh Laras pun mengalami rem blong, dan Ia pun menerobos lalu lintas yang berlawanan arah, tanpa di duga ada sebuah mobil yang melintas dengan kecepatan sedang dari arah berlawanan itu, Dan...


" Tidakkkk...." teriak Laras.


" Vanyaaaa...." teriak Edward yang sedang menelpon sang Istri.


Jdaaaarrrr......


Kecelakaan pun terjadi, Yaa... ternyata mobil Edward sedang bertabrakan dengan mobil milik Laras yang berlawanan arah, kini kondisi Edward benar-benar sangat memprihatinkan, badannya terpental keluar sampai-sampai kepala Edward tersungkur mengenai aspal, sementara Laras masih berada di dalam mobil dengan posisi duduk karena terbentur sesuatu hingga pelipisnya mengeluarkan darah yang begitu banyak.


Sementara Vanya yang berada diseberang telpon pun mendadak diam terpaku, dan menjatuhkan ponselnya karena suara teriakan sang Suami, dan sebuah suara seperti sedang mengalami kecelakaan.


Pleetakkk...


" Mmm Mas Edward.... ti.. tidaaakkkk...." teriak Vanya, sambil memegangi kepalanya dengan media tangannya, membuat salah satu perawat yang mendampinginya pun tersentak kaget, melihat dokter Vanya yang berteriak histeris, seperti sedang ketakutan.


" dokter Vanya, dokter kenapa...???" tanya perawat tersebut pada Vanya, yang terlihat sudah menjatuhkan ponselnya, Ia pun berniat mengambilnya, dan ditaruhnya di atas meja kerja Vanya.


*****


Waduhhh... ada apa lagi ini...??? Akankah nyawa Edward dan Laras terselamatkan??, lalu bagaimana dengan Vanya dan juga Aldo setelah mebgetahui kejadian yang sebenarnya..??


Jangan Lupa Vote, Like, Komen, dan juga Favorite Yaa... Terimakasih.... 🥰🥰🙏🙏

__ADS_1


Sambil menunggu Episode berikutnya, yuk baca yuk Novel dari teman Author



__ADS_2