Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 182


__ADS_3

Sebetulnya Masih Mencintaimu


Erlin masih diam tak percaya dengan siapa yang Ia lihat. Bagaimana mungkin Reymond yang tadinya masih di RS kini justru malah ada disisinya.


"Astaghfirullah Erlin bodoh banget sih!" gerutu Erlin merutuki kebodohannya sendiri. Sementara Reymond yang melihat Erlin hanya diam sambil memijit pelipisnya pun lalu membuka suaranya dengan berkata, "Er, kenapa Kau tadi meninggalkanku??


"Bukankah tadi sudah ada Suster Dina yang menanganimu?


"Tapi kan Kau sudah janji kepadaku, jika Kau akan merawatku sampai benar-benar sembuh, Er!" lantang Reymond pada Erlin.


Erlin pun lalu menjawabnya dengan mendengus pelan, "Huh .., iyaa Reymond! tapi bukan berarti Aku harus selalu mendampingimu ketika kontrol kan, Rey??" tanyanya.


"Tapi Er, Kau tahu tidak, jika Aku rela menetap di Indonesia hanya karena berobat disini, karena disini ada Kamu, Er!" balas Reymond menjelaskan.


"Lalu??"


"Ya harusnya Kamu lebih bisa menghargai Aku dong, Er...!!" sahut Reymond menjawabnya dengan penuh percaya diri.


Erlin yang mendengar pernyataan dari Reymond pun tak terima Ia pun mengerutkan keningnya bingung lalu berkata, "Menghargai?? bukankah tadi Aku juga menghargaimu?" tanyanya.


Namun Reymond hanya bisa terdiam, tak bisa menjawab pertanyaan dari sang Mantan Kekasih. "Rey, jangan mudah terpancing emosi jika di depan Erlin, ingat Rey! Erlin dulu meninggalkanmu karena Kau terlalu egois memikirkan Dirimu sendiri" gumam Reymond berbicara dalam hati.


Erlin yang melihat Reymond hanya diam saja tak menjawab pertanyaannya pun lalu membuka suaranya dengan berkata, "kenapa diam, Rey??" tanyanya.


"Emmhh tidak .., maafkan perkataanku tadi, emmh Aku tak bermaksud .." ucap Reymond terhenti karena dipotong oleh Erlin.


"Sudahlah tidak apa-apa, lagi pula Kau juga sudah memberikan tumpangan padaku," ucapnya dengan tersenyum manis dihadapan Reymond. Reymond yang melihat sisi lain dari Erlin pun tak percaya melihatnya.


"Erlin, Aku sungguh menyesal, karena dulu Aku telah menyia-nyiakanmu. Tapi Aku tak bisa berbuat apa-apa selain itu, perlu Kamu tahu Er, ini semua demi cintaku kepadamu yang ku kubur dalam-dalam sampai saat ini, Erlin." batin Reymond dalam hati sambil menatap Erlin dalam diam.


Erlin yang merasa dirinya ditatap oleh Reymond pun salah tingkah, Ia pun berusaha mengalihkan pandangannya dengan berkata, " Rey, kenapa Kau melihatku seperti itu sih??" tanya Erlin heran dengan sikap Reymond yang baginya sangatlah aneh.


"Hhmm .. tidak kok, maaf .." ucap Reymond dingin.


Erlin yang mendengarkan ucapan maaf dari Reymond pun mengerutkan keningnya bingung, lalu berkata, "Maaf? maaf untuk apa sih Rey??" tanya Erlin heran menatap Reymond.

__ADS_1


Reymond pun lalu menjawabnya dengan berkata, "Hmmm... tidak ada!!" tandasnya.


"Yakin, tidak ada??" tanya Erlin mencoba memastikan lagi ungkapan Reymond.


"Tidak ..." balasnya lagi.


Erlin pun lalu mengalihkan pandangan menatap ke arah luar jendela sambil mendengus pelan, "Hmm baiklah ..." ucap Erlin.


Seketika itu pula mobilmu milik Reymond yang dikendarai oleh Sopirnya pun berhenti tepat di depan RS Wijaya. Erlin pun lalu membuka suaranya dengan berkata, "Oh ya Rey, kebetulan sudah sampai nih, kalau begitu Aku turun dulu ya ..." ucap Erlin pada Reymond.


Akan tetapi niatnya untuk turun dicegah oleh Reymond.


"Eh.., tunggu Er...!" serunya pada Erlin yang akan membuka kenop pintu mobilnya. Sontak saja Erlin menghentikan niatnya untuk membuka pintu mobil tersebut.


"Pak, tolong antar sampai ke dalam parkiran saja, jangan disini!" titah Reymond pada Sopirnya. Erlin yang mendengarkan ucapan Reymond pada Sopirnya pun lalu menyahutnya dengan berkata, "Reymond, sudah disini saja tak apa .." ucap Erlin tak enak hati pada Reymond.


"Tidak Er, biar Sopirku mengantar sampai ke parkiran!" seru Reymond mengabaikan permintaan Erlin.


Erlin pun mau tak mau menuruti perkataan dari Reymond, Ia pun mendengus pasrah, "Huuh, baiklah!" kalau begitu terima kasih Rey, sudah mengantarkanku sampai RS, Aku nggak tau apa jadinya jika tidak ada Kamu tadi." ucap Erlin sambil bersiap untuk turun karena mobil milik Reymond sudah masuk ke dalam parkiran RS.


"Hhmm ya mobilmu sudah diurus sama anak buahku di bengkel," ucap Reymond pada Erlin.


Erlin sendiri kini merasa tak enak karena telah merepotkan Mantan Kekasihnya itu.


"Aduuh Rey, Aku jadinya tidak enak nih.." ucap Erlin. tak enak hati.


"Sudah tidak apa-apa Er, nanti biar mobilmu diantarkan oleh anak buahku ke rumahmu," sahut Reymond berusaha memberi pengertian pada Erlin.


Sayangnya Erlin tidak mudah dengan begitu saja menerima bantuan dari Reymond. Ia pun lalu membuka suaranya dengan berkata, "Ehh, tidak usah Rey, biar Aku saja yang ambil mobilku di bengkel, lagi pula Aku tidak pulang ke rumah, tapi Aku sudah ikut dengan Suamiku," terangnya.


"Kalau begitu kirimkan alamat rumah Suamimu itu, biarkan orangku yang mengantarnya nanti," jawab Reymond dengan santai masih kekeh dengan pendiriannya melawan pernyataan dari Erlin.


"Tapi Rey ..." ucap Erlin terhenti seketika karena dipotong oleh Reymond.


"Jangan menolak, Er!"

__ADS_1


"Huh iyaaa iyaaa..." ucap Erlin pasrah mengiyakan perkataan dari Reymond. Ia sangat tahu sekali sit at dari Mantan Kekasihnya itu. Ia tak mau jika hanya gara-gara mobil saja sampai ribut berkepanjangan.


"Mudah-mudahan saja Suamiku tidak mencurigaiku," gumam Erlin dalam hati.


Melihat Erlin hanya diam,Reymond pun lalu membuka suaranya dengan berkata, "Er..., Setelah pulang dari RS bolehlah Aku mengajakmu ke suatu tempat?"


Saat itu pula Mobil milik Reymond pun kebetulan sudah berhenti di parkiran namun justru malah Erlin dan Reymond masih asik berdebat di dalam mobil.


"Apaaa?? ehmm tapi Rey, Aku ada Baby Aku yang Aku urus.., Aku takut kalau Mas Aditya marah lagi denganku!" ucap Erlin berusaha menjelaskan pada Reymond.


Melihat Erlin yang terlihat bersikeras menolak tawarannya, Ia pun mau tak mau mengiyakan ucapan dari Erlin.


"Huuuhh, baiklah..." ucap Reymond dengan mendengus pasrah, karena tak mau memaksakan kehendak Erlin.


"Hmm syukurlah kalau Kau mengerti," ucap Erlin.


"Kalau begitu Aku kerja dulu ya, Rey! kebetulan ini juga sudah sampai," sambungnya dengan tersenyum manis ke arah Reymond lalu bersiap untuk turun dari mobil.


"Hmmm baiklah," jawab Reymond.


Erlin pun lalu turun dari mobil milik Reymond dengan terburu-buru, mengingat Dirinya sudah ditunggu oleh Pasiennya.


Setelah Erlin turun dari mobilnya, Reymond pun lalu bergumam dalam hati.


"Er, Aku sebetulnya masih mencintaimu, akan tetapi takdir yang memisahkan Kita, Aku rindu sekali masa-masa itu Erlin," batinnya sambil menatap kepergian Erlin dari dalam mobil.


"Ku harap Kau bisa mengerti kenapa Aku meninggalkanmu waktu itu!" sambungnya lagi berbicara sendiri.


Reymond pun lalu memutuskan untuk kembali ke Mansionnya yang ada di kota S.


"Jalan Pak! titah Reymond pada Sopirnya. Dan sang Sopir pun mengangguk menuruti perintah dari atasannya.


...****************...


...----------------...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak Vote, Like, Dan Komen Yaaa.... Terima kasih... 🥰🥰🙏🙏


__ADS_2