Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 28


__ADS_3

Sementara di ruangan tempat Erlin dirawat, terlihat Aditya sangat telaten menyuapi Erlin, bahkan yang tadinya Erlin menolak untuk di suapin pun sekarang menerimanya tanpa ada penolakan darinya.


" Gimana sayang Enak kan?? hemm?? tnya Aditya menggoda Erlin.


" Dit.... !!! seru Erlin memperingati.


" Kenapaaa.... ??hemm...


Seketika Erlin dan Aditya dibuat kaget oleh suara pintu


Braakkkk....


" Mamah....??? ucap Erlin ,sambil melirik ke arah pintu.


" Astaga mamah....,, main masuk saja.. bagaimana coba kalau ada keluarga Erlin, malu mah.... ucap Aditya kesal pada sang mamah.


" Sayang sudah...." ucap Erlin sambil berusaha menenangkan Aditya.


Mamah Ita pun tak menghiraukan perkataan Aditya,,malah justru menghampiri Erlin dan Aditya.


" Dasar kamu itu.. anak durhaka... ucap mamah Ita lalu menghampiri mereka berdua.


Aditya dan Erlin mengernyit bingung,dan hanya bisa saling tatap satu sama lain.


" grep....


" Aduuuhh... . duhhh maaa... maaf ma.... ,, mamah apa-apa sih maa... lepas ma sakit...."


ucap Aditya yang masih di jewer oleh mamahnya.


Erlin yang sedari tadi diam sekarang justru menahan tawanya yang ingin meledak begitu saja.


" Itu hukuman kamu Aditya.... kenapa kamu nggak 2 hari nggak pulang ke mansion,?? trus kenapa kamu nggak ijin ke mamah sama papah.... ?? haaa.... " tegas mamah Ita masi dengan menjewer kuping Aditya.


" Duh mah.... sakit... lepasin dulu dong mah..." ucap Aditya meminta agar dilepaskan oleh sang mamah. mamah Ita pun akhirnya melepaskannya karna tak tega dengan anaknya yang kesakitan.


" Dan lagi... , kenapa kamu nggak cerita ke mamah sama papah kalau Erlin di culik... ha.... ??!! tanya sang mamah menatap tajam Aditya.


" Tapi mah.... Aditya beneran nggak sempet ngabarin ke mamah... ucap Aditya.


" Kan kamu bisa bilang ke Aldo...., buat lapor ke mamah sama papah... nak... hiks..hiks.. mamah khawatir dengan kalian berdua tau nggak hiks... hiks..." ucap mamah Ita.


" Terus kamu nggak kenapa-napa kan nak... hemm....?? mana yang sakit nak... mana..?? biar mamah ang periksa..." ucap Mamah Ita panik dengan kondisi Erlin saat ini.


" Erlin nggak kenapa-kenapa kok mah... ,mamah nggak usah nangis lagi ya... ,,ucap Erlin tersenyum menenangkan mamah Ita, sambil memegang tangannya.


mamah Ita pun kagum dengan sikap Erlin yang sangat pengertian terhadapnya.


" Ini semua berkat Aditya mah..... karnanya Erlin bisa hidup sampai sekarang...hiks... hiks...entah bagaimana kalau tak ada Aditya mah... hiks hiks..." ucap Erlin meneteskan air matanya yang tak terbendung lagi.


" No... sayang ini semua karna kehendak Tuhan... yang mengirimkanku untuk menyelamatkanmu... " ucap Aditya.


" Sudah sayang kamu jangan menangis lagi ya.... mamah janji nggak akan nangis lagi buat kamu.. tapi kamu juga harus janji nggak boleh nangis lagi di depan mamah... okey... " ucap mamah Ita sambil tersenyum.


" Dan kamu Aditya...,, kamu harus jaga calon istri kamu ini dengan baik... ,, jangan sampai kamu menyakiti hati calon menantuku yang cantik ini.., kalau sampai kami sakiti hatinya mamah sama papah nggak akan memaafkanmu... " ucap mamah Ita tegas dan panjang lebar.


Erlin pun seketika dibuat salah tingkah karna sudah di anggap mamah Ita sebagai calon menantunya, selain itu dia juga sangat kaget dengan sikap mamah Ita yang sangat pengertian terhadapnya, padahal ia hanyalah seorang kekasih bohongan Aditya.


" Maafin Erlin mah.... ,, Erlin sudah membohongi mamah dan juga papah....trimakasih atas perhatiannya..,, Erlin sangat bersyukur bisa dipertemukan dengan orang baik seperti kalian.... " batin Erlin.

__ADS_1


" Iyaaa... iyaaa.. mah.... mamah tenang saja... selama masih ada Aditya, Erlin nggak bakal kenapa-kenapa kok mah.... ucap Aditya sambil tersenyum.


" Baguss..... ucap mamah Ita.


" Maafin Aditya mah... Adit terpaksa melakukan semua ini demi menghindari perjodohan itu. " ucap Aditya dalam hati.


Waktu demi waktu sudah berlalu...,, Mamah Ita yang tadinya menjenguk Erlin pun sudah pulang ke mansion Wijaya. Aditya masih sangat setia menemani Erlin pun tiba-tiba mendapatkan telpon dari seseorang.


Dreett... dretttt.... dreett...


" Halo..... Assalamu'alaikum.. kak...


" Wa'alaikumsalam... , ada apa hemm....


" Astagaaaa kakak ini gimana sih... lupa apa pikun sih.... " kesal Vitalia.


Yaa orang yang menghubungi Aditya adalah sang adek.


" Enak saja kalau ngomong..,, sama kakak sendiri nggak sopan.... ucap Aditya tak trima oleh ucapan adeknya.


" Kan memang faktanya gitu.... hweekkk.... ,, ucap Vitalia mengejek sang kakak.


" Ck.... sudahh... bicaranya...?? buruan ngomong kakak sibuk... !! ucap Aditya dingin.


" Sok sibuk banget lo.... yaudah buruan jemput guee....,,gue di bandara sekarang... " ucap Vitalia.


" Bandara.... ??!!" ucap Aditya terkejut apa yang di ucapkan adeknya.


Erlin yang sedari tadi diam tak sengaja ikut menyimak pembicaraan Aditya dengan seseorang tersebut.


" Astagaaa.... maaf.... kakak bener-bener lupa..." ucap Aditya sambil menepuk jidatnya.


" Hmmm yaudah cepetan jemput gue gak pake lama.... ucap Vitalia di seberang sana


" Hmmmm... iya dasar bawel..... ucap Aditya lalu menutup ponselnya.


tut...


sambungan telpon pun terputus


" Siapa Dit....???


" Kepo......ya...??? " ucap Aditya pada Erlin


" Nggak.... nggak kepo... cuma tanya saja...." ucap Erlin kesal memutar bola matanya malas.


" hmm... baguslah kalau gitu... ucap Aditya santai sambil mengulum senyum.


Erlin pun hanya menatap tajam Aditya. Aditya pun dibuat gemas oleh tingkah Erlin yang kesal terhadapnya, baginya sangat lucu melihat ekspresi wajah Erlin.


" Kenapa cemberut... hemmm... ?? tanya Aditya.


" Nggak..... siapa juga yang cemberut... ucap Erlin.


" Hmmm.. yasudah kalau gitu aku mau keluar dulu ada urusan mendadak..,, Kalau ada apa-apa nanti bisa menghubungiku atau ke asisten Aldo.... ucap Aditya.


" Hmmmm..... Hati-hati... ucap Erlin dingin.


" Kamu kenapa...?? marah...?? hmmm... tanya Aditya mengerutkan keningnya melihat tingkah Erlin.

__ADS_1


" Enggak... yaudah buruan sana pergi.... katanya ada urusan ?? ucap Erlin sambil mengusir Aditya untuk segera pergi.


" Kamu ngusir aku ya.... hemmm... kamu nggak kenapa-napa kan aku tinggal sendiri.. ?? tanya Aditya halus, tak tega meninggalkan Erlin sendirian.


" Enggak dit... aku nggak ngusir.... ,, Iyaa aku nggak papa.. lagian kan ada sahabat-sahabatku dr. Vanya sama suster Dina, dan juga sebentar lagi keluargaku mau kesini... " ucap Erlin sambil tersenyum tipis.


" Hemmm.. ok baiklah.... kalau begitu, aku pergi dulu ya, Er... jaga dirimu baik-baik... ucap Aditya sambil mengacak-acak jilbab yang di pakai oleh Erlin.


Erlin hanya mengangguk mengiyakan ucapan Aditya. Aditya pun segera pergi meninggalkan Erlin sendirian di tempat ia sedang di rawat.


Ketika Aditya sudah keluar meninggalkannya Erlin merasa kesepian tak ada yang menemaninya.


" Huh... sepi..... , ternyata nggak ada manusia kutub juga nggak rame ya.... manusia teraneh yang pernah aku temuin dengan sikapnya yang berubah-ubah.... " gumam Erlin.


" Terus.... tadi siapa yang telpon Aditya tadi...??? tapi kenapa Aditya bilang kakak... ?? tanya Erlin dalam hati.


Erlin yang melamun pun tiba-tiba dikejutkan dengan sebuah terikan yang membuatnya terkejut.


" Dorrrr...... ucap Vanya dan Dina mengagetkan Erlin yang sedang melamun.


"Astaghfirullahalazim.... kalian ini... ngagetin saja...., terus kapan kalian masuk ke kamar gue...,apa kalian nggak ada pasien... ?? tanya Erlin menyelidik.


" Makanya jangan ngelamun....,, !! kalau tanya itu satu-satu atuh.... ,, kita udah ketuk pintu sama ucap salam aja nggak lo jawab.. ya udah lah kita masuk aja,takutnya kalau lo kenapa-napa... iya nggak Din..?? ," ucap Vanya.


" Iya bener Er.... tenang saja... kita kesini juga di suruh sama tuan Aditya buat nemenin lo... katanya lo sendirian jadi kita disuruh kesini." ucap Dina.


" Apaaa....?? Aditya....??? " tanya Erlin tak percaya.


" Iyaa Er.... lagian harusnya lo bersyukur punya kekasih seperti tuan Aditya Er... ,, dia perhatian banget loh... sama lo...ucap Vanya.


" Lo nggak boleh sia-siakan dia Er.... jarang banget pria seperti tuan Aditya, dia bahkan khawatir banget sama lo, dia merasa bersalah tak bisa jagain kamu,bahkan tuan Aditya sampai frustasi,dan tak terurus...ketika lo di culik..... " ucap Dina menasehati Erlin.


" Kalian... seriusss...??? tanya Erlin pada kedua sahabatnya, karna ia masih tak percaya apa yang dikatakan oleh kedua sahabatnya.


" Kita seriusss lah Er.... masak kita bohongin lo...,,secara lo itu sahabat kita tau nggak sih lo.., kalau lo lupaaa.... " ucap Vanya kesal pada Erlin yang masih saja tak percaya.


" tuan Aditya bener-bener seperti takut kehilanganmu Er..sampai-sampai dia mengerahkan anak buah nya untuk menyelamatkanmu dari penculik itu,, bener-bener deh..tuan Aditya itu so sweet banget.... ,, dia yang tadinya dingin, setelah ada lo jadi berubah drastis tau nggak..." ucap Dina panjang lebar.


Erlin yang sedari tadi hanya diam menyimak cerita dari kedua sahabatnya tiba -tiba....


" Tes... tesss.... tess...


tak terasa air mata Erlin pun jatuh begitu saja, karena telah mendengarkan cerita dari kedua sahabatnya itu.


" Yaa Allah... dit... sampai segitunya kamu khawatir denganku...?? dan kenapa kamu lakukan semuanya demi menyelamatkanku dit... ?? hiks..hiks... hiks... batin Erlin.


" Er... kenapa lo nangis sih.... ??? tanya Vanya.


" Lo nggak papa kan...?? tanya Dina


Tak ada jawaban sama sekali dari mulut Erlin. kedua sahabat Erlin pun hanya saling menatap bingung.


" Sudah Er... jangan nangis lagi.... its okey.... ucap Vanya sambil memeluk Erlin.


" Maafin kita ya Er.., jika sudah bikin kami sedih... ucap Dina lalu ikut memeluk Erlin.


" Iyaaa kalian nggak salah kok.... ucap Erlin lalu membalas pelukan kedua sahabatnya itu.


..." ***Cinta yang tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata, akan terungkap dengan sebuah perbuatan"...

__ADS_1


*fyi***


__ADS_2