Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 166


__ADS_3

Kembalinya Vanya Bersama Exsel.


Telepon pun tersambung, kini Vanya menghubungi telepon rumahnya. Sekali panggilan tidak ada yang mengangkatnya, bahkan Vanya sampai melayangkan empat kali panggilan tetap saja tak ada yang mengangkatnya. “Astagaa, kenapa nggak di angkat sih...” ucap Vanya gusar. Ya Vanya tampak begitu khawatir setelah teleponnya tidak ada yang mengangkatnya sama sekali.


“Sayang kenapa hmm..??” tanya Exsel dengan panggilan sayangnya, merasa Dirinya di panggil sayang oleh Exsel, Vanya pun membelalakkan matanya lalu berkata, “Exsel..., ini bukan waktunya untuk bercanda, bahkan telepon rumah saja tidak ada yang mengangkatnya, hufftt... ini pasti Mereka sedang mengkhawatirkanku karena Aku Kau culik...” ucap Vanya sebal karena keluakuan Exsel baginya sudah sangat keterlaluan.


“Sebenarnya siapa anak-anak yang Kau maksud Van, kenapa Kau tidak memberitahuku jika Kau sudah punya anak dengan Edward...??” tanya Exsel dengan penuh selidik. Vanya pun lalu menjawab dengan menghembuskan nafas


kasarnya, “Huufftt..., Exs..., bisa nggak sih jangan tanya sekarang, anak-anak yang ku maksud itu anak-anak angkatku, jelas kan sekarang...??!” ucap Vanya lalu segera memencet tombol lagi untuk menghubungi seseorang melalui ponsel milik Exsel. Sementara Exsel terdiam tak bisa melawaan perkataan Vanya, karena Ia takut jika Vanya pergi dari Dirinya.


Tut..


Sambungan telepon pun terhubung.


“Halo... Assalamualaikum dengan siapa ini..??” tanya Mbok Inah pada Vanya.


“Wa’alaikumsalam, Mbok Inah... ini Vanya Mbok...” jawab Vanya senang karena sambungan telepon akhirnya di angkat juga.


“Loh..., Nyonya Muda.., Nyonya muda bagaimana kabarnya sekarang??, semua orang sedang mengkhawatirkan Nyonya.., apalagi Tuan Muda El sekarang masuk ke RS, penyakitnya kambuh lagi...” imbuhnya. Sedangkan Vanya yang mendengarkan penuturan dari Mbok Inah pun terkejut, bahkan Ia tanpa sengaja menjatuhkan ponsel milik Exsel. Bukannya marah Exsel justru herana dengan sikap Vanya, “El..., tidak itu tidak mungkin..” ucap Vanya sambil


menggelengkan kepa pelan dengan tatapan mata tak percaya. Exsel pun lalu bertanya pada Vanya dengan berkata, “Vanya, ada apa...??” tanyanya.


Dan Vanya pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Exsel, Kita harus secepatnya kembali ke Indonesia, Exs..., El.. Exs... Dia hiks... hikss...” ucap Vanya sambil menangis sesenggukan karena khawatir. Exsel pun lalu mendekatkan dirinya dan memeluk Vanya mencoba menenangkannya, lalu berkata, “Vanya sudah tenangkan Dirimu, ya sudah Kita berangkat sekarang kebetulan jetnya sudah siap.” Ucapnya lembut. Dan Vanya pun hanya mengangguk mengiyakan perkataan Exsel.


*****


Sementara kini El sudah dilarikan ke RS.Wijaya untuk mendapatkan penanganan khusus, karena penyakit yang di deritanya adalah penyakit yang tidak biasa. Tuan Ferarri yang kini sedang membopong El pun lalu meletakkannya di atas bed RS yang sudah disediakan di ruang IGD. Clara pun yang melihat para tenaga medis yang sedang berjaga pun lalu berkata, “Suster, dokter Indra apa masih disini..??” tanya Clara pada salah satu tenaga medis yang berjaga. Dan mendapatkan anggukan darinya lalu berkata, “masih dok..” jawabnya.


Kemudian salah satu teman sejawat dari Clara yang melihat Clara beserta keluarga pemilik RS pun menghampirinya lalu bertanya, “Clara ada apa ini..??” tanyanya pada Clara. Clara pun lalu menjawabnya, “Vira tolong cepat panggilkan dokter Indra kesini, bilang saja kalau El sedang di IGD sekarang. “Iyaaa.. Ra... Iyaa, sudah tenangkan Dirimu.., biar Mbak Yuli yang memanggilnya.” jawabnya lalu Clara pun segera mengambil stetoskop yang ada di dalam tasnya lalu memeriksa El. Sementara dokter Vira teman sejawat dari Clara pun lalu bertanya pada Clara, “Bagaimana Ra..??”


“Berikan saja paracetamol Vir... buat menurunkan panasnya, setelah itu Kita lanjut dengan ronsen.” ucap Clara. Dan teman sejawatnya yang bernama Vira pun lalu berkata, “Dokumen medisnya ada nggak Ra... ??” tanyanya pada Clara lagi.


“Ada kebetulan Aku bawa dan ada di tasku.., ambil saja.” jawab Clara. Dan Vira pun lalu mengambilnya untuk di teliti.


Sementara Mommy Valen pun lalu bertanya pada Clara yang sudah memeriksanya, “Clara, bagaimana Nak kondisi dari El..?? tanyanya pada Clara. Clara pun menoleh lalu menjawabnya, “Mommy Valen tenang saja, insyaallah El tidak kenapa-kenapa kok, mungkin efek kurang tidur saja, karena El kan nggak boleh terlalu capek dan memerlukan istirahat yang cukup.” jelasnya pada Mommy dari Vanya. “Ra..., setelah ini apa El sudah diperbolehkan pindah ke ruangan khusus saja.., biar.. ??” tanya Mamih Dewi pada Clara. Clara pun lalu menjawabnya, “Mamih.., El baru membutuhkan pertolongan  pertama dulu Mih, setelah ini Kita akan pindah kok, nunggu dokter seniornya dulu.” balasnya.

__ADS_1


*****


Sedangkan Erlin yang mendengar jika El masuk RS karena penyakitnya kambuh pun merasa cemas, “Ya Allah, baru saja Baby Daffa ketemu, El malah kambuh lagi..” gumamnya pelan terlihat gusar mencemaskan kondisi El.


Tiba-tiba saja ada seorang perawat yang masuk ke kamarnya, Erlin pun hendak bertanya, “Suster, bagaimana keadaan El..??” tanyanya.


“Dokter Erlin, sudah tenang saja ada dokter Clara dan dokter Vira yang membantu menanganinya, dan tadi sepertinya Mbak Yuli di suruh panggilin dokter Indra untuk memeriksa.” ucap Perawat tersebut memberi tahu pada Erlin. Ya Erlin sendiri mengetahui dari Suster tersebut.


“Sus, bisakah kau mengantarkan Aku ke sana sebentar saja..??"


“Tapi dok, bagaimana nanti jika Saya dimarahin Tuan Aditya dan yang lainnya..??”


“Hufftt..., ya sudahlah kalau begitu, tapi nanti kabari ya Sus perkembangan dari El..” ucapnya pada Perawat tersebut. Dan seketika Suster tersebut mengangguk mengiyakan perkataan Erlin.


*****


Sementara disisi lain Aldo dan Aditya sudah sampai di bandara. Ya sebenarnya Aldo dan Aditya sendiri sudah sampai di sebuah bandara Singapore, tapi setelah menerima kabar bahwa El sakit, Mereka pun lalu mengurungkan niatnya untuk mencari Vanya. Dan Mereka pun tanpa turun dari Jet langsung berputar arah untuk ke Indonesia.


Di dalam pesawat.


*****


Sedangkan Vanya dan Exsel setelah menempuh setengah jam perjalanan, mereka sudah sampai di bandara di salah satu bandara terbesar di kota S.  Sesampainya mereka di bandara tanpa ba bi bu mereka menuju ke mobil yang sudah disediakan oleh anak buahnya Exsel yang sudah menunggunya. Mereka pun segera meluncur ke RS.Wijaya. setelah menempuh satu jam perjalanan dari bandara menuju ke RS. Sesampainya di RS.Wijaya Vanya


menuruni mobil menghiraukan Exsel yang sedang menemaninya. Ya Vanya sampai di RS pada waktu subuh bahkan semalaman suntuk Vanya dan Exsel tidak tidur hanya karena sibuk berdebat dan memikirkan El.


Vanya kini melangkahkan kakinya dengan cepat menyusuri lorong RS yang tampak sudah ramai dari pengunjung atau pasien. Vanya pun lalu mengedarkan pandangannya ke arah tenaga medis yang sedang berjaga, “Dokter Vira..” panggilnya di ikuti dengan Exsel yang ada di belakangnya.


“Lohh... dokter Vanya.., dokter Vanya tidak kenapa-kenapa kan..??” ucapnya terkejut dengan kedatangan Vanya, karena setahunya Vanya sedang diculik dan belum kembali. Vanya pun justru malah bertanya pada dokter Vira, “Iya Vir... nggak apa-apa kok, El dimana...??, kata mbok Inah Dia di RS sekarang,”


“Vanya ..., Vanya tenangkan dirimu, Dia sudah mendapatkan penanganan kok, sekarang El baru di periksa sama dokter Indra dan di dampingi Clara di ruang perawatan, sementara keluargamu yang lain sudah kembali ke rumah karena Mereka sedang mencarimu, Van.” ucapnya berusaha menenangkan Vanya. Seketika Vanya pun bernafas lega setelah mendengarkan penjelasan dari teman sejawatnya. “Hufftt, syukurlah kalau begitu. Vir, El di ruang mana.. ??,  biar Aku ke sana.” ucapnya bertanya pada teman sejawatnya.


“Diruang Eksekutif anak, Clara menyuruhku untuk memindahkan kamarnya ke sana.” ucap Vira memberi tau Vanya.


“Baiklah terimakasih ya Vir..., Aku ke sana dulu.” Ucap Vanya dan dokter Vira pun hanya mengangguk mengiyakan. Vanya pun buru-buru pergi ke ruangan yang dimaksud oleh teman sejawatnya.

__ADS_1


Sementara dokter Vira merasa ada yang berbeda dari Vanya yang di dampingi oleh seorang Pria tampan. Ia pun menatap kepergian mereka sambil bergumam dalam hati, “Vanya sama siapa ya..??, ah iya sepertinya Aku harus bilang sama Erlin dan juga Dina, atau..??” ucap dokter Vira dengan penuh pertanyaan. Dan Vira pun lalu berniat menghubungi Ayah dari Vanya terlebih dahulu. Ia pun lalu merrogoh saku snelinya segera mengambil ponsel meiliknya.


Tut...


Sambungan telepon pun terhubung di ponsel milik Ayah Vanya.


“Halo... Nak Vira, ada apa..??" tanya Tuan Ferrari membuka obrolan.


“Om.., maaf Saya mau mengabari jika Vanya sudah kembali, dan Dia ke datang di RS bersama seorang Pria.” ucapnya memberi tahu Tuan Ferrari.


“Apaaa..??, baiklah kalau begitu Aku akan segera ke sana, terimakasih Vira sudah memberi tahu Om..” balas Tuan Ferrari pada dokter Vira.


“Iya Om sama-sama..” jawabnya.


Dan sambungan telepon pun terputus dengan begitu saja, karena dimatikan sebelah pihak oleh Tuan Ferrari. Dokter Vira pun lalu segera menuju ke ruang perawatan Erlin untuk memberi tahu Erlin dan Dina yang sedang menunggunya. Sesampainya Ia di sana dokter Vira tanpa permisi masuk begitu saja ke ruangan tersebut.


Cekleekkkk...


“Er..., Din... ada kabar untuk kalian...” ucap dokter Vira sambil mengatur nafasnya kerena ngos-ngosan. Dina pun lalu menyahutnya dengan berkata, “Astagaa, bu dokter yang satu ini lama-lama kaya’ si Vitalia saja datang-datang nggak ketuk pintu.” ucapnya kesal dengan dokter Vira sambil memutar bola matanya malas.


Dokter Vira pun lalu membalasnya dengan berkata, “Ck..., sudahlah itu nggak penting, tapi ini ada kabar yang penting untuk kalian.” ucapnya. Dan Erlin pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Kabar apa lagi sih Vir.. ??” ucap Erlin sambil merapikan tempat tidurnya. Karena Erlin sendiri sudah diperbolehkan pulang hari ini.


“Vanya sudah kembali dan kalian tahu nggak Vanya datang itu nggak sendirian tapi sama seorang Pria.” Tutur dokter Vira memberi tahu kepada Erlin dan juga Dina. Sontak mereka pun terperangah mendengarnya lalu Erlin pun bertanya, “Apa Pria yang Kau maksud itu Aldo..??” tanyanya.


“Bukan..., bukan Tuan Aldo..., ini terlihat sangat asing, sepertinya bukan orang Indonesia asli deh, serem gitu deh orangnya.” ucapnya bergidik ngeri ketika Dia membayangkan wajah Pria yang datang bersama Vanya tadi. Dina pun lalu menyahutnya dengan berkata, “Jangan-jangan..???, astaga Er..., bagaimana ini jika Aldo bertemu dengan Exsel bisa perang dunia ke tiga nih.”


“Huuss... Kau tuh ya Din... jangan berpikir aneh-aneh dulu lah, siapa tahu Exsel sadar setelah menculik Vanya.” ucap Erlin menimpali.


******


Hmmm... makin seru nih...


Bagaimana kisah selanjutnya..??


jangan lupa tinggalkan jejak Vote, Like, Komen Yaaa...

__ADS_1


Terimakasih... ^-^


__ADS_2