
Penyesalan Aldo
" El Sayang ini Ayah Nak... " ucap Aldo menyapa El, tapi sayangnya sapaannya tidak dihiraukan olehnya.
" El... kenapa Kamu diam saja..., ini Ayah Nak..."
" Lepasin... jangan pegang-pegang El.., Ayah Aldo jahat... El nggak mau sama Ayah Aldo...,El maunya sama Bunda Vanya sama Ayah Edward..." ucap El menolak dipegang oleh Aldo.
" Sekarang lihat sendiri bukan.., jika El dan Neysa saja tak sudi lagi bertemu denganmu apalagi dipegang..." ucap Ibu Irma yang tiba-tiba saja datang dari arah belakang Edward dan Vanya.
" Bu.... maafkan Aku Bu...., Aku benar-benar menyesal telah mengecewakan kalian...."
" Ibu sudah memaafkanmu, tapi bukan berarti Kau terbebas dari hukumanmu Aldo..."
" Petugas pengamanan.. tolong bawa Dia keluar dari sini Pak...
" Tapi Bu... bagaimana jika mereka mengetahuimu..??
" Biarkan mereka mengetahuiku..., itu semua juga karena ulahmu bukan....??, jadi jangan ada alasan lagi Aldo...., biarkan Ibu sengsara, itu semua juga karena mu yang menuruti perintah Ayahmu saja tanpa memikirkan yang lainnya..., selain itu bukankah ini juga kemauanmu??!!" ucap Ibu Irma.
" Apaaa...???, hentikan semua ini lelucon apalagi ini...??!!" ucap Aldo bingung.
" Lelucon Katamu..??, ini bukanlah lelucon Aldo..., ini semua karena ulahmu sendiri bukan??, yang tiba-tiba saja datang kemari berusaha menghancurkan acara kami.., Kau lihat sekarang seluruh pemberitaan di televisi tahu semua jika Ibu Irma sedang berada disini, apalagi Kau sudah memancing Ibu Irma turun kebawah..., padahal Kami berusaha melindunginya, justru Ibu Irma rela turun Vanya untuk membela Kami... " ucap Vanya dengan nada meninggi tersulut emosi dengan perbuatan Aldo.
" Apaaa...?? jadi ijab qabul mereka diliput stasiun televisi..., tidak... ini tidak mungkin... bagaimana dengan Ibu dan anak-anak... " batin Aldo tak percaya, Aldo pun terperanjat, sambil memegangi luka yang ada ditangannya.
" Bubar semua jangan liput Kami lagi...!!" seru Aldo, seluruh media yang meliput pun dibubarkan oleh Aldo, dan mereka pun menurutinya.
" Percuma saja Kau mengusir mereka Do..., karena Kau sendiri yang memancing Ibu agar keluar..., tindakanmu sudah sangat mengecewakan Ibu Do...." ucap Ibu Irma yang tiba-tiba meneteskan air matanya menahan sesaknya di dada.
" Sudah Bu... tenangkan pikirmu.. " ucap Erin dan Dina yang berada di samping Ibu Irma berusaha menenagkan Ibu Irma.
" Pengawal...., bawa Orang itu keluar dari sini..., jangan biarkan mereka kembali lagi kesini...!!" seru Vanya, menatap tajam Aldo menyuruh pihak keamanan untuk membawa Aldo keluar, walaupun sehenarnya perasaannya tidak dapat dibohongi jika Aldo terluka saja tak tega melihatnya, tapi seketika Vanya pun melupakannya karena Aldo lebih mementingkan obsesinya saja, daripada cinta, Vanya merasa Aldo sangatlah pantas mendapatkan hukuman yang setimpal sesuai dengan apa yang Ia rasakan dulu.
" Vanya apa yang Kau lakukan...!!, Kau tahu tidak Ibu dan anak-anak dalam bahaya...??, bukan waktunya untuk mengusirku...!!seru Aldo tak terima.
" Kami tahu itu Do..., dan asal Kau tahu setelah kita menikah, kita berencana akan tinggal di luar negeri bersama Ibu dan anak-anak, dan Ingat jangan cobs-coba mengganggu kebahagiaan mereka lagi...!!" seru Edward menimpali.
__ADS_1
" Sudah tidak ada waktu lagi Aldo...., pergi dari sini atau Aku akan memangil wanitamu kesini, biar Dia sadar kalau Kau sebenarnya hanya mempermainkan perasaannya saja..." ucap Vanya dengan nada penuh ancaman.
" Ayooo... jalan... !!" titah petugas pengamanan.
" Sebentar...., bawa Dia kerumah sakit biarkan Dia diobati oleh tenaga medis disana..." ucap Aditya memerintah para petugas itu untuk membawa ke RS.
" Sudah lah jangan sok perhatian padaku Dit..., Aku tak butuh semua itu....!!, dan ya tolong lepaskan tangan kalian Saya bisa pergi sendiri...." kata Aldo menolak ucapan dari Sahabatnya, dan menolak untuk di kawal keluar oleh petugas pengamanan, seketika itu juga Aldo pergi dari kediaman keluarga Ferrari, dengan melirik ke arah Vanya, sambil bergumam dalam hati:" Vanya... Aku harap Kau bisa bahagia bersama pasanganmu yang sekarang, bisa menjaga Ibu dan anak-anak dengan baik... " ucap Aldo.
" Maafkan Aku Do...., Aku sudah memisahkanmu dengan Ibu kandungmu sendiri bahkan dengan anak-anak juga..., Aku berjanji akan merawatnya dengan baik...., Aku tahu maksudmu itu demi Ibu dan anak-anak tapi Aku juga tidak mau Kau mempermainkan dua perasaan wanita sekaligus..., serta Ibu dan anak-anak...., Aku harap Kau bisa membahagiakan Laras...." gumam Vanya dalam hating, sambil menatap punggung Aldo yang sedang berjalan keluar.
*****
Sementara di kediaman Keluarga Ferdianan, tampak tuan Ferdinan sedang mengeraskan rahangnya, begitu pula dengan sang Istri kedua yang telah melihat kejadian tersebut lewat berita stasiun televisi, jika dokter yang dicintai Aldo sudah menikah dengan pria lain, ditambah kedatangan Istri pertamanya yang hadir di acara tersebut membela orang lain daripada anaknya sendiri.
Braaaakk....
tuan Ferdinan pun menggebrak meja kerjanya dengan keras.
" Kur*ng aj*r...., Aldo... ternyata Kau selama ini telah berbohong pada Ayah Do..., Ayah tak menyangka...."
" Tapi Sayang Dia sudah menyembunyikan Irma dariku..., Aku tidak akan membiarkan hidup Irma dan anak-anak itu tenang, berani-beraninya mereka bermain dibelakangku, rasakan akibatnya nanti..." ucap tuan Ferdinan dengan tersenyum menyeringai, dan Ia pun segera mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.
" Halo Rian..., bawa mereka kesini..., dan jangan biarkan mereka lolos begitu saja..., ingat itu...!!" ucap tuan Ferdinan memerintah Rian asisten pribadi dari Aldo, untuk membawa Ibu Irma dan anak-anak.
" Baik tuan..." jawab Rian diseberang sana.
Tut.
seketika sambungan telpon pun terputus, karena dimatikan sebelah pihak oleh tuan Ferdinan.
" Kita lihat saja nanti..., apakah mereka mampu membawa Irma dan anak-anak itu..." ucap tuan Ferdinan tersenyum menyeringai, dengan tatapan yang tidak dapat diartikan.
*****
Disisi lain Aldo mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, Ia benar-benar menyesal dengan apa yang Ia lakukan sendiri, bahkan semua stasiun televisi telah berhasil meliput kejadian tersebut, meskipun hanya sebentar.
" Be*ngs*k Kau Edward...., jika saja tak ada media yang meliput tidak akan terjadi seperti ini..."
__ADS_1
" Dan Kau Vanya..., semoga Kau bahagia dengan Suamimu.., dan Aku berjanji jika Kau disakiti oleh Suamimu, Aku siap membantumu Vanya..." ucap Aldo pelan sambil menyetir mobilnya.
Dreettt... dreettt... dreettt....
ponsel Aldo pun berbunyi, dilihatnya ternyata Kekasihnya Laras yang telah menghubungi dirinya, Aldo oun segera menggeser tombol di layar ponsel untuk menerimanya.
" Halo....
" Sayang..., Kamu kemana saja sih..??, sudah ditunggu dari tadi juga...
" Maaf... Mas sibuk Yang...., Mas ini sedang perjalanan menuju ke apartmenmu....
" Hmmm yaa..., Laras tunggu deh...." ucap Laras seadanya, lalu mematikan ponselnya sebelah pihak.
Tut.
sambungan telpon pun terputus.
*****
Sedangkan kini di kediaman Keluarga Ferrari, Vanya sangat bersyukur akhirnya Aldo menyerah begitu saja pikirnya, begitu pula dengan Edward yang sudah tenang jika sudah tidak akan ada yang mengganggu hubungannya dengan Istrinya lagi, mereka sangat bahagia karena telah sah sebagai pasangan Suami Istri secara agama maupun negara.
" Sayang... akhirnya kita telah resmi menjadi Suami Istri..." ucap Edward pada Vanya yang sekarang merupakan Istri sahnya
" Iya Mas..., kita sudah resmi menjadi Suami Istri..., mudah-mudahan setelah kita melewati banyak ujian.., kita akan menuai hasil yang baik ya Mas..." jawab Vanya dengan penuh harapan.
" Aamiin...." ucap Edward menjawab, lalu memeluk sang Istri dan mengucup dahi sang Istri dengan mesra.
*****
Waahh wahhh seru bukan...??, lalu bagaimana kelanjutan kisah diantara mereka...??, oh ya setelah ini Author juga akan bahas kembali di tokoh utama yang sebenarnya ya...
Jangan Lupa Vote, Like, dan Favorite yaa..., Terimakasih.... 🥰🥰🙏🙏
Sambil menunggu update dari Author, yuk mampir ke teman Author Karya dari kak Ummi Asya
__ADS_1