Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 179


__ADS_3

Tom and Jerry


Setelah menemui Aditya dan juga Erlin, terlihat Vanya yang di dampingi Aldo sedang memeriksakan kandungan di dokter kandungan, yaitu dengan dokter Sarah Devindra yang merupakan Mama dari Dina. Tanpa menunggu giliran, Vanya pun segera masuk ke ruang periksa kandungan atau ruang USG untuk mengetahui kondisi janinnya.


Di dalam ruangan tersebut, dokter Sarah dengan telaten memeriksa kondisi kandungan Vanya, yang juga di dampingi oleh Aldo sebagai seorang Suami. Saat pemeriksaan berlangsung, dokter Sarah terlihat mengembangkan senyumnya karena melihat monitor yang menunjukkan jika kondisi kandungan Vanya sangatlah baik dan berjenis kelamin laki-laki.


“Waahh .., bayi Kalian laki-laki!” seru dokter Sarah sambil melihat ke arah monitor untuk memastikan lagi kondisi kandungan dari Vanya.


“Alhamdulillah Ma ..” jawab Vanya sambil tersenyum senang, mendengar penuturan dari dokter Sarah.


Dengan tersenyum manis ke arah Vanya, dokter Sarah pun berkata, “Iya Van, alhamdulillah bayimu sehat tuh lihat sama kayak Kamu ...” ucap dokter Sarah sambil menunjuk ke arah monitor, seketika saja pandangan Vanya dan juga Aldo juga tertuju ke arah monitor. Aldo pun lalu menimpalinya dengan berkata, “Syukurlah kalau tidak mirip bapaknya ...” ucapnya dingin.


Vanya yang mendengarkan ocehan nggak jelas dari sang Suami pun menyahutnya, “Mas Aldo ..., apaan sih, Mas ..” ucapnya jengkel dengan sikap sang Suami.


Dokter Sarah yang melihat perdebatan diantara sepasang pengantin baru tersebut membuka suaranya. “Kalaupun mirip bapaknya juga wajar ‘lah, Do ..., Kau tak perlu cemburu begitu, karena Anak yang di dalam kandungan Vanya juga anakmu ..” balas Mama Sarah memberi pengertian pada Aldo agar tidak cemburu, pikirnya.


Dengan cepat Aldo pun menjawabnya dengan berkata, “Tapi itu menurut dokter Sarah, tidak dengan menurutku ..” sambil melirik ke arah Vanya. Seketika saja Vanya yang mendengarkan pernyataan dari sang Suami pun memelototkan matanya terkejut.


“Mas Aldo ... !!” bentak Vanya sambil memelototkan matanya ke arah sang Suami karena tak terima. Melihat sang Istri memelototinya, Aldo pun malah menyengir kuda, lalu berkata, “Heheheh ... bercanda Sayang ..” ucapnya. Vanya pun hanya memutar bola matanya melihat tingkah sang Suami yang berniat menggodanya. Sementara dokter Sarah hanya terkekeh geli melihat tingkah Sahabat dari anaknya.


Setelah pemeriksaan selesai, dokter Sarah pun berkata, “Nak Vanya, kondisi kandungan mu sangat baik, Mama Sarah hanya berpesan padamu, jaga kondisi kandunganmu baik-baik, mengingat kandunganmu sudah memasuki usia lima bulan, jangan mudah kelelahan!” ucap dokter Sarah memberi masukan pada Vanya.


“Baik, Ma ..,” jawab Vanya sambil menurunkan baju yang Ia pakai.


“Tapi dok, apa Istriku diperbolehkan untuk pergi berbulan madu ke Australia?? sambung Aldo. Seketika saja Mama sarah pun tersenyum menanggapinya., lalu berkata, “Oh ..., jadi ini Kalian mau berbulan madu .. ??, boleh .. boleh .., tapi kalau Kalian berniat berbulan madu di sana, ingat ..., jaga calon bayi dan Istrimu baik-baik, Do ... !!” dokter Sarah memperingatkan Aldo agar menjaga Vanya dengan baik.


“Dia bukan anak ...” belum sampai Aldo menyelesaikan ucapannya, Vanya menjewer kuping sang Suami.


Weeerrr ...


“Aduh, Sayang sakit Yang ...” Aldo pun mengaduh kesakitan.


“Mau bilang apa tadi? coba lanjutkan kalau berani!” tantang Vanya masih sambil menjewer kuping Aldo. Aldo pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Aduh Yang sakit, lepas dulu dong, Mom ..., malu Mom dilihatin dokter Sarah ...” ucapnya berusaha menahan rasa sakit.


“Biarin, lagian salah siapa bilang begitu ...” ucap Vanya sambil memanyunkan bibirnya. Dan akhirnya Vanya pun menghentikan aksinya untuk menjewer kuping sang Suami.


Aldo pun meringis kesakitan, “Nah gitu dong, Yang .., ini baru namanya Istriku ..” ucapnya sambil mengelus-elus kupingnya yang terasa sakit.


“Makanya jangan ngomong yang aneh-aneh!” lantang Vanya menyahut pernyataan sang Suami yang mengaduh kesakitan. Aldo pun lalu membalasnya dengan berkata, “Hehehe .. iya .. Mommy, Aku bercanda. Yang pasti Aku akan selalu menjaga calon bayi dan Istriku dengan baik, dong,” ucapnya lalu mengecup kening sang Istri dengan penuh kasih sayang.


Sementara Vanya hanya memutar bola matanya jengah dan memanyunkan bibirnya merasa kesal dengan apa yang di ucapkan sang Suami yang baginya sangat menyakiti hatinya.


“Hey sudah-sudah ...,  tidak usah berantem lagi. Lagi pula Edward juga sudah berpesan padamu ‘kan, Do ...” ucap Mama Sarah melerai keributan antara sepasang pengantin baru tersebut.


“Iya dok ..., tapi sayangnya Istriku tak tahu itu,” ucapnya dingin. Seketika saja Vanya terperangah mendengar ucapan sang Suami menatap sang Suami seperti meminta penjelasan. Bahkan Vanya sangat tak menyangka jika Edward pernah berpesan pada Aldo, karena setahu Vanya edward dan juga Aldo selalu saja bertengkar hanya karena memperebutkannya.


Di saat Mereka sedang beradu argumen, tiba-tiba saja Erlin masuk ke ruangan dokter Sarah tanpa permisi.


Ceklek ...

__ADS_1


Erlin membuka kenop pintu.


“Mama Sarah, maaf Aku ijin mengambil tasku yang Aku titipkan tadi di sini ..” ucap Erlin dingin, sambil melangkahkan kakinya mengambil tasnya yang berada di sofa, tanpa menghiraukan jika di ruangan tersebut ada Vanya dan juga Aldo.


Sementara Mama Sarah yang melihat gelagat aneh dari Erlin pun, lalu membuka suaranya dengan berkata, “Erlin, mau kemana Kamu Nak ... ??” tanya Mama Sarah pada Erlin dengan tatapan bingung.


“Mau pulang, Ma ..., Erlin malas kerja ...” sahut Erlin menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Mama Sarah padanya. Lalu segera melangkahkan kakinya pergi. Vanya dan juga Aldo pun saling tatap seperti sedang bertanya apa yang terjadi pada Erlin.


“Erlin, tunggu!” seru Mama Sarah menghentikan langkah Erlin yang akan berjalan keluar.


Sayangnya ucapan dari Mama Sarah diabaikan oleh Erlin yang justru malah tetap melangkahkan kakinya pergi dari ruangan Mama Sarah. Mama Sarah, Vanya dan Aldo pun saling pandang, karena heran dengan sikap Erlin yang tak seperti biasanya.


Saat Erlin membuka kenop pintu, tiba-tiba saja Aditya muncul di balik pintu.


Ceklek ...


“Sayang ..., dengarkan Aku ...” ucap Aditya terhenti. Erlin pun lalu menyahutnya dengan berkata,“Cukup, Mas ..., tak ada yang perlu dijelaskan, Aku mau pulang!”tandasnya, memotong perkataan dari Aditya lalu berjalan pergi meninggalkan Aditya yang hanya diam di tempat.


Sementara Mama Sarah, Vanya dan juga Aldo yang melihat keduanya ribut pun lalu segera menghampiri Aditya yang masih berada di ambang pintu. Namun belum sampai Mereka menghampiri Aditya, Aditya sudah masuk ke dalam ruangan dokter Sarah, dengan mendudukkan pantatnya di atas sofa.


Mama Sarah pun lalu memberanikan diri untuk bertanya pada Aditya, karena Ia merasa jika ada yang tidak beres diantara pasangan Suami Istri tersebut. “Nak Aditya, sebenarnya ada apa dengan Kalian, sepertinya .. ??” belum sampai dokter Sarah menyelesaikan ucapannya Aditya menyahutnya.


“Erlin marah sama Aku, Ma ...” ucapnya dengan nada melemah. Karena Aditya benar-benar menyesal telah menuduhnya sembarangan.


“Tapi kenapa, Nak? Bukankah Kalian tidak pernah bertengkar hebat seperti ini sebelumnya .. ??” tanya Mama Sarah heran sambil menghampiri Aditya yang sedang duduk di sofa, dengan di ikuti Aldo dan juga Vanya yang sedari tadi hanya diam menyimak.


“Menuduh .. ??” tanya dokter Sarah bingung.


“Iya Ma ..., karena Aku marah jika Erlin di dekati Pria manapun termasuk dengan mantan Kekasihnya ..” jawab Aditya menjawab pertanyaan dari Mama Sarah. “Arrrggghhh entahlah ...” sambungnya lagi dengan menjambaki rambutnya lalu berdiri dari tempat duduknya segera melangkahkan kakinya pergi kembali mengejar sang Istri tanpa berpamitan. Sementara dokter Sarah, Vanya dan juga Aldo hanya saling tatap menatap kepergian Aditya.


“Dasar Tom and Jerry ..” ucap Vanya dan Aldo secara bersamaan sambil memijit pelipisnya terasa pusing.


****


Sesampainya di tempat parkir, Erlin segera menghampiri mobil yang sudah Ia pesan untuknya. Di saat Ia sedang melangkahkan kakinya menuju ke mobil pesanannya, tiba-tiba saja ada seseorang yang memanggilnya.


“Dokter Erlin, tunggu!” ucapnya berteriak. Seketika saja menghentikan langkah dari Erlin, dan menengok ke arah belakang. Dilihatnya ternyata adalah Reymond, bahkan Ia begitu terkejut melihatnya, Erlin benar-benar takut jika sang suami marah lagi gegara salah paham jika Rey bersamanya.


Erlin pun lalu membuka suaranya dengan berkata, “Untuk apa Kau ke sini??” tanya Erlin dingin.


“Emmm, apa perlu Ku antar?” tanya Rey menawarkan diri untuk mengantarnya.


“Tidak perlu, Rey ..., lagi pula Aku sudah pesan mobil online,” balas Erlin dingin.


“Hmm baiklah ...” ucap Rey menjawab pernyataan dari Erlin.


Tak di sangka tak di duga, tiba-tiba saja ada seseorang yang datang dengan menarik kerah kemeja Rey dari arah belakang.


Sreett ...

__ADS_1


Buukk ...


Pukulan mentah dilayangkan seseorang itu di pipi sisi kanan Reymond, sontak saja membuat Erlin yang tepat berada di depan Rey membelalakkan matanya terkejut dengan apa yang Ia lihat.


“Kurang ajar, beraninya mengganggu Istriku!” ucap Aditya geram sambil terus memukuli Reymond yang hanya diam saja tak membalas pukulan dari Aditya. Sedangkan Erlin yang melihat sang Suami memukuli Rey pun tak tinggal diam, Ia pun berusaha melerai sang Suami.


“Mas Aditya, cukup Mas!” serunya, lalu berlari memisahkan keduanya dengan memeluk Aditya.


“Minggir, Er ..., Dia telah berani mengganggumu ..” ucap Aditya dengan sorot mata tajam menatap Reymond yang sudah tersungkur di tanah.


“Tidak Mas .., Dia tidak menggangguku .., justru Dia mau mengantarkan Aku,” ucap Erlin berusaha menjelaskan pada sang Suami. Aditya yang mendengarkan penuturan dari sang Istri pun tersenyum kecut lalu berkata, “Apa katamu? Mengantarmu? Tidak akan Ku biarkan Kau di antar Pria manapun kecuali denganku!” tandasnya.


“Iya Mas, Aku tahu itu, makanya Mas jangan gegabah untuk memukul Rey, Dia tidak bermaksud apa-apa Mas ..” ucap Erlin.


“Tidak bermaksud apa-apa katamu? Heh, jangan-jangan Kau ..” ucapan Aditya terpotong, karena Erlin memotongnya dengan berkata, “Cukup Mas .., berhenti menuduhku, atau Aku akan pergi dari rumah!”


“Berhenti mengancam ku, Erlin!” seru Aditya.


“Terserah apa katamu, Mas ..., yang Kau lakukan itu sudah keterlaluan tahu nggak ... !!” seru Erlin lalu meninggalkan Aditya dengan melangkahkan kakinya menghampiri Rey yang masih berusaha bangun, sambil memegangi dadanya yang terasa nyeri.


Erlin pun lalu mengulurkan tangannya untuk membantu Rey berdiri. “Bangunlah Rey ..., biar Ku bantu!” ucapnya sambil mengulurkan tangannya ke arah Rey. Dan dengan senang hati Reymond pun menerimanya sambil sedikit melirik ke arah Aditya yang menatapnya tajam.


Erlin yang melihat Dina yang sedang lewat di parkiran pun segera memanggilnya, “Din .., cepat bantu Aku .. !!” pinta Erlin pada Dina. Seketika saja Dina pun lalu berlari ke arah Erlin, "Er ..., Dia ... ??" tanya Dina melongo tak percaya jika Erlin me minta bantuan kepadanya untuk menolong Reymond.


“Ck ..., sudah jangan banyak tanya .., ayo cepat bantu Aku .. !!” perintah Erlin pada Dina, Dina pun menurutinya dengan begitu saja. Namun Dina merasa ada yang aneh dari sikap Aditya yang hanya diam menatap kepergian Mereka.


Sesampainya di ruang IGD, Reymond pun lalu membuka suaranya dengan berkata, “Thanks ya Er, maafkan Aku, gara-gara Aku, Kau jadi ribut dengan Suamimu,” ucap Reymond bersandiwara seperti orang yang merasa bersalah.


“Sudah Rey, tak apa, memang Suamiku itu orangnya pencemburu, lebih baik Kau di sini, biarkan Aku memanggil dokter lain untuk menanganimu, dan Aku akan pergi karena ada urusan ..” balas Erlin ramah. Sementara Dina yang melihat interaksi di antara keduanya pun hanya diam menyimak obrolan Mereka.


Seketika itu pula Aditya muncul dari balik pintu IGD.


“Ayo, Kita pulang!” titah Aditya pada Erlin. Erlin yang mendengar sebuah suara bariton yang sangat Ia kenal pun lalu mengarahkan pandangan menatap kedatangan sang Suami.


“Hmmm, sebentar, Mas ..” jawab Erlin lembut. Ia berusaha semaksimal mungkin, agar tak terpancing emosi jika melihat sang Suami.


“Erlin, jangan membantah!” lantang Aditya membuat semua yang berada di IGD mengarahkan pandangan menatap Aditya. Tanpa menunggu lama, Erlin yang mendengar sang Suami berteriak pun lalu segera menarik tangan sang Suami untuk keluar dari ruangan. Ia tak mau jika sang Suami mengganggu Pasien dalam menjalani perawatan.


“Huhh ..., begitulah jika Tom and Jerry sedang bertengkar ..” Dina dengan mendengus pelan sambil menatap kepergian sepasang Suami Istri tersebut dengan menggelengkan kepalanya pelan. Sementara Reymond hanya diam mendengar ucapan dari Dina.


*****


Hey Guys ..... jumpa lagi dengan Author Kece ... wkwkwk


Jangan lupa tinggalkan jejak Vote, Like, Komennya Ya ...


Biar Author lebih semangat lagi upnya, karena sebentar lagi mau tamat Guys ...


Salam Sehat untuk semuanya ^-^

__ADS_1


__ADS_2