
Bertemu Mantan Kekasih.
Setelah Suster Yuli memanggil pasien nomer 5, entah mengapa hati Erlin terlihat cemas ketika mengetahui jika Pasien berikutnya adalah Reymond yang tak lain adalah mantan Kekasihnya sendiri. ‘Ya Erlin sendiri sebenarnya dulu telah mempunyai calon tunangan akan tetapi nyatanya Ia justru malah ditinggalkan begitu saja dengan mantan Kekasihnya itu, entah apa yang menjadi penyebab Reymond memutuskan hubungannya sebelah pihak.’
Ketika Erlin sedang mencermati satu persatu berkas Pasien, Ia tak menyadari jika kesibukannya itu sedang di perhatikan seseorang di balik pintu yang terbuka. Sedangkan Suster Yuli merasa heran mengapa si Pasien malah berhenti di depan pintu dengan memperhatikan dokter Erlin. Suster Yuli pun lalu membuka suaranya dengan berkata, “Mari Tuan ..., silahkan masuk ...” ucapnya seketika membuyarkan lamunan Reymond yang sedang menatap Erlin dalam diam, begitu pula dengan Erlin yang sedang sibuk membaca pasien pasien pun sontak saja membuat Erlin menghentikan aktifitasnya menatap ke arah si Pasien yang berada di balik pintu.
Deg ...
Seketika pandangan Mereka saling beradu, namun seketika itu pula Erlin berusaha mengalihkan pandangannya menatap arah lain, dan berkata, “Emmh ..., silahkan masuk, Tuan Rey!!” ucapnya memerintah Reymond untuk masuk ke ruangannya.
Reymond pun segera masuk dan mendudukkan pantatnya di kursi yang ada di depan meja kerja Erlin. Sementara Erlin yang merasa Dirinya ditatap sejak tadi, sebisa mungkin berusaha tetap tenang di depan Mantan Kekasihnya.
Erlin pun lalu melirik ke arah Suster Yuli, dan berkata, “Suster Yuli, bisakah Anda keluar sebentar .. ??” pinta Erlin pada Perawat yang mendampinginya agar keluar dari ruangannya sebentar. Suster Yuli pun hanya mengangguk menuruti perintah dari Erlin segera keluar dari ruangan.
****
Kini tinggallah Erlin dan juga Reymond yang berada di ruangan tersebut, tanpa menunggu lama, Erlin pun membuka suaranya dengan berkata, “Tuan Rey, mari baringkan tubuh Anda di bed biar Saya periksa!!” titahnya pada Reymond. Reymond yang sejak tadi hanya diam pun kini membuka suaranya dengan berkata, “Erlin, apa Kau melupakan Aku .. ??’ tanya Reymond seketika saja Erlin mengarahkan pandangan menatap Rey.
“Hmmm, Saya tak melupakanmu Tuan Reymond, justru Saya mengingat Anda karena telah menyakiti hati banyak orang,” ucapnya dingin sambil memeriksa denyut jantung Rey tanpa ada rasa canggung sedikitpun. Entah apa yang merasuki Dirinya sehingga Dirinya berkata seperti itu di hadapan Reymond. Erlin sadar Dirinya sudah menikah dan mempunyai seorang anak, Ia tak mau jika rumah tangganya rusak hanya karena kedatangan seorang Pria yang yang dulunya adalah Mantan Kekasihnya.
Setelah mendengar pernyataan dari Erlin, Reymond hanya diam tak bersuara, Ia benar-benar bingung harus berkata apa, karena memang yang dikatakan Mantan Kekasihnya itu sangatlah benar adanya, jika Dirinya telah menyakiti hati banyak orang, termasuk pada Erlin sendiri.
Pemeriksaan pun selesai, Erlin pun lalu berkata, “Hmmm, karena pemeriksaan sudah selesai, Anda boleh pergi dari sini Tuan Reymond ..” ucapnya sambil berjalan menuju ke arah pintu. Rey yang merasa ada yang kurang dari tahap pemeriksaannya pun membalasnya dengan berkata, “Tapi Er, bagaimana bisa, Kau bahkan belum melakukan echo jantung, Er .., ??” tanyanya bingung.
Seketika pula Erlin membalikkan badannya lalu berkata, “Astaghfirullah ..., maaf Saya lupa ...” ucap Erlin seolah-olah Dirinya lupa, namun Rey menyipitkan matanya heran denga sikap Erlin yang ada di hadapannya sekarang tampak berbeda, Ia pun lalu berkata, “Jangan berpura-pura lupa di depanku Erlin Putri Sanjaya ... !!”
“Aku tidak berpura-pura lupa Tuan Reymond!!” sahut Erlin dengan penuh penekanan sambil berjalan menuju meja kerjanya.
__ADS_1
“Kalau Kau tidak berpura-pura lupa, mengapa Anda terlihat sinis sekali di depanku ... ??” sahut Rey melontarkan sebuah pertanyaan. Erlin pun hanya menanggapinya dengan tersenyum sinis lalu berkata, “Oh ..., sinis ya ... ??”
“Harusnya Kau sadar dong Rey .., kenapa Aku bersikap seperti ini kepadamu ... ?!” sambungnya sambil mengambil berkas pasien yang ada di atas meja kerjanya.
“Maksudmu apa dokter Erlin .. ??” tanya Rey mengerutkan keningnya bingung.
“Jangan berpura-pura tak tahu, Reymond, ini semua apa ini ... ??” tanyanya sambil melempar semua berkas tepat di depan muka Reymond. Reymond pun lalu berjongkok untuk memunguti kertas-kertas tersebut dengan mencari tahu apa yang dimaksud oleh mantan Kekasihnya itu. Dilihatnya ternyata dokumen medisnya.
“Baca Rey ..., Kau tahu kenapa Kau menyembunyikan semua dariku Reymond, kenapa ..., ha ... !!” ucapnya dengan nada meninggi. Reymond yang mendengarkan mantan Kekasihnya sangat marah kepadanya pun lalu berdiri berusaha meredamkan amarah dari Erlin memeluk Erlin.
Namun sayangnya Erlin pun menghindar dari Reymond, “Tidak Rey ..., jangan menyentuhku, Kita bukan muhrim, lagi pula ini semua sudah sangatlah terlambat ..., Aku sudah mempunyai Suami dan juga Anak yang paling Ku cintai lebih dari apapun, jadi Ku harap Kau jangan pernah mencoba untuk mendekatiku lagi!!” ucap Erlin sambil menjauhkan Dirinya dari Reymond.
“Tapi Er, maafkan Aku ..” ucap Reymond dengan penuh penyesalan.
“Tidak perlu ada yang disesalkan, Rey ..., yang sudah terjadi biarkan saja terjadi, hanya saja Aku tak sangat tak menyangka, jika dulu Kau meninggalkan Aku hanya karena hal ini, bukan .. ??” tanya Erlin yang entah mengapa Dirinya justru tak dapat mengendalikan amarahnya, karena mengingat masa lalunya. Namun sayangnya Rey hanya diam tak menjawab pertanyaan dari Erlin.
Hingga akhirnya Erlin memutuskan untuk duduk di kursi kerjanya, namun saat Ia mendudukkan pantatnya di kursi, tiba-tiba saja kursi yang di pakai oleh Erlin pun rusak, dan ..
Seketika saja tubuh Erlin terhuyung ke belakang.
“Aaa ...” teriak Erlin, dengan cepat Reymond pun menangkap tubuh Erlin yang terhuyung ke belakang dengan posisi masih terduduk di kursi. Kini Erlin dan Rey pun saling berhadapan, Erlin pun berusaha mengalihkan pandangan, lalu berkata, “Terima kasih ...” ucapnya seadanya.
Belum sampai Erlin dan Reymond berdiri, tiba-tiba saja ada seseorang yang masuk ke ruangan Erlin.
Ceklek ...
Sontak saja membuat Erlin dan Reymond mengarahkan pandangannya menatap ke arah pintu.
__ADS_1
“Hah ... astaga Kakak ..,” ucapnya dengan membelalakkan matanya terkejut melihat Erlin yang sedang bersama seorang Pria yang sangat Ia kenal waktu kuliah.
“Dan Kau Rey ..., kenapa Kau ada disini ... ??” sambung Vanya bingung dengan menatap Erlin dan Rey secara bergantian. Sedangkan Erlin yang melihat kedatangan Vanya pun segera membenarkan posisinya, begitu pula dengan Reymond
“Vanya, ini bukan seperti apa yang Kau lihat, tapi ...” belum sampai Erlin menyelesaikan ucapannya, ada seseorang yang datang dari arah belakang Vanya. “Oh ... ternyata Istriku telah berduaan dengan Pria lain selain Diriku di rumah sakit , cihhh .., memalukan ...” sahut Suami dari Erlin, siapa lagi kalau bukan Aditya Bramansta Wijaya.
“Mas ..., ini bukan seperti dengan apa yang Kau pikirkan .. !!” seru Erlin berusaha meyakinkan sang Suami. Namun Aditya tak percaya dengan begitu saja dengan ucapan sang Istri, ambil tersenyum kecut, Ia pun berkata, “Bagaimana mungkin Aku tidak berpikiran yang negatif, Erlin, Kau justru malah membawa Pria lain masuk ke ruangan mu,”
Plaakkk ....
Sebuah tamparan keras melayang di pipi sisi kiri Aditya di layangkan oleh sang Istri.
“Dia Pasienku, Mas .., sudah cukup Kau menuduhku yang bukan-bukan ... !!” seru Erlin tersulut emosi.
“Dan Kau, Rey ..., ayo ikut denganku ke ruang sebelah, Aku akan melakukan pemeriksaan lebih detail lagi dengan dokter yang lain ...” sambung Erlin mengajak Reymond agar ikut dengannya ke ruang sebelah. Reymond pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Hmmm, baiklah ...” ucapnya.
“Oh ya, sebelum Saya pergi, Saya minta maaf Tuan Aditya, karena Saya tidak bermaksud apa-apa dengan Istri Anda, tapi jika Anda tidak bisa menjaga perasaan Istri Anda, maka Anda akan tahu akibatnya .. !!” seru Reymond memberi peringatan kepada Aditya, lalu segera pergi meninggalkan ruangan Erlin. Sementara Erlin sendiri sudah pergi dari ruangannya tanpa menghiraukan sang Suami yang lagi-lagi menuduhnya yang bukan-bukan.
Di ruangan Erlin kini tinggallah Vanya dan Aditya, Vanya pun lalu mulai membuka suaranya dengan berkata, “Kak ..., lebih baik Kakak tenangkan hati dulu, jangan mudah terpancing emosi, karena Kak Erlin tak mungkin melakukan hal yang tidak-tidak di RS ..,” ucap Vanya berusaha membuat Aditya tenang. “Tapi Van ...” ucap Aditya terhenti, karen a terpotong oleh ucapan Vanya yang berkata, “Tak ada tapi tapian, kak ..., Kau sendiri tahu kan bagaimana sifat dari Kak Erlin ..., percaya sama Dia, Dia tak mungkin mengkhianatimu, hanya saja Kakak harus berhati-hati dengan Pria itu, mengingat Dia adalah Mantan Kekasih dari Kak Erlin!!” ucapnya.
Erlin pov :
Jangan menuduh orang tanpa bukti jika belum tentu kebenarannya, karena orang yang Kau tuduh bisa jadi Dia adalah orang yang jujur.
...****************...
Haiiii Readers ... bagaimana kabar hari ini ... ??
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak Vote, Like, Komen Ya ...
Terima Kasih .. 🥰🥰🙏🙏