
Penyesalan dr.Irsyad.
“ El sayang....,kamu tenang saja ya...,Ayah Aldo sekarang baru menemani bunda doktermu,yang sedang sakit...,jadi El tenang saja ya...” ucap Vitalia berusaha menahan airmata,sambil menghapus ingus anak kecil itu,dan berusaha menenangkannya,tapi sebenarnya Vitalia sengaja berbohong pada El,karena ia juga tak tau dimana Aldo berada,mau tak mau ia harus berbohong,agar El tidak menangis lagi pikirnya.
“ Benar ya tante....!!!”ucap El senang karena bunda dokter,dan Ayahnya sedang bersama..,Vitalia pun hanya menganggukkan kepalanya saja sambil tersenyum senang melihat El bahagia.
Sementara orangtua Dina sudah membubarkan diri karena dipanggil oleh salah satu dokter untuk mendampingi Dina yang sudah pindah ke ruang perawatan khusus,karena memang kondisi Dina sudah mulai berangsur membaik,dan tinggal menunggunya sadar,jadi keluarganya sudah diperkenankan masuk ke dalam ruang perawatan,berbeda dengan Vanya yang sudah di pindah ke ruang perawatan khusus,tapi kondisinya memang belum stabil,dan masih kritis,jadi orangtua Vanya masih setia menunggu di ruang tunggu,karena mereka tak berani mengganggunya. mereka sebenarnya juga ikut bingung dengan anak kecil yang menyebut dengan bunda dokter,dan berfikir sejenak apakah yang dimaksud anak itu Vanya putrinya,,begitu pula Aditya,Erlin,Clara,dan juga Alex,mereka juga bingung siapa sebenarnya anak kecil itu,dan kenapa menyebut Aldo dengan sebutan Ayah,lalu mengapa pula Vanya disebutnya bunda dokter,ya mereka yakin yang disebut bunda dokter itu,ialah Vanya,ya karena memang diantara Vanya,dan Dina yang berprofesi sebagai dokter hanyalah Vanya.berbagai pertanyaan muncul di dalam benak mereka,berbeda dengan Hans,dan Jack mereka sudah mengetahui semuanya.,tapi ketika salah satu diantara mereka ingin bertanya pada Vitalia tiba-tiba Nenek El datang..
“ Astaghfirullah El...cucu Nenek..., ternyata kamu disini,ya....” ucap sang Nenek,yang menyusul sang cucu.
“ Loh... emangnya tadi El nggak ijin ya sama Nenek...??” tanya Vitalia menyelidik,ke arah El.
“ Bukan begitu...,tante... tapi...., emmm..., Maafin El ya Nek..,tante....sudah membuat kalian bingung...” ucap El dengan menundukkan kepalanya karena merasa bersalah.
“ Jangan di ulangi lagi ya El...,kan bunda dokter pernah bilang tidak boleh meninggalkan Nenek sendirian...” ucap sang Nenek pada cucunya,sedangkan yang lain hanya sibuk menyimak perbincangan mereka.
“ Benar yang dikatakan Nenek....,jangan ulangi lagi ya...,sekarang lebih baik El balik lagi di ruangan Ayah Aldo,ya....,nanti tante dokter sampaikan ke Ayahmu,biar dia juga kembali istirahat di kamarnya....” ucap Vitalia
“ Benar ya tante...,tapi jangan lupa bilang ke bunda dokter ya...,kalau El menunggu...El sudah kangen dengan bunda dokter...” ucap El.
“ Iya sayang...” ucap Vitalia sambil mencubit pipi El,dan akhirnya El pun pergi bersama sang Nenek.seketika
Aditya teringat..
“ Aldo....dimana dia Vit....,sedari tadi kakak tak melihatnya...??”tanya Aditya pada Vitalia,begitu pula Erlin.
“ Iyaa... Vit...dimana Aldo,apa benar Aldo bersama Vanya....??” tanya Erlin menyelidik,karena barusan ia telah mengatakan pada anak kecil itu kalau Aldo sedang menunggu Vanya di dalam.
“ tuan Aldo,apa benar ada di dalam Nak...???” tanya Alfian Adam Ferari yang merupakan Daddy dari dr.Vanya,pada Vitalia yang kini kebingungan untuk menjawab,karena dihujani berbagai pertanyaan,dan akhirnya Vitalia pun menjelakan.
“ Mohon maaf Kak,Kakak Ipar,Mom,Dad....,sebenarnya Vitalia nggak tau dimana Aldo berada,dan Vitalia terpaksa
berbohong pada anak kecil tadi..,karena memang bunda dokter yang ia maksud adalah Vanya...”ucap Vitalia.
“ Apa... ??? ucap mereka bersamaan,termasuk Clara,dan Alex,yang masih berada disitu.
“ Lantas kenapa anak kecil itu memanggil Vanya bunda dokter,Nak...??” tanya Valen pada Vitalia,tapi Vitalia hanya mengendikkan bahunya,karena memang ia tak mengetahuinya.
Sementara disisi lain, Dina kini sudah mulai sadar,dan mengerjap-ngerjapkan matanya,seketika ia memanggil nama seseorang..
" Irsyad....,jangan......!!!” teriak Dina,lalu tersadar..,sontak membuat kedua orangtuanya terkejut.
“ Sayang...,kau sudah sadar Nak..??” tanya sang Mamah,pada putrinya.
__ADS_1
“ Mah...dimana Dina sekarang,Mah...?? Dina harus selamatkan nyawa Erlin dan Vanya,Mah...mereka dalam bahaya...” ucap Dina,sambil memegang tangan mamahnya,dan tiba-tiba saja,ia mengeluarkan air matanya.
“ Dina.... tenangkan dirimu Nak...,Mereka baik-baik saja,Nak...kamu tidak usah khawatir...” ucap sang Papah berusaha menenangkan Dina,sambil mengelus rambut Dina yang terurai.
“ Pah...,Irsyad jahat Pah...dia jahat...,tapi tak tahu kenapa aku malah menyelamatkannya...hiks...hiks...hiks...”ucap Dina ambil menangis menahan sesak di dada.
“ Sudahlah,Nak...Papah berjanji akan buat perhitungan dengannya...” ucap Dev pada Putrinya.
“ Tapi Pah...Dina...tak ingin ada keributan lagi,maafkan Irsyad Pah...,aku yakin dia suatu saat akan berubah Pah...” ucap Dina sambil memegang tangan sang Papah,berusaha meyakinkan.
“ Tapi sayang....,dia perlu di kasih pelajaran,dia sudah membuat kamu dan sahabatmu terluka,Nak...,apalagi Vanya sudah Papah anggap seperti anak Papah sendiri...” tegas Dev.
“ dan satu lagi...,perlu kamu ingat Nak dia sudah membuat sahabatmu Vanya sampai saat ini belum sadarkan diri,karena Irsyad sudah menyuntikkan ramuan beracun ke tubuh Vanya,Nak...”ucap Sarah.
“ Apaa....???nggak...nggak mungkin Mah...Vanya nggak mungkin diracuni oleh Irsyad kan Mah...”ucap dina menyangkal pernyataan dari sang Mamah.
“ Memang kenyataannya begitu Dina...,calon suami kamu sudah mencelakainya...” ucap Dev dingin,lalu pergi meninggalkan Putri,dan Istrinya di dalam ruang perawatan..,sementara di luar ruangan tempat Dina dirawat,terlihat dr.Irsyad yang sedang dihajar habis-habisan oleh Aldo. Ya kini Aldo sedang menghajar habis-habisan dr.Irsyad,entah mengapa rasa sakitnya begitu dalam ketika melihat Vanya terbaring lemah tak berdaya karena ulahnya.
Disisi lain Aldo yang masih tersulut emosi tiba-tiba menghampiri dr.Irsyad yang masih dalam penanganan medis,ia pun berniat menunggunya sampai selesai dalam penanganan dokter,tak lama pun dr.Irsyad keluar dari ruang tindakan,dan....
Bukkkk...buk.....
Dua Pukulan bogem mentah melayang ke wajah dr.Irsyad,sontak membuat dr.Irsyad tersungkur dilantai,karena kehilangan keseimbangan..,sementara dokter yang menangani dr.Irsyad pun terkejut.
“ Jangan berkelahi disini tuan Aldo...,disini tempat umum,banyak orang yang melihat ke arah anda...”ucap dokter itu,ya ia mengenal Aldo karena Aldo merupakan sahabat sekaligus asisten pribadi direktur utama RS tersebut.
“Irsyad kurang ajar... berani-beraninya kau melukai dr.Vanya...” ucap Aldo menatap tajam dr.Irsyad lalu mencengkram kuat krah kemeja yang di pakai dr.Irsyad.
“Apaa urusanmu...??”tanya dr.Irsyad seperti orang yang tidak pernah bersalah.
“Jelas ini urusanku....,karena kau telah melukai bunda dari anakku...” ucap Aldo tanpa sadar,dan
Bukk....buk...
Pukulan bogem mentah ia layangkan ke perut dr.Irsyad,tanpa ada perlawanan darinya,karena memang ia sebenarnya sudah malas untuk berdebat,semenjak kejadian pagi tadi,yang membuat calon Istrinya juga ikut terluka karena melindunginya..,ia merasa bersalah sudah menyakiti banyak orang..,ia kini tersungkur dilantai
“ Ayo bangun...lawan gue....”ucap Aldo pada dr.Irsyad.seketika juga Papah dari Dina melihat kejadian itu,lalu menghampiri mereka.
Sreeett... Dev menarik dr.Irsyad yang terjatuh dilantai,dan...
Bukk....
Satu pukulan bogem mentah dari Dev melayang ke arah muka sisi kiri Irsyad.
__ADS_1
“ Ku**ng a*ar kau Irsyad,beraninya kau me nyakiti putri-putriku....” ucap Dev,sontak membuat Irsyad terkejut dengan kedatangan calon Mertuanya..,sementara Aldo hanya diam menyaksikan.
“ Papah Dev....” ucap dr.Irsyad.
“ Jangan memanggilku Papah...kau bukan anakku...”ucap tuan Dev dengan lantang.
“ Tapi Pah....maafkan aku....”ucap dr.Irsyad sambil bersimpuh dihadapan tuan Dev,papah dari Dina,tapi ucapannya tak digubris oleh tuan Dev.
“ tuan Aldo...,terima kasih sudah menghajar anak ini,karena dia memang pantas mendapatkan hukumannya..
“ Jangan berterimakasih tuan...,ia memang pantas mendapatkan hukumannya” ucap Aldo,lalu menghampiri Irsyad yang masih dengan posisi bersimpuh untuk menghajarnya lagi, tapi Aditya dan Erlin datang dari arah berlawanan.
“ Cukuupp... Do...kau tak seharusnya memukulinya...biarkan pihak berwajib yang menangkapnya...”ucap Erlin yang datang bersama Aditya,sontak membuat mereka terkejut dengan kedatangan Erlin.
“ Nona Erlin....
“ Erlin “ ucap Aldo dan Irsyad bersamaan,sambil menatapnya tak percaya,dengan kedatangan Erlin.lalu ia pun berniat menghampiri Aldo dan Irsyad yang masih terduduk di lantai,tapi dilarang oleh Aditya.
“ Mas... biarkan aku kesana...,aku janji aku nggak bakalan kenapa-kenapa...,masalah ini harus diselesaikan sekarang juga,tanpa melukai hati siapapun.
“ Tapi Yang...kau yakin..??” tanya Aditya berusaha meyakinkan Istrinya.
“ Yakin Mas...,percayalah padaku,karena ini merupakan kesempatan terbaik...” ucap Erlin,lalu ia pun menghampiri Aldo dan Irsyad yang kali ini sudah terbangun .
“ Erlin maafkan aku...ini semua salahku....” ucap dr.Irsyad, tiba-tiba memeluk Erlin, sontak membuat Erlin membelalakkan matanya lebar, dan hanya diam terpaku, tak membalas pelukan dari dr.Irsyad. Sementara Aditya yang melihat pun geram tak terima, melihat sang Istri diperlakukan seperti itu.
“ Lepaskan dokter Irsyad..., kita bukan muhrim...” ucap Erlin datar.seketika Irsyad pun melepaskan pelukannya.
“ Jika kau ingin kami memaafkanmu...,kau harus menyadari setelah apa yang kau perbuat,kau sudah melukai hati banyak orang...,apalagi hanya untuk mengejarku karena obsesimu ingin menguasai harta semata...
“ Erlin...itu tidak benar....
“ Kau yakin itu tidak benar??,tapi sayangnya aku sudah membawa saksinya kemari...,” ucap Erlin sinis sambil bersedekap dada,seketika Alex dan Clara pun sudah berada di belakang Erlin,mata Irsyad pun membulat sempurna melihat ke arah mereka.
“ Kalian.....!! jadi kalian..??? ucap dr.Irsyad terhenti.
“Ya benar, kami berdua sudah menyadari kesalahan kami selama ini, karena hasutan darimu bukan...” tegas Clara yang ikut menimpali pembicaraan mereka, sementara dr.Irsyad hanya diam tanpa bicara sepatah kata.
“Ku**ng aj*r rupanya kau sangat licik sekali Irsyad..., saya tak menyangka jika kau sudah bertindak nekat...” ucap tuan Dev, lalu akan menamparnya tapi dicegah oleh Aditya.
“Cukup Tuan! Lebih baik kita serahkan pada yang berwajib,pak polisi tangkap dia,dia adalah sumber dari keributan yang terjadi di RS Wijaya...” ucap Aditya dingin.
“Tunggu dulu pak... sebelum membawanya pergi, Gue ingin kau menyadari jika Dina sangatlah mencintaimu. Jadi tolong mengertilah! Jangan mengejar obsesimu semata” ucap Vitalia yang muncul dari arah belakang.
__ADS_1
“Mmmm maafkan aku...aku berjanji...tak akan mengulanginya lagi....tolong kalian mengertilah aku benar-benar telah menyesali perbuatanku...hiks...hikss..hikss...” ucap dr.Irsyad sambil bersimpuh memohon ampun pada mereka semua,sayangnya tak ada yang menggubrisnya,lalu ia pun menyerahkan dirinya pada polisi..
“ bawa saya ke kantor polisi pak...,saya pantas untuk di hukum...” ucap Irsyad,dan akhirnya ia pun ditahan.dan dibawa ke kantor polisi.