Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 143


__ADS_3

Permintaan Pertemanan Aldo


" Vanya... please Van tolong maafkan Aku..." ucap Aldo sambil menangkupkan kedua tangannya, seraya memohon pada Vanya.


" Aku sudah memaafkanmu Do tapi mungkin Aku tak akan bisa melupakan perbuatanmu yang selalu menyakiti perasaanku..., terutama Ayahmu..." terang Vanya dingin, sambil membuang mukanya.


" Vanya... Kau tahu Aku kesini bukan hanya meminta maaf saja, melainkan Aku juga... emmm.. " ucap Aldo terhenti, seketika juga Vanya membalikkan badannya dan berkata:" Juga apa Do...??, katakan dengan jelas..." ucap Vanya mengerutkan keningnya, dengan tatapan menyelidik.


" Vanya... maukah Kau menikah denganku" ucap Aldo, sontak pernyataan Aldo pun membuat Vanya membulatkan matanya terkejut dan..


Plaakkk


tamparan keras melayang di pipi sisi kiri Aldo


" Cukup Aldo..., sudah ku katakan berkali-kali jika Aku tak mau menikah denganmu...!!" tegas Vanya.


" Tapi Van... kali ini Aku benar-benar serius, yang ada dihatiku hanya Kau seorang Vanya, dan yaa..., Kau ingat bukan Vanya, jika Laras dan Edward meminta kita untuk menikah...." jelas Aldo.


" Tapi bukan berarti harus menuruti permintaan mereka, Do....!!" seru Vanya tak terima.


" Lalu...??, apa dengan Kau tidak mengabulkan permintaan terakhir mereka, Kau bisa hidup bahagia sendirian..??, tidak Vanya Kau tidak bisa hidup sendirian..." sambung Aldo.


" Aku bisa Aldo..., dan Aku tidak hidup sendirian, masih ada anak-anak yang menemaniku, dan perlu Kau tahu Do, ada janin di dalam perutku..." ucap Vanya penuh penekanan, tiba-tiba saja menetaskan air matanya.


" Jadi Kau hamil anak Edward...??


" Yaa... Aku hamil anak dari Suamiku sendiri...., dan Ayahmu telah membunuh Daddy nya.., Dia hidup tanpa ada Daddynya.., hikss... hikss.. hikss..." ucap Vanya sambil menangis sesegukan. sedangkan Aldo yang melihat Vanya menangis pun hanya diam Ia merasa iba melihat Vanya yang sangat rapuh.


" Vanya... maafkan Aku..." ucap Aldo sambil menundukkan kepalanya.


" Aku tak tahu lagi harus gimana Do..., jangan membuatku bingung..., hiks.. hikss...


" Heyy... sssttt.. Vanya jangan menangis....." ucap Aldo berusaha menenangkan Vanya dengan mengelus rambut Vanya, seketika Vanya pun tersadar, dan mengatakan


" Jangan menyentuhku Aldo...!!" bentak Vanya menatap tajam Aldo yang tepat berada di depannya.


" Tapi Van..." balas Aldo terpotong.


" Tak ada tapi-tapian Aldo...!!" tegas Vanya lagi.


" Vanya kumohon mengertilah kali ini saja..." ucap Aldo bersujud dihadapan Vanya seraya memohon padanya, sambil memegang tangan Vanya erat-erat.


" Aldo..., apa yang Kau lakukan...??, sudah ku katakan Aku tak mau menikah denganmu.." ucap Vanya dengan penuh penekanan, sambil berusaha melepaskan genggaman tangan Aldo, sayangnya tidak bisa.


" Ssssttt... lihat Aku Van..., dengarkan dulu Aku bicara..." ucap Aldo sambil menarik Vanya untuk menyatarakan tingginya dengannya sama-sama bersimpuh.


" Cepat katakan padaku.., Aku sudah tidak punya banyak waktu lagi, Do..." ucap Vanya mengingatkan Aldo, dan...


Cup....


kecupan bibir Aldo tiba-tiba mendarat di bibir Vanya, sontak Vanya pun melotot tak percaya dengan apa yang sudah dilakukan Aldo.


" Sudah jangan cerewet, itu akibatnya jika Kau dari tadi melawanku..." ucap Aldo lirih, seketika Vanya membuka matanya lebar-lebar, dan berkata:" Apa...??


Plakkkk...


" Dasar breng*.....

__ADS_1


" Sssttt diam Kau dokter cerewet.." ucap Aldo sambil membekap mulut Vanya, Vanya yang di bekap pun terdiam seketika.


" Kau tau Aku dari dulu sangat mencintaimu Van.., bahkan Kau sendiri juga mencintaiku.., tapi itu dulu.." ucap Aldo lemah lalu melepaskan bekapan tangannya, dan berdiri.


" Lalu..??" tanya Vanya yang terdiam masih bersimpuh di lantai.


" Maukah Kau menjadi temanku...??" tanya Aldo pada Vanya sambil mengulurkan tangannya.


" Omong kosong apa lagi ini Do..." balas Vanya lalu berdiri, dan mengalihkan pandangannya.


" Vanya please.. jawab pertanyaanku..." ucap Aldo lagi sambil membalikkan badan Vanya untuk menatapnya. pandangannya kedua mata mereka kini saling bertemu, bahkan tatapan mata mereka tak dapat diartikan lagi.


" Hmmm..." dehem Vanya seketika membuyarkan lamunan Aldo yang menatapnya intens.


" Ok..., Aku mau menjadi temanmu, tapi ingat jangan berharap lebih padaku..." balas Vanya.


" Thank you so much Vanya..." ucap Aldo sambil mencium tangan Vanya berkali-kali, sedangkan Vanya yang melihat perlakuan Aldo terhadapnya pun terdiam.


" Maafkan Aku Suamiku, Aku tidak bisa mengabulkan permintaanmu begitu saja, dan Aku juga minta maaf padamu Ras... Aku belum bisa menuruti permintaanmu..., apalagi Aku terlanjur membencinya.., dan Aku dengan terpaksa mengiyakan permintaan pertemanannya karena Aku merasa iba melihatnya..." gumam Vanya dalam hati, sambil menatap Aldo dengan tatapan kosong.


*****


Sementara di luar ruangan Vanya masih banyak pasien yang mengantri sampai-sampai Clara yang sedang lewat pun heran melihatnya tak seperti biasanya antrian panjang mengantri di depan ruangan Sahabatnya.


" Sus.., tumben antriannya banyak banget..." ucap Clara pada salah satu perawat di poli bedah.


" Iyaa dok..., soalnya dokter Vanya meminta break sebentar karena ada tamu..." jelas salah satu perawat.


" Tamu...??, siapa??" tanya Clara pada perawat tersebut.


" Oh begitu..., ya sudah Sus... Terimakasih ya..." ucap Clara sambil tersenyum ramah.


" Iya dok.. sama-sama... balas sang perawat.


" Aldo... ngapain Dia kesini..??, Aduh gawat keadaan Vanya belum sepenuhnya stabil eh maksudku belum sepenuhnya tenang ini malah Aldo kesini lagi..., haduhh... bakal ada keributan lagi ini sepertinya..." gumam Clara pelan sambil memijat pelipisnya terasa pusing.


*****


Sedangkan di dalam ruangan Vanya, Vanya masih terdiam bembeku, Aldo yang merasa Vanya sedari tadi hanya diam saja, Ia pun berusaha menyadarkannya.


" Van... Vanya..." panggil Aldo, seketika Vanya pun membuyarkan lamunannya.


" Eh... emmhh..." jawab Vanya sanlah tingkah.


" Ada apa.. ??, hmm.. " tanya Aldo menatap heran Vanya.


" Tidak apa-apa Do..., apa masih ada lagi yang ingin Kau bicarakan...??" balas Vanya malah berbalik tanya.


" Tidak Van, hanya saja nanti sehabis pulang kerja Aku mau mengajakmu ke suatu tempat..., apakah Kau mau??" Aldo menawarkan ajakannya Vanya.


" Tapi Do, bagaimana dengan anak-anak..." jawab Vanya beralasan.


" Sudah tenang saja nanti biar di jemput sama sopirku..." ucap Aldo berusaha memberi pengertian.


" Maksudmu...??"


" Ya mereka ikut dengan Kita Vanya..." terang Aldo menjelaskan.

__ADS_1


" Serius... Do...??, eh mmm maksudku memangnya boleh..??" tanya Vanya memastikannya.


" Iyaa boleh Vanya.., lagi pula mereka anak-anak angkatku juga..." ucap Aldo.


" Hmm baiklah..., terimakasih..." balas Vanya sambil menundukkan kepalanya tak tahu harus berkata apa.


" Iya Sayang...


" Whaattt...???


" Hehehehe... bercanda Vanya..." ucap Aldo sambil tertawa menggoda Vanya, dan yang merasa di goda pun hanya menatap Aldo dalam diam.


" Maafkan Aku Do..., Aku belum bisa menerimamu, karena Aku masih mencintai Mas Edward..., sekali lagi maafkan Aku..." ucap Vanya dalam hati.


" Hey.. kenapa lagi...?? " ucap Aldo sambil menyentil dagu Vanya.


" Eh emm enggak Do..., kalau sudah tidak ada yang dibicarakan, Kamu bisa tinggalkan ruangan ku... " ucap Vanya pada Aldo yang masih saja berada di ruangan nya, Vanya sendiri senbenarnya merasa canggung ketika berada di ruangannya hanya dengan mereka berdua saja.


" Jadi Kamu mengusirku...??"


" Bukan begitu Do..., pasienku diluar sudah mengantri banyak... , please Do... tolong kali ini saja turuti permintaanku.., Aku janji nanti setelah pulang kerja Aku ikut bersamamu..." ucap Vanya seraya memohon pada Aldo.


" Huuftt baiklah..., tapi janji ya nanti Kau harus bersamaku..." ucap Aldo memastikan


" Ck.... Iyaaa..., sudah cepetan keluar nggak..." balas Vanya sambil memutar bola matanya jengah


" Okey.. siap tuan Putri..." ucap Aldo sambil menyunggingkan senyum bahagianya menggoda Vanya.


" Do....." balas Vanya sambil menatap tajam Aldo, yang akan membuka knop pintu.


" Hehehe... daaa Sayang..." ucap Aldo, tapi tidak dihiraukan Vanya.


" Hufftt.... Yaa Tuhan... apa yang harus Aku lakukan..., Suamiku Aku merindukanmu..." gumam Vanya pelan tak terasa air matanya pun menetes begitu saja, dan


Ceklekk...


" Vanya..." panggil Clara, yang tiba-tiba masuk ke ruangan Vanya, sontak Vanya pun langsung berhambur memeluk Sahabatnya.


" Clara... hikss... hiks... hikss.. Aku tidak bisa menuruti permintaan mereka Ra..., Aku... hiks... hiks.. Aku masih mencintai Mas Edward Ra... hikss... hikss... hiks..." ucap Vanya sambil menangis tersedu-sedu di pelukan Clara.


" Sssttt... sudah Van... tenangkan dirimu..." ucap Clara sambil berusaha menenangkan Sahabatnya.


" Tapi Ra Aku.. Aku rindu pelukan Mas Edward Ra... hikss... hikss... Dia mengingatkanku padanya... hikss... hikss...


" Vanya... Vanya... sudah jangan menangis lagi Okey..., Kau tahu kenapa Tuhan mengujimu seberat ini, karena Tuhan sayang sama Kamu, dan Kau tahu bukan jika Tuhan menguji seorang hambanya tidak melebihi batas kemampuan Kita..." ucap Clara mencoba memberi pengertian pada Sahabatnya, dan Vanya pun hanya menganggukkan kepalanya mengiyakan perkataan Sahabatnya.


*****


Bersambung


Aduh duh... Mengsedih Yaa... kasihan Vanya, akankah Vanya bisa bertahan tanpa adanya seorang pendamping disisinya??, lalu apakah Vanya bisa melewatinya sendirian dengan posisi Dia yang sedang mengandung janin hasil dari hubungannya dengan sang Suami??


Jangan lupa Vote, Like, Komen, dan Favorite Yaa... Terimakasih... 🥰🥰🙏🙏


Seperti biasanya sambil menunggu Author update kelanjutan Kisah mereka, mampir yuk di novel teman Author


__ADS_1


__ADS_2