Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 112


__ADS_3

" Kenapa Kau hanya diam saja tuan Aldo...??, mungkin Anda terkejut dengan perasaan Saya terhadap Anda..." tanya Vanya heran dengan Aldo yang terdiam ketika Ia mengungkapkan perasaannya terhadap Aldo.


" Heh..., dari sorot mata Anda saja sudah ketebak..., jika Anda terkejut dengan pernyataan Saya..., apalagi berhasil membuatmu kecewa.., benar kan....??" tanya Vanya menyelidik pada Aldo, yang sedari tadi hanya mendengarkan ocehan Vanya yang tepat dihadapannya. sedetik dua detik Aldo pun membuka suaranya sambil menarik Vanya semakin dekat.


Srreeek...


sontak membuat Vanya terkejut dengan perlakuan Aldo terhadapnya, " Lepas... nggak....!!" seru Vanya memberontak, sayangnya tak dihiraukan oleh Aldo.., justru Aldo mengeratkan cengkramannya, lalu berkata:" Kenapa Kau dari dulu tak jujur padaku dokter Vanya...,?? tanya Aldo sambil menatap tajam mata Vanya dalam-dalam.


" Kalau pun Saya jujur..., apakah Anda juga akan tetap dengan Kekasih jal*ngmu itu...??, heh yang pasti..., Anda pasti memilih jal*angmu itu..., atau kalau nggak ya milih dua-duanya.., kan Anda pemain Wanita bukan....?? " ucap Vanya mengejek, sambil menghindari tatapan mata Aldo.


" Apa katamu....??? ucap Aldo tak terima dengan perkataan Vanya, Ia justru malah menarik Vanya semakin dekat dengan dirinya, lalu memeluk pinggang Vanya dengan erat, bahkan Vanya pun sampai tidak bisa bergerak sama sekali.


" Lepas tuan Aldo...!!" ucap Vanya memberontak berusaha melepaskan pelukan Aldo. tapi tak dihiraukan oleh Aldo, justru Aldo semakin mengeratkan pelukannya pada Vanya, dan lama-lama bibir mereka semakin dekat, Aldo berniat akan mencium bibir milik Vanya, tetapi Vanya tersadar dan ingin menjauhkan diri darinya, tapi Aldo memaksanya untuk berci*man dengannya, Vanya semakin memberontak.., Ia pun akhirnya bisa menjauhkan dirinya dari Aldo, dan


Plaaakkk...


sebuah tamparan keras melayang di pipi sisi kanan Aldo..., hingga Aldo sampai terhuyung kesamping karena tamparan tersebut, Yaa tamparan itu dilayangkan oleh Vanya. Ia benar-benar tersulut emosi dengan perlakuan kasar Aldo terhadapnya, yang berusaha menc*umnya.


" Dasar laki-laki bren*s*k... " umpat Vanya.


" Dengan begini berarti Anda sudah membuktikan sendiri..., jika Anda memang tak pantas untukku..., apalagi ditambah dengan membuat kecewa Ibu Irma dan Anak-anak.., Jangan berharap jika Saya akan menikahimu tuan Aldo...., itu sangat mustahil buat pria bre*gs*k.... seperti Anda..." ucap Vanya penuh dengan penekanan, lalu pergi meninggalkan Aldo yang diam mematung di tempat, karena mendengar perkataan Vanya.


Deg...


" kenapa hatiku sakit sekali mendengar Dia berkata seperti itu.., tapi disisi lain Aku juga sangat mencintai Kekasihku... " batin Aldo.


*****


Sementara disisi lain Erlin dan Dina habis membantu Ibu Irma untuk kembali ke ruangannya, dan mereka kini mengelilingi RS mencari Sahabatnya yaitu Vanya, akan tetapi tak kunjung bertemu juga,


" Dimana sih tuh anak..., nggak ketemu-ketemu juga..." ucap Erlin pada Dina Sahabatnya.

__ADS_1


" Ya mana Gue tahu Er...,


" Gue itu takut saja kalau terjadi apa-apa dengan Vanya.., apalagi kata Ibu Irma, tadi mereka sedang bertengkar hebat...."


" Ya mau gimana lagi..., kita sudah keliling RS tapi tak kunjung ketemu juga..." balas Dina.


" Ya sudahlah kalau begitu kita kembali saja deh..., percuma juga nyariin mereka..." ucap Erlin, dan mereka kini memutuskan untuk kembali bekerja dengan pekerjaannya, karena sudah banyak pasien yang mengantri. sedangkan Vanya setelah dari taman, Ia langsung bergegas masuk ke dalam RS dan pergi ke ruangannya.


Cklekk...


Vanya memasuki ruangannya.


" dokter Vanya..., darimana saja dok..., sedari tadi sudah di tunggu oleh para pasien.. " ucap Suster yang mendampingi Vanya ya itu Suster Yuli.


" Maaf Sus..., tadi ada urusan sebentar.., ya sudah kalau begitu kita mulai saja Sus... " ucap Vanya pada perawat yang mendampinginya.


" Ok... siap... dok... " jawab perawat tersebut. dan mereka pun memulai untuk memeriksa pasien.., satu demi satu pasien di panggil oleh Vanya. tak terasa waktu terus berjalan.., kini hari sudah mulai siang dan Vanya pun lalu beranjak pergi dari ruangannya, menuju ruang perawatan Ibu Irma, akan tetapi dari kejauhan Vanya melihat Aldo yang masuk ke ruang perawatan Ibu Irma.


" Issshh ck... kenapa sih, dimana-mana ada orang itu lagi..., males banget deh..., ya sudahlah nggak jadi kesana.., mending ke cafe mall deket RS saja deh... " gumam Vanya, lalu berbalik arah berjalan keluar dari RS, Ia pun mengurungkan niatnya untuk pergi menjenguk Ibu Irma.


" Vanyaa....!!" seru Erlin dan Dina berteriak memanggilnya, sontak membuat Vanya menoleh ke arah sumber suara.


" Kalian...??, ada apa..?? " tanya Vanya heran pada media Sahabatnya yang lari ngos-ngosan.


" huh huh huh.... " Erlin dan Dina berusaha mengatur nafas.


" Lagian sih Lo Er... ngapain ikut-ikut Dina lari-lari.., sudah tahu bawa baby di dalam perut... pakai lari segala... " ucap Vanya, sedangkan para Sahabatnya masih mengatur nafasnya.


" Huh..., mau pergi kemana lagi sih, Lo..??" tanya Erlin sambil mengatur nafasnya.


" Hmm... kepoo..., ya sudah gih buruan masuk..., atau Gue tinggal nih... " ucap Vanya lalu masuk ke dalam mobil. sementara Erlin dan Dina tak menunggu lama Ia pun menuruti perkataan Sahabatnya untuk masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Disepanjang perjalanan menuju ke cafe di sebuah mall dekat RS.Wijaya, Erlin dan Dina pun mencecar berbagai pertanyaan pada Sahabatnya Vanya:" Vanya.. Lo tadi ribut ya sama Aldo..?? tanya Erlin pada Vanya menyelidik.


" Terus Lo tadi pergi kemana sama Aldo.??, bahkan sampai membuat Ibu Irma nangis-nangis... " sambung Dina.


" Kalau bertanya itu satu-satu bisa nggak sih... sini tanya.., situ ikut tanya..., jadi Gue harus jawab yang mana dulu nih...


" Dua-duanya dong Van... " ucap Erlin dan Dina serempak.


" Astagaaa..., kalian benar-benar kompak...., salut Gue sama kalian... " ucap Vanya.


" Nggak usah lebay deh..., cepat jawab...!" seru Erlin sambil memutar bola matanya malas.


" Lagi nggak mood Gue... " ucap Vanya seadanya, Ia pun lalu turun dari mobil karena memang sudah sampai di tempat tujuan.


" Lahh... nggak nyambung banget sih... " ucap Erlin, lalu Erlin dan Dina saling pandang, karena melihat tingkah Vanya yang tidak seperti biasanya. Ya Vanya sendiri memang sedang tidak ingin ditanyai seputar Aldo.., baginya Aldo adalah Pria br*ngs*k yang sudah menyakiti perasaan banyak orang. mereka pun kini berjalan masuk ke dalam mall, dan mereka lalu menuju ke sebuah cafe, dan sesampainya di dalam cafe Vanya tanpa sengaja menabrak sebuah meja, karena Ia sibuk memainkan ponselnya.


Glodaakk...


Vanya pun membulatkan matanya terkejut karena sudah menabrak sebuah meja, dan..


Bruukkk..


tubuh Vanya pun terhuyung ke depan, terjatuh di tubuh seseorang.


" Astaghfirullah..." pekik Vanya sambil memejamkan matanya, karena telah menubruk seseorang. Sementara seseorang yang ditubruk oleh Vanya, menatap Vanya dalam-dalam, tanpa sadar Ia berkata: " Maniss...." ucapnya. Vanya pun lalu membuka matanya lebar-lebar berusaha mencerna perkataan seorang Pria yang Ia tubruk barusan.


" Kk... Kau....??? " tanya Vanya sambil melotot ke arah Pria tersebut, dan Vanya tak menyangka jika yang Ia tubruk adalah seseorang yang sangat Ia kenal. sementara seluruh orang yang ada di cafe di buat melongo melihat insiden tersebut, begitu pula dengan Erlin dan juga Dina, yang datang menyusul Vanya Ia sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat.


" Hmm.. Yaa.. ini aku... " ucap Pria tersebut pada Vanya yang masih di atas tubuhnya.


***Selamat Membaca****

__ADS_1


mohon maaf typo bertebaran


Jangan lupa Vote, Like, Komen dan Favorite Yaa.... Terimakasih... 🥰🥰🙏🙏


__ADS_2