Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 128


__ADS_3

Penolakan Laras


Sedangkan di lain tempat, Aldo sudah sampai di apartemen milik Laras..., tak disangka ternyata Laras sedang menunggunya di depan apartemen, Aldo pun yang baru turun dari mobil melihatnya dari kejauhan, dan segera menghampiri Laras yang sedang tertidur di lobby apartemen.


" Laras...., dasar keras kepala.." gumam Aldo pelan, lalu membopongnya ke kamar apartemen milik Laras, padahal baru beberapa langkah Aldo membopongnya Laras pun


terbangun dari tidurnya, Ia pun lalu mengerjap-ngerjapkan matanya, dan..


" Haa... astaga..." ucap Laras terhenti sambil membekap mulutnya dengan satu tangannya, karena terkejut melihat Aldo membopongnya.


" Ada apa...???" tanya Aldo


" Ya ampun Sayang... kenapa datang nggak bilang-bilang sih..., main gendong saja..." ucap Laras yang masih dibopong oleh Aldo.


" Mau Aku turunin disini saja..??" tanya Aldo dengan nada tinggi, seketika Laras pun menjawabnya dengan menggeleng-gelengkan kepalanya saja tanda tidak mau.


" Ya sudah kalau tidak mau.., jangan banyak bicara..., tinggal nurut saja gampangkan..." ucap Aldo ketus, dan melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti.


" Isshh ketus banget kenapa sih..." ucap Laras memutar bola matanya jengah dan kembali tertidur lagi dalam dekapan Aldo.


*****


Sementara Vanya dan Edward sedang disibukkan menyambut kedatangan tamu dari pihak keluarga bersama anak-anak angkatnya, dan para orang tua yang ikut serta menyambutnya, sedangkan Erlin kini sedang menuju ke kamar milik kakaknya Vanya untuk meny*sui Baby Daffa, sesampainya Ia dikamar Erlin mengedarkan pandangannya,ternyata Baby Daffa terjatuh dari tempat tidur.


" Astaghfirullah.... Sayang..., Kamu nggak kenapa-kenapa kan Nak..." ucap Erlin terbelalak kaget melihat anaknya terjatuh di lantai.


Cup... cupp... cupp...


Oeekkkk... oeeekk....


" Cup... Cup... Cup... minum ASI dulu ya sayang..." ucap Erlin sambil memberikan ASI pada buah hatinya, seketika itu pula Baby Daffa terdiam.


" Sayangku.... maafin Mommy ya tadi Mommy tinggal..., mbok Inah kemana lagi.., kok nggak ada..." oceh Erlin mengajak berbicara dengan Baby Daffa.


Tiba-tiba saja ada sebuah ponsel yang bergetar.


Dreett... dreeettt... dreett...


Erlin pun mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan, dilihatnya sebuah ponsel yang berbunyi ada di atas nakas, Erlin pun segera menghampirinya, dan...


" Bukannya ini ponsel mas Aditya..??, kenapa ada disini...??" batin Erlin sambil menggendong anaknya yang sedang dis*s*i, Ia pun segera mengambil ponsel milik Suaminya tersebut, dilihatnya nama yang tertera di dalam ponsel tersebut, bertuliskan nama Risa.


" Risa...??, siapa Risa...??, malam-malam gini telpon..???" banyak pertanyaan dalam otak Erlin, Erlin pun tak kunjung mengangkatnya juga, dilihatnya ponsel sudah mati, sementara di ruang Keluarga Aditya disibukkan dengan mencari ponselnya.

__ADS_1


" Ponsel..??, mana ponselku...??, oh ya di kamar Aku lupa..." ucap Aditya bergumam dalam hati, Dan segera menuju ke dalam kamar Kakaknya Vanya. Yaa Erlin memang sedang menumpang di kamar Kakaknya Vanya yang bernama Ferdi. disaat itulah Erlin mulai meletakkan ponsel milik Suaminya lagi di atas nakas, lalu mendudukkan dirinya di atas ranjang dan menyus*i Baby nya lagi, tak berselang lama ponsel milik Aditya pun mulai bergetar lagi.


Dreettt.... Dreett... Dreettt...


" Risa... lagi...??, sebenarnya Dia siapa sih, sudah hampir larut kenapa masih saja telpon, Wanita lagi..." ucap Erlin, lalu meletakkan Baby Daffa di atas ranjang, dan Ia pun segera menggeser tombol ponsel milik Suaminya, karena Dia sendiri sangat penasaran dengan siapa yang dimaksud Risa.


" Halo....


" Astagaaa Yang.... Mas lupa bawa ponsel Mas.., mana..." ucap Aditya sambil merebut ponselnya, tapi ponsel tersebut tak berhasil direbut Aditya.


" Sayang... mana ponselku...?? Kamu kok gitu sih...?? " ucap Aditya tak terima jima ponselnya direbut oleh sang Istri.


" Mas..., siapa Risa Mas...?? tanya Erlin dengan tatapan menyelidik.


" Risaaa...." gumam Aditya pelan, dan santai.


" Ya Risa... Dia siapa...??, bahkan sejak tadi Dia telponmu terus...., apalagi Dia seorang wanita lagi...." ucap Erlin dengan nada meninggi.


" Sayang..., sayang... tenangkan dirimu..., Itu cuma teman Mas Yang..., beneran.. suerrr..." ucap Aditya sambil menunjukkan kedua jarinya membentuk angka dua.


" Sekarang sudah ya..., please Yang... balikin ponselku..." sambung Aditya lagi seraya memohon pada sang Istri.


" Teman...?? yakin cuma teman...??, kok malam-malam gini telpon terus...??" ucap Erlin sambil bersedekap dada, sambil menatap Aditya tajam.


" Apa..., kalau Dia apa...??, kalau Dia suka gitu kan maksudmu...!!" tegas Erlin.


" Sayang sudah ya... jangan keras-keras ini di rumah orang...


" Biarkan yang lain mendengar Mas..., Mas senang bukan jika Keluarga kecil kita ini hancur...


" Tidak Yang...., bukan seperti itu... Risa hanya temanku semasa kuliah Yang...." terang Aditya pada sang Istri, namun sayangnya diabaikan oleh Erlin yang hanya diam saja berusaha mengalihkan pembicaraan menghampiri buah hatinya yang sedang tidur.


" Yang..., jangan mendiamkanku... Yang... beneran sumpah Aku tidak ada hubungan dengannya..." ucap Aditya bersimpuh dihadapan Erlin, tapi tetap saja tak dihiraukan oleh sang Istri.


*****


Sementara Aldo kini sedang bersama Laras di sebuah apartemen milik Laras.


" Sayang..., kenapa sih selalu saja cuek sama Aku...., ini pasti gara-gara dokter itu..., sudah tahu kalau Dia lebih memilih Pria lain Mas..., masih saja dikejar..., bukannya Aku sudah bilang jika pernikahan itu hanya kita berdua Mas..., bukan dengan tiga orang..." tegas Laras membuka suaranya.


" Hmmm.. jadi Kamu sudah mengetahui semuanya??" tanya Aldo serius.


" Iyaaa Mas..., Laras sudah mengetahui semuanya dari media, walaupun sebenarnya hati Laras sebenarnya sakit dengan apa yang diucapkan dokter Vanya ternyata ada benarnya juga..." jawab Laras apa adanya.

__ADS_1


" Mm... maafkan Aku Ras..., Aku jadi merasa bersalah karena banyak permintaan dariku yang tidak masuk akal..." ucap Aldo dengan nada penuh penyesalan.


" Sudah lah... Mas..., jangan merasa bersalah..., Aku tahu kok maksudmu itu pasti ada tujuan tertentu..." ucap Laras, ya ternyata setelah Laras menyaksikan melalui televisi, Laras seketika berubah menjadi baik terhadap Aldo, walaupun Ia sendiri sebenarnya merasakan sesak di dadanya, tidak menyangka jika Aldo sangat lah tidak mencintainya, setidaknya Ia harus bisa berubah dihadapan Aldo pikirnya.


" Terimakasih Yang... Kau selalu mengerti perasaanku..., maafkan Aku jika Aku belum bisa mencintaimu sepenuh hati...." ucap Aldo seraya mengatupkan kedua tangannya meminta maaf.


" Hmmm... " jawab Laras dengan deheman saja.


" Mas... Aku seketika berfikir, apa yang dikatakan dokter Vanya ada benarnya, bahkan Aku tak menyangka jika dokter Vanya sangatlah perhatian dengan perasaanku..., sakit Mas.. rasanya..., tapi disisi lain entah mengapa Aku kasihan terhadapmu yang ditolak cintanya mentah-mentah dengan dokter Vanya, Aku berjanji Mas..., Aku akan berubah agar Kau bisa belajar mencintaiku.... " batin Laras.


" Ras..., kenapa diam saja..??, apa Kau masih marah sama Mas...??" tanya Aldo heran.


" Emmm... tidak kok Mas..., pokoknya Mas tenang saja..., Laras nggak marah sama Mas..." ucap Laras berusaha menetralisir keadaan, agar tak tersulut emosi.


" Sekali lagi terimakasih ya Sayang..., sudah mau memaafkan ku..." ucap Aldo lalu mengecup kedua tangannya.


" Ras... , setelah kejadian tadi apa Kau masih mau dengan Mas...???" tanya Aldo serius.


" Lupakan semua itu Mas... mulailah dengan lembaran baru..., Aku pun tak tahu harus berkata apa lagi Mas..." ucap Laras dengan nada lemah.


" Laras..., kalau begitu maukah Kau hidup dengan ku seumur hidup...??" ucap Aldo, tapi sayangnya ucapannya tidak dimengerti oleh Laras.


" Maksudmu...??? tanya Laras dengan nada datarnya.


" Maukah Kau menikah denganku...???" ajak Aldo bersimpuh dihadapan Laras sambil menyodorkan sebuah cincin untuknya.


Sedetik.... Dua detik.... tidak ada jawaban dari Laras, Aldo terheran-heran dengan sikap Laras yang tiba-tiba saja berubah, padahal biasanya saja Ia selalu membujuknya agar segera menikah dengannya, sampai akhirnya Aldo pun membuka suaranya untuk bertanya pada Laras:" Sayang..., kenapa Kamu diam saja tak menjawab pertanyaanku...??" ucapnya, Dan Laras pun menjawabnya:" Tapi maaf Mas..., untuk saat ini Aku belum bisa menerimamu... "


" Kenapa...??, bukankah ini pernikahan yang Kau inginkan...??" tanya Aldo heran.


" Ya.. itu benar Mas..., tapi untuk saat ini juga Aku berubah pikiran Mas..., Aku tidak mau hanya Kau jadikan pelampiasan saja... " ucap Laras mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya.


" Hmmm... Ok... baiklah... Aku akan menunggumu sampai Kamu siap Laras..., meskipun sebenarnya Keluarga Kita sudah menjodohkan Kita..." ucap Aldo pasrah dengan keputusan Laras yang tak disangka ternyata Laras menolaknya.


" Maafkan Aku Mas..., Aku butuh ketenangan, mungkin besok kalau ada waktu Aku akan menemui dokter Vanya, untuk meminta maaf dengannya... " pikir Laras bergumam dalam hati.


*****


Waduhhh... waduhhh... makin seru ya.., ternyata Laras seketika sadar diri jika telah dipermainkan oleh Aldo..., lantas bagaimana dengan nasib Aldo...??, Dan apakah dugaan dari Erlin itu benar adanya, jika Suaminya sedang selingkuh... ???


Jangan lupa Vote, Like, Komen, dan Favorite Yaa... Terimakasih.... 🥰🥰🙏🙏


Sambil menunggu Update dari Author, Yuk Baca Novel teman Author Karya dari Kak Sofie Amelia

__ADS_1



__ADS_2