Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 43


__ADS_3

skip....


Keesokan harinya, mereka menjalani rutinitas seperti biasanya dengan pekerjaan masing-masing. Aditya sedang sibuk bersiap-siap untuk pergi ke kantor, dan rencananya hari ini, ia ingin berangkat bersama Erlin, karena memang kantor perusahaan Wijaya Group jalannya searah dengan RS Wijaya.


Sesudah siap-siap,Aditya pun menuruni tangga untuk segera sarapan, sesampainya di meja makan, ia sudah ditunggu oleh keluarganya untuk sarapan.


" Kakak... ih lama bangeett ditungguin daritadi juga.... gerutu Vitalia.


" Iyaaa iyaaa...... maaf.... ucap Aditya santai.


" Udah laperr tauk.... " ucap Vitalia.


" Ehh... sudah-sudah.... jangan bertengkar... , ayo buruan sarapan nanti kalian telat lagi...." sanggah tuan Wijaya.


" Baik pah.... " jawab Aditya dan Vitalia serempak.


" Nah gitu dong... baru anak Mamah.... " ucap mamah Ita bahagia, karena bisa sarapan bareng.


mereka pun lalu melanjutkan sarapannya, setelah sempat tertunda.


sedangkan di mansion Sanjaya, Erlin terlihat sangat murung bahkan ketika sarapan pun ia tidak ada moodnya untuk makan. Entah kenapa hatinya terasa sakit jika mengingat kejadian kemarin, apalagi mereka akan menikah 3 hari lagi.


" Lohh cucu Eyang.... kenapa kamu masih masuk kerja sayang....?? tanya Eyang Ti pada Erlin,yang terlihat memakai jas kebesarannya.


" Yakan ini sudah jadi pekerjaan Erlin sehari-hari eyang.... " jawab Erlin malas, sambil mengambil makanan untuk dirinya.


" Tapi sayang.... ada benernya eyang bilang begitu sama kamu, kan pernikahanmu dipercepat 3 hari lagi..." ucap tuan Sanjaya.


" Lahhhh... jadi kemarin beneran Pih... , mamih bilang begitu...?? ucap Erlin.


" Ya benerlah sayang... masak mamih mu ini bohong sama putrinya sendiri... " ucap Mamih Dewi memutar bola matanya malas.


" Lagian kenapa sih kalian... nggak bilang sama Erlin pernikahannya di percepat 3 hari lagi, Erlin juga belum sempat ambil cuti... Pih.. Mih... ,lagian Erlin juga belum ada persiapan sama sekali..." ucap Erlin sambil mengaduk-aduk makanannya.


" Lebih cepat lebih baik nak.. ini kan yang kalian inginkan selama ini... ,?? " ucap tuan Sanjaya.


Erlin pun tak menjawab pertanyaan dari sang Papih,, ia hanya bisa diam setelah kejadian kemarin.


" Yaa Allah... bagaimana bisa aku menikah dengan Aditya, sedangkan Aditya saja telah menghamili orang lain." batin Erlin, sambil memainkan garpunya.


" Erlin.... kamu kenapa nak...?? kok diam saja..? ayo buruan makan.. " ucap sang papih pada Erlin yang terlihat murung.


" Eehh..Enggak kok Pih... Erlin nggak papa....." jawab Erlin gelagapan ditanya sang Papih, Tuan Sanjaya pun merasa heran dengan tingkah anaknya, yang tak seperti biasanya.


" Kamu yakin nggak papa nak..??? kamu nggak sakit kan?? " tanya Mamih dewi melihat anaknya terlihat tak bersemangat seperti biasanya


" Enggak Mihh..... Erlin sehat kok... jawab Erlin sambil tersenyum, berusaha menutupi kesedihannya.


" Syukurlah kalau gitu...., ya udah buruan dihabiskan sarapannya... " ucap Eyang Ti.


" Iyaa... iyaaa.. Eyang....


" Erlin, sebelum berangkat papih mau kamu ke ruang kerja Papih sebentar, Papih ingin membicarakan sesuatu." ucap tuan Wijaya.


" Baik Pih..... jawab Erlin, sambil menganggukkan kepalanya, tanda menyetujui permintaan sang Papih.


Sementara Aditya sudah sampai di mansion Sanjaya, ia segera memarkirkan mobilnya, dan beranjak masuk ke dalam mansion Sanjaya.


Ting... Tong.....


Ting... Tong.....


" Assalamu'alaikum... Eyang...


" Wa'alaikumsalam... lohh... nak Aditya... mau jemput Erlin ya...???


" Hmmm... iyaaa Eyang....


" Sudah jangan Malu-malu.... ayo masuk...., " titah Eyang Ti. mereka pun lalu masuk ke dalam mansion.


" Tunggu sebentar ya nak Aditya...., Erlin baru ada urusan dengan Papihnya, bentar lagi turun kok.. " ucap Eyang Ti pada Aditya. lalu Aditya pun hanya menganggukkan kepalanya saja, tanda mengerti.


" Ada apa sebenarnya...??? kok tumben sekali ?? tanya Aditya penasaran dalam hati.


Sedangkan di ruang kerja tuan Sanjaya, Erlin dihujani banyak pertanyaan oleh sang papih.


" Ada apa Pih.... kok tumben panggil Erlin kesini...??


" papih mau bicara sama kamu... apa kamu yakin nak... kamu mau menikah dengan Aditya.


Tapi Erlin pun hanya diam tak menjawab pertanyaan sang Papih. sedetik dua detik... tetap tak ada jawaban dari Erlin

__ADS_1


" Er..... kenapa kamu diam saja...., jawab pertanyaan Papih, nak.... ucap tuan Sanjaya.


" Erlin belum siap Pih....


" Tapi kan kamu sudah waktunya untuk menikah nak.... , lagian ini adalah yang kalian inginkan selama ini, bukan?? hemm... ucap tuan Sanjaya.


" Iyaaa Pih... tapi kan nggak secepat itu kan Pih.... ucap Erlin pasrah.


" Papih curiga sama kamu nak....,,


" curiga gimana sih Pih....


" Kenapa Papih tanya perihal pernikahan, kamu terlihat murung nak....,?? hubungan kalian baik-baik saja kan nak.... ??


Tapi Erlin tidak menjawabnya, ia malah melamun memikirkan kejadian kemarin.


" Erlin..... kenapa kamu diam saja... jawab pertanyaan Papih...!! tegas sang Papih.


" Iy.... iyaaa Pih....


" Iyaa apaa Erlin.... Papih kan tanya sama kamu nak, kamu kenapa terlihat murung kalau ditanya perihal pernikahan kalian...??? Papih mulai curiga kalian pasti menyembunyikan sesuatu dari Papih kan... ?? hmmm " tanya tuan Sanjaya penyelidik.


" Pihhh... Enggak pih... siapa juga yang menyembunyikan sesuatu dari Papih...,Erlin beneran cinta sama Aditya kok Pih... ucap Erlin tanpa sadar dengan semua yang telah diucapkannya.


" Astagaaa kenapa gue bilang gini ke Papah... ,ya.. bener sih tapi kenapa gue harus pakai kata-kata cinta sama Aditya..... Crazy banget sih gueee.....,, sudahlah pokoknya guee harus pintar-pintar menyembunyikan semua rahasia itu.... gue harus cari cara, jangan sampai seluruh keluarga tau perihal kehamilan Clara.... , sebelum kebenaran terungkap." batin Erlin.


" Kalau gitu kan... lebih cepat lebih baik, Papih kemarin sudah berdiskusi dengan pihak keluarga Wijaya....


" Terserah papih deh..... , Erlin nurut aja....


" Nahh gitu dong nak... , Papih kan ikut senang dengarnya. sini Pipih peluk.... ucap sang Papih., lalu Erlin pun membalas pelukan Papihnya.


" Yaa Allah aku terpaksa mengiyakan pernikahan ini... , demi kebaikan keluargaku...dan semoga keputusanku ini benar... , aku harus cari tau kebenaran tentang Clara, aku nggak boleh nyerah begitu saja... " batin Erlin masih dalam pelukan sang Papih. tak lama kemudian ada suara ketukan pintu yang berhasil membiarkan lamunan Erlin.


Tok... tok... tok.....


" Masuk.... " teriak tuan Sanjaya, lalu Erlin segera melepas pelukan dari sang Papih.


" Sudah selesai kan Pih...???


" Sudah kok...Mih...,, Ada apa sayang.... ?? tanya tuan Sanjaya kepada sang istri.


" Adityaaa maksud mamih??? tanya Erlin pura-pura tak tahu.


" Astagaaaa putri mamih yang satu ini... ya iyalah sayang....,,siapa lagi kalau bukan Adityaaa... ya udah sana.. nanti telat lagi...


" Isshh mamih... iyaaa iyaaa... , yaudah Erlin pamit dulu.. Assalamu'alaikum... ucap Erlin berpamitan pada kedua orangtuanya.


" Wa'alaikumsalam..... jawab kedua orangtua Erlin serempak.


Erlin pun menuruni tangga lalu menoleh kearah ruang tamu...


" Ada apa kamu kesini...? tanya Erlin malas.


" Erlin.... nggak boleh begitu dong sayang... sama calon suami kok kayak gitu.... ucap Eyang Ti memperingatkan Erlin.


" hmm iyaaa Eyang....


" Ya sudah sana.... buruan berangkat nanti telat lagi....


" Baik Eyang..... jawab Aditya dan Erlin serempak.


mereka pun segera berangkat ke tempat kerja masing-masing... , di dalam mobil tak ada pembicaraan sama sekali. sesampainya di RS Erlin pun keluar dari mobil meninggalkan Aditya sendirian..


" Erlin.... tunggu...


" Apa lagi sih dit... , kamu mau ke kantor kan.. yaudah sana ke kantor ngapain ngikutin aku...


" Kamu masih marah sama aku...??


" Enggak dit..... okeyyy....., jadi sekarang please dit.... , sana berangkat ntar telat loh.... , atasan tuh harus kasi contoh yang baik buat para karyawannya... inget tuh.... ucap Erlin sambil tersenyum, untuk menutupi kemurungannya. Entah kenapa sejak kemarin Erlin tak ada semangatnya sama sekali.


" Its.. okey... , thanks honey....ucap Aditya, sambil turun dari mobilnya.


" Iyaaaa,, ya sudah sana pergi... hus hus.... ucap Erlin seraya mengusir Aditya.


kemudian Aditya pun mendekat ke arah Erlin, dan akhirnya...berhasil mencium pipi Erlin secara diam-diam.


" muaach... daaaa honey... ucap Aditya sambil tersenyum menyeringai, berpamitan pergi meninggalkan Erlin yang masih menganga dan mematung di tempat.


" Haaaa..... ,,Astaghfirullahalazim.... awas kamu dit..... kurang ajar banget tuh orang... bikin emosi aja....memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.... " gerutu Erlin kesal., sementara di dalam mobil Aditya senyam senyum nggak jelas.

__ADS_1


" Astagaaaa..... sebahagia ini gue bisa ngerjain wanitaku.... gumam Aditya terkikik geli melihat Erlin yang terlihat kesal dengannya, entah kenapa hati Aditya terasa senang ketika berhasil mengerjai wanitanya.


Di Rumah Sakit


" Liatt aja nanti tunggu pembalasan gueee.... ucap Erlin sambil menyusuri lorong rumah sakit. Erlin pun lalu membuka ruangannya ia tersentak kaget melihat para sahabatnya berkumpul di ruangannya.


Ceklekkk.....


" Astaghfirullah..... kalian ngapain disini...


" Sekali sekali Er...... , ucap Vanya.


" Eh... tunggu-tunggu... , kenapa Lo dateng-dateng malah kayak kepiting rebus sih muka Lo.....


" Mmm maksudnyaa???


" Tuhh liat.. muka Lo...... ucap Vitalia menunjuk wajah Erlin yang terlihat merah seperti kepiting rebus, lalu menunjukkannya ke arah cermin yang ada di ruangan Erlin.


" Ngeles aja sih kalian...." ucap Erlin penuh alasan, padahal memang sebenarnya ia terlihat malu karna habis dicium oleh orang yang dekat dengannya, bagi Erlin, Aditya adalah mantan kekasih bohongannya, ia belum menyadari akan perasaannya, bahwa ia sangatlah mencintai Aditya..


" Astagaaa.... Erlin.... , udah jujur tetep aja salah.... ucap Vanya.


" Terserah Elo deh.... sana sana.... pergi.... , lohh Dina mana...??


" Entah lah daritadi belum datang... " jawab Vitalia. Tiba-tiba Dina masuk ke ruangan Erlin dengan penuh ketakutan...


Ceklekkk.....


" Astagaaaaa Dina.... kalau masuk itu ketuk pintu dulu napaaa.... " maki Vanya.


" Duh... Van.. itu nggak penting,, hah hah.. hah... ucap Dina sambil ngos-ngosan.


" Erlin.... guee minta Lo mulai sekarang hati-hati sama dokter Irsyad " ucap Dina lagi sambil memegang perutnya karna sakit setelah berlarian ke ruang Erlin.


" maksud Lo....??? tanya Erlin menyelidik.


" Dia suka sama Lo.... , dan gue minta Elo harus hati-hati sama dia... barusan gue ketemu dia sama..... wanita itu....ucap Dina bertubi-tubi, memperingatkan Erlin.


" Siapaaa...? tanya Erlin, Vanya, Vitalia serempak.


" Siapa lagi kalau bukan si wanita ular itu..."


" Lo nggak salah lihat kan, din???" tanya Erlin.


" Aduhh Er.. gue tadi sempet curiga gue buntutin mereka, sempet ketahuan guee... makanya gue lari..." ucap Dina menjelaskan.


" Astagaaa.... ceroboh banget sih Lo... ucap Vanya.


" Elo juga harus hati-hati Din... karna mereka sudah tau keberadaan Lo... ucap Vitalia memperingatkan Dina.


" Sebenarnya ada hubungan apa dokter Irsyad dengan wanita ular itu?? guee harus cari tau, gue yakin ini ada hubungannya dengan Aditya.... batin Erlin.


" hmm.... gue harus hubungi Hans secepatnya...,karna gue yakin ini pasti ada hubungannya dengan kak Adit... "batin Vitalia.


" Kenapa kalian malah diem sih.... ucap Dina heran.


" Yaa terus mau gimana cobaa....,sudah sana... sana... pergi.... bukannya kerja malah ngerumpi disini... ,yang ada malah kalian dimarahin direktur RS ini biar tau rasaa kalian...., kecuali Lo Dina..." ucap Erlin panjang lebar,dengan penuh penekanan, sambil mengusir kedua temannya yaitu Vanya dan Vitalia.


Ia sebenarnya juga berfikir karena sudah waktunya mulai bekerja, jadi ia berusaha untuk menyudahi obrolan mereka.


" Iyaaa iyaaa... udah tau.... " jawab Dina pasrah.


" huuh... untung saja belum ada pasien datang..." dengus Erlin pelan tapi masih terdengar oleh ketiga sahabatnya.


" Hmm... Jadi kita berdua di usir nih....??? tanya Vitalia


" Iyaaaa..... sudahhh sana.. sana.. dimarahin si bunglon baru tau rasa kalian.... ucap Erlin.


" Dasarr... bunglon betina.. hahahaha... " ucap ketiga sahabat Erlin, lalu mereka pun tertawa terbahak-bahak menggoda Erlin.


" Aapaaaaa.....??? awass saja kalian..... sudah sana.... sana pergi nggak.... !! bentak Erlin memutar bola matanya jengah, sambil mengangkat buku jurnal yang ia pegang. sedangkan Dina masih terkikik geli melihat ekspresi Erlin sahabatanya.


" hihihi... lucu banget sih Lo Er... aduhhhh..." ucap Dina berusaha menahan tawa, sambil memegang perutnya. sedangkan Vitalia dan Vanya sudah pergi dari ruangan Erlin.


" Huuuhh... udah ketawanya.... ??? tanya Erlin kesal melihat sahabatnya menertawainya.


" Emm ehh.. sudahhh Er.... eemm maksudku dokter Erlin yang cantik.... "ucap Dina gugup karna ditatap tajam oleh Erlin.


" Hmmmm.... yasudah ayo kerja keburu banyak pasien datang... ucap Erlin, sambil menggelengkan kepalanya, melihat tingkah sahabatnya.


" Siaaaappp.... dok....!!"ucap Dina penuh semangat. mereka pun lalu bekerja seperti biasanya, sesuai profesi masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2