Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 139


__ADS_3

Permintaan Laras


Setelah berita duka datang dari Edward suami dari Vanya, kini keadaan Laras justru berangsur membaik, dan tim dokter memutuskan untuk langsung memindahkan ke ruangan khusus sesuai permintaan keluarganya, dan sebelum tim dokter memindahkannya dari ICU, ternyata Laras meminta agar Vanya datang untuk menemuinya.


" Kakak Ipar... Aku gagal.. Aku gagal menyelamatkannya.. hiks.. hikss.. hikss... lalu bagaimana Aku menjelaskannya nanti pada anak-anak...??, hiks... hiks..." tanya Vanya sambil menangis sesegukan.


" Vanya.. sssttt nggak boleh begitu, Kamu sudah berjuang sekuat tenaga menyelamatkan Suamimu...


" Tapi Kak, Aku gagal... hikss... hikss... bagaimana juga dengan janin yang ada di dalam perutku..., hiks.. hikss... hikss..


" Vanya..., dengarkan Aku..., bukan Kau saja yang sedih Kami semua juga sedih, apalagi Aku Saudari kandungnya, Lo harus kuat Van... masih ada Laras yang harus Lo perjuangkan malam ini.." ucap Erlin berusaha menguatkan Vanya, sontak Vanya pun tersadar berusaha tetap tegar. Ya Edward sendiri masih menjalani proses untuk kepulangan jenazah, setelah selesai disucikan dari RS langsung.


" Iya Kakak Ipar... Gue harus kuat..." jawab Vanya seraya menghapus air matanya yang terus menerus berjatuhan, Erlin pun lalu memeluk Sahabat sekaligus Adik Iparnya disela-sela mereka sedang berpelukan Dina pun datang dengan terburu-buru.


" Van..., Vanya... Laras mencarimu..."


" Apa...??, dia sudah sadar??


" Iya Van.., Dia sudah sadar dan kondisinya mulai berangsur membaik..."


" Alhamdulillah... " ucap Vanya dan Erlin bersamaan.


" Ya sudah ayo buruan kita kesana..." ajak Dina pada kedua Sahabatnya, dan mereka pun segera menuju ke ruang ICU, karena Erlin dan Vanya sedang berada di depan kamar jenazah bersama seluruh keluarga besarnya.


*****


Sementara Laras sudah sadarkan diri kini sedang bersama Aldo yang meminta ijin untuk menemuinya.


" Laras... Mas sangat berharap cepatlah sembuh...Ras.. Mas janji akan menikahimu secepatnya.." terang Aldo pada Laras sambil mengecup tangan Laras yang sedang Ia genggam, tak terasa air mata Laras pun lolos begitu saja dengan ajakan Aldo.


" Mas..., di.. dimana Vanya...?? " tanya Laras pada Aldo, mengalihkan pembicaraan.


" Vanya..??, berarti apa yang di katakan Suster Dina tadi benar, Kau mencari Vanya??"


" Iy.. iy.. iyaaa Mas..." jawab Laras terbata, dan tiba-tiba saja Vanya masuk ke ruang ICU bersama Erlin dan Dina.


" Laras... " panggil Vanya dari balik pintu lalu menuju ke tempat tidur Laras, diikuti oleh kedua Sahabatnya.


" Va.. Vanya..." balas Laras menoleh ke arah Vanya yang datang bersama Erlin dan Dina, sontak membuat Aldo yang menggenggam tangan Laras pun melepaskannya.


" Laras..., hiks... hiks... maafkan Aku Ras.. ini semua gara-gara Aku hiks... hikss..." ucap Vanya sambil memeluknya.

__ADS_1


" Ss.. sudah.. jangan menangis..., Va.. Vanya.. jangan berkata se.. seperti it... itu.., justru Akuuu.. me.. memintamu untuk menjaga Mas Al.. do..."


" Jangan berkata seperti itu Ras... hikss.. hikss.. Kau mengingatkanku pada Suamiku yang telah berpulang Ras... hikss... hikss.. Kau tau Mas Edward meninggal dan Aku tidak ingin Kau meninggalkanku begitu saja Ras.." terang Vanya sambil menggenggam telapak tangan Laras, menangis sesegukan, akan tetapi justru Laras menanggapinya dengan tersenyum saja.


" Vanya tenangkan dirimu jangan membuat Laras menjadi down.." ucap Erlin menimoali obrolan.


" E.. Er.. lin.. Aku justru merasa se.. nang.., bis.. bisaa.. mengenal kalian..." ucap Laras terbata, dan lirih.


" Ras..., lawanlah sakitmu.. kumohon, Kami belum merasakan menjadi Sahabatmu terlalu lama.., bahkan Kau tahu bukan jika disaat Kau sedang baikan, Aku justru sibuk sendiri dengan masalahku.." ucap Erlin pada Laras.


" Iyaaa..., Er.. sa.. sabar yaa..." balas Laras sambil tersenyum ramah.


" Din.. terimakasih su.. sudah menemaniku disini..., ja.. ga.. diri kalian baik-baik...


" Laras kumohon jangan berkata seperti itu Ras... please kumohon..., hiks... hiks..." timpal Vanya sambil menggenggam erat tangan Laras, tapi Laras hanya meneteskan air matanya terharu karena banyak yang mengkhawatirkan kondisinya, dan Laras pun akhirnya memanggil Aldo yang sedari tadi hanya diam saja di sebelah kanan tempat tidurnya.


" Mas... men.. medekatlah.." titah Laras pada Aldo yang berpindah di samping kanan Laras karena di samping kiri tidurnya ada Vanya, Erlin dan Dina.


" Ada apa Sayang.., hmm...??" tanya Aldo menatap calon Istrinya penuh arti, dan Laras pun segera meraih tangan Aldo dengan menggunakan tangan kanannya. Siapa sangka jika Laras justru malah menyatukan kedua tangan Aldo dan Vanya.


" Ku.. kumohon kalian... me.. menikahlah... ja.. ga. diri kalian.. baik-baik..., ja.. gas Ib.. Ibu... El.. dan Ney... baa.. ik... baik.."


" Laras apa yang Kamu katakan Ras... hiks.. hiks.., tidak mungkin Aku menikahinya..." ucap Vanya pada Laras.


" Mm.. Mas.., Va.. Vanya.. dengarkan Ak.. aku... ini ada... lah.. permintaan ter.. akhir.. ku.., jadi kumohon kalian.. bersatulah..." ucap Laras dan tiba-tiba saja Laras pun mengalami kejang, dan mengeluarkan busa.


" Yaa Allah Laras..." ucap Vanya histeris.


" Dokter... Suster tolong calon Istri Saya cepatlah..." pinta Aldo pada Erlin dan Dina yang berada disamping Vanya.


" Tenangkan dirimu dulu Do..." balas Erlin pada Aldo.


" Tambah lagi oksigen dan berikan obat penurun panasnya Sus..." Titan Erlin pada salah Saturday perawat, sedangkan Dina pergi until memanggil dokter senior untuk menangani Laras pikirnya.


" Baik dok..." jawab perawat tersebut, lalu menyuntikkan obat kedalam selang infus Laras.


" Panasnya semakin tinggi dok.. " ucap perawat tersebut pada Erlin yang sedang memeriksa denyut nadi Laras.


" Kita tunggu turun dulu Sus..., tunggu obatnya bereaksi..." balas Erlin.


" Laras... kumohon jangan seperti ini kumohon bertahanlah Ras..." ucap Vanya.

__ADS_1


Tit.........


Suara monitor berbunyi dan menampakkan garis satu. sontak membuat Erlin, yang memulai melakukan tindakan pun terhenti, dan terkejut menatap layar monitor, begitu pula dengan Vanya dan Edward yang menatap tak percaya.


" Laras... bangun Ras...!!" teriak Aldo histeris sambil mengguncang-guncang tubuh Laras.


" Laras... jangan tinggalkan Aku Ras kumohon..., kenapa kalian pergi secepat ini... hiks... hikss... hiks... " ucap Vanya sambil menangis tersedu-sedu dan berjalan mundur sampai bersandar dinding, sementara Erlin tiba-tiba juga ikut melemas dan meneteskan air mata, mendengar pernyataan Vanya. Ya Ia sendiri juga merasa kehilangan, bukan hanya Vanya saja, melainkan Dia sendiri juga kehilangan sang Adik dan Sahabat barunya.


" Laras... please Ras... jangan tinggalkan Kami.. !!" teriak Vanya histeris sambil menjambak rambutnya.


" hiks... hiks... hiks... Ini semua karena ulah Ayahmu Do... dua nyawa sekaligus melayang..., kalian benar-benar tega... hiks.. hikss....!!" seru Vanya sambil menangis sesegukan.


" Vanya tenangkan dirimu Van, dokter senior akan segera datang membantu kita Van..." ucap Dina berusaha menenangkan Sahabatnya.


" Kamu terlambat Din..., Laras sudah meninggal...!!" seru Vanya pada Sahabatnya.


" Apaa...??" ucap Dina menatap tak percaya Sahabatnya, ternyata Dia baru tersadar ketika menatap ke arah monitor dan melihat para Sahabatnya menangis tersedu-sedu.


" Ini nggak benar kan Er.., katakan padaku..." ucap Dina bertanya pada Erlin sambil mengguncang-guncang tubuh Erlin.


" Ini benar Din... ucap Erlin menunduk sambil menangis tertahan.


" Innalillahi waa Inna Ilaihi roji'un..." ucap Dina, tak terasa air matanya pun juga ikut menetes begitu saja.


" Laras... kenapa Lo pergi meninggalkan Kami Ras..., Lo tau nggak... kita belum merasakan menjadi Sahabat lamamu... hiks.. hiks..." ucap Dina menangis sesegukan sambil memeluk Laras.


" dok.. lebih baik kita urus jenazah pasien sekarang juga..." ucap perawat yang membantunya tadi, pada Erlin.


" Baik.. Sus..." jawab Erlin. Erlin yang melihat Vanya merasakan Iba, Dia sendiri sebenarnya juga sangat rapuh mau tak mau Ia harus tetap tegar, karena Dia akan menyampaikannya langsung pada pihak keluarga Laras jika anak mereka telah berpulang.


*****


Bersambung


Setelah kepergian Edward dan Laras, akankah permintaan terakhir keduanya akan dituruti oleh Aldo dan Vanya...??


Jangan Lupa Vote, Like, Komen, dan Favorite Ya... Terimakasih... 🥰🥰🙏🙏


Seperti biasa sambil menunggu Author update lagi yuk baca Novel karya dari teman Author


__ADS_1


__ADS_2