Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 211


__ADS_3

Kemarahan Vanya dan Aldo


Sementara di lain tempat, nampak Ibu Nia begitu senang dengan keputusan yang Aditya buat. Ia bahkan tidak langsung pulang ke rumah tapi malah mampir ke sebuah swalayan untuk menemui seseorang.


"Aku harus berterimakasih pada keponakanku yang begitu pintar dan sangat perhatian.." gumam Ibu Nia memuji keponakannya, tak sabar menunggu kedatangan seseorang.


Dan setelah dirinya menunggu selama lima menit, akhirnya seseorang yang dinantikan tiba.


"Tante!" seru seseorang wanita cantik memanggil Ibu Nia sambil mencium pipi kirinya yang datang dari arah belakang tempat duduknya.


"Hah, kau itu Levi. Mengagetkan ku saja!" ucap Ibu Nia terkejut melihat kedatangan Levi. 'Ya, seseorang yang ditunggu Ibu Nia adalah keponakannya, yang tidak lain dan tidak bukan adalah Levi.'


"Bagaimana kabar tante hari ini bagus kan?" tanya Levi kepada Ibu Nia. Dengan penuh antusias Ibu Nia menjawabnya dengan berkata, "Bagus sekali, Lev! Kau tau tidak, Aditya akhirnya mau bertanggung jawab atas kehamilan Dera! Aditya bersedia menikah dengan Dera!" serunya dengan heboh menyampaikan kabar tersebut kepada Levi.


Levi yang belum sepenuhnya percaya dengan ucapan Tantenya pun membuka suaranya dengan bertanya, "Apa? Tante serius?" tanyanya memastikan, sambil mendudukkan pantatnya di atas kursi.


"Iya Levi, tante benar-benar serius..." Lagi-lagi Ibu Nia menjawabnya dengan penuh antusias dan penuh kebahagiaan.


Sontak saja Levi yang mendengarnya pun berteriak histeris.


"Aaaa, akhirnya keluarga kecil Erlin Putri Sanjaya hancur berantakan..." ujarnya dengan tersenyum penuh kemenangan, lalu berdiri memeluk Ibu Nia.


"Congratulations ya Tantenya akuh..., semoga Dera bahagia setelah menikah dengan Aditya," Levi mengucapkan selamat kepada tantenya, karena Dera akan menikah dengan Aditya.


"Iya sayang, ini semua berkat dirimu. Terima kasih ya, keponakan Tante yang paling cantik .." jawab Ibu Nia sambil mencubit pipi Levi gemas.


Dengan tersenyum senang Levi membalasnya. "Iya Tante, sama-sama. Jika Tante membutuhkan Levi, bilang sama Levi, karena Levi selalu ada untuk Tante."


...****************...


Sementara di apartemen nampak Aditya sedang dicecar berbagai pertanyaan oleh sepasang suami istri yaitu Vanya dan juga Aldo yang baru saja pulang dari bulan madu.


"Aditya, mana anak-anak dan juga dokter Erlin? Kenapa dari tadi aku tak melihatnya?" tanya Aldo pada Aditya dengan mengerutkan keningnya bingung.


"Iya, mana mereka kak? Terus kenapa kalian tumben-tumben bareng sih? Nggak seperti biasanya kalian kek gitu..." ujar Vanya menimpali dengan menyipitkan kedua matanya, dengan tatapan menyelidik.


Sedangkan Aditya yang dihujani berbagai pertanyaan oleh keduanya pun mengarahkan pandangan menatap ke arah Dina yang hanya diam saja.


Namun Dina yang merasa di tatap pun mengerti, apa arti dari tatapan Aditya kepadanya. Dina kemudian menjawabnya dengan berkata, "Van, Do.. sebenarnya Aditya ada masalah dengan Erlin, dan sekarang Erlin pergi bersama dengan Mbok Inah dan juga anak-anak. Namun, kami tak mengetahui mereka pergi kemana..." jelas Dina menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


Betapa terkejutnya sepasang suami istri tersebut yang mendengar pernyataan dari Dina.


"Apaaa.." ucap Vanya dan Aldo secara bersamaan dengan nada keterkejutannya. Seketika itu pula Aldo dan Vanya mengarahkan pandangan menatap Aditya yang hanya duduk terdiam dengan menundukkan kepalanya.


"Kakak, katakan kepadaku. Sebenarnya ada apa diantara kalian?" tanya Vanya menatap Aditya dengan tatapan mengintrogasi sambil berjalan menghampirinya. Sayangnya pertanyaan dari Vanya tak mendapatkan jawaban dari seorang Aditya.


Melihat Aditya hanya terdiam tak membuka suaranya, akhirnya Aldo kemudian menghampiri Aditya, dan membuka suaranya. "Aditya, kenapa kau tak menjawab pertanyaan istriku? Jawab Aditya!" bentak Aldo pada Aditya dengan menatap tajam.

__ADS_1


Bukannya menjawab pertanyaan dari Aldo, Aditya malah menunduk dengan menangis terisak. Dan berkata, "Hiks.. hiks.. Vanya, Aldo.. maafkan aku hiks.. hiks..."


"Iya kak, tapi kenapa kakak bilang begitu?" jawab Vanya dengan berbalik tanya.


Dengan berusaha tegar di hadapan Vanya dan Aldo, Aditya berdiri dari tempat duduknya sambil menghapus air matanya dan berkata, "Vanya, ini semua karena kesalahanku.. hiks.. Aku.. ak.. aku... aku telah mengkhianati Erlin dengan tidur bersama wanita lain.." ujar Aditya sambil memasukkan kedua tangannya di saku celananya dengan berjalan ke arah lain, dan tak berani menatap ke arah Vanya dan Aldo.


Sontak saja membuat Vanya dan Aldo membulatkan matanya sempurna mendengarnya. Tanpa banyak bicara tiba-tiba saja Vanya mengepalkan tangannya geram, dan


Plaaakkkk....


Tamparan keras dilontarkan oleh Vanya mengarah ke pipi sisi kiri Aditya.


"Dasar laki-laki baj*ng*n kau, kak!" umpat Vanya memarahi Aditya.


"Sayang, tenangkan dirimu.." ucap Aldo berusaha menenangkan sang Istri yang tersulut emosi. Mengingat saat ini Vanya sudah hamil tua, memasuki HPL.


"Tenang? Kau bilang tenang mas? Heh... tidak! Seorang Vanya tidak akan pernah bisa tenang karena dia sudah berani mempermainkan perasaan sahabatku yang telah berselingkuh dengan wanita lain!" sahut Vanya dengan amarah yang menggebu-gebu. Ia tak terima karena sahabat sekaligus kakak iparnya dikhianati oleh pria yaitu suaminya sendiri.


Bukannya menjawab pernyataan dari sang Istri, Aldo kini beralih menatap Aditya dengan tatapan membunuh. "Aditya, cepat katakan kepadaku! Untuk apa kau berbuat seperti itu, ha?" tanyanya dengan nada meninggi.


"Tapi Do, ak aku benar-benar tak sengaja, aku tidak tau, Do..." Aditya tergagap menjelaskannya.


Sreegghh...


Aldo menarik kerah kemeja milik Aditya, dan


Pukulan bogem mentah mengarah ke pipi sisi kiri Aditya. Bahkan pukulan tersebut membuat Aditya terpental di atas lantai. Sementara Vanya dan juga Dina yang melihat pun tersentak kaget melihatnya.


"Brengsek kau Aditya, mengaku lah! Dari cara bicaramu saja tidak meyakinkan kami, lagi pula apakah kami akan percaya dengan begitu saja dengan ucapanmu? Cihh... tidak Aditya!" ucap Aldo dengan nada meninggi.


Dina yang melihat Aditya begitu kesakitan pun lalu segera menghampirinya, untuk membantunya berdiri.


"Ayo dit, berdirilah! Jangan jadi pecundang Aditya! Buktikan bahwa kau benar-benar tak menghamili Dera!"


"Whaatt? Apa katamu Din? Hamil?


" Iya Dera hamil, dia hamil anak dari Aditya!


Plaaakkk....


"Dasar penjahat k*l*min!"


"Vanya, cukup! Jangan mengumpatinya! Kalau kau tidak tau keadaan yang sebenarnya lebih baik diam!


"Dina, kau buta apa gimana sih, ha? Jelas-jelas dia sudah mengkhianati sahabat kita, kau justru malah membelanya!


"Mata gue enggak buta Van! Lagi pula mana ada hanya sehari terus hamil? Heh, nggak masuk akal! Yang ada Aditya itu sudah dijebak, Vanya!"

__ADS_1


"Di jebak? Jadi benar apa kata kakak?


"Hmmm, Aditya berkata yang sejujurnya, dan Erlin sendiri juga sudah mengetahui semua bukti jika Aditya telah di jebak.., tapi apalah daya, Erlin melihat dengan mata kepalanya sendiri jika Aditya sedang berduaan dengan Dera dengan kondisi tanpa busana,"


"Apaaa?" ucap Vanya dan Aldo secara bersamaan. Vanya kemudian beralih mengarahkan pandangan ke arah Aditya, "Apakah itu benar kak?" tanya Vanya memastikan. Belum sampai Aditya menjawabnya, Dina menyambungnya lagi.


"Tak sampai disitu saja, di saat hubungan mereka mulai membaik, Ibu Nia datang ke mansion Sanjaya, terjadilah perselisihan hebat, karena Beliau meminta sebuah pertanggung jawaban kepada Aditya di hadapan Papih sama Mamih, bahwa Aditya telah menghamili Dera."


"Apa? Terus kakak menyetujuinya begitu saja?" belum sampai Aditya menjawabnya Dina menjawabnya dengan berkata, "Apa boleh buat Vanya, Aldo. Nasi telah menjadi bubur, Aditya telah menyetujui perjanjian dengan Ibunya Dera. Jika dia akan menikahi Dera..."


"Apaa? Apa yang kakak lakukan? Jika kakak masih cinta sama kak Erlin, Vanya mohon, kak. Buktikan! Jangan seperti ini! Maafkan Vanya dan juga suami Vanya jika tadi membuatmu terluka, karena kami tak tau keadaan yang sebenarnya..."


"Tapi kalau keputusan kakak seperti itu, ya terserah kakak! Vanya tidak akan ikut campur urusanmu, dan Vanya tak akan mau membantu kakak lagi dalam masalah ini, kak!


"Benar Aditya, perjuangkan cintamu!


"Tapi mau bagaimana lagi Vanya, Aldo. Tak ada cara lagi! Bahkan aku juga sudah menyerahkan seluruh anak buahku untuk mencari Erlin dan anak-anak tetap saja tak membuahkan hasil, Aldo!


"Bahkan kau tau sendiri kan, Dina. Kita sudah memutari seluruh kota bahkan kita juga sudah berkeliling keluar kota namun hasilnya tetap sama!" sambung Aditya lagi menjelaskan kepada Vanya dan juga Aldo.


"Kalau begitu apakah kalian sudah menghubungi Erlin?


"Sudah Van, tapi telepon dariku tak diangkat olehnya!" jawab Aditya dengan nada meninggi.


"Ya Tuhan, kenapa sampai seperti ini sih? Seharusnya kakak juga jangan mengambil keputusan seenaknya sendiri dong, kak! Kakak tau kan akibatnya apa?


"Tapi Van, apa yang harus aku lakukan, dia pergi dengan meninggalkan sebuah surat yang mengatakan bahwa Istriku tak akan kembali jika aku belum menikahi Dera.."


"Jadi kakak Ipar sempat mengirim surat kepadamu, kak?" tanya Vanya pada Aditya.


"Iyaa..." jawab Aditya lesu.


"Astaga Aditya! Kau itu bodoh atau bagaimana sih, ha? Bukannya menyelesaikan masalah tanpa masalah, ini malah menyelesaikan masalah dengan masalah baru.." ujar Aldo menimpali.


"Heh, ya begitulah sahabatmu, Do!" ucap Dina menimpali. Seketika itu pula Vanya mengingat sesuatu.


"Ya Tuhan, terus bagaimana keadaan anak-anak sekarang?" tanya Vanya bingung menatap Aldo, Dina dan Aditya secara bergantian. Belum sampai ada yang menjawabnya, ponsel Aditya tiba-tiba berbunyi.


**


Bersambung....


Note : Jangan tanya kapan endnya yak, tapi yang jelas nggak akan lama lagi. Menunggu kehadiran manusia bertopeng😂😭


...****************...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2